My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 86



Tap...


tap ..


tap ...


Langkah Kasio terdengar sangat gemetar,bagaimana tidak di depannya sedang ada macan yang siap menerkam kapan saja .


"Tuan...Kaki Nyonya Clara keseleo saat berlari,maaf aku lancang menggendong nya karena Ny. tidak bisa jalan ..!"


Kasio memberikan Clara kepada atasannya .


"Tuan mobilnya sudah siap....!!"Berson datang memberitahukan Abian


"Kasio...!! kami akan pergi,aku menunggu mu di Mansion beberapa hari lagi untuk bekerja di Mexio"


Abian meninggalkan Kasio di lapangan ,Kaki Clara membiru,mungkin keseleo nya sedikit parah,karena terlalu memaksa sehingga membuat nya tanpa memikirkan keselamatan sendri.


Berson membuka pintu mobil,Abian meletakan tubuh Clara di samping Zara,Gadis kecil itu menatap kearah mama nya yang masih belum sadar.


"mama....." Panggil Zara menyentuh pipi Clara


"Mama hanya syok saja,Dia akan sadar sebentar lagi....!!"


Abian juga ikut masuk dalam mobil,dan duduk bersebelahan dengan Berson,dari jauh Zico memandang kepergian mobil orang tuanya,Dia tidak meneteskan air mata nya meskipun merasa sedih atau kecewa Dia menahannya,jadi orang dewasa jauh lebih baik, "Aku ingin cepat dewasa agar aku bisa mengambil keputusan sendiri.." Batin Zico memperhatikan bayangan mobil papa nya hilang dari pandangannya.


"Tidak....tidak ..tidak......!!!" Clara malah mengigau di mobil membuat Abian menoleh kebelakang


"Ma...mama.....!!" Zara menggoyang- goyang kan tubuh mama nya


"Aah......." Clara tersadar melihat Dia sudah berada di mobil


"Aku......" Clara melirik kearah Abian yang di depan nya,setelah pria menoleh kearah nya dia membuang muka nya melihat Zara


"Mama tidak apa-apa ..?" Zara memegang lengan Clara


"Tidak sayang.....aku telah berlari dengan cukup baik...!! Kalau tidak pria sialan itu akan memeluk ku dan mencium ku ....!! menjijikkan " Clara merasa Geli membayangkan kejadian sebelum nya


"ini semua gara- gara pria sialan itu .." Gumam Clara


Abian mengerutkan kening nya mendengar ucapan Clara,apa yang bisa pria itu lakukan selain mendengar cacian istrinya .


"Tuan kita sampai ....!!" Berson memarkir nya mobil nya


Tok..


tok...


Lima orang pengawal yang disediakan oleh seseorang untuk menjemput Zara,setelah melihat mengetok kaca mobil,Abian segera membuka pintu nya.


"Tuan ..." mereka berlima menyapa Abian


"Zara...!! kamu ikut dengan mereka ya,kita harus berpisah disini ..!! ingat ...jangan membuat kekacauan di asrama...!!" Ucapan Abian membuat Clara dan Zara melirik satu sama lain .


"Tuan Abian ..!!Kenapa anda selalu mengambil keputusan seenak jidat mu ....!!!" Clara berteriak tepat di depan Abian dengan membusungkan dadanya kedepan menantang pria itu dengan kedua tangan di pinggang nya,Para pengawal yang melihat nya malah kaget dengan mata melotot .


"Nyonya hanya kamu yang bisa begini di depan Tuan " Batin Berson memperhatikan Clara


"Ini sudah menjadi keputusan ku" Melewati Clara dan menghampiri Zara "Sayang ...apa kamu akan pergi...?" Ucapan Abian begitu datar namun Zara dapat merasakan aura dingin di sekitar nya


"Pe...pergi....pah .. aku akan pergi sekarang pa .."


Zara berdiri di posisi lima pengawal itu,dan Berson menurunkan semua barang Zara .


"Kamu bercanda ya membiarkan Dia ikut dengan mereka...!!" Clara masih tidak membiarkan Zara pergi dengan mereka,Tapi Zara meyakinkan mamanya


"Ma...aku tidak apa- apa ,aku akan pergi ....cup" mencium pipi Clara " Anak ku sudah besar ..." Batin Clara menetes kan air matanya


Zara memeluk Clara,meskipun sudah tidak sanggup menahan air mata nya,Zara berpura-pura kuat di depan Clara,agar mama nya tidak risau.


"Tuan kami pergi dulu ...!"


"Hubungi aku jika kalian sudah sampai...!!"


Tatapan Clara sangat satu memandang kepergian anak perempuannya,dulu Zico dikirim ke pulau sekarang Zara di kirim ke asrama,itu akan membuat Clara sedih dan merasa sepi ..


"Sa...." Abian mencoba merangkul Clara,namun wanita itu malah menghindar dan berbalik masuk kedalam mobil,membuat Abian melirik nya dengan ujung mata .


Brakk....Abian menutup pintu mobil,duduk di samping Clara dengan berpura-pura tidur.


"Berson jalan sekarang ....!!" Titah Abian melirik kearah Clara,yang memejamkan matanya .


