My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 175



Bugh..!


"Kakak..!" Teriak Anushka lagi saat melihat Markus menghalangi peluru yang akan mengenai Zico.


Dor ..!


Zico melepaskan peluru nya kearah Pangeran Derrin,Anushka menghampiri Kakaknya yang terjatuh.Sementara Zico mengejar Pangeran Derrin yang berlari masuk kedalam mobil.


"Aah..! Sial ..!"


Brakk..! Zico menutup pintu mobil dengan keras,dan mengejar Pangeran Derrin,meninggalkan Anushka di tempat kejadian.


"Hallo ..Kasio,datang kejalan pinggir kota di KM 20 ada Anushka dan Markus sedang terluka,bawa Markus kerumah sakit,Aku sedang mengejar Pangeran Derrin"


"Tuan Muda......"Belum selesai kasio berbicara,Zico sudah memutuskan panggilannya .


Tut...Tut...Tut...panggilan terputus,Zico terus saja melajukan mobilnya,sesekali melepaskan peluru nya mengenai mobil Pangeran Derrin,sial nya Pria itu menggunakan mobil anti peluru,sehingga sangat sulit untuk membuat nya terluka.


Praakk..!


Praaakk..!


Dua kali Zico menabrak mobil pangeran Derrin, membuat Pria ini tidak bisa mengontrol setir nya,sehingga membuat nya membanting setir mobil dan menabrak pohon.


Brruuukkk..!


Melihat mobil Pria tersebut menabrak pohon,Zico segera turun dari mobilnya,dengan amarah yang sudah memuncak,dan emosinya tidak bisa di tahan lagi.


Zico membuka pintu mobil Pangeran Derrin,mencengkram jas yang di kenakan nya,melempar Pria itu kejalan.


Bugh..! Tubuh Pangeran Derrin terguling di aspal,Zico berjalan dengan langkah kaki besar nya menghampiri Pangeran Derrin.


Dugh..! Dugh..! Suara pukulan yang di layangkan Zico ke wajah Pangeran Derrin, membuat Pria itu tersenyum licik.


"Katakan ..!Anak siapa yang di kandung Anushka ?" Tanya Zico dengan tatapan yang tajam.


"Ha..Ha..Ha..Tentu saja anak Ku..!Kau berharap itu Anak Mu?jangan bermimpi !"Cuih Pangeran Derrin meludah kesamping,menghina dan memaki Zico,membuat Pria ini semakin marah.


Dugh ..! Dugh..! "Aku akan membunuh Mu hari ini,berani nya Kau menyentuh Dia..!" Teriak Zico dengan kemarahan yang tidak bisa di tahannya lagi.


"Ha..Ha..Kau tau,disaat Aku menyentuh pipi nya Dia menangis,bahkan disaat Aku menyentuh miliknya Dia baru lah sadar permainan Ku lebih nikmat dari permainan Mu ..! Ha..Ha..."


Jedderrrr....!⚡ Suara petir menggelegar di langit,hujan pun ikut turun.Mendengar perkataan Pangeran Derrin, membuat Zico semakin menggila,bahkan Pria ini tidak bisa lagi memukul nya dengan tangan,Pria ini segera mengambil pistol yang di simpan di jas nya.


"Kau akan menembak Ku ?percuma ..!Kau tidak akan bisa menghapus noda yang ada di tubuh wanita Mu ..!" Semakin melihat Zico emosi,semakin membuat Pangeran Derrin menghinanya .


"Kau tau..!Ayah Mu penyebab ini semua..!Dia dalang dibalik kejadian hari ini,jika Kau ingin membunuh,harusnya yang Kau bunuh itu Abian ..!Pria brengsek !"


Lagi - lagi perkataan Pangeran Derrin membuat Zico kaget.


"Apa yang Kau maksud?Apa hubungan Mu dengan Papa Ku..!" Zico mencengkram leher Pangeran Derrin dengan kuat,Pria ini sudah bersiap untuk mati,dan terus saja memprovokasi Zico,agar Zico membunuhnya.


"Zico..!" Panggil Abian,yang baru saja datang bersama dengan Berson.


Zico menoleh kearah Abian dengan tatapan kebenciannya.


Dibawah guyuran hujan Mereka saling beradu tatapan mengerikan.Zico segera melepaskan cengkraman leher Pangeran Derrin, dan berjalan menghampiri Abian.Zico mengarahkan senjatanya kearah Abian,membuat Pria ini memicingkan matanya,Berson yang melihatnya segera menghalangi Zico.


"Tuan Muda jangan gegabah ..!" Teriak Berson.


"Kejahatan apa yang Kau lakukan..!yang Aku tidak tau ?" Tanya Zico kepada Abian .


Dorr...!


Satu peluru melayang kearah Abian,mengenai tepat di dada nya,membuat Pria ini tersungkur di aspal.Bersom kaget segera berlari untuk memegang Pangeran Derrin .


Zico yang melihat Papa nya terjatuh segera berlari kearah Abian .


"Tuan Besar..!" Teriak Zico,Abian hanya tersenyum melihat kearah Anaknya.


Dugh..! Dugh..! Berson memukul Pangeran Derrin kedua kali nya karena berani menembak Abian.


"Ha..ha..Aku berharap Aku telah membalaskan dendam Sonia!" Ucap Pangeran Derrin,baru membuat Zico tersadar,kalau Dia sudah salah paham dengan Abian.


Pangeran Derrin yang melepaskan peluru nya saat melihat Zico sedang ingin menembak Abian,Pangeran Derrin mengambil kesempatan untuk menyerang Abian,padahal Abian tahu,tapi sengaja tidak menghindar.


