
Akhir nya Mereka juga sampai di kediaman masing- masing,Asisten Jo membuka pintu mobil untuk Mattew,lalu membantu Mereka untuk membawakan barangnya.
"Letakan semua barang itu di ruang tamu,Aku akan membereskan nya nanti "Ucap Zara yang di balas anggukan oleh Asisten Jo, lalu memeluk lengan Mattew berjalan menuju pintu utama.
"Akhirnya sampai rumah juga!"Ucap Zara duduk di tepi ranjang.
"Kamu mau istirahat dulu ?"Sambung Zara yang melihat Mattew melepaskan sweater nya.
"Kenapa harus buru - buru untuk istirahat,Kita baru saja sampai " Ucap Mattew,menundukkan kepala nya tepat di depan Zara yang duduk di tepi ranjang.
"Haah..Aku pikir Bee kecapekan jadi perlu istirahat sebentar,apalagi kondisi Bee yang sedang terluka !" Jawab Zara mengalungkan tangan nya di leher Mattew.
Cup...! Mattew mencium bi bir Zara dengan lembut,memegang bahu istrinya,mendorong kan nya perlahan - lahan keatas kasur.
Menyibak rambut yang telah menutupi mata indah sang istri,lalu kembali mencium istrinya dengan sangat lihat memainkan li dah di leher jenjang milik Zara
"eeemm...eemm..!"Tubuh Nya menggeliat,Mattew berusaha menghindari perut buncit Zara agar tidak menyakiti baby nya.
Mattew menarik tali dress yang di kenakan Zara,sehingga dapat melorotkan dress nya kebawah,gunung kembar yang sudah menantang di depan mata membuat Mattew buru - buru untuk menyusu nya.
Mereka tidak dapat menikmati liburan dengan tenang di villa,tapi dapat menikmati setiap hal romantis didalam rumah sendiri tanpa ada gangguan.
*pluup...!!
pluup*..!
"Aaahh.."Terdengar suara de sa han dari bi bir Zara saat Pria ini me la hap buah kenyal nya,sesekali menggigitnya dengan gemes membuat tubuh Zara merespon.
Mattew menurunkan ciu man nya kebawah perut menjelajahi setiap sudut inci tubuh sang istri,memberikan sensasi yang menggila setiap sentuhan li dahnya.
"Aaahhh ..."Suara itu mulai terdengar lagi saat sang suami memainkan li dah di goa kenikmatan sang istri,membuat tangan Zara reflek mere mas rambutnya Mattew,lalu menekan kan kepala Pria ini agar tidak dalam lagi.
Mattew melepaskan kemejanya,lalu membuang sembarang tempat,sebelum melakukan peperangan.
Jleebb. . .! "Aaaggrrhhh..."
Suara tersebut memenuhi se isi kamar,antara pergulatan Mattew dan Zara.
Mattew mulai memadukan permainan nya dengan gerakan - gerakan eksotisnya.
Sampai saat akan mencapai puncak nya,Mattew mempercepat gerakan pingg ulnya.
"Ooohh..yes...Aahh....eemmm!"Bermacam rancauan keluar dari mulut Mattew merasakan sensasi yang begitu luar biasa.
"Eemm..Haah...oohh.."Zara menarik - narik sprei saat Mattew mempercepat ge rakan nya.
"Aaaaahhh...!"Tubuh nya lemas,dan terkulai di sebelah Zara.Menatap kearah Zara yang tersenyum begitu cantik kearah nya.
"Kau menikmati nya sayang ..!" Goda Mattew,memijit pelan pu ting su su Zara.
"Aah.."Saat Mattew menjepit nya dengan kuat "iya..!Kamu tau cara memuaskan diri tanpa menyakiti baby Kita "Jawab Zara,masih menahan re masan tangan Mattew di atas gunung kembarnya.
"Mau mandi sekarang ?" Tanya Mattew kepada Zara yang setengah duduk.
"Sebentar lagi ..!" Jawab Zara menyenderkan kepala nya di dada bidang Mattew.
"Sayang..kapan Kita konsul ke Dokter tentang kehamilan Mu,Kita belum USG!" Saran Mattew masih memainkan rambut Zara.
"Besok boleh ?" Tanya Zara mendongakkan kepala ke arah Mattew.
"Menggoda sekali "Batin Mattew menatap kearah istrinya yang tertutup dengan selimut.
Cup..! Mattew kembali mencium Zara dengan lembut,memegang wajah istrinya dan terus berusaha menikmati setiap ciuman yang Mereka padukan.
