
Cuaca pagi ini sangat mendung bahkan sebentar lagi akan turun hujan,terlihat Clara yang duduk di lobi kantor.entah apa yang di pikir kan wanita itu,iya sangat terlihat bersedih dari raut wajah nya .
"kopi...." tawar Mike yang baru saja menghampirinya memberikan kopi cup kepada Clara
"Terimakasih" clara mengambil kopi dan segera meminum nya.
Mike memperhatikan kembali Wajah Clara yang masih terlihat murung.
"kenapa ....apa ada yang bisa aku bantu" tanya Mike
"tidak aku hanya terlihat lelah saja" jawab Clara dengan senyum singkat nya
Abian baru sampai dikantor dia baru saja kembali dari perusahaan Sonia.Abian melirik kearah Mike dan Clara yang sedang minum kopi terlihat wajah suram Abian yang tidak senang dengan pemandangan itu.
Mike baru sadar kalau Abian memperhatikan mereka.
Bip..."Roshita suruh Mike dan Clara ke ruangan ku" Titah Abian
Setelah menerima pesan dari bos nya,roshita pergi untuk menghampiri Mike dan clara yang masih di lobi.
"Permisi ..tuan mike dan nona Clara bos memanggil kalian keruangan nya" jelas roshita
"baik kami segera kesana" jawab Mike
Clara segera bangkit dari duduk nya untuk menemui bos nya yang ada di ruangan CEO.
"Sudah ku tebak,pasti bos marah" batin Mike.
Mereka berdua menghampiri Abian,Terlihat wajah mike yang gelisah.
Cekreek..... "bos memanggil kami" tanya Mike setelah pintu di buka
"sudah selesai pacarannya..!!" Abian bertanya balik kepada Mike yang membuat Clara tidak senang
"kami tidak berpacaran " jawab Clara dengan cepat
"bos anda salah paham,apa ada pekerjaan untuk kita " tanya Mike
"Hari ini kamu pergi ke supermarket di ujung kota ambil berkas yang ada di sana,dan kamu Clara sudah bisa pulang ini sudah jam pulang kantor" titah Abian
"baik bos..." Clara langsung meninggal kan mereka berdua diruangan Abian.
Sebuah pesan masuk ke handphone Abian itu dari sonia
"Jumpai aku di Bar seriosa jam 8 malam "
Setelah membaca isi pesan Sonia,Abian pun bergegas memakai jas nya lalu pergi meninggalkan Mike.
"Heiii...bos kemana kau pergi" tanya Mike
"bukan urusanmu ..!!!"
Brakk...!!!
Suara pintu terbanting mengagetkan Mike yang masih berdiri di dalam ruangan abian.
"Dasar sibos,seperti nya cincin itu memang bukan untuk clara,sampai hari ini dia belum memakai nya" batin Mike lalu menyusul untuk pergi ke supermarket di ujung kota.
***
Terlihat Clara sedang melintas dengan mobil nya melewati jalan kota,mobil seseorang melewati nya hampir saja menyerempet mobil Clara.
"Heii...apa kau gila" pekik Clara dengan kesal dan langsung mengikuti mobil itu,mobil yang di ikuti Clara berhenti di sebuah bar,pemilik mobil keluar dari dalam mobil dengan seorang wanita dan itu membuat Clara terperangah kalau yang keluar itu adalah mantan suaminya.
"Revan...." ucap Clara
"Aku punya ide..aku akan mengambil beberapa foto untuk melawan nya di pengadilan nanti sambil mengumpulkan bukti lain nya,masih siang tapi sudah ke bar membawa perempuan lagi apa dia tidak takut ya jika ini berefek ke perusahaannya "Gumam Clara lalu memarkirkan mobil milik nya .
Clara mengikuti Revan dari belakang,tanpa sengaja Clara menabrak seseorang yang membuat mereka marah.
Brakk... "Aduuhh...maaf aku tidak sengaja" ucap Clara sambil berdiri
"Bos ..mangsa baru.." bisik mereka
"permisi ya" Clara hendak berjalan tapi di berhentikan oleh seseorang
"tunggu....kenapa terburu-buru kamu telah menabrak kami bagaimana kamu bisa meminta maaf" tanya kepala geng preman itu
"Maaf aku benar-benar tidak sengaja,dan aku ada kepentingan lain" jawab Clara lalu pergi lagi
" bawa perempuan itu masuk ruangan " titah bos mereka
Abian bersama dengan Sonia baru saja masuk kedalam bar soriosa karena ada hal penting yang ingin mereka bahas.
