
"A-ku A-ku tidak ingin operasi jangan memaksa Aku,Aaakhh....!" Anushka merasakan kontraksi yang hebat sehingga membuatnya meringis kesakitan.
"Sayang Kamu kenapa ?"Tanya Zico panik,lalu mencoba mengusap perut buncit Anushka.
"Anak papa jangan nakal ya,sebentar lagi Kita akan bertemu,kuatkan Mama Mu ya sayang !" Cup,tanpa malu Zico mencium perut buncit Anushka,dan membuat istrinya sedikit lebih tenang.
Dokter Sinta keluar lagi dari ruangan persalinan,kali ini Dia masuk ke dalam ruangan operasi.
"Bagaimana Dok?" Tanya Dokter Sinta yang melihat Dokter Mishan sedang mengambil bayi Zara yang pertama.
"Ambil ini dan bersihkan bayi nya "Ucap Dokter Mishan,lalu melanjutkan bayi satu nya lagi.
"Sus,bantu ambil yang satu nya,biar Saya langsung menjahit lukanya !"
Suster segera mengambil bayi satu nya lagi di tangan Dokter Mishan,dan membersihkan nya.
"Dok,bayi nya tampan sekali,bayi kembar dua -, duanya cowok!" Seru suster itu yang berdiri disebelah Dokter Sinta.
"Tidak heran ya sus,Ibunya saja kembar sus " Jawab Dokter Sinta tersenyum.
"Denyut nadi aman,detak jantung normal,berarti tidak ada masalah!" Ucap Dokter Mishan dan segera membereskan pekerjaan nya.
Selang beberapa menit setelah siap menjahit luka usai operasi,suster dan pendamping Dokter lain membantu mendorong Hospital bed Zara keluar dari ruangan operasi.
Saat lampu berwarna hijau,Mattew sudah berdiri di depan ruang operasi untuk melihat suster mendorong Hospital bed Zara.
Brak...! pintu ruangan terbuka begitu lebar,suster dan pendamping Dokter mendorong Hospital bed Zara,Mattew memegang pinggiran ranjang.
"Tuan,Kita akan membawa pasien ke ruangan Nya,Anda bisa melihat nya nanti,untuk sementara tolong ikuti Dokter Sinta menuju ruang bayi,Karena baby twin masih sangat lemah !" Ucap Dokter Mishan menunjuk kan kearah Dokter Sinta yang sedang membawa bayi dengan seorang suster.
"Aku akan menemani Zara,Kamu pergilah untuk melihat baby Mu!" Sambung Abian yang berdiri disamping Mattew.
"Tapi Aku ingin melihat IstriKu siuman,Aku mau orang pertama yang Dia lihat Aku !" Jawab Mattew ingin mengikuti hospital bed.
"Tapi Anak Mu juga butuh Kamu!pergi dan lihatlah Mereka setelah beres Kamu bisa keruangan Pasien untuk melihat istri Mu!" Ucap Clara.
Mattew pun nurut untuk menemui Anaknya dulu,dan sekalian untuk mengurus admistrasi rumah sakit.
***
Didalam ruangan bersalin,Anushka masih berjuang dengan kontraksi di perutnya,semakin lama rasa sakit nya semakin parah,kini Anushka merasa sangat kesakitan ,sehingga hanya bisa menganggukkan kepala nya untuk menjawab pertanyaan dari suaminya.
Ceklek ! Terlihat Dokter Sinta dan suster masuk kedalam ruangan persalinan,Dokter Sinta kembali memeriksa pembukaan Anushka ,terlihat masih sangat lama proses nya.Semakin membuat Zico panik dan merasa membebankan Anushka .
"Nyonya Anushka,apa Anda ingin mencoba berjalan - jalan dalam ruangan ini,agar mengurangi rasa sakit Anda?" Dokter Sinta memberi saran.
"Baik lah,Aku akan berusaha !"
Zico langsung membantu Anushka untuk turun dari ranjang,Zico memegang erat tangan Anushka,Anushka telah berganti pakaian dengan baju pasien.
