My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 130



Melihat Zara yang malu,Mattew lebih senang menggoda Nya lagi.


"Apa kau malu,hanya karena ini yang pertama ..?" Mattew masih membungkukkan setengah badan nya menatap kearah Zara


"Heem...heem..." Zara menganggukkan kepala nya tidak melihat kearah Mattew


"Aku pikir ciuman pertama mu telah di rebut oleh pacar baru mu itu ...!" sindir Mattew


"Jangan kan ciuman,aku tidak akan membiarkan pria itu memeluk ku...!" jawab Zara ketus,lalu menutup mulut nya seketika


"Zara.....Apa kau mau memulai nya dari awal dengan ku....!Aku bisa memberikan semuanya untuk mu..! aku akan menjaga mu,mau kah kau kembali pada ku sebagai status istri ku...?"


mendengar perkataan Mattew yang membujuk nya,membuat jantung Zara berdegup kencang seakan darah nya tiba - tiba mendidih,dan jantung nya berdetak cukup kencang.


"Lupakan ...! aku tau usia kita yang jauh berbeda,aku juga yakin aku bukan selera Mu..!" jawab Mattew sedikit lesu dan hilang harapan,dan segera berbalik ingin meninggalkan Zara.


Zara menarik jas mantel yang di kenakan Mattew "Paman......Aku bersedia ...!!" Tatapan Zara sendu memancarkan senyumannya,membuat Mattew reflek sekali lagi memeluk tubuh mungil istri kecilnya .


Bugh....! Mattew memeluk tubuh Zara dengan erat,Zara membenamkan wajahnya ke dada bidang milik Mattew,menghirup aroma tubuh nya Mattew yang membuat Zara candu .


Tiba - Tiba tubuh kecil itu merosot kebawah,membuat Mattew kaget .


"Zara.....! apa yang terjadi ...?"


plak...plak...Mattew menepuk pipi Zara,gadis ini pingsan karena terlalu lama di bawa hujan,Mattew segera menggendong tubuh Zara dan memasukan ke mobil,Terlihat dari wajah Mattew yang cukup panik melihat Zara tiba - tiba pingsan di dalam pelukan nya .


Cup....Mattew mencium kening istrinya berharap semua baik - baik saja,Mattew segera melajukan mobil nya kearah Utara untuk pergi kerumah sakit .


***


Setelah kembali dari pulau,Zico belum bertemu dengan Abian dan juga Clara,hari ini ada makan malam penting di mansion,Abian menyuruh Zico untuk pulang,namun Zico belum mengirim pesan kalau Dia akan pulang .


"Tidak ke kantor ...?" tanya Anushka saat melihat Zico sedang membereskan kerjaan nya di ruang baca.


"Hari ini papa akan ke kantor,aku sedang mempersiapkan berkas proyek baru,jadi harus selesai hari ini ,papa meminta ku untuk membawa nya nanti saat pulang ke mansion " jelas Zico tetap fokus kepada layar laptop nya.


"Sarapan dulu...! nanti lanjut lagi kerjanya " Anushka meletakan sarapan dan segelas jus di samping Zico .


"Bantu aku makan...!"


"baiklah...!"


Anushka segera membantu Zico untuk sarapan,perlahan - lahan makanan di atas piring mulai habis,akhir - akhir ini Anushka cukup menjaga waktu makan Zico .


"Aku harus segera pergi sekarang,mungkin aku tidak akan pulang hari ini,kamu bisa tidur di kamar ku..! aku malam ini pulang ke mansion " ucap Zico,Anushka menganggukkan kepala nya .


Didalam mobil sudah ada Kasio yang sedang menunggu Zico.


"Tuan kita pulang ke mansion atau pergi ke Mexio" Kasio memperhatikan Zico yang tengah sibuk melihat kearah balkon di lantai dua,Disana ada Anushka yang sedang melihat kebawah.


"Pergi ke mansion sekarang..! di Mexio hari ini ada Tuan Besar ...!"Zico menaikan kaca mobilnya saat Kasio menyalakan mobil.


"Tugas yang diberikan oleh Tuan Besar sudah kamu selesaikan ..." Sambung Zico lagi


"Mengenai hal itu aku telah mengirim seseorang untuk melacak keberadaan Mafia Otorpus yang sekarang menggantikan nama nya " jelas Kasio


"Bagus...!cari terus informasi nya,jangan biar kan musuh kita maju satu langkah dari kita..!"


"Bak Tuan Muda...!"


Zico kembali melihat layar iPad nya,disana sudah masuk pesan email dari Emily ,anak Tuan Arnots rekan bisnis baru Mexio.