"Clara " batin Abian saat melihat Clara di tarik oleh lima orang preman,dan seperti nya Abian mengenali mereka,tidak salah perkiraan Abian benar mereka adalah bawahan Alex.
"bawahan Alex...bahaya mereka bukan tandingan clara" batin Alex
Abian tersadar kalau dia sedang bersama Sonia
"Sonia....kamu pergi masuk saja dulu mattew sudah menunggu kita diatas" pinta Abian
"kamu mau kemana" menarik jas Abian yang hendak pergi
" Aku ada urusan kamu pergi lah dulu nanti aku nyusul"jelas Abian
Abian bergegas pergi mencari keberadaan Clara.
"Cepat bawa masuk wanita itu" seru salah satu preman
"lepas....lepas kan aku" pekik clara
Setelah berusaha dengan keras untuk melepaskan tangannya yang di pegang oleh preman akhirnya Clara menyerah,sia-sia saja dia melawan tidak akan bisa iya lari kali ini lawannya lebih tangguh dari yang dia bayangkan.
Brakk....sebuah pintu terbuka,Abian baru sampai ketempat dimana clara dibawa oleh bawahan Alex.
Abian mendekati clara yang sedang di sandera mereka.
"Menikah lah dengan ku maka aku akan menolong mu" bisik Abian di telinga Clara
"Sialan pria itu,selalu mencari kesempatan dalam kesempitan,adegan ini sebelumnya sudah pernah aku alami,aku masih bisa kabur tapi kali ini aku melihat mereka tidak akan bisa lari " batin Clara
Terlihat Abian yang membalikkan tubuhnya
"Wanita ini tidak akan memohon,dia tidak tau kalau mereka adalah bawahan Alex " batin Abian sedikit gelisah tapi masih bisa dibawa tenang oleh dirinya .
"Usir pria itu" seru preman lain nya
"Tunggu....!!! "teriak clara
Terlihat Abian yang tersenyum merasa akan menang,Abian pun berbalik badan kearah Clara.
"Aku setuju .....!!!bawa aku keluar dari sini" pekik clara dengan keras
"gimana..?? aku tidak mendengar nya" Abian pura-pura tidak mendengar ucapan Clara padahal dia sengaja menggoda wanita itu
"sialan pria brengsek " makinya dalam hati,Clara berusaha menahan amarah nya untuk bisa lari dari preman itu
"Aku setuju menikah dengan mu...asal kan kamu mau menolong ku" teriak clara dengan keras .
"praakkk....!!!jangan mimpi....." ketua bos preman itu menampar Clara sehingga membuat sudut bibir nya mengeluarkan darah.
Abian yang melihat nya tidak bisa menahan lagi,dia sudah berusaha sabar di depan wanita itu,namun disaat preman itu menampar Clara membuat hatinya sakit.
"Sialan.....Dug...dug..hiiiyakkkk...."
Semua preman jatuh tersungkur di lantai,tidak perlu lama untuk seorang Abian membereskan sampah-sampah seperti mereka.
Abian menuntun Clara ke sofa " kamu istirahat dulu aku akan membereskan mereka" pinta Abian meski suara nya datar terlihat sekali wajah nya penuh amarah dan emosi yang sudah lama iya tahan.
"Tangan mana yang memukul wanita ku ini ...hiiiyakkk...kreeek...." Abian memotong lengan preman itu tanpa ampun tepat di depan Clara
"Aaaaaaaaa"TeriaK preman itu menahan rasa sakit
Setelah menyimpan kembali pisau nya, dia mengambil senjata yang iya simpan di pinggang nya .
Dorr...dorr...dorr....Dorrr... Suara peluru bergema di ruangan itu membuat Clara syok dan pingsan .Abian baru menyadari nya setelah iya menembak mereka,kalau Clara masih ada disitu.Abian segera berlari menghampiri Clara yang pingsan.
"Clara.....!!!! Clara....." menepuk lembut pipi clara,Abian berusaha membangun kan Clara tapi tidak ada jawaban dari wanita itu.
