My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 20



Clara berbaring di kamar nya,menatap langit-langit atap apartemen miliknya,meskipun tidak terlalu mewah seperti di mansion Abian namun itu sangat nyaman.


Ting tong ...Ting tong..Suara bel pintu apartemen membangun kan Clara dari tidur,tanpa sengaja waktu itu tertidur diatas rajang apartemen nya.


"Jam berapa sekarang ..siapa yang datang " gumam Clara saat membuka kan matanya


Ting tong...Ting tong...


"Siapa sih yang datang enggak sabaran banget ganggu orang tidur saja " gumam nya sambil berjalan menuju pintu apartemen nya.


Ceklek.....pintu apartemen terbuka..ada beberapa orang berdiri di depan pintu menggunakan jas hitam.


"Siapa kalian...!!"


"Bawa...Dia..." titah salah satu dari mereka


"Eh..eh...kalian mau apa...jangan macam-macam sini lawan aku kalau berani kalian nyentuh aku...!!!" teriak clara menghajar mereka,namun mereka terlalu banyak bagi clara,sehingga membuat wanita itu kelelahan .


"Jangan sampai ada yang luka..!!hati-hati membawa nya"


"lepas...!! tolong....tolong....ada penculikan " teriak clara saat mereka membawa paksa dirinya.


Sesampai di luar apartemen sebuah mobil mewah telah menunggu mereka di depan.


"Tuan ...nyonya Clara disini"


"Bawa dia masuk mobil"


"Baik tuan.."


"lepas...!!lepaskan aku.."Teriak clara lagi


Mereka langsung membuka kan pintu mobil dan mendorong tubuh Clara agar masuk dalam mobil.


Clara melihat sosok pria tampan yang sedang menunggu nya di mobil,laki laki itu tidak asing bagi Clara dia sangat mengenalnya bahkan sangat dekat dengan nya.


"Tuan...!!kau..." Clara menunjuk kearah Abian


" kenapa..??Apa kau kaget aku menemukan mu" jawab Abian menarik lengan clara


"Berson ...jalan..!!"


"Baik tuan...!!"


"Bukannya tuan kerumah sakit" tanya Clara


"Kenapa ...kau tidak senang melihat ku disini..!!" tanya Abian membelai wajah Clara.


Cup...Abian mencium bibir clara,sehingga membuat wanita itu susah bernafas.


Berson yang merasa keberadaan nya adalah orang ketiga dia merasa canggung segera mengangkat pembatas yang ada di dalam mobil dengan otomatis langsung bergerak keatas,sehingga dia tidak melihat tuan dan nyonya nya sedang bercumbu dalam mobil.


Disaat Abian hendak menyentuh milik Clara,wanita itu menghindar .


"Kenapa???" tanya Abian dengan tatapan tajam nya


"Kata dokter ...untuk sementara jangan dulu melakukan itu,karena robek kan nya belum sembuh" ucap Clara menundukkan kepala karena merasa malu harus berbicara dengan Abian masalah itu.


"Berbaringlah aku akan melihatnya" seru Abian mendorong tubuh Clara


"Tidak..!!!tuan tidak bisa ......."


"Panggil aku Abian....aku lebih senang kau memanggil ku dengan nama itu"Goda Abian yang kembali mencium dengan lembut bibir Clara.


"Kenapa kamu pergi dari mansion..!! apa kamu ingin kabur " tanya Abian dengan tatapan tajam nya.


Tidak ada yang bisa menebak hati seorang Abian,tadi bersikap sangat lembut dan sekarang raut wajah nya sangat mematikan .


"Aawww...aww..lepas....itu sakit....kau akan mematahkan lengan ku..!!" pekik Clara saat Abian memegang tangan Clara dengan kuat


Abian segera melepaskan tangan Clara saat melihat wanita itu kesakitan.


"Jangan tinggalkan aku..!!!" Abian memeluk erat tubuh Clara


"Jangan pernah coba kabur dari hidup ku lagi...!!!" sambung nya lagi


"Aku tidak kabur...!! kau yang meninggalkan aku sendiri" pekik Clara


"Dasar s*tan paranoid " batin Clara memaki Abian


Abian melepas pelukkan nya,Abian menatap wajah Clara yang menahan kekecewaan,Clara terlihat sangat tertekan dengan kondisi nya yang sekarang.


"Apa kau sangat menginginkan kebebasan ..!!!" tanya Abian dengan datar tapi kata-kata nya begitu nyesek


Clara melirik kearah Abian.


