
Kegelisahan Abian semakin mendalam,dia sudah mondar mandir sepuluh kali di depan ruang operasi ,semua pihak rumah sakit khawatir karena pasien belum mendapatkan donor darah,Mike menatap kearah Roshita belum mendapat kan pendonor dari pihak kantor.
Cekrek.....Dokter Sinta keluar dari ruangan operasi dengan wajah lesu.
"Dok...apa yang terjadi ...!!" Abian melihat keadaan Dokter Sinta yang begitu lesu
"Tuan kondisi pasien sungguh kritis,jika tidak ada donor darah bisa membahayakan nya,Kita telah mengangkat baby twin dan operasi telah selesai namun kesadaran pasien hanya memiliki 5% saja,kondisi baby untuk saat ini sungguh prihatin,mereka sedang di tangani oleh Dokter lain di dalam,aku akan memeriksa data pasien yang bergolongan darah AB- disini,saya permisi...." Dokter Sinta berlalu dari hadapan Abian,Pria itu kembali menggila setelah mendengar kondisi istrinya yang saat ini sedang kritis.
Bug..Bug..Bug...Abian memukul dinding rumah sakit,Roshita yang dari tadi memperhatikan Abian sedikit gemetar dia memalingkan pandangan nya,dia tidak bisa terus menatap pria yang kejam itu,sungguh membuat jantung tidak bisa aman.
"Meskipun kau merobohkan rumah sakit ini juga tidak akan mampu bisa mendapatkan darah AB- " ucapan seseorang membuat emosi Abian membludak dan pria itu berbalik ingin menyerang seseorang yang berani berkata begitu kepada nya.
"Mattew....." tangan Abian terhentikan di depan wajah Mattew berjarak satu jengkal tangan saja
"Bos....." panggil Mike lirih
"Aku kesini demi baby twin bukan demi mu...!!! jika aku punya pilihan untuk menolak aku sudah menolak sejak awal,tapi aku punya kewajiban untuk menolong keponakan ku....." Ucapan Mattew membuat Abian kaget,Abian tidak menyangka Mattew punya sisi yang peduli terhadap bayi yang belum lahir.
"Mattew sekarang aku berdiri di depan mu sebagai seorang suami dan orang tua,kali ini aku memohon padamu,jika kau berkenan mendonorkan darah mu kepada istriku aku janji akan memberikan apapun yang kau ingin kan...." Abian berdiri di depan Mattew,Mike melihat nya tidak percaya dimana Abian yang sangar dan kejam itu,dimana Abian yang kejam dan arogan itu ?
"Tuan Abian Carlose...........anda jangan terlalu tinggi menganggap dirimu...aku kesini hanya mendonor kan darah saja,jika kau berkata begitu ,baik lah....jika seandainya aku meminta nyawa mu apa kau sanggup...??" Mattew memainkan mata dengan Mike
"Mattew ...jangan memancing Abian ,kau tidak mengenalnya, dia bisa berubah satu detik dan akan kembali kejam setelah itu" Batin Mike melihat kearah mattew
"akan ku lakukan......" ucap Abian lirih membuat Mike melotot kearah Abian ,dia benar - benar tidak percaya jika bos nya bisa begitu rendah disaat memperjuangkan istrinya
"Aku hanya bercanda..!! kau pernah menyelamatkan hidup ku sekali,anggap saja ini balas Budi..." Mattew berjalan mengikuti suster yang telah bersiap-siap untuk mengambil darah Mattew
"Sialan.....!! membuat aku merendah tapi dia hanya bercanda,untung saja kau sangat berharga saat ini jika tidak aku akan membunuhmu" Batin Abian ,tatapan wajah nya kembali menyeramkan,Mike yang melihat nya menyadari kalau Abian sedang menahan amarahnya.
Mike berjalan menghampiri Roshita menyuruh Roshita untuk pulang dulu,biar kan dia dan Abian yang menunggu di rumah sakit.
Roshita pun beranjak dari tempat duduk nya dan berpamitan untuk pulang .
***
Markas Pulau .......!!
"Kalian ....kalian jangan mendekat....bunuh saja aku...!!Aku tidak ingin lagi melayani kalian ...malam ini cukup membuat aku mati...." Teriakan Sonia tidak membuat mereka bergetar ,mereka malah lebih senang dan bersemangat lagi.
