
Mobil mewah milik Zico memasuki halaman Mansion,Kasio segera memarkirkan mobil di tempat biasa nya.
"Kasio,serahkan berkas ini untuk Tuan Besar !" Zico segera masuk kedalam mansion setelah Kasio menerima berkas nya.
Ceklek !
Pintu kamar terbuka,Zico melihat Anushka yang masih di tepi ranjang,Zico baru menyadari nya kalau Dia lupa menghidupkan AC di dalam kamar.
"AC nya mati !" Gumam Zico berjalan masuk,dan menghidupkan lampu serta AC.
"Sayang ...!" Panggil Zico mendekati Anushka.
Tapi tidak ada jawaban dari Wanita tersebut.
"Sayang ...!" Zico berjongkok di depan Anushka.
Zico memegang wajah Anushka, dan melihat wajah Wanita ini yang pucat,membuat Zico kaget,lalu segera melepaskan ingatan nya.
Zico membaringkan tubuh Anushka ke atas ranjang,melihat istri nya tidak merespon Zico sangat bingung bahkan takut,sehingga membuat tangan nya bergetar menyentuh wajah Anushka yang pucat.
"Sayang ..!Bangun..!" Plak..plak Zico menepuk pelan wajah Anushka.Namun,tetap tidak ada respon dari Wanita ini.
Zico berdiri di tepi ranjang,merogoh ponsel yang ada didalam saku nya,lalu menghubungi Dokter Sinta.
"Baik,Saya segera kesana !"
Setelah mendengar jawaban Dokter Sinta,Zico segera memutuskan panggilannya.
Setelah menunggu Dokter Sinta selama sejam lebih baru lah datang Wanita tersebut,dengan diantara oleh Young,Clara juga datang melihat kondisi Anushka,bahkan Clara baru mengetahui nya saat Dokter Sinta tiba- tiba datang kerumah .
"Saya periksa dulu ya !"
Zico terlihat cemas saat melihat Anushka benar - benar tidak meresponnya,bahkan tidak ada pergerakan dari istrinya sama sekali.
"Bagaimana Dok?" Tanya Zico memperhatikan Anushka yang masih berbaring di ranjang.
"Kondisi Nya sangat buruk sekali,jika telat dalam waktu satu jam lagi Kita tidak akan bisa menolongnya..!Saya telah menyuntiknya dengan vitamin,semoga denyut nadi kembali normal!"
Jelas Dokter Sinta menyimpan kembali perlengkapannya,memberikan resep obat kepada Zico.
"Young bantu antar Dokter Sinta,lalu tebus obat ini di apotik!" Zico memberikan resep obat kepada Young.
"Lihat !karena kecerobohan Mu,membahayakan nyawa istri dan Anak Mu!" Teriak Clara kepada Zico,Pria ini tidak berani menjawab nya,karena apa yang di katakan itu nya benar.
"Aku hanya lupa menyalakan AC kamar,dan sepertinya Dia pingsan karena merasa pengap !" Jawab Zico memegang tangan istrinya,sesekali mengusapnya.
"Hanya Kamu bilang ?Dia sudah mau mati dari tadi Pagi hingga sekarang Dia belum makan!" Ucap Clara lagi yang masih merasa khawatir .
"Semarah nya Kamu ingat juga kondisi Anak Mu,jika sesuatu terjadi dengan Mereka Kamu menyesal pun tidak ada guna!" Sambung Clara lagi,lalu pergi meninggalkan Zico di dalam kamar.
"Sayang,bangun !maafkan Aku karena telah memarahi dan mengurung Mu di kamar,Aku janji Aku tidak akan menyakiti Mu lagi"
Berkali- kali Zico meminta maaf kepada Anushka karena benar- benar telah membahayakan Anak dan istrinya.
***
Dor... prang..!
Dor...prang..!
Dua kali Mattew melepaskan pelatuk,kedua nya pun mengenai sasaran.
"Tuan,tembakan Anda masih mantap seperti pada waktu itu !" Seru Asisten Jo memberikan sebotol minuman kaleng kepada Mattew.
Mattew melepaskan kaca mata,dan juga headphone yang ada di kuping memasukan kedalam saku celananya.
"Keluarkan semua barang yang Aku simpan di gudang,karena Aku ingin menggunakan salah satu nya untuk berjaga-jaga!" Mattew kembali memberikan minuman tersebut kepada Asisten Jo.
Mattew kembali bersiap- siap untuk melatih tembakan jarak jauh,Mattew ingin menguji kecepatannya dalam menembak.