"Mau makan diluar ?" Tanya Mattew kepada Zara.
"Boleh,Aku mandi dulu..!" Saat Zara mau turun dari ranjang,Mattew segera mengendong istrinya ke kamar mandi.
Zico bersama dengan Anushka pergi jalan- jalan menikmati udara malam di sekitaran mansion.Anushka berniat untuk menikmati makanan pinggiran kota bersama dengan Zico,karena sudah lama Dia tidak menikmati makanan diluar mansion.
"Makanlah selagi hangat !" Ucap Anushka memberikan dua tusuk bakso bakar kepada Zico.Pria ini terus menatap kearah istrinya yang makan dengan lahap tanpa memperdulikan orang di sekitar.
"Apa ini higenis?"Tanya Zico melirik kearah Anushka.
"Jika Kamu takut,tidak perlu makan biar Aku habiskan !" Jawab Anushka merebut bakso di tangan Zico.
"Tidak ..Tidak !Ini jatah Ku..!" Zico menyembunyikan dua tusuk bakso dari Anushka.
"Aku boleh nambah ?" Tanya Anushka,memperlihatkan wajah imut nya kepada Zico sehingga Pria ini tidak bisa menolak nya.
"Bagaimana kalau makanan lain,ini Kamu sudah makan terlalu banyak !" Saran Zico kepada Anushka.
"Tidak ! Aku mau ini ...!" Cemberut Wanita ini,memperlihatkan netra matanya yang berkaca- kaca.
"Aaiissshhh...Ck..!" Zico tidak bisa menolak nya "Baik lah !"Zico segera memesan dua porsi lagi untuk Anushka.
Setelah selesai makan,Zico bangkit dari duduk nya untuk membayarkan semua yang Mereka pesan.
Bugh ...!
"Aaakkhh...!" Pekik Anushka .
Seseorang menabrak Anushka,tapi Pria itu sempat memegang nya sehingga tidak membuat Wanita ini terjatuh.
"Maaf...Maaf Aku buru- buru,Kamu tidak apa - apa?" Tanya Pria itu kepada Anushka .
"Aku tidak apa - apa !"Anushka membenarkan pakaian nya dan kembali memakai mantel yang sebelumnya ia lepaskan.
"Kenalkan Aku Ricko !"Pria tersebut mengulurkan tangannya kepada Anushka.
Dugh..!Zico menendang Pria itu tepat di dada nya,sehingga membuat Pria itu tersungkur ke aspal.
"Mas..!apa yang Kamu lakukan"Anushka mencoba membantu Pria tersebut,sehingga membuat Zico semakin kesal.
"Bangun ..!" Zico menarik lengan Anushka,Wanita ini merintih kesakitan.
"Aaww..!Sakit Mas,lepas!" Pinta Anushka kepada Zico.
"Heii..apa yang Kau lakukan,Dia sedang hamil,Kau menyakiti nya !" Ricko bangkit membela Anushka.
"Jangan ikut campur urusan Kami,Pergi..!" Teriak Zico dengan keras,membuat semua pengunjung melihat kearah Mereka.
"Kalau Kamu enggak pergi,biar Kita yang pergi " Sambung Zico lagi menarik lengan Anushka.
Zico terus saja menyeret paksa Anushka,sehingga Wanita ini merintih kesakitan.
"Mas..!" Pekik Anushka dengan keras,membuat Zico melepaskan tangannya.
Zico menatap kearah Anushka ,menyempitkan matanya"Ck.."Berdecak.
"Kamu berani bentak Aku demi orang asing itu !" Ucap Zico sambil menunjukkan kearah dimana Mereka berdiri tadi.
"Bukan begitu,tapi Kamu menyakiti Ku Mas..!" Jawab Anushka menundukkan kepala nya,tidak berani menatap netra mata Zico yang memerah .
"Siapa Pria itu ?"Tanya Zico lagi memelankan suaranya
"Aku juga tidak tau,Dia hanya menabrak Ku,lalu meminta maaf !cuma itu..!" Jelas Anushka,masih dengan posisi kepala yang menunduk.
"Mulai sekarang,lebih menjaga jarak dengan Pria lain..!Aku tidak ingin melihat Mu yang dekat - dekat dengan Pria lain,itu membuat Ku cemburu!"Zico memegang bahu istrinya,lalu memeluknya.
"Maaf tadi Aku membuat Mu sakit "
Zico melepaskan pelukannya lalu mengajak Anushka untuk kembali ke mansion lagi,karena cuaca sedikit mendung,jika tidak langsung pulang akan turun hujan .