
Zara masih berdiri di ruang tamu,mengambil handpone nya dan segera menelpon Zico.
"Hallo,Kak di depan mansion banyak wartawan,Aku dan Anushka hanya berdua disini,Mereka memaksa masuk kedalam mansion,pulang lah segera Kami takut!" Ucap Zara dengan nada gemetar.
"Apa yang terjadi ?" Tanya Mattew saat melihat Zico panik.
"Beberapa wartawan menerobos masuk kedalam mansion,Aku lupa pagi ini Papa juga pergi dan membawa beberapa pengawal,jadi dirumah tidak ada pengawal lain,karena sebagian sudah di pulangkan ke pulau !"
Zico segera masuk kedalam mobil,dan Mattew juga ikut masuk .
"Zara Kamu masuk dulu kedalam kamar,Aku tidak dapat menahan mereka lagi" Teriak Anushka
Zara segera membantu Anushka untuk menutup pintu.
"Aaaaahhh....!" Teriak Anushka saat Mereka berhasil membuka pintu utama.
"Hati - hati Kak!" Zara memegang bahu Anushka dari belakang saat Mereka hendak jatuh.
Zara segera menarik tangan Anushka untuk lari ke kamar,namun sial nya para wartawan sudah menerobos masuk,bahkan ada beberapa orang tanpa takut masuk kedalam mansion.
"Baru kali ini bisa melihat langsung tempat ini benar - benar menakjubkan !" Ucap salah satu wartawan itu.
"Kenapa ada dua Wanita hamil ?" Tanya Mereka lagi,sebelum nya Anushka belum terekspos di dalam keluarga Carlose,tapi sebagian wartawan sudah mengenal Anushka saat pertemuan dengan Pangeran Derrin.
Mereka memotret sesuka hati Mereka,tanpa memperdulikan keadaan kedua Wanita itu.
Anushka membantu menutupi Wajah Zara agar tidak terekspos.
Zara dan Anushka terlihat tertekan dengan situasi saat ini,Zico dan Mattew belum juga sampai.
Brak..!
Zico menendang pintu utama dengan kuat,Asisten Jo dan Kasio mencoba mengusir para wartawan,Mattew dan Zico masuk kedalam untuk melindungi istrinya masing - masing .
Begitu melihat Mattew datang,para wartawan begitu antusias memotret Mattew dan Zara,dengan suasana begitu memuat Zico murka .
"CUKUP ! ! !" Teriak Zico dengan keras.
Semua wartawan kaget,melihat kearah zico yang sedang marah .
"Keluar semua nya ! " Sambungnya lagi,masih posisi memeluk Anushka.
Semua wartawan nampak gemetar melihat kemarahan Zico.
"Usir Mereka semua,bila perlu hancur kan semua kantor tempat Mereka kerja,berani - berani nya menerobos masuk kedalam mansion,belum ada sejarah wartawan menginjakkan kaki nya kesini!"
Melihat kemarahan Zico satu persatu wartawan mundur,tanpa membantah.
"Sayang Kamu enggak apa - apa ?" Tanya Mattew,seketika melihat tangan Zara yang tergores akibat cakaran kuku yang disebabkan oleh salah satu wartawan.
"Berhenti!" Teriak Mattew saat para wartawan ingin pergi,"Tidak ada satupun boleh meninggalkan tempat ini!" Sambungnya lagi membuat Zico dan yang lain kaget.
"Siapa yang melukai tangan istri Ku ?" Tanya Mattew mengangkat lengan Zara,memperlihatkan luka di tangan Zara.
Semua wartawan nampak memperhatikan satu sama lain,tidak ada yang berani bersuara.
"Kasio !" Panggil Zico lagi
"Iya Tuan "
"Periksa cctv ruangan ini,jika menunggu jawaban dari Mereka tidak ada yang mau ngaku !" Titah Zico semakin marah.
Seseorang yang berdiri paling belakang ingin kabur,Asisten Jo segera menangkap nya.
Bugh ..!Asisten Jo menghempaskan tubuh Pria itu ke lantai,membuat nya gemetar .
"Tuan Aku yakin,Dia orang nya !" Ucap Asisten Jo.
"Yang lain bubar sekarang,dalam 1 menit masih berada disini,Akan ku patah kan semua kaki kalian !" Ucap Zico,semua wartawan segera keluar begitu mendengar ucapan Zico.
"Tuan,maafkan Aku,seseorang memerintahkan Aku, untuk mencelakai Nyonya Tuan Muda Carlose,tapi Aku tidak tau yang mana asal melukai saja !" Ucap wartawan itu,membuat Zico marah.