***


Mike berjalan melewati ruangan Direktur yaitu ruangan milik Roshita,didalam nya sedang ada tamu.


Cekreekk....Mike membuka pintu ruangan melihat Roshita dan satu orang di depan nya sangat asing bagi Mike,Dia belum pernah melihat pria itu sebelumnya .


"Mike ..."panggil Roshita lirih,Mike tidak menjawab hanya tersenyum kearah istrinya.


"Mike ...kenalkan ini rekan bisnis baru kita Tuan Hatakachi.." Roshita memperkenalkan rekan bisnis baru mereka kepada Mike


Pria itu masih terlihat sangat muda berdiri di depan Mike,untuk bersalaman dengan Dia.


"Mike ...."


"Hatakachi..!senang bekerjasama dengan kalian ...!!"


Setelah berjabat tangan mereka,membahas proyek yang akan mereka tangani bersama.


Beberapa kali Mike melihat ke arah Tuan Hatakachi yang mencuri - curi pandang kepada Roshita,itu sangat membuat Mike tidak nyaman,Pria itu sekarang sangat cemburuan semenjak menikah dengan Roshita .


"Sayang ...sudah waktu nya makan siang...!!" Mike merangkul Roshita di depan Tuan Hatakachi membuat pria itu memandang kearah Mike dengan dingin,Roshita merasa tidak enakan dengan rekan bisnis nya .


"Tunggu sebentar...!! Tuan Hatakachi untuk hari ini cukup sampai disini dulu kita akan bertemu di lain waktu "


Roshita ingin menjabat tangan Tuan Hatakachi tapi Mike malah langsung memegang tangan istrinya itu.Tuan Hatakachi dan Mike saling pandang memandang ,ada aura merah yang keluar dari mata mereka,Membuat Roshita menggelengkan kepala nya melihat tingkah dua orang di depannya .


Terlihat Tuan Hatakachi pergi meninggalkan ruangan Roshita,Mike melirik ke istrinya yang terus saja menatap kearah Tuan Hatakachi sampai bayangan nya hilang .


"orang nya sudah pergi pun masih juga melihat nya ...!!" Cibir Mike yang kesal,itu membuat Roshita melirik kearah nya


"apa kau cemburu Mike....." Roshita menatap kearah suaminya dan mendekap pria itu dengan lembut.


"Tidak perlu berlebihan begitu sayang ....!Kita hanya profesional saja,Dia tetap rekan bisnis dan kamu tetap suamiku yang tampan " mencubit wajah Mike membuat pria itu kesal di perlakukan seperti anak kecil,Roshita hanya tersenyum melihat kearah Mike yang bertingkah lucu karena cemburu.


***


Mattew berada di Eropa Timur ...!!


Ljubljana adalah salah satu kota yang sering turun hujan di Eropa, jadi Mattew telah mempersiapkan segala nya selama berada di ibukota Slovenia dengan cuaca yang cukup basah . Kota ini juga cukup kecil sehingga Mattew dapat menavigasi dengan berjalan kaki,meskipun ada bus dan kereta api yang berhenti di kota,Musim dingin dan basah, seperti Seattle, Washington, tetapi Mattew masih bisa mengharapkan Suatu saat dapat membawa seseorang ke berbagai acara musiman di kota kecil ini.


Kota Tua ibukota Slovenia menyimpan harta bersejarah. Dari Air Mancur Tiga Sungai Carniolan (yang bermula dari inspirasi Air Mancur Empat Sungai Bernini), hingga arsitektur Baroque dan Roccoco dan gereja-gereja yang luar biasa, ada banyak hal yang bisa dilihat selama perjalanan pertama yang di lakukan Mattew.


kastil Ljubljana yang mungkin kurang megah dalam lingkup dari istana Eropa lainnya, Ljubljana Castle masih bagus untuk dilihat. Itu digunakan sebentar-sebentar untuk perumahan ekstra dan sel penjara, sehingga banyak dari apa yang di lihat Mattew tidak lah asli. Namun, pemandangan dari menara jam layak untuk didaki - Mattew bisa mengambil panorama dari kota dari sana,dan menjadi kan itu moment yang indah.


"Tuan ini tempat yang aku cerita kan tadi " Asisten Jo menujukkan sebuah rumah dengan lantai dua,memiliki taman bunga,dan juga kolam ikan yang begitu besar mengelilingi taman bunga,Membuat suasana menjadi sejuk,Rumah itu di dekor sangat rapi dan terlihat sangat nyaman.


"Aku akan membeli nya satu...!! dan di waktu yang tempat aku akan membawakan seseorang untuk tinggal disini "


Mattew melanjutkan jalan nya,melihat disekitaran rumah itu,dia harus tau siapa saja yang akan tinggal di lingkungan itu keselamatan yang terpenting bagi nya.


Hujan kembali turun membasahi Negara E ,Bunga bermekaran di sepajang halaman rumah tersiram air hujan ,Mattew berlari mencari tempat untuk berteduh,melihat hujan semakin deras Dia berniat akan menginap dirumah ini untuk semalam .