My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 172



Zara mengintip Mattew dengan ujung mata nya,Mattew hanya fokus menatap berita saja.


Kruuk..Kruuk..!Pria ini hanya melirik nya salah,tidak memperdulikan suara perut Zara yang sedari tadi berbunyi.


"Sabar ya sayang..!Tunggu Mama dapat uang Kita beli makanan yang banyak !" Ucap Zara dengan mata masih terpejam,Mattew hanya melirik saja tidak merespon apapun.


Kruuk..Kruuk..Perut Zara semakin di tahan semakin bunyi,membuat gadis ini kesal,dan segera bangkit dari tidur nya menuju dapur.


Mattew mengintip Zara yang sedang di dapur,dan perlahan berjalan kearah dapur untuk melihat apa yang di lakukan gadis itu.


Zara mengambil makanan sisa semalam di dalam kulkas dan ingin memanasi nya.Namun,prinsip Mattew makanan cukup sekali makan,Dia tidak akan membiarkan Zara untuk makan kedua kali apalagi sisa semalam.


"Aku lapar sekali,tidak apapun yang bisa di makan selain ini ..!"Gumam Zara.


"Apa yang Kau lakukan ..!" Tanya Mattew memegang mangkuk berisi makanan semalam


"Enggak..!Aku sedang membereskan dapur " jawab Zara,yang melihat Mattew memegang mangkuk nya.


"Oh..!Biar ku bantu,ini harus di buang kan Karena sisa semalam "


"Jan..."


Makanan itu langsung masuk kedalam tong sampah sesuai keinginan Mattew.Zara yang melihat nya hanya bisa menatap makanan itu dengan mata sendu nya,makanan satu - satu nya telah di buang Dia tidak bisa menahan lapar lagi.


Mattew meninggalkan Zara di dapur,dah segera pergi menuju ruang tamu lagi.


"Dimana ?" Tanya Mattew lagi dengan suara dingin, saat panggilan terhubung.


"Su..sudah di depan rumah Tuan" Jawab Asisten Jo terbata,Mattew segera berjalan untuk membuka pintu utama.


Ceklek ..!


"Tuan ini pesanan Anda,restorannya sangat ramai,jadi Aku harus mengantri nya " Jelas Asisten Jo,memberikan bungkusan yang di bawa nya


"Kamu sudah boleh kembali ke kantor,handle semua kerjaan hari ini,Aku tidak akan kembali ke kantor"


"Baik Tuan,Saya permisi "


"Heeemmm..!"


Asisten Jo segera kembali ke mobil nya,dan Mattew menutup pintu utama,pergi melihat Zara di dapur .


Zara duduk di meja makan dengan raut wajah yang kesal,Mattew datang membawakan semua makanan yang di pesankan oleh Zara tadi.


"Haah..dari mana ini makanan nya"Batin Zara melihat semua makanan didepan mata nya sungguh menggoda sekali,sehingga matanya berbinar - binar,berharap sang suami mau memberikan makanan untuk nya.


Mattew menarik kursi di sebelah Zara,gadis ini hanya fokus menatap makanan saja,tidak merespon keberadaan Mattew.


"Ini makanan dulu nasi goreng nya,setelah itu baru makan yang lain" Mattew menyodorkan nasi goreng kedepan Zara .Lama sekali gadis ini melihat nya.


"Kamu enggak akan kenyang,kalau cuma di lihat saja "Sambung Mattew lagi.


"Oeek ...Oeeek...Oeek.."Zara segera berlari ke kamar mandi,Gadis ini merasa mual saat mencium aroma nasi goreng.


"Apa yang terjadi ?" Mattew menyusul Zara ke kamar mandi yang berdiri di wastafel.


"Nasi goreng nya bau sekali Aku enggak mau makan!"Jawab nya


"Ini yang biasa Kita beli,biasanya juga lahap makannya " Mattew mengusap lembut tekuk Zara dan mengikat rambut nya dengan jepitan yang di ambilnya diatas wastafel.


"Sudah ?" Tanya Mattew lagi saat Zara mengelap mulut nya,gadis ini hanya mengangguk saja sembari keluar dari kamar mandi .


Zara hanya mengambil kotak pizza saja,lalu meletakkannya di depan.


"Yang lain tidak mau ?" Tanya Mattew lagi duduk didekat Zara.


"Ini seperti nya yang enak,yang lain Aku tidak mau !" Jawab Zara,segera memasukan pizza kedalam mulut nya.


Mattew hanya tersenyum saja melihat Zara memakan pizza,Dia segera mengambil nasi goreng dan memakannya,sedikit lebih menjauh dari Zara,agar tidak membuat gadis ini mual.


"Tidak kembali ke kantor ?" Tanya Zara melirik kearah Mattew.


"Kalau menemani istriku di rumah boleh tidak ?" Mattew mengedipkan matanya,Zara hanya mengangguk saja.


"Makan yang banyk ya istriku sayang ...Cup" Mattew mengusap rambut Zara,lalu mencium puncak kepala nya.


"Tuan proyek yang tadi pagi kita bahas,perwakilan perusaan tersebut mengajak Tuan untuk bertemu sore ini " jelaskan Asisten Jo


"Tidak bisa di tunda?"


"Tidak Tuan Mereka minta sore!"


"Atur kan jadwalnya,kirim ke Aku alamt yang mau mereka bertemu !"


"Baik Tuan,dalam dua menit ..!"