"Kau ..!" Zico mencengkram kerah baju Pria itu,seketika Zico sadar kalau Anushka masih disana .
"Sayang ...!"Anushka menarik jas Zico,namun pria ini menepis nya.
"Masuk ke dalam !" Titah Zico lagi.
"Sayang,jangan pukuli orang ini !" Ucap Anushka lagi.
"Sudah Aku katakan,masuk ke kamar !" Ucap Zico lagi dengan nada lebih tinggi,membuat Anushka gemetar.
Melihat reaksi Anushka yang gemetar,Zico segera memegang bahu istrinya.
"Sayang masuk ke kamar ya,jangan buat Aku lebih marah,nurut ya !" Ucap Zico dengan lembut memegang wajah istrinya.
Mattew segera membawa kedua wanita itu masuk ke kamar belakang,dan meninggal Zico dan yang lain.
"Tuan mau di apakan ini ?" Tanya Asisten Jo
"Patahkan tangan dan kaki nya,lalu kirim ke rumah sakit,bayar semua biaya rumah sakit nya sampai sembuh !" Titah Zico.
"Jangan Aku mohon jangan,Aku ngaku salah !" Ucap Wartawan itu,tapi tidak di gubris oleh Zico,Dia sengaja memberi efek jera begitu supaya kedepannya tidak berani lagi buat rusuh.
Di Mall . . .!
Clara terlihat telah belanja begitu banyak,semua keperluannya telah di beli,Mereka segera keluar dari mall.
"Haah..!" Clara kaget ketika sang suami menggendong nya.
"Turunkan Aku,malu di lihat orang !" Bisik Clara ,namun di acuhkan oleh Abian yang terus saja menggendong istrinya sampai tempat parkir.
"Young Kamu pulang bersama Bi Sumi dan Bi Nana ya ,Clara ikut Saya !" Titah Abian yang di balas anggukan oleh Young .
Berson segera melajukan mobil nya saat Tuan dan Nyonya nya telah bersiap di dalam mobil.
***
Prang ..!
Sebuah gelas terjatuh dari meja makan,Mike melirik kearah istrinya yang sedikit pucat.
"Sayang ..! " Panggil Mike kepada Roshita yang sedang makan bersama nya.
"Aku merasa pusing,seperti nya Aku kurang darah !" Jawab nya memejamkan matanya sebentar lalu membuka lagi melirik suaminya yang sudah duduk disamping nya .
"Kita Ke Dokter ?" Tanya Mike kepada Roshita.
"Tidak perlu di istana ini ada tabib,entar Aku suruh pelayan untuk panggil tabib" Roshita berusaha bangkit dari duduk nya.Namun,tubuh nya masih lemah dan segera jatuh,Mike dengan sigap menangkap nya.
"Hati - hati !" Mike memegang bahu Roshita,menuntun nya ke kamar .
"Kamu baring dulu sebentar,Aku telah menyuruh tabib kesini !" Ucap Mike membantu Roshita berbaring di ranjang .
tok ..tok..tok..
"Masuk "
Seorang pelayan mengantar tabib ke kamar,dan segera menyuruh nya masuk kedalam kamar.Tabit tersebut mengeluarkan semua alatnya,dan mulai memeriksa denyut nadi Roshita.
Setelah selesai,Mike menunggu jawaban sang tabib hasil pemeriksaan nya,meskipun Mike tidak paham dengan cara tabib memeriksa,tapi Roshita cukup paham akan hal itu,karena Dia sudah terbiasa.
"Selamat Tuan,Istri Anda sedang mengandung,usia kehamilannya sekitaran 1 bulan,untuk memastikannya kalian bisa langsung ke rumah sakit terdekat,untuk memeriksanya !" Pinta seorang tabib.
"Terimakasih,Aku akan membawa nya besok !"
Tabib segera berpamitan keluar dari kamar Roshita.
Mike terlihat sangat bahagia,dengan kehamilan Roshita bahkan tanpa henti - henti nya Mike mencium tangan sang istri saking bahagia.
"Sayang ...Cup terimakasih telah memberikan kado terindah untuk Ku !" Ucap Mike
"Aku juga bahagia memiliki suami yang baik seperti Kamu " Jawab Roshita memeluk sang suami .
Setelah sekian lama,akhirnya Roshita hamil Anak kedua nya,itu adalah suatu berita yang cukup membahagiakan kedua nya,terlebih lagi Mike tidak henti - henti mencium Roshita dan memeluk istrinya.