"Iya aku ingin hidup ku seperti orang lain yang hidup normal,bukan di kekang seperti ini,aku sangat berharap kebebasan itu selalu menjadi milik ku,tapi disaat aku mengenal mu semua impian ku sirna..!!" ucap Clara


Ucapan Clara membuat Abian harus menahan emosi agar tidak membunuh wanita itu .


"Turun...!!!!" titah Abian


Clara kaget mendengar ucapan abian,iya segera turun dari mobil itu.


"Naik keatas...!! jangan harap bisa kabur dari sini ..!!" titah Abian mendorong tubuh Clara kedalam mansion.


"Patuh lah dengan baik...!! jika aku tidak bisa membuat mu jatuh cinta sama ku kau bisa meninggalkan ku...!!!" ucap Abian meninggal kan wanita itu di lantai bawah.


Disaat Clara merasa di abaikan hati nya sakit,tapi disaat dia bersama dengan Abian dia selalu ingin bertengkar dengan pria itu,emosi dan perasaan nya selalu mempermainkan Clara,dia tidak bisa mengontrol dirinya.


***


"Dimana Abian ...??" batin Clara


Clara berjalan menuju ujung lorong yang menarik perhatian nya,disana terdapat Abian yang sedang berolah raga.


Clara mengintip Abian diruangan olahraga.


"Masuk ..!!tidak perlu mengintip " titah Abian membuat Clara kaget


"A..aku ...tidak sengaja lewat dari sini...aku akan pergi .!!"


"Masuk...!!!aku tidak akan mengulang dua kali dalam bicara " seru Abian yang memegang barbel


"Tidak akan mengulang ...tapi barusan malah mengulang "Gumam Clara


"Apa yang kau katakan..!!!" tanya Abian mendorong Clara Kedinding


"Tidak..tidak ..aku tidak berkata apa- apa" jawab Clara saat melihat Abian yang mendorong tubuhnya


"berpakaian seperti ini apa kau ingin menggoda ku..!!! sengaja datang kemari...aku yakin kau pasti mencari ku ..." bisikan Abian yang membuat wanita itu membelalakkan mata nya.


"Tidak....aku tidak akan berani mengganggumu..."jawab Clara lagi yang merasa tertekan dengan Abian.


Abian menarik tali baju lingerie Clara sehingga melihat gundukan kembar yang terpampang nyata disana masih berbalut dengan br*.


Abian menyentuh lembut gundukkan kembar itu sehingga membuat tubuh Clara bereaksi dan menggeliat .


"Jangan....biar kan aku pergi..." ucap clara


"benar ingin pergi..."bisik Abian yang terus memainkan tangan nya di d*d* milik Clara


"i..iya..."


"Tapi........seperti nya tubuh mu berkata lain" balas Abian yang mencium bibir Clara dengan sangat buas nya,meskipun tidak ada tanda menerima cium dari Abian namun tubuh Clara malah tidak menolak nya dia membiarkan lelaki itu memainkan tangan nya sesuka hati dia.


Abian membaringkan tubuh Clara di Treadmill elektrik miliknya,wanita itu menatap Abian dengan penuh datar,meskipun dia ingin menolaknya sekarang namun rasanya itu tidak mungkin,laki-laki itu sangat bersemangat hari ini.


Wajah abian dipenuhi dengan keringat hasil dari olahraga nya tadi,stamina nya tidak berkurang sama sekali meskipun telah melakukan olahraga berjam-jam di dalam ruangan itu.


"Kenapa masih menatap ku...apakah kau kagum dengan wajah ku" goda Abian


"Si..siapa yang melihat mu..!" Clara memalingkan wajahnya kearah samping,terlihat wajah nya yang merah merona karena malu.


Abian mendekat kan wajahnya dengan wajah Clara,Nafas mereka beradu,wangi khas tubuh Abian membuat clara betah di dekat nya membuat wanita itu waktu tidak ingin cepat berlalu saat sedang bersama nya.


Cup...cup..cup.. Abian mencium leher Clara membuat wanita itu merintih,melihat reaksi dari tubuh Clara abian segera memainkan d*d* Clara dengan tangan nya sehingga membuat wanita itu mend*sah.


"Aah...Aah..tidak...tidak...jangan sentuh itu..!!" Clara mencoba memberontak,Namun Abian terus saja menjamah tubuh sexy milik Clara dia tidak ingin melewati waktu yang cukup berharga ini.


Abian menarik sesuatu yang menghalang kebun mawar milik Clara,wanita itu melihat dengan senyuman kebun mawar yang merah merona itu,terlihat sangat indah,bahkan Abian tidak mengedipkan mata nya satu menit pun.


