My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 143



Setelah selesai mandi mengenakan baju tidur,sembari mengikat tali nya Dia keluar dari dalam kamar mandi,tapi tidak juga mendapatkan Zara di dalam kamar.


"Dimana Dia?" Gumam Mattew masih mengeringkan rambutnya dengan handuk,Tiba - tiba Mattew mendengar suara tangisan berasal dari balkon.Mattew segera melihat suara tersebut ternyata Zara yang sedang menangis.


Mattew menghampiri Zara yang duduk disudut balkon.


"Ada apa ...?kenapa Kau menangis ...?"Mattew memegang bahu Zara tapi tidak mendapat jawaban dari pertanyaan nya.


"Heeii....lihat aku...!Apa yang salah,kenapa Kau begitu sedih...?" Mattew menatap wajah Zara yang di basahi dengan air mata.


"Ceritakan padaku..! Aku akan mendengarkan nya" Mattew menyeka air mata Zara,gadis itu menatap dalam kearah Pria yang berstatus suaminya.


"Sepenting apa Aku bagi Paman ...?"


"Ssstttt....!"Mattew menutup bibir Zara dengan telunjuk nya,"Berhenti memanggil Aku Paman,Aku Suamimu,seorang Paman tidak akan menyentuh keponakanNya,Tapi seorang Suami punya hak untuk menyentuh istriNya" mendengar jawaban Mattew membuat wajah Zara merah merona.


"Bee,Apa kehadiran Ku hanya pelarian Bee dengan Mama...?Bee masih mencintai Mama...?" Pertanyaan Zara membuat Mattew menaikan alisnya .


"Aku menyukai Clara punya alasan,tapi bukan mencintai Nya karena ingin memiliki,tapi Aku menyukai Dia,karena hanya Dia perempuan yang bisa didekat Ku,selain Dia Aku Tidak pernah dekat dengan perempuan mana pun...!" Jawaban Mattew menyakinkan Zara,membuat gadis itu tenang kembali,dan berhenti menangis.


"Zara,Please...! berhenti memikirkan hal itu,Kamu harus tau,Aku bukan Pria yang pandai menggombal,Aku tidak pernah mendekati wanita mana pun selain Clara,jadi Aku tidak tau caranya membujuk dan menyatakan perasaan kepada wanita" Mattew memegang wajah Zara,sehingga membuat gadis ini mendongak keatas melihat Mattew ada didepannya,hanya berjarak satu jengkal saja.


"Aku tidak pernah melihat Bee memperdulikan Aku,tidak pernah melihat Bee memperhatikan Aku,Aku melihat pasangan pada umum nya mereka sangat mesra dan bahkan status mereka terungkap di kalangan tempat tinggal mereka,sementara Aku hanya bersembunyi setiap kali untuk menghindari gosip " Gadis ini biasanya hanya tahu mengomel dan marah - marah saja,tapi hari ini Dia mempertanyakan arti sebuah hubungan kepada sang Suami,pertanyaan yang tidak bisa di hindarkan lagi .


"Jika Kau mau Aku bisa mengungkapkan status Mu dikantor" Mendengar ucapan Mattew membuat Zara tersenyum begitu manis.


Cup....! Mattew mencium bibir Zara yang sedang tersenyum


"Jangan berhenti tersenyum,karena senyum mu mengalihkan dunia ku...!"bisik Mattew di telinga gadis itu dan seperdetik nafas yang menyapu telinga membuat bulu kuduk Zara merinding merasakan tekanan darah yang tinggi membuat tangan nya mengempal, merasakan hembusan angin yang keluar dari mulut sang suami.


Cup..! Mattew mencium kening Zara,dan mendekap tubuh mungil Zara kedalam pelukannya,mengusap lembut rambut istrinya masih dalam keadaan memeluk.


"Aku ingin Kau mengetahui, diam-diam aku selalu berharap agar hujan membawa harapan Ku,Membuat mu selalu didekat Ku,berjalan bersama Ku sampai Aku menutup usia Ku...!Aku sudah bosan menjadi penikmat Cinta Mu dalam mimpiku,menjadi penikmat bayangan semu diriMu,MelihatMu menangis membuat hati Ku sakit,jantung Ku ikut sesak,Apakah kali ini Kau akan membiarkan Ku melabuh Cinta bersama mu diatas altar pelangi yang indah "


Ucapan Mattew membuat Zara melepaskan pelukan nya,Mattew menatap kearah Zara yang begitu dalam,netra mata nya berbinar - binar,melihat kearah Mattew dengan cukup dalam,hembusan nafasnya bergelora keluar dari sela - sela bibir mungil milik sang istri.


"Bee....!"


