
Zico berdiri di depan foto besar yang terpajang dengan indah di dalam kamar nya.Menatap foto sang istri dengan begitu serius.Pria itu keras,dan juga kuat,tapi ketika Pria menangis, air mata lah yang paling jujur dari perkataanya.
Ucapan Anushka saat hembusan terakhir masih terngiang di telinga Zico,sampai saat ini ia belum bisa melupakan sosok Anushka di dalam dirinya.
Sudah 6 tahun lebih kepergian istri,namun Zico belum bisa menemukan pembunuh istrinya,untuk membalaskan dendam itu,Zico merasa belum melakukan kewajiban terakhirnya untuk sang istri.
Flash Back Hari Kejadian.
"Sa-yang !"Uhuk ..uhuk..Anushka terlihat mengeluarkan darah dari mulutnya.Ia menggapai tangan Zico yang sedang memangku nya.
"Sayang,Aku akan membawa Mu ke hospital,Aku janji akan selamatkan Kamu !" Ucap Zico,berusaha bangkit,namun Anushka menggelengkan kepalanya,memberitahukan kepada Zico kalau ia tak dapat bertahan lagi.
"A-ku,ti..dak akan bisa sampai te..pat waktu ke hos..pital!lakukan sa-tu permin..taan Ku!" Ucap Anushka masih menahan sakit di bagian tubuhnya.
"Tidak !Sayang Kamu pasti bisa bertahan !" Seru Zico memegang wajah Anushka.
"Tinggal kan dunia Mafia yang kejam ini,be-sar kan Anak Kita layaknya seorang Anak pada umumnya,jangan biarkan ia hidup dalam dendam,karena itu tidak akan membuat ia bahagia,akhiri pertikaian ini!" Ucap Anushka perlahan,memegang kerah baju Zico.
"Tapi!jika Kau tetap akan di dunia mafia,maka tinggal kan Ezra,titipkan Dia ke panti asuhan,Aku tidak akan ikhlas Kau membesarkan nya !" Sambung Anushka lagi,masih menahan sakit.
"Aaakhhh..!" Pekik Anushka menarik kuat kerah baju Zico,Pria ini memeluk istrinya.
"Aku janji!Aku akan menjaga Anak Kita,Aku akan membesarkan Dia dengan sangat baik,ia akan tumbuh dengan sangat kuat.
Zara datang membawakan putri Zico,dan menyerahkan Ezra kepada Anushka,Zico meletakan baby nya diatas dada Anushka untuk yang terakhir kali.
"Jadikan Ayah yang baik untuk Ezra !"Ucap nya lagi.
Cup !Anushka mengecup putri nya,meski air mata sudah membasahi pipi namun,tidak dapat mengubah takdir jurang pemisah antara ibu dan anak.
"Maafkan Aku be-lum me..jadi istri yang ba-ik untuk Mu !" Ucap Anushka menyentuh pipi Zico.
"Kamu Wanita yang baik dan sempurna untuk Ku " Jawab nya memeluk istrinya dan mengecup kening Anushka.
Cup ! Cup!
Bugh !
Tangan Anushka terlepas dari genggaman baby nya,Zico menyadari kalau Anushka sudah tidak bernafas lagi.
Hari ini luka yang paling menyakitkan adalah,di hari kepergian Anushka,benar-benar membuat Zico seperti hilang separuh nyawanya.
Abian yang melihat kedukaan Anaknya saja tidak dapat menghapus nya,bahkan pria ini dapat merasakan apa yang di rasakan Zico saat ini .
Flash Back selesai .
***
Prang !
"Jika Aku tidak bisa balas dendam untuk Mu,untuk apa Aku hidup?hanya untuk mengenang kematian Mu?" Teriak Zico di depan foto Anushka,sekeras apapun Pria ini berteriak namun orang yang ada di dalam foto tidak akan bisa menjawab,ia hanya bisa terus tersenyum ke arah sang suami.
Abian dan Clara telah berpamitan tadi pagi untuk berangkat ke Australia,dan akan kembali setelah Clara sembuh.
