My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 173



Keesokan harinya..!


Abian dan Clara duduk di ruang tamu,perlahan - lahan kaki nya mulai membaik.Dan bahkan sudah bisa berjalan satu atau dua langkah,tanpa di bantu oleh orang lain.


"Tidak pergi untuk acara festival ?"Tanya Clara yang melihat Abian memijat kaki Clara.


"Tidak,dirumah saja menemani Istriku ini,Urusan kantor biar Zico yang handle semua nya,sekarang cukup waktu kita bersantai saja" ucap Abian mendekatkan wajahnya kepada Clara.


Cup..!Abian melabuhkan bi birnya di bi bir Clara,sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama.


Abian masih sama seperti 20 tahun lalu,masih lihai dalam berciuman,bahkan tau cara mera ngsang pasangan nya dengan cara yang baik.


"Sayang ini masih di ruangan tamu,apa yang Kau lakukan" bisik Clara saat Abian menelusuri lehernya.


"mau pindah ke kamar ?" Goda Abian,Clara langsung menggeleng dengan cepat .


"Mah..." Panggil Zico dari arah dapur menuju ruangan tamu,Clara segera mendorong tubuh Abian ke samping .


"Diruangan tamu sayang ..!"Jawab Clara sedikit berteriak.


"Aku akan pergi ke festival hari ini,mungkin acara nya akan di mulai nanti malam,sebelum ke festival Aku ingin pergi pulau dulu "Jelaskan Zico kepada Clara .


"Jangan lupa menjemput Emily,papa sudah mengabari papanya " Sambung Abian yang fokus melihat layar televisi.


"eem...ya"


Zico segera pergi meninggalkan Abian dan Clara,Young juga ikut Zico ke pulau,sesuai yang di perintahkan Abian .


Setelah melihat semua orang pergi,Abian segera melanjutkan aksinya menggoda sang istri.


"Apa yang Kau lakukan,turunkan Aku,nanti ada yang lihat " Ucap Clara yang melihat Abian mengendong nya kelantai atas.


"Kita sudah lama tidak tidur bersama diatas,semenjak Kamu sakit" Ucap Abian dengan wajah masamnya


"Iya..!Kan demi kesembuhan Ku juga sayang " Clara mengalungkan tangannya di leher sang suami,membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami .


"Sebentar lagi Kamu akan menjadi seorang kakek"


"Tapi biarpun Aku kakek,Aku tetap bisa memuaskan Mu .."bisik Abian di telinga Clara,wanita ini hanya tersenyum saja melihat tingkah suaminya.


Tok...tok...tok..


Suara ketukan pintu yang diabaikan oleh Abian dan Clara,kedua nya sedang berlabuh dalam kenikmatan tiada duanya.


"Sepertinya Aku mendengar kan suara ketukan pintu " Ucap Clara saat sang suami memeluk tubuh nya dengan erat setelah pertempuran yang sangat sengit.


"Bukan,mungkin hanya salah dengar ..!"jawab Abian mengabaikannya.


"Tidak Aku benar mendengarkannya..!" Clara melirik jam di dinding sudah menunjukkan pukul 20:00 PM.Berarti Mereka sudah melewati beberapa jam waktu bersama didalam kamar nya,sehingga tidak terasa waktu lewat begitu saja.


"Tuan..! Saya Berson ada sesuatu yang penting,maafkan kelancangan Saya !" tegas Berson di luar kamar,mendengar ucapan Berson,Abian segera bangkit dari tidurnya,mengenakan baju mandi,lalu berjalan untuk membuka pintu kamar


Ceklek..!


"Tuan..!" Berson menundukkan kepala nya .


"Ada apa ?" tanya Abian melipatkan kedua tangan nya di dada,menatap Berson dengan tatapan yang mematikan "Kamu tau,Aku jarang punya waktu yang sangat senggang seperti ini,kenapa Kau berani sekali menganggu nya !" Sambung Abian lagi,Berson terlihat menciut,namun memberanikan diri untuk menatap Abian.


"Tuan,Kasio menelpon tadi sore,memberitahukan informasi penting,Tuan Muda berencana memblokir semua jalur akses, untuk keluar masuk menuju festival,dan rencana itu akan di lakukan oleh Tuan Muda malam ini " Jelaskan Berson masih dengan posisi menundukkan kepalanya.