Dor... Dor...Dor...Ting...!
"Meleset dua kali,hanya tepat sasaran satu kali,Aku seperti nya harus sering mengasah lagi kemampuan Ku!" Gumam Mattew memberikan senjata kepada Asisten Jo untuk disimpan.
"Kita pulang sekarang Tuan ?" Tanya Asisten Jo
"Iya..!"
Didalam mobil,beberapa kali Asisten Jo menoleh kearah Mattew.Namun,Mattew memejamkan matanya yang merasa sedikit lelah setelah melakukan pekerjaan nya sepanjang hari.
"Tuan Kita sudah sampai !" Ucap Asisten Jo membantu membuka pintu mobil.
Tanpa menjawab Mattew segera turun dari mobil,dan memberikan tas kantor nya kepada Asisten Jo.
Ceklek !
Pintu utama terbuka,Zara sedang menonton telivisi di ruang tamu,saat mendengar suara pintu terbuka Zara menoleh,dan beranjak dari tempat duduk nya.
"Sayang...!" Zara memeluk Mattew,Pria ini mencium kening istrinya.
Zara membantu melepaskan jas mantel yang di kenakan Mattew.
"Mau makan dulu,atau mandi dulu?" Tanya Zara kepada Mattew.
"Makan saja dulu,Aku sudah laper,mau merasakan masakan istri Ku!" Ucap Mattew merangkul Zara,berjalan kearah ruang makan.
Mattew segera duduk di kursi,sementara Zara menyiapkan makanan untuk Nya.
"Cuma ini..?"Tanya Mattew melihat heran kearah Zara.
"iya jawab Zara santai..!Kalau enggak suka jangan di makan!"
Zara langsung memakan,semangkuk Indomie kuah yang ada di depannya.
Saat Zara menelpon,Mattew sudah membayangkan kalau Zara sedang memaksa masakan yang enak,tapi kenyataan saat sampai dirumah,Zara hanya menyiapkan semangkuk Indomie di depannya .
Mattew hanya bisa menggelengkan kepala nya lalu,tersenyum melihat istrinya.
"Kenapa ?"Tanya Zara tiba- tiba yang melihat Mattew tersenyum kearah nya.
"Makanannya enak,setidaknya Kamu sudah berusaha !" Seru Mattew,menghabiskan mie di dalam mangkuk.
"Aku akan belajar lebih giat lagi,besok Aku akan belajar memasak sup,entar tinggal cari di internet saja..!jangan lupa menyuruh Asisten Jo untuk membelikan perlengkapannya,Aku akan memaksa besok pagi!" Jawab Zara,dengan antusias,Mattew hanya bisa menganggukkan kepala nya.
Setelah selesai makan,Zara segera membereskan dapurnya,sementara Mattew sudah pergi ke lantai atas untuk mandi.
"Akhir nya beres juga!melelahkan sekali,Aku harus bisa menjadi istri yang baik!" Ucap Zara melepaskan celemek di dadanya,lalu naik keatas menyusul Mattew di kamar.
Ceklek ! Zara membuka pintu kamar,tapi Dia tidak mendapati Mattew ada di kamar,Zara mencari suaminya ke kamar mandi .
"Sayang,Kamu di dalam ?" Tanya Zara berusaha mengetuk pintu.
"Iya..!"Jawab Mattew.
Pintu kamar mandi terbuka,Mattew hanya mengenakan handuk di pinggangnya,sementara luka nya terbuka,Zara cepat- cepat menarik lengan Mattew untuk duduk di tepi ranjang.
"Duduk dulu,Aku akan membantu Kamu membalut luka nya !"Ucap Zara berjalan meninggalkan Mattew.
"tidak perlu!"Ucap Mattew menghentikan langkah Zara."Ini sudah mau sembuh,Jang di perban lagi,nanti tidak akan kering!" Sambung Mattew,Zara pun berbalik kearah Mattew yang masih duduk di tepi ranjang.
"Benar enggak apa- apa kalau enggak di perban?" Tanya Zara sambil melihat luka di punggung Mattew.
"Iya sudah tidak apa- apa!"
Mattew melepaskan handuk nya,memberikan kepada Zara untuk di letakan kembali di kamar mandi.
Setelah membantu suami mengoleskan obat luka luar,Zara segera naik keatas ranjang untuk istirahat,dan sekali lagi mengingatkan Mattew untuk menyuruh Asisten Jo membelikan bahan sup untuk besok pagi.