"Oke "


Mattew segera memasukan kembali handpone kedalam sakunya,lalu menoleh kearah Zara yang sedang meliriknya.


"IstriKu,Aku tinggal kan Kamu sebentar enggak masalah ?" Tanya Mattew berdiri dibelakang kursi Zara.


"Tidak apa -apa,jika ada kerjaan mendesak pergilah,Aku biar tunggu di rumah " Jawab Zara masih sedang memakan pizza.


"Benar,tidak mau ikut sekalian ?" bisik Mattew di telinga Zara,hembusan nafas Mattew membuat Zara merinding geli.


Gadis ini hanya mengangguk kan kepala nya saja.


Cup ..!Mattew mencium bahu istrinya lalu pergi meninggalkan meja makan,Zara hanya menoleh saja dan tersenyum kearah Mattew yang melihatnya .


***


Sampai lah Mattew di restoran yang telah di janji kan oleh kliennya .Dia mencari nomer meja yang di infokan Asisten Jo,setelah ketemu Dia segera menghampiri klien yang di meja itu.


"Perwakilan macaron ?" tanya Mattew kepada Wanita yang duduk di meja tersebut.


"Tuan Mattew ?" Wanita ini bangkit dari duduk nya "Anda lebih tampan asli dari pada di surat kabar,yang sering saya lihat" Sambung Wanita ini,mengulurkan tangannya " Adelia,Anak dari pemilik perusahaan Macaron " Mattew hanya tersenyum kecut,tanpa merima salaman dari Adelia.


"Silahkan pada intinya,karena saya harus menghadiri rapat yang lain " Jawab Mattew duduk di depan Adelia,Wanita ini menarik kembali tangan nya dan senyum kecewa dari bibirnya.


"Tuan Mattew,saya sudah lama mengagumi Anda,tidak ku sangka hari ini Kita bisa bertemu disini,Papa sengaja menyuruh ku datang untuk bertemu dengan Anda,karena Aku ingin mengenal Tuan lebih dekat lagi " Adelia terus saja menatap Mattew dengan intens.


Mattew masih menangkapi perkataan Adelia biasa saja.


"Tuan,sebelum membahas proyek apa Kita tidak seharusnya membahas yang lain dulu,biar ngobrol Kita bisa lebih Asyik ?" Sambung Wanita ini lagi .


Mattew segera bangkit dari duduk nya,"Saya datang kesini untuk membahasakan proyek kerjasama kita,bukan untuk yang lain,saya seharusnya tidak datang kesini membuang - buang waktu saya saja.Masih ada orang lain yang menunggu saya dirumah"


"Maaf Tuan Mattew,jangan berprasangka begitu" Adelia memegang lengan Mattew,pria itu segera menepisnya.


"Diantara Kita hanya urusan bisnis,selain dari itu tidak ada!Saya sudah punya istri,tolong jaga jarak Anda"


Mattew segera pergi meninggalkan Adelia di meja nya,Wanita ini hanya menatap kepergian Mattew dengan senyuman sinis nya .


Mattew kembali kerumah nya,melihat rumah nya nampak sepi,dan berharap Zara sudah tertidur pulas di kamar nya.


Ceklek ..!


Saat pintu utama terbuka,Mattew melihat Zara yang sedang menunggu nya di ruangan tamu.


"Belum tidur ?"Mattew menghampirinya


"Suamiku sudah pulang?Ayoo mandi dulu,Aku akan menyiapkan air hangat untuk Kamu mandi "Zara berjalan menghampiri Mattew.Mereka berdua masuk kedalam kamar,Mattew duduk di tepi ranjang dan menatap Zara yang sedang sibuk menyiapkan baju mandi dan tidurnya.


"Kenapa melihat ku?Buka dulu jas nya,seperti nya air sudah penuh" mengintip kedalam bathub.


Cup..! Mattew mencium bibir Zara membuat Gadis ini kaget " Semakin hari Aku semakin takut jika terus berkeliaran diluar.Setiap hari ada saja godaan yang datang mengganggu nya,bahkan hari ini dua orang datang mencoba menggoda,Aku tidak takut,tapi Aku takut istriKu ini akan salah paham " Mattew menjelaskan sendiri kepada Zara,Gadis ini hanya tersenyum saja.


"Sayang,didalam suatu hubungan itu,pasti ada yang tiba - tiba datang menganggu,itu tergantung Kita bagaimana meresponnya,kalau Kita tidak bisa mengontrol diri,maka Kita akan masuk kedalam jurang itu " jawaban Zara membuat Mattew semakin takut.


"Aku lebih takut Kamu salah paham,dari pada takut di gosipin orang !" sambung Mattew.


"ingat..!Aku lebih senang suami Ku jujur dari pada,Orang lain yang datang menyampaikannya padaKu" Zara menarik Mattew ke kamar mandi dan membantu suaminya melepaskan jasnya.


"Kamu mandi dulu,Aku akan menunggu di luar Cup ..!" Zara segera keluar dari kamar mandi setelah mengecup dahi Mattew,sekali lagi membuat pria itu tersipu.


Didalam hubungan itu,yang terpenting adalah kepercayaan,dan saling jujur,karena tamu tidak akan pernah masuk kedalam rumah jika tuan rumah tidak mengundang nya,apalagi membukakan pintu. Tamu yang tidak di undang,Kita cukup mengabaikan nya perlahan - lahan itu akan pergi sendiri.