Zico sengaja mengabaikan email itu,bahkan memblokir Emily agar tidak dapat lagi mengirim pesan kepada Nya.


Sampai di mansion,Clara menyambut anaknya dengan ramah,Zico juga senang bertemu dengan Clara .


"Apa aku boleh memeluk mu...?" Clara bertanya kepada Zico


"Kenapa tidak..? Sini aku ingin memeluk mama..!"


Zico segera memeluk Clara,merasakan hangat nya pelukan seorang anak,Clara merasa akhir - akhir ini sangat melelahkan .


"Mama ..! itu sudah berlalu,sekarang bisa menyentuh dan memeluk ku...!"


Zico tersenyum kearah Clara,memberikan senyuman hangat kepada seorang ibu.


"Hari ini Mama akan pergi berbelanja kamu harus menemani Mama..!"


Melihat raut wajah Zico yang masam,akhirnya Clara mengurungkan niat nya .


"jika kamu tidak ingin pergi tidak apa - apa,mama bisa minta bi Sumi untuk nemenin mama"


"Aku akan ikut dengan Mama...!Tunggu aku ganti baju biasa dulu ini terlalu formal,kita hanya akan berbelanja di supermarket dekat sini saja..!",


"kalau gitu Mama tunggu kamu di mobil "


Zico segera pergi ke kamar nya untuk menggantikan bajunya .


***


Perlahan - lahan Zara membuka mata nya melihat sekeliling nya,tidak ada seorang pun di dalam ruangan yang menemaninya .


"Ini....aku dirumah sakit ..? semalam aku dan paman....!"


Zara memutarkan memori kejadian semalam di otak nya membuat Nya malu,dan wajah nya memerah.


Ceekkkreekkk.....!Pintu kamar mandi terbuka seseorang baru saja keluar dari sana.


"Sudah bangun ....?" Mattew berjalan mendekati ranjang tidur Zara,tapi gadis ini malah bersembunyi di balik selimutnya,hanya menganggukkan kepala nya saja tanpa melihat kearah Mattew,membuat pria ini menggelengkan kepala Nya.


"kamu memerlukan sesuatu? aku akan menyuruh Asisten Jo untuk membawa nya kemari ...!"ucap Mattew duduk di sofa tidak jauh dari ranjang Zara


"Aku tidak memerlukan apapun...!Paman apa aku sudah bisa pulang aku tidak ingin disini...!" Mengintip dari balik selimut menatap kearah Mattew,tapi sosok pria itu tidak berada di sofa Zara mencari nya


"Kau sedang mencari ku...!" bisik Mattew di telinga Zara


"Aah...paman sejak kapan kau disini...!"


"Kamu yang tidak sadar aku sudah disini dari tadi...!"


"Apa kita pulang hari ini...!"


"Bisa,aku akan hubungi Asisten Jo untuk menjemput kita ..!"


Mattew tiba - tiba mendekat kearah Zara,membuat gadis ini panik.


"Paman kau mau apa..?" Zara memundurkan tubuh nya menghindar dari Mattew


"ehem....aku hanya ingin mengambil ini...!"


Mattew memperlihatkan remote AC,dan segera mengecilkan suhu nya .


Zara menatap kearah Mattew itu membuat Zara malu karena mengingat kejadian semalam,belum lagi pagi - pagi ini sudah langsung melihat sosok Mattew .


"Aku akan membantu kamu untuk membereskan barang - barang mu...!"


"paman dimana handpone ku...! aku akan meminta Lina untuk mengirim surat izin ke kantor,hari ini aku tidak ke kantor dulu ...!"


"Aku bisa memberi mu izin,tapi ada satu syarat...!" Mattew berjalan kearah Zara yang masih duduk di ranjang .


Semakin lama Mattew semakin dekat,membuat Zara takut,dan menutup wajahnya dengan selimut.


"Beri aku satu ciuman..! maka aku akan memberi mu izin tidak perlu ke kantor hari ini ...!" ucap Mattew sudah berada di depan Zara


"Hah.....! aku ...aku tidak setuju ..! semalam paman sudah memaksa ku..! sekarang mau menipu ku lagi...? tidak akan ..!" Zara menggelengkan - gelengkan kepala nya,membuat Mattew menyempitkan matanya.


Mattew memegang kepala Zara yang berputar kiri dan kanan,membuat wajah nya terlalu dekat dengan wajah Mattew .


"Ha...aku...aku bisa mati jika terus di pandangi begitu,kenapa sekarang paman suka sekali melihat ku dari dekat ...membuat orang jantungan saja...!" Batin Zara,gadis ini memperlihatkan wajah kesal nya kepada Mattew,pria itu mengerutkan dahi Nya melihat tingkah istri kecil nya.