The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 199 - Gray



“Apa yang hendak kau—“


Belum selesai dia bicara, Bing Lian tanpa aba – aba mencengkram kuat kepalanya dan bersamaan dengan itu permata Memory Exploitation Ring bersinar terang. Si ketua pasukan pengintai membuka mulutnya lebar namun suaranya tidak keluar, cuma terdengar layaknya erangan pelan makhluk sekarat.


Matanya melotot lebar hanya memperlihatkan bagian putih saja sebab pupilnya sudah berpindah tak karuan, otot – ototnya menegang bahkan jika Baixian belum mengikatnya mungkin orang tersebut telah mengamuk tak kuasa menahan penderitaanya.


Benaknya sekarang dipenuhi ingatanya sendiri yang silih berganti cepat keluar masuk sesuai pengelihatan Lian, sederhananya Spirit Tools berbentuk cincin ini adalah alat untuk mencari informasi secara paksa terhadap tahanan atau sandera. Penggunanya dapat menelusuri seluruh isi kepala korban dengan sangat mudah, walau efektif ada alasan mengapa Lian memutuskan berhenti menggunakannya sejak kehidupan pertamannya.


Memory Exploitation Ring memberi kemampuan merasuki pikiran seseorang dan tindakan barusan tentu mempunyai konsekuensi besar, perbuatan itu mampu mengacaukan kewarasan pihak terkena sebab ketika membongkar data dalam otaknya akan menyebabkan kerusakan fatal jika tidak hati – hati. Bahkan kalau dilaksanakan sekasar mungkin juga tanpa belas kasih cukup satu menit si korban pasti gila.


Mengetahui efek sampingnya begitu parah Bing Lian akhirnya memilih menyimpan barang tersebut di bagian paling dasar Galaxy Ring miliknya karena dianggap terlalu brutal, namun kenyataanya setelah berpikir cukup matang Lian beberapa kali memakainya kepada sosok – sosok tertentu termasuk saat dia melacak sekte – sekte penyerang Seoris Kingdom yang mengakibatkan terbunuhnya Bai Wen.


Tetapi biasanya Cultivator – Cultivator hebat tidak terpengaruh oleh Memory Exploitation Ring, contohnya Bing Lian yakin kalau digunakan terhadap anggota – anggota Twenty Supreme Entitetis hanya bakal membuang – buang tenaga soalnya tingkat Nascent Soul Great Circle – Stage mempunyai proteksi kuat buat mengamankan serangan ke benak masing – masing.


Selepas puas dan menemukan segala hal yang ingin diketahuinya Lian melepaskan pegangannya lalu berjalan menuju tempat Baixian, dia mengembalikan Spirit Tools barusan pada tempatnya serta membuka Earth Gods Teapot buat memasukan orang itu supaya menemani jasad para anak buahnya. Lagi pula sekarang nasisbnya usai terkena efek samping Memory Exploitation Ring bisa dibilang lebih buruk ketimbang kematian.


Sejujurnya sejak dulu banyak sekali orang membenci dirinya bahkan beberapa menyebutnya penjahat kejam berhati dingin, Bing Lian mengabaikan semua perkataan mereka tanpa pernah mengacuhkannya sekalipun karena sebenarnya jauh di lubuk hatinya Lian tau memang demikianlah faktanya.



Dia bukanlah orang suci berhati bersih namun munafik seperti aliran putih atau penjahat tidak bermoral yang menyanyangi orang – orang terkasihnya saja layaknya aliran hitam. Bing Lian adalah Cultivator aliran netral dimana ia punya hak memperjuangkan kebenaran menurutnya pribadi meski harus mengotori tanganya dengan darah jutaan musuh demi hajat hidup lebih banyak.


Bing Lian rela dipanggil malaikat jatuh ataupun iblis berhati mulia, inilah mengapa sabahat – sahabatnya sangat mengaguminya. Pengorbananya serta beban pada pundaknya mungkin hanya Lian seorang mampu mengemban hal tersebut, makanya dalam hatinya selalu terdapat ucapan.


‘Aku akan melindungi orang yang pantas untuk dilindungi dan keamanan benua ini, bahkan bila harus menjadi Raja Iblis berikutnya sekalipun’


><


“Bagaimana hasilnya” tanya Baixian menatap kosong hamparan es formasi Glacier Raging Formation, tanpa perlu menoleh ia bisa merasakan kedatangan Tuannya dari pancaran Qi pemuda itu.


“Tak terlalu signifikan, kurang lebih hampir sama sesuai perkiraan kita”


“Hei? Bolehkan aku menanyakan sesuatu?”


“Silahkan, tumben kau mengedapankan sopan santun naga tua”


“Berisik, berkacalah sialan”


“Hehehe....apa maksudmu? Aku bahkan masih belum genap berusia dua puluh tahun” Bing Lian terkekeh geli sampai membuat urat pelipis Baixian menegang saking kesalnya.