Segera Abian mengendong Clara dan membawa nya keluar dari tempat itu,tidak lupa juga dia memberitahukan kepada Mattew untuk membereskan mayat yang ada di room bar milik nya .
"Berson kembali ke mansion ...!!" titah Abian yang baru sampai di parkiran mobil
"Baik tuan....!!"
Sesuai perintah dari Abian mobil berlaju sangat kencang karena Abian ingin segera merawat kondisi Clara yang sedang pingsan.
Terlihat semua pengawal yang ada dirumah bergegas menghampiri Abian dan membantu pria itu untuk membuka pintu,karena dia tidak memberi izin untuk mereka menggendong clara.
"Tuan apa perlu kita memanggil dokter " tanya berson
" tidak perlu...!!!dia hanya syok aku bisa merawat nya " jawab Abian .
Satu persatu iya melangkahkan kaki nya di anak tangga,Abian membawa Clara masuk kedalam kamar milik nya,terlihat kamar yang begitu besar dan begitu mewah .Dan sudah ada bi Sumi dan berson yang mengikuti nya dari belakang .
"Tuan ini air untuk mengompres memar di pipinya " bi Sumi pun segera keluar
" tuan ini kotak obat nya " Berson juga ikut keluar karena tidak ingin membuat Abian marah.
Abian mengompres kan pipi clara dan membersihkan sudut bibirnya yang berdarah.
Meskipun dalam keadaan tidur pun Clara masih terlihat sangat mempesona.
"akhirnya aku mendapat kan mu" batin Abian yang tersenyum licik
Abian mengirim pesan kepada berson untuk mengurus surat nikah Abian dan Clara,Abian hanya bisa memberikan foto cetak kepada berson,foto Clara pun terpaksa diambil yang waktu lamaran pekerjaan karena kondisi Clara saat ini tidak mungkin bisa pergi kekantor sipil .
"Aku tidak mau menunda-nunda,sebelum wanita ini berubah pikiran,karena sebelum nya sangat susah menaklukkan dirinya" gumam Abian mematikan handpone nya .
***
Keesokkan paginya....
Sinar matahari masuk kesela-sela jerjak jendela kaca Yang ada di kamar itu,Clara yang masih berusaha membuka matanya dan mengingat kejadian sebelumnya namun dirinya masih susah mengingat nya,setelah beberapa menit tersadar dan duduk di atas ranjang baru Clara mengingat kejadian kemarin sore.Dan Clara juga mengingat bahwa dia telah menerima lamaran Abian .
Cekrekk....Bi Sumi masuk ke kamar untuk membawakan sarapan untuk Clara.
"Nona...nona sudah bangun,tunggu saya panggil kan bos" bi Sumi langsung pergi padahal Clara ingin menghentikan nya namun terlambat .
Tap...tap...tap...langkah kaki Abian yang terdengar sudah hampir dekat dengan kamar dimana iya tidur.
Cekreek....setelah pintu nya di buka tidak lupa Abian menutupnya kembali,Abian menghampiri Clara yang berpura-pura tidur karena mengetahui Abian akan datang menemuinya.
Abian duduk di tepi ranjang,dia membelai rambut clara.
"apakah aku harus mencium mu agar kamu bangun" bisik Abian di telinga Clara,sontak membuat wanita itu segera bangun dari tidurnya.
Terlihat clara yang masih kebingungan,Abian mencoba berbicara dengan nya.
"mandi lah dulu,setelan mandi dan sarapan baru kita bicara lagi" pinta Abian dengan lembut
"Kenapa laki-laki ini ada dua sisi yang tidak banyak orang tau,hari ini dia begitu lembut kemarin malam dia terlihat sangat ganas bahkan dia lebih ganas dari binatang buas " Batin Clara yang berusaha bangkit dari ranjang nya untuk mandi.
"Bawa ini untuk baju ganti mu" Abian memberikan sepasang baju ganti kepada Clara.
Clara segera berjalan menuju kamar mandi untuk melakukan ritual mandi nya.
Gleek....Abian menelan ludah melihat tubuh Clara dari belakang dia sudah berusaha untuk tidak menyentuh wanita itu.Padahal sebelum nya Clara sudah di larang keras oleh Abian untuk tidak memakai rok terlalu pendek,namun masih saja wanita itu memakai nya,Tidak pernah nurut dengan perkataan Abian.