
“Mmm....menarik, begini saja mari kita buat semacam perjanjian” Bing Lian menjentikkan jari usai Gao Xuegang menyahut demikian.
“Ada sesuatu terlintas dalam kepalamu?”
“Iya, jika Sarjana Yao mampu menciptakan pil – pil kelas dasar terlepas dari ‘bagaimanapun’ caranya maka anda Tetua Gao, harus merelakan aku dan fokus kepadanya”
Gao Xuegang menyipitkan matanya sebelum mengelus – elus jenggot panjang miliknya berpikir sebentar, sementara Lian sendiri tesenyum sembari mengangkat alisnya agar penawarannya terkesan sangat menguntungkan. Setelah menerawang jauh ke depan terus gagal menemukan kemungkinan apapun seseorang manusia dapat melakukannya dalam waktu singkat Gao Xuegang akhirnya setuju.
“Aku benci ekspresimu sekarang bocah sial karena tau kau pasti mempunyai rencana busuk ckk....tapi baiklah aku akan ikuti permainanmu”
“Bagus, aku tau Tetua tidak bakal mengecewakan ekspektasiku. Kita lakukan seminggu dari sekarang”
“Jangan terlalu cepat senang, demi keadilan siapa tau kau berbuat curang dengan membuatkannya. Aku sendiri yang memilih jenis pilnya pada hari itu juga” kata Gao Xuegang melipat kedua tangannya.
“Diterima, kalau begitu aku pun berhak meminta anda tak boleh mengawasi kami saat berlatih”
“Tentu....jika dia gagal kau harus menjadi muridku selama sepuluh tahun”
“Ahh....namun sebaliknya, misalkan Sarjana Yao berhasil anda sebaiknya menepati janji serta merelakan aku Tetua....” Lian mengangguk usai menghela napas panjang.
Keduanya saling menjabat lengan masing – masing pertanda kesepakatan selesai, Gao Xuegang langsung terbang pergi meninggalkan lokasi tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi. Pria tua tersebut nampak kurang sabaran, bisa – bisa ini akan menjadi seminggu paling lama dan sulit dilupakan sepanjang hidupnya.
Bing Lian sendiri saat sosok Gao Xuegang telah tidak terlihat di kejauhan bersiul santai kembali duduk dekat api unggun, menyadari Lian mendekat Yao Quon memejamkan mata berpura – pura tidur. Perlahan Bing Lian mengambil sehelai daun jatuh tertiup angin lalu memainkan sebuah lagu indah berbekal seruling alami tadi, alunannya secara mengejutkan menyebabkan Yao Quon terlena terus secara cepat tertarik menuju dunia mimpi miliknya.
><
“Hahaha Sarjana Yao, aku tau kau menguping semalam”
Wajah Yao Quon memucat secepat kilat begitu Bing Lian berujar demikian, padahal sejak bangun dia berusaha keras bersikap normal bahkan sengaja bertanya kemana perginya Tetua Gao supaya dianggap tak tau apa – apa. Sayang aktingnya sepertinya belum mampu mengelabui Lian, saat ditanya bagaimana ia menyadarinya Bing Lian cuma menyahut hanya orang tuli yang tidak mendengar degup kencang jantung Yao Quon kemarin.
Yao Quon menunduk mengira Lian akan membatalkan rencananya sesudah mengetahui kebohongannya tadi, tetapi prediksinya salah total. Bukannya marah sudah dimata – matai, malah Bing Lian sendirilah meminta maaf ke Yao Quon telah membuat kesepakatan dengan Gao Xuegang tanpa meminta persetujuaanya dahulu.
Sikapnya tersebut menyebabkan Yao Quon gagal menahan tangis, sembari terisak dirinya bersujud di hadapan Lian terus menceritakan pemikiran bodohnya kalau pemuda berambut putih itu sebenarnya hanya memanfaatkan sekaligus membohonginya selama ini. Bing Lian cuma tersenyum kemudian membantunya berdiri dan mengatakan Yao Quon sebaiknya melupakan semuanya.
Akhirnya demi mewujudkan keinginan Yao Quon menjadi Cultivator, Lian melatihnya cara pembuatan pil luar biasa spesial. Bahkan diluar perhitungan atau