Abian bahkan meminta izin kepada Zico untuk membawa Ezra,namun pria ini menolaknya,ia lebih senang jika dirinya sendiri yang akan merawat Ezra,lebih-lebih wajah dan mata Ezra sangat mirip dengan Anushka,Ezra ibarat fotocopy ibunya.
"Papa ..!" Teriak Ezra,gadis kecil yang baru berusia enam tahun.Ia baru sekolah di TK,yang terdekat dengan mansion,setiap hari Berson mengantar jemput Ezra,saat Young melahirkan semua biaya dan tanggungan kehidupan Berson di tanggung oleh keluarga Carlose.
Zico memalingkan wajah,melihat Ezra yang berdiri di ambang pintu dengan sebuah senyuman manis di bibirnya.
"Apakah hari ini mama menitip salam untuk Ku?" Tanya Ezra berdiri di depan Zico,namun wajah nya melirik kearah foto Anushka.
"Tentu,setiap hari iya akan merindukan Kita,bahkan ia berpesan Ezra harus tumbuh menjadi anak baik dan kuat,tidak boleh menangis atau bersedih !" Ucap Zico berlutut di depan Ezra,menyibakkan rambut panjang Ezra yang sudah menutup matanya.
"Mama,hari ini Aku senang sekali,punya teman baru,ia juga sangat baik terhadap Ku,namun Aku sedih,saat melihat mama Dia yang begitu baik dengan nya,Aku merindukan mama!" Ucap Ezra menundukan wajahnya berdiri di depan foto Ezra.
Zico segera memeluk anaknya,dan mengusap lembut rambut panjang Ezra.
"Sayang jangan bersedih,mama juga pasti sangat merindukan Ezra,mama sangat mencintai Ezra" jelas Zico menenangkan anaknya.
"Mama!Mama harus janji,mama harus selalu berada disini!karena mama selalu ada disini " Ucap Ezra memegang dada nya,tanpa sengaja air mata Zico berlinang di pipi nya,ia segera menyeka air matanya sebelum Ezra menyadari itu.
"Sayang,papa buatkan cemilan untuk Mu ya !"Ucap Zico mengendong anaknya.
"Baik lah papa !dah mama !" Ucap Ezra kepada Anushka yang berdiri di depan foto nya,hanya Anak kecil seperti Ezra yang punya halusinasi yang bisa merasakan kehadiran sosok orang yang telah mati.Setiap hari Ezra dapat merasakan kehadiran ibunya.Tanpa ragu gadis ini juga sering meminta sang ibu untuk duduk disebelahnya saat ia akan tidur siang.
Ezra duduk di kursi meja makan,Zico langsung menyiapkan makan siang untuk Dia,Bi Nana juga mambantu Zico .
"Nona Muda,ini susu nya silahkan di minum !" Seru Bi Nana
"Iya !" Jawab Ezra segera meminum susu nya.
Zico meletakan beberapa cemilan di depan Ezra,Anak ini makan dengan begitu lahap,Zico sangat senang melihat senyuman yang di ukir oleh putri nya itu,membuat ia juga ikut bahagia.
Berson datang menghadap Zico,dan membawakan semua informasi mengenai pembunuhan Anushka.
"Belum di temukan ?" Tanya Zico kepada Berson .
"Belum !Tuan,seperti nya Mereka telah pergi dari Negara ini,dan Tuan Besar meminta saya untuk menyampaikan satu hal penting !" Sambung Berson.
"Katakan !" ucap Zico bangkit dari duduknya.
"Tuan Besar meminta kepada Anda untuk melupakan kasus Nyonya Muda,karena Tuan sudah berjanji kepada mendiang Nyonya muda, untuk keluar dari Mafia,jadi Tuan Besar meminta Anda untuk menepati janjinya!" Jelas Berson menundukkan kepalanya .
"Bagaimana bisa?" Ucap Zico geram dan emosinya mulai memuncak.
"Karena bagaimana pun,Anda harus menepati janji untuk merawat Nona Muda dengan baik,sesuai dengan permintaan mendiang Nyonya Muda!" Berson saat ini cukup berhati - hati selama berbicara.