"Siapa yang memerintahkan Dia melakukan itu !" Masih dengan tatapannya yang tajam.


Abian membalikkan tubuh nya "Tidak perlu,perintahkan kepada semua pasukan pulau,tanpa ada perintah dari saya,tidak ada yang boleh keluar dari pulau !" Ucap Abian menutup kembali pintu kamar nya,terdengar suara langkah kaki Berson yang meninggalkan kamar Abian.


"Aku mendengar sesuatu yang buruk tentang Zico,apa yang terjadi ?" Clara langsung bertanya kepada Abian,masih dalam posisi tidak memakai apapun,menutup tubuhnya dengan selimut.


"Bukan apa - apa " Abian mendekati istrinya lagi,dan ikut masuk kedalam selimut untuk melanjutkan tidurnya.


"Beritahu Aku apa yang terjadi " Clara memaksa Abian agar berbicara.


"Zico ingin melakukan pemblokiran jalan,sepertinya festival ini tidak akan berjalan dengan lancar" Jawab Abian memejamkan matanya.


"Kenapa Kamu tidak membantu nya,setidaknya hentikan aksi itu,festival itu diadakan oleh pemerintah,jika Zico membuat kekacauan itu akan berdampak kepada reputasi Kita kedepannya" Clara memegang lengan suaminya.


"Aku tidak akan membantu anak yang tidak berbakti " Jawab Abian dengan datar


"Jika Kau tidak akan membantunya,Aku yang akan membantu Zico" Clara mencoba bangkit dari tidur nya,berusaha turun dari ranjang nya,namun itu semua sia - sia apalagi dengan kondisi kaki Clara yang lumpuh.


Bugh..! Tubuh Clara terjatuh kelantai.


"Sayang ..!"panggil Abian segera melihat Clara yang terjatuh di lantai,"Apa yang kau lakukan " Abian mencoba membantu Clara,namun wanita ini menepis nya.


"Pergi..!Aku tidak ingin disentuh oleh Pria kejam seperti Mu" Teriak Clara,dengan posisi tubuhnya masih berbalut selimut.


"Sayang,Kaki Mu masih sakit,Aku bantu ya "Abian mencoba mengangkat tubuh Clara keatas ranjang,Wanita ini terus saja memberontak.


"Enyah dari hadapan Ku !" Teriak Clara saat Abian membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"Sayang,tenang ! Aku akan membantu Zico,Kamu tenang dulu ya,Ayoo Aku bantu Kamu mandi,setelah siap membereskan semua keperluan Mu,Aku akan pergi mencari Anak itu!"


Setelah mendengar ucapan sang suami,baru lah Clara mulai tenang kembali.


***


"Tuan Muda,mohon maaf Anda tidak bisa membawa pasukan pulau keluar dari sini,Tuan Besar melarang nya !" Kasio berdiri di depan Zico


"Aku menginginkan Mereka,Aku ingin rencana Ku berjalan dengan lancar "


"Tapi Tuan Muda,Anda tidak bisa membawa Mereka,Tuan Besar akan menyuruh tingkat 2 untuk melakukan penyerangan sekarang juga kepada Anda dan pasukan lain!"


Zico menatap kesal ke arah Kasio yang berdiri didepan nya .


"Aku akan pergi sendiri,Kamu Kasio,tidak perlu mengikuti Ku..!"


"Tapi,Tuan Muda ..."


Brakk..! Zico menutup kembali pintu mobilnya dan segera melajukan mobilnya untuk menjemput Emily.


Di sepanjang perjalanan,Zico terlihat sangat marah,bahkan beberapa kali Pria ini memukul setir mobilnya yang sedang kesal .


"Tua Bangka itu,tidak akan membiarkan Aku menyerang Pangeran Derrin,kenapa Dia begitu takut kepada Pria lemah seperti pangeran " Gumam nya.


Kriing...


kriing...


Handpone nya sudah berulang berdering,namun Zico mengabaikannya,saat melihat Emily tertera di layar ponsel nya.


"Wanita ini sungguh menyebalkan !"Gumam Zico lagi "Aaaakkhhh....Bugh !" Zico memukul setir mobil yang sedang marah,mobil nya melaju kearah rumah Emily dengan kecepatan yang sangat tinggi.