"Jangan berbicara lagi...!" Mattew masih tetap menatap wajah istrinya,memandang nya begitu lama,Mattew mengangkat tubuh Zara keatas pangkuan nya yang sedang duduk di atas lantai,kini Zara tepat didepan Mattew menghadap kearahnya,tanpa sadar Zara mengalungkan tangan nya di leher Mattew.


Cup...!


Mattew menjil*t leher Zara,tangan nya bergerak menurunkan baju tidur Zara setengah bahu,memperlihatkan bahu kecil yang putih mulus itu,


"Akh.....!" Tanpa sengaja Zara mengeluarkan suara nya saat Mattew mengigit bahu zara dan meninggalkan bekas gigitan nya disana .


"Eemm...Aah..." Pikiran Mattew mulai beradu saat mendengar ******* Zara yang begitu menggoda birah* nya,Mattew menurun kan bibir nya ke buah kenyal itu,memainkan lidahnya disana.


Plop...! plop..!


Terdengar suara saat Mattew melumatkan benda hitam yang menonjol disana ,menggigit pelan kismis berwana kecoklatan milik Zara,membuat tubuh Zara bergetar,gadis ini cukup sensitif disaat Mattew memainkan buah kenyal nya,Dia sudah bergerak - gerak atas pangkuan Mattew,membuat pria ini sekali lagi menelan salivanya,merasakan sesuatu yang sedang bergerak untuk berdiri.


"Dia,Suami ku...!Dia,suami ku...!Aku tidak seharusnya takut...!" Tanpa sengaja Zara bergumam,disaat Mattew sibuk memainkan kismis kecoklatan itu.


"Apa kau takut....?" Tanya Mattew saat melepaskan gigitannya.


"i..ya..!" Zara menundukkan kepalanya,Mattew mengangkat wajah istrinya,melihatnya dengan sendu.


"jika Kau belum siap Aku tidak akan melanjutkan nya " Ucap Mattew menurunkan Zara dari pangkuan nya,mereka kembali berdiri,Mattew berjalan meninggalkan Zara di balkon,gadis itu hanya bisa menatap pria bertubuh kekar itu pergi meninggalkan nya dalam keadaan baju yang terbuka setengah bahu,memperlihatkan buah kenyal itu dari balik bajunya.


Zara mencengkram belahan bajunya,menutup dada nya kembali,Zara belum bisa melayani suaminya sendiri,Zara merasa bersalah berkali- kali gagal untuk melakukan hal itu dengan suaminya.


Gadis ini masih berdiri di luar kamar,menatap sayu kearah Mattew yang berbaring di atas ranjang,membalikan tubuh nya menghadap kearah dinding kaca.


Mattew pria yang cukup normal,meski ini kali pertama menyentuh wanita dengan begitu intens.Namun,Mattew tidak dapat membohongi hasrat nya yang selalu menginginkan Zara untuk melayaninya,sudah lama Pria ini mengharapkan malam ini akan berakhir indah.Namun,ketidaksiapan Zara membuat Mattew tidak bisa memaksanya,karena itu tidak akan berakhir nikmat tapi malah akan menyiksa gadis itu.


Zara membalikkan tubuh nya kearah halaman rumah,menatap nanar keatas langit yang bertabur bintang.


Jeeedddeerrr..⚡ Suara petir baru saja menyambar,seketika Zara menutup mata dan telinganya karena kaget,nafasnya memburu,detak jantung nya berdegup kencang.


Tik...tik...tik...


Hujan membasahi bumi,menyelimuti hati yang gelisah,Zara menatap kearah hujan,air matanya luruh ke pipi mulus nya,seketika Zara menyeka nya,Dia tidak akan menangis lagi,Dia akan bersikap lebih dewasa,meski usia masih 20th,Namun,saat ini Dia sudah berstatus istri orang .


Mattew berbaring dengan tangan melipat di dada nya menghadap kearah dinding kaca,angin berhembusan menerpa gorden panjang yang bergantungan disana,melihat hujan mulai turun,tapi Mattew belum merasakan ada seseorang yang naik keatas ranjang,Pria ini berbalik menoleh kebelakang punggung nya,benar saja disana masih kosong,Zara belum masuk ke kamar masih berdiri di balkon.


Mattew mengubah posisi nya,tidur terlentang mengintip Zara yang diluar,tidak bereaksi dan masih berdiri disana,Mattew menatap langit- langit kamar nya,dengan lampu yang masih menyala begitu cerah,Dia segera menekan remote control untuk mematikan lampu,dan menggantikan dengan lampu yang redup yang bisa mengantikan warna.


Zara menyadari,kalau lampu kamar telah dimatikan oleh Mattew,Dia hanya bisa menghela nafasnya menikmati hujan malam yang begitu sejuk,sesekali mengusap kedua lengan nya yang melipat.


"Dia pasti sudah tidur,menunggu Aku yang tidak pasti bukan sikapnya "Gumam Zara masih melihat kearah langit yang gelap.