Abian memainkan kelopak mawar itu,dan menekan nya pelan-pelan,membuat Clara lagi lagi mend*ah .


Abian yang melihat reaksi tubuh clara segera mempercepat kan gerakkan tangan nya.Tanpa clara sadari dia menjambak rambut Abian dengan begitu kuat dalam de*ahan nya itu.


"Aah..aah..eem..." Clara semakin melupakan jati dirinya yang sebelumnya.


Abian berdiri di depan Clara dengan tubuh t**anj*** nya itu,membuat mata clara terbelalak melihat tongkat sakti yang perkasa itu telah berdiri tegak di tempat nya .


Tanpa menunggu lama Abian memainkan permainan nya begitu buas,laki-laki itu telah menantikan saat -saat seperti ini sebelum nya,begitu dia mendapatkan wanita yang dia impikan dia tidak akan melepaskan nya,menjadikannya istri adalah suatu keinginannya,sudah kewajiban Clara melayani suaminya itu.


Dua jam sudah berlalu mereka bergelut di atas treadmill,terlihat tubuh Clara yang begitu lemas,beda dengan Abian yang masih berstamina.


"Apa kau cukup puas sayang...!!" tanya Abian membisik di telinga Clara


"Astaga...!!itu pertanyaan yang menjijikkan ,pria ini tidak mengerti arti malu apa


. !!terus saja membuat ku malu dari tadi,,,lebih baik aku pura pura tertidur saja...menghadapi nya saat ini membuat ku sangat malu..!!" batin Clara masih dalam keadaan lemas dan dengan sengaja memejamkan matanya .


Abian membereskan pakaian nya kembali,dan segera mengangkat tubuh Clara ke kamar,memang benar benar laki laki kuat dia masih sanggup berjalan menggendong Clara,padahal tadi bukan lah waktu sedikit saat dia dan Clara bercinta.


Abian meletakkan tubuh Clara diatas ranjang,terlihat pakaian yang di pakai Clara sudah tidak bisa di gunakan lagi .


"apa kau akan berpura-pura tidur sampai nanti malam" Goda Abian


Lelaki itu tau Clara hanya berpura-pura tidur untuk menghindari diri nya.Clara segera membuka kan mata nya melihat kearah Abian yang sedang berdiri tepat di samping nya.


Cup...Abian memberikan ciuman manis kepada sang istri.


"bersiap-siaplah kita akan ke rumah sakit,untuk menjenguk Nadia,jika hari ini aku tidak datang dia akan bersedih " titah Abian


"apakah dia cukup berharga untuk mu..??" tanya Clara yang membuat Abian duduk di tepi ranjang.


"Dia tanggung jawab ku,sudah seharusnya aku menjaga dan melindungi nya,itu adalah wasiat orang tua nya dimasa lalu,meskipun aku hanya anak angkat namun,mereka adalah keluarga ku satu satunya" Jelas abian


Clara tidak menjawab atau menyangkal pernyataan Abian, namun ada yang sakit tapi tidak berdarah,ada hati dimana cukup nyesek mendengar seseorang memperhatikan wanita lain,namun pada kenyataan diri nya tidak pernah mencintai lelaki yang berstatus suami itu yang saat ini ada didepannya .


" clara..." panggil Abian lirih melihat raut wajah Clara yang berubah


"Are you okay...? sambungnya lagi mengusap wajah sang istri


"Aku akan pergi mandi dulu lalu bersiap-siap" jawab clara meninggalkan Abian yang duduk di ranjang,Abian memperhatikan kepergian clara ke kamar mandi.


"Berharap padamu untuk mencintai ku apa itu mustahil??" gumam Abian.


"Aku telah berulang kali mengatakan cinta namun selalu mendapatkan kekecewaan kau tidak pernah menjawab nya " batin abian mengingat Clara.


Laki laki seperti Abian yang tidak tau pada apapun,tapi takut kehilangan wanita nya,pria seperti Abian yang tidak takut atas kematian ,namun takut kepada penolakkan cinta dari sang wanita yang di cintai nya,Abian telah jatuh cinta pada wanita itu disaat gadis itu berumur 10 tahun,sudah lebih dari 10 tahun ini dia mencari keberadaan Clara,tapi setelah mendapat informasi,wanita itu telah menikah dengan pria lain.


Namun tanpa disangka takdir mempertemukan mereka,kisah cinta mereka telah menjadi takdir yang indah sesuai dengan harapan Abian .