“Saat kehilangan Putri Bai Wen....kau membuka gerbang terakhir bukan? Dan membuang seluruh perasaanmu”


Bing Lian terdiam cukup lama, perlahan kilasan ingatanya bertemu Heavenseal demi membuka ketujuh titik praktisi Immortal Foundation kembali memenuhi kepalanya. Kejadian tersebut sangat membekas jadi mustahil dirinya lupa, Baixian memberikan waktu buatnya mencari jawaban. Sudah lama ia penasaran tentang perbedaan sikap Lian setelah insiden hancurnya Seoris Kingdom.


“Benar.....aku akhirnya melakukannya padahal sebelumnya selalu gagal, bisa jadi karena pengahalang terakhirnya menghilang. Membuang sepertinya kata yang kurang cocok, mungkin lebih tepatnya aku menemukan tujuan hidup lain usai ditinggalkan.....”


“Dunia tetap berputar dengan atau tanpa Tuan Putri dan orang tuaku, menyesalinya tidak ada gunanya. Terkadang meski berat.....merelakan adalah satu – satunya cara kita mampu mengangkat kepala sekali lagi” balas Lian tersenyum pahit.


“Begitu rupanya....”


Baixian akhirnya sadar perbedaan antara dia serta keempat Hewan Suci lainnya ketika mengira Lian tewas, mereka hancur berkeping – keping terpecah juga tak memiliki alasan bersama. Masing – masing mempunyai kepetinganya sendiri – sendiri, Baixian bertanya – tanya semisal pernah mendengar penjelasan barusan dulu apakah kasusnya bakal berbeda?.


Mungkinkah Qinglong, Zhuque, Xuanwu, dan Hubai menemaninya menjaga Continental Eater di dimensi Hoerju?. Bukan malah berseteru terus memilih untuk berpisah lalu menyambut kedatangan sang Tuan untuk kedua kalinya?. Semua akan menjadi misteri hingga semuanya berkumpul kembali mendiskusikan hal ini.


Perlahan Baixian mulai memahami asal kebijaksanaan sekaligus penilaian Bing Lian terhadap masalah selalu akurat, namun fakta itu membuatnya jadi penasaran tentang sesuatu. “Lian....bagaimana soal keputusanmu memilihku memim—“.


“Datang.....”


Bunyi deru ditambah tiupan angin sepoi – sepoi menenyentuh lembut wajah keduanya cukup sebagai pertanda kedatangan rombongan Frozen Swan River, dari kejauhan nampak siluet tiga Spirit Boat besar dengan tiang – tiang tinggi menembus tebalnya kabut. Lian memberikan siulan pertanda situasi aman terhadap kapal serta ke penduduk Seed Repository Village supaya segera berkumpul.


“Maaf....kau mau bilang apa tadi?”


“Eeee....lupakan”


“Jangan ambil hati ucapan Qinglong kepadamu, kau pantas dan aku pasti tetap menunjukmu meskipun diberi kemampuan memutar waktu kawan lama....”


“Eh?” Baixian tersentak mendengarnya terlebih mendapat tepukan pelan di pundak.


Lian maju menanti bala bantuan sementara Baixian menatap punggungnya sedikit heran bagaimana ia seolah – olah membaca pikiran serta kegundahannya selama ini, bagi Baixian jawaban barusan sangat berarti meski jika sebenarnya Bing Lian berbohong sekalipun demi menjaga perasaanya.



Si naga putih akhirnya tersenyum tulus, entah kapan terakhir kali dia melakukannya. Rasanya sangat berbeda bahkan saat dirinya berhasil mengalahkan Raja Naga sebelumnya dan menguasai Gunung Jianghou. Mendadak dalam pengelihatan Baixian muncul empat sosok lain pada kiri kanan Lian menoleh ke arahnya sambil memasang ekspresi seakan berkata, ‘Kenapa kau lambat sekali sih? Jangan membuat Tuan kita menunggu kadal beras?’.


“Dasar brengsek....kalau berkumpul lagi kuberi kalian pelajaran keparat – keparat tengik....”


“LIAAAANNNNN!??”


Pekikan tersebut memecah keheningan sampai menyebabkan Bing Lian maupun Baixian bertukar pandang, di atas Spirit Boat terdepan nampak si pelaku. Jin Chyou ditemani Xue Yi melambaikan tangan dengan wajah sumeringah nan semangat, beberapa Tetua juga anggota sekte kelihatan ikut serta. Meski terkesan hangat Lian merasakan delik tajam menghiasi mata dua gadis tadi kemudian membuatnya menelan ludah sedikit berat.


Ch.199 (265)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 66 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).