Berson menghubungi polisi,meskipun Pangeran Derrin bisa melawan hukum.Namun membunuh dua orang di waktu yang sama, bisa membuatnya masuk penjara.


"Pah..!Papa...bangun..!" Teriak Zico memeluk tubuh Abian yang di basahi dengan hujan dan juga darah terus saja mengalir dari tempat yang terkena peluru.


"Tuan Muda,segera membawa Tuan Besar ke rumah sakit,Pangeran Derrin biar Aku yang tangani ..!"


***


"Tidak...! Jangan mendekat ..!" Suara teriakan dan tangisan Zara bergema didalam gedung kosong itu.


Pria bertubuh besar itu menatap Zara dengan tatapan buas nya,ingin secepat nya menerkam mangsa yang didapatnya.


"Ha...Ha...Ha...!" Suara tertawa ke empat Pria itu membuat suasana begini mencekam.Zara yang saat ini begitu lemas,mencoba untuk memberontak.


"Bee...Bee..."Kata -Kata itu selalu terucap di bibir Zara,mengharap sang suami segera datang.


Pria itu segera menciumi leher putih Zara,dengan kondisi yang masih memberontak,Zara mencoba mengelak dan melawan,belum menyerah begitu saja.


BRAAKKK . . .!


Sekali tendang, pintu gedung kosong yang telah usang itu langsung hancur.Suara tersebut membuat kelima Pria itu beralih menoleh kearah Mattew yang berdiri di ambang pintu.


Dengan netra mata yang tajam,tatapan bak mata harimau yang siap menerkam mangsa nya,keringat bercucuran membasahi pelipis nya,menetes turun ke pipi,rahang nya yang mengeras,Pria ini juga menggertakkan gigi nya melihat kearah lima Pria yang siap menjamah tubuh istrinya.


Mattew melirik kearah Zara,menatap Zara penuh dengan ke khawatiran,tatapan mata Zara yang berkaca - kaca melihat kearah sang suami, penuh rasa ketakutan bahkan trauma yang begitu dalam tersirat dari raut wajahnya .


Mendapati kondisi istrinya yang begitu hancur,membuat tubuh Mattew mengeluarkan aura mematikan yang selama ini tersimpan dan tertutup begitu rapat didalam dirinya.


Tap..Tap ..Suara langkah kaki Mattew yang berlari kearah Pria yang tidak mengenakan baju


menendang nya dengan begitu kuat.


Dugh...! " Akkhhh"


Bugh..!


Tubuh Pria itu dilihat dengan begitu menjijikan oleh Mattew jatuh tersungkur ke lantai.


Krraak...! "Aaahhh"


Mattew menginjak leher Pria tersebut hingga patah.


Keempat pengawal itu melihat Mattew dengan penuh ketakutan.Belum melihat Pria yang begitu kejam dan kuat seperti yang di depan nya saat ini.


Sekali lagi Mattew mengayungkan tubuh nyan menendang semua Pria yang masih berdiri tepat di depan nya.


Dugh..Dugh..Dugh..Dugh..!


Bugh..! Brak..! Prang...! Bugh..!


Ketempat Pria itu ada yang terjatuh kelantai,ada yang terlempar mengenai dinding kayu yang ada disana,bahkan yang terlempar mengenai jendela kaca yang tidak jauh dari mereka berdiri.


Semua Pengawal itu terjatuh lemah kelantai.


"Hiks...hiks.."Suara tangisan Zara yang begitu pilu terdengar ditelinga Mattew,menusuk gendang telinga nya mencabik- cabul hati nya merasakan sakit yang begitu dalam dari suara tangisan istrinya.


"Bu..nuh,Me..reka semua..!" Satu kata itu yang keluar dari bibir Zara,membuat Mattew semakin terbakar emosi nya,menoleh kearah sang istri dan segera berjalan kearah Pengawal tersebut.


Mattew menghajar salah satu pengawal itu habis - habisan,melihat teman nya di hajar oleh Mattew ,beberapa pengawal yang lain juga ikut menghajar Mattew.


Dengan bersusah payah Mattew menghajar mereka semua,Mattew memukul Mereka berkali - kali,tidak memberi kesempatan kepada Mereka untuk menyerang balik dirinya.


Krraakk..! Kkraak..! Mattew mematahkan kedua leher pengawal itu hingga mati,tergeletak di lantai.Dan sisa dua orang lagi yang masih hidup,masih mencoba melawan Mattew.


Dugh..! Dugh..! Bugh..!


Dua kali tendangan membuat dua pengawal itu terjatuh kelantai .


"Tuan ...!"Panggil Asisten Jo yang baru saja datang membawa beberapa bawahan Mattew.


"Tidak perlu di mutilasi yang masih hidup,langsung lemparkan tubuh Mereka hidup - hidup ke kandang Mokey"


"Baik Tuan ..!"


"Satu lagi yang sudah Mati,potong bagian tubuh Mereka,ambil organ nya sumbang ke rumah sakit,disana ada yang membutuhkan !" Ucap Mattew dengan datar.


"Tuan mengirim organ Manusia ke rumah sakit itu akan mengundang pihak kepolisian untuk memeriksa Kita..!" jawab Asisten Jo


"Aku akan mengatur semua itu !"


"Baik Tuan ,Kalian semua bereskan sampah - sampah ini..!" Titah Asisten Jo kepada bawahan Mattew.


Tap...Tap...Tap..Mattew berjalan mendekati Zara, yang sedang menundukkan kepala nya melipat kedua kaki nya membelakangi Mattew.


"Sayang ...."Panggil Mattew lirih,menutup tubuh Zara dengan jas mantelnya .