Terlihat Zico yang begitu sabar membantu Anushka berjalan mondar - mandir di dalam ruangan bersalin.Sesekali disaat kontraksi mulai datang Anushka mengerutkan dahi nya merasakan sesuatu yang begitu sakit, seakan - akan seluruh daging tidak lagi menyatu di raga nya .
"Heeeemmm....Oooohh!" Anushka mencoba untuk rileks agar semua nya berjalan dengan lancar,jika Dia panik malah akan membuat keadaan semakin memburuk.
"Sayang ...!Aku enggak tega lihat Kamu kesakitan begini,kenapa enggak cesar saja biar lebih mudah,Kamu juga enggak terlalu menderita begini!" Saran Zico,namun masih di abaikan oleh Anushka .
Ceklek !
Pintu ruangan terbuka,Anushka melirik kearah Clara yang di antar oleh Abian untuk menemui nya.
"Sayang,kenapa enggak mau di operasi,ketuban Mu sudah pecah,Kasian baby nya nanti !"
Anushka tidak menjawab hanya diam saja,karena sebelumnya Anushka telah memberitahukan Zico kalau Dia punya syok berat.
Zico memberi isyarat kepada Clara untuk tidak bertanya lagi,akhirnya Clara memilih untuk diam.
"Sayang,Zara sudah siap di operasi anaknya kembar laki - laki dua- duanya !" Ucap Abian memberitahukan kepada Zico dan juga Anushka.
"Aku akan melihatnya nanti setelah Anushka melahirkan!"
Zico masih setia menemani Anushka berjalan di dalam ruangan.
"Aaahhh....Sayang perut Ku sakit sekali,rasa nya Aku mules banget!" Anushka mencengkram kuat tangan Zico.
"Pah,panggil kan Dokter Sinta !" Titah Zico yang berusaha mengangkat tubuh Anushka keatas ranjang.
Abian segera keluar untuk memanggil Dokter Sinta,dan beberapa saat Dokter Sinta sudah masuk ke dalam ruangan Anushka.
"Yang lain mohon tunggu diluar ya,biar saya dan suster bisa melakukan pekerjaan Kami !" Abian segera mendorong kursi roda Clara,dan Anushka meminta Zico untuk menemani nya.
"Rileks ya !jangan panik,tarik nafas nya lalu buang pelan- pelan,jangan di dorong ya" Dokter Sinta memberi arahan sambil memeriksa bagian bawah.
"Mengejan dengan benar ya pokoknya jangan di paksakan,pelan- pelan saja !"
"Eeeeemmmmm huuuussss!" Anushka merasakan sakit bagian perut nya,seketika air mata nya lolos dari tempatnya,tidak mengeluarkan sepatah kata pun,namun Zico dapat merasakan sakit yang dirasakan Anushka.
"Ini lahiran pertama,memang agak sulit,apalagi usia nya yang muda,dan juga pinggul nya sedikit kecil,sus ambil kan suntikan ya "
"Baik Dok!"
"Ini sudah mau tahap kedua ya atau tahap dorongan, jangan tergesa-gesa atau terlalu memaksakan diri.Agar proses mendorong bayi keluar dapat lebih lancar dan efektif"
Dokter Sinta terlihat dengan telaten membantu Anushka dalam proses persalinan normal.
"Tarik nafas lagi,lalu buang pelan- pelan,ya bagus sekali,kepala nya mulai keliatan,lakukan sekali lagi ya !stop,jangan di dorong tahan ya,tarik nafas lagi terus buang pelan- pelan "
"Sayang semangat,Kamu pasti bisa Cup!"Zico mencium kening Anushka memberikan semangat kepada istrinya .
"Bagus sekali,sekali lagi tarik nafasnya lalu buang !"
"Oek...Oeek....oeek...."
Terdengar suara bayi didalam ruangan persalinan,Anushka sudah berhasil melahirkan anaknya,Zico berulang kali mencium kening istrinya,Dia tidak menatap anak nya yang baru saja lahir,Dia lebih fokus kepada Anushka yang baru saja melewati maut.
"Sus,bersihkan baby nya ya!"
"Baik Dok"
Dokter Sinta kembali menyuntik Anushka,lalu memeriksa nya tidak ada robekan yang di alami oleh Anushka,karena mengikuti arahan yang cukup baik dari Dokter Sinta.