"Bos...apa yang bisa di lakukan kepada wanita ini..." tanya salah satu bawahan Kasio
"Tuan bilang kita bisa melakukan apapun,kita akan bertransaksi dengan orang luar,sebagai bentuk hormat kita,berikan wanita ini satu malam untuk mereka...!!!!"
Kasio meninggalkan ruangan gelap itu,dan menghisap rokok di depan pintu.
"Tidak....kau jangan biar kan aku disini ,...tidak...tidak jangan mendekat ...."
PERUSAHAAN MEXIO.....
Mike memasuki lobby kantor,disana sudah ada Roshita yang menunggu dia.
"Bagaimana keadaan Nyonya Clara?" tanya Roshita begitu melihat Mike datang
"Semua nya akan baik-baik saja...aku belum mendapat kabar dari rumah sakit,setelah Mattew mendonorkan darah,aku pulang istirahat" jelas Mike
Mike berjalan kearah ruangan nya,memperbaiki semua berkas yang sebelum nya tidak sempat dia kerjakan.
Mike melihat gelombang perusahaan dari Negara S sudah mulai menyerang Mexio dari luar,Perusahaan negara S itu punya Alex,Mike menyadari cepat atau lambat ini akan terjadi.
Mike bisa bersantai karena bos nya punya rencana yang bisa menekankan perusahaan Alex yang di negara S tapi untuk saat ini dia akan lebih baik untuk membiarkan mereka dulu yang menyerang nya .
Berbagai macam kejahatan Alex telah di selidiki oleh Abian,dan pada saat yang tepat itu akan di bongkar oleh dia,disaat semua terbongkar jangan kan untuk melawan Abian bahkan menatap dunia saja dia tidak bisa.
Rumah Sakit...!!
Abian terlihat sangat lesu semalaman tidak beristirahat dengan baik,demi menunggu Clara siuman .
"Tuan ini baju gantinya...dan ini Sarapan untuk tuan ..." Berson meletakan semua keperluan Abian di atas meja kecil yang ada di ruangan inap milik Clara
Tidak ada jawaban dari Abian,Berson mendekati bos nya itu .
"Tuan ini rekaman yang dikirimkan oleh Kasio ke email ku..."
"letakkan disana..! aku akan memeriksa nya nanti "
Setelah meletakan diatas meja,Berson keluar dari kamar itu dan menunggu di luar.
Cekrek....seorang suster baru masuk kedalam kedalam ruangan inap Clara untuk memeriksa pasien .
"Permisi Tuan...biar kan saya memeriksa istri Tuan dulu " Abian pun mengerti dan pergi berganti pakaian di kamar mandi seraya membersihkan tubuh nya ,wajah letih sangat mengganggu penampilannya,semalaman dia tidak istirahat menunggu Clara siuman,Dia juga belum melihat kondisi anaknya yang ada diruang ICU masih tahap perawatan karena lahir prematur,meskipun berat badan tergolong normal tapi tetap harus di rawat karena denyut nadi baby twin sangat melemah .
Setelah selesai mandi,Abian menghampiri istri nya lagi yang sudah siuman,Abian memegang tangan istrinya,terlihat Clara masih kebingungan dengan kondisi nya,dan mengingat kembali kejadian kemarin malam yang hampir saja membunuhnya .
Air mata mengalir dari matanya,perasaan sesak di dada pun tidak dapat Clara pungkiri entah apa yang di bayangkan wanita ini,dia merasa sangat-sangat terluka bahkan mata nya juga menggambarkan kekecewaan yang begitu mendalam,Abian bisa merasakan sakit yang di rasakan Clara .
"Sayang......"Panggil Abian pelan,melihat kondisi Clara saat ini ,Abian tidak mampu melihat kesedihan yang begitu mendalam dari diri Clara.
Tanpa jawaban dari wanita itu,hanya melirik kearah Abian,merasakan sakit yang sulit di gambarkan,bayangan-bayangan orang - orang yang telah mencelakai nya terlintas di pikiran nya .
"Haaaaaaaaa............haaa.......hiks hiks...." Tangisan Clara pecah,Abian tersentak kaget melihat istri nya yang histeris menangis dengan begitu kencang .
Abian berusaha menenangkan Clara dan memeluk istrinya yang masih menangis,Abian bisa merasakan sesak di dada nya mendengar tangisan Clara yang begitu pilu.