
Berbagai mall terbesar di Negara E terletak di Inggris, Turki, dan Portugal dan tak cuma menampilkan sejumlah toko dan restoran yang mengesankan, namun juga banyak pilihan hiburan untuk membuat para pengunjung menikmati suasana di mall ini.
Salah satu nya adalah mall yang sekarang di kunjungi oleh Zara dan Mattew.Westgate Mall yang ada di London,Britania Raya.Didalam mall ini terdapat 363 toko dan juga restoran.
Mall ini diyakini sebagai tujuan belanja utama London dengan tren perkotaan, favorit jalanan favorit bersama dengan haute couture. Dengan restoran yang menampilkan masakan global, fasilitas rekreasi dan hiburan, bioskop, arena bowling, dan kasino, ini merupakan tempat populer bagi tua dan muda.
Mattew membawa Zara ke sebuah toko yang terletak didalam mall itu.Mattew menyuruh istri nya untuk berbelanja keperluannya dari pakaian dan juga makeup,bahkan Mattew meminta istrinya untuk memilihkan beberapa perhiasan yang akan di pakaian kan Zara saat wisuda nanti.
"Sayang...dari mana pengawal ini datang " bisik Zara kepada Mattew saat melihat tiga orang Pria asing dengan bertubuh kekar berdiri di belakang Mereka.
"Aku baru memanggilnya tadi,saat Kamu ke toilet,seperti nya Kita butuh beberapa pengawal untuk menjaga Mu agar tidak ada Pria lain yang mendekati Mu" Jawab Mattew juga sedikit berbisik kepada Zara.
Zara kaget mendengar jawaban dari sang suami,Pria ini bisa melakukan apa saja dalam waktu singkat,sesuai dengan keinginannya.
"Sayang ..ini terlalu berlebihan " Sambung Zara lagi yang masih berdiri di depan Toko.
"Demi keselamatan Mu sayang..!"Mattew segera memegang lengan Zara,dan menuntunnya untuk masuk ke dalam toko,tiga pengawal itu juga mengikuti mereka dari belakang.
Pelayan Toko menyambut Mereka dengan ramah,Apalagi melihat Mattew yang sudah terkenal di Negara E.
Zara duduk di sofa,semetara ke tiga pengawal berdiri di belakang Zara dengan jas hitam dan kaca mata hitam ciri khas Mereka sendiri.
Mattew memilih beberapa jas mantel untuk Zara yang terlihat mewah dan unik.
"Ini..ini..dan ini ...! Sayang Kamu mau yang mana lagi" Mattew menoleh kearah Zara yang masih memperhatikannya
"Sebelah kanan seperti nya cantik"jawab Zara dengan menunjukan jas mantel yang bewarna pink muda.
"Ini bungkus semua,dan Saya mau ini,ini dan juga satu lagi yang ini "
Sesuai perintah dari Mattew,pelayan itu mengambil semua yang di inginkan oleh Mattew dan segera memasukannya kedalam paperbag di letakan diatas meja didepan Zara,para pengawal dengan sigap mengambil belanjaan diatas meja.
Mattew membawa Zara ketempat perhiasan,masih didalam toko tersebut.
"Bungkus semua perhiasan yang ada diatas ini,Aku mau semua !"Titah Mattew,Zara hanya bisa membulatkan mata nya melihat kearah Suaminya yang bertingkah aneh.Sebelum nya,Zara tidak pernah memakai perhiasan yang berlebihan jadi pikirnya tidak perlu membeli begitu banyak.
"Sayang ini....."
"Sssttt...!"
Mattew segera membungkam bibir Zara jari telunjuknya agar berhenti komentar,apapun yang di lakukan Mattew demi menyenangkan istrinya.
Setelah puas membeli bebepa baju dan perhiasan,kini Mattew juga mengajak Zara untuk memilih tas dan juga sendal yang harus di kenakan Zara.
"Tas mana yang menurut Mu bagus,ambil saja,Aku akan membeli nya untuk Mu,jangan melihat harga "Bisik Mattew kepada Zara,Gadis ini hanya tersenyum, lalu memilih beberapa tas dan dompet yang menurut nya menarik perhatiannya.
Setelah memilih nya,pelayan toko segera membungkus semua barang yang di pilih oleh Zara,dan memberikan paperbag kepada pengawal Mereka.
"Carikan beberapa sendal yang berkelas,yang nyaman untuk di pakaikan oleh ibu hamil,dan beberapa sepatu boots untuk istri Ku yang imut ini" Perkataan Mattew membuat Zara geli sendiri,sejak kapan CEO dingin ini berubah menjadi Pria yang begitu ramah dengan orang disekitar.
Setelah selesai memilih,Mattew segera keluar dari toko itu,dan di ikut oleh tiga pengawal Mereka.
"Kenapa Kau menatap Ku ?" Mattew melirik kearah Zara yang dari tadi memperhatikan nya
"Bee belum membayar nya !"Ucap Zara lirih .
"Sayang,kenapa Aku harus membayarnya,ini toko punya Aku sendiri !" Jawab Mattew dengan sombong,dan melanjutkan jalannya.
Zara lagi - lagi di buat bingung oleh Suaminya,dan segera menyusul Mattew yang hendak keluar dari pintu mall,menuju tempat parkir.
"Aku memang tidak pernah tau,seberapa banyak toko dan Bar milik Mu,tapi Bee kenapa Kau tidak pernah menceritakan semua nya pada Ku,Apa Aku istri Mu tidak layak mengetahui penghasilan Mu?" Tanya Zara saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Mungkin ada banyak proyek yang setiap bulannya Bee tangani,bahkan Aku mungkin tidak tau,jadi Aku bisa tau seberapa lelah nya Kamu bekerja sayang..!Jadi,tidak perlu begitu memberikan Ku banyak barang mewah seperti ini !" Perkataan Zara justru membuat Mattew tertegun.
Mattew melepaskan setir mobilnya,mematikan mobil nya,masih di tempat parkir,dan melirik kearah samping,dimana istrinya duduk .
"Sayang ..!Dengar,seberapa pun Aku lelah,Aku melakukan ini semua untuk Mu,Aku tidak pernah merasa lelah saat Aku ingin mencapai sesuatu itu karena Mu,apalagi sekarang Kamu sedang mengandung,bagi Ku,ini adalah hadiah dan harta terindah yang Kau berikan kepada Ku,seberapa banyak barang mewah yang ku sediakan untuk Mu,tidak akan sebanding dengan hadiah yang Kamu berikan kepada Ku..!"
Cup..! Mattew mencium kening istrinya,melihat nya dengan penuh cinta,Zara cukup bahagia memiliki suami yang begitu menyayanginya.Tidak masalah usia yang berbeda jauh,namun rasa cinta Mattew kepada Zara mengesampingkan usia Mereka,nyata nya Zara begitu bahagia hidup bersama dengan suaminya.
"Aku akan membawa Mu,untuk makan es cream dan juga Cake,Kamu pasti menyukainya "
Zara hanya menganggukkan kepala saja.Mattew segera melajukan mobilnya mencari toko Dessert yang enak di Negara E.
Mobilnya berhenti disebuah toko Dessert,pengunjung hari itu begitu ramai,sehingga Mattew harus mengantri untuk membeli beberapa Dessert untuk istrinya.
Disaat Mattew sedang mengantri,Zara menunggu nya di dalam mobil.Tanpa sengaja Zara melintas Anushka yang baru saja keluar dari butik Desainer Wedding, yang terkenal di kota tersebut.
Anushka baru saja selesai fitting baju pengantin dengan Pangeran Derrin,dan di terima oleh dua orang bawahan Pangeran Derrin.Disaat Pria ini tengah sibuk mengangkat telepon,lalu Zara turun untuk nyamperin Anushka yang hendak masuk mobil.
"Anushka ..!" panggil Zara lirih.Gadis ini segera menoleh karena mendengar seseorang memangil namanya.
"Za..Zara ..!"Jawab Anushka
"Tunggu " Zara menghentikan Anushka menutup pintu mobil nya,disaat gadis ini ingin menghindar dari nya.
"Kenapa Kau menghindar dari Aku ?Kita kan teman,sebelumnya Aku belum mengucapkan terimakasih pada Mu,terimakasih atas kebaikan Mu,Papa Ku hari itu,bisa selamat karena Kamu !" ucap Zara memegang tangan Anushka,gadis ini baru berfikir kalau Zara tidak mengetahui hubungan Zico dan Anushka .
"Aku hanya memberitahu penawar nya saja,Jika Tuan Besar,bisa selamat itu karena keberuntungannya " jawab Anushka,Perkataan Anushka membuat Zara memikirkan sesuatu kenapa jawaban Anushka tidak asing terdengar di telinga Zara.
"Anushka,sedang apa Kau disini ?" Tanya Zara lagi,Anushka melirik kearah kiri dan kanan,Anushka berencana untuk menyampaikan sesuatu kepada Zara .
Bugh ..! "Hati - Hati ..!" Teriak Mattew, yang menangkap tubuh Zara saat Pangeran Derrin mendorong nya .
"Jaga Wanita Anda,jangan sembarangan mendekati orang lain !" Ucap Pangeran Derrin senang sombong
"Apa yang Kau lakukan ..!" Anushka mencoba keluar dari mobil,namun Pria itu mencegahnya.
"Kenapa Anda berbicara begitu sombong,Kau pikir Kau siapa bisa menindas orang seenaknya " Raut wajah Mattew yang memerah,menahan amarahnya.
"Kau berani menentang Ku...!" Ucap Pangeran Derrin,bebepa bawahannya,datang menghampiri,Mereka menodong senjata kearah Zara dan Mattew.
"Sayang,udah Aku tidak apa - apa !" Zara menarik baju suami nya,karena tidak ingin orang itu menyakiti Mereka.
"Cukup Pangeran Derrin Kita perlu kembali !" Anushka memanggil Pria itu,dan segera Pangeran Derrin masuk kedalam mobil,dan di ikuti oleh bawahannya.
"Kau mengenal Wanita itu ?" Tanya Mattew saat mobil mereka pergi.
"Dia gadis yang sama yang waktu itu di sekap Alex,dan Dia yang memberitahukan Kita soal penawar untuk Papa" jelas Zara,Mattew baru mengingatnya kembali.
"Lain kali,Kamu harus lebih hati - hati,Pria yang bersama dengan Dia adalah Pria licik" Pernyataan Mattew membuat Zara menganggukkan kepala nya ,dan membawa Zara masuk dalam mobil.
"Sayang,bagaimana kalau Kita ketempat Mama,sekalian menjenguknya,Dessert ini bawa untuk Mereka saja "
"Boleh juga" Mattew lagi - lagi mengusap kepala Zara dan tersenyum kepada istrinya,seketika wajahnya yang semula memerah,bak malaikat pencabut nyawa,kini berubah drastis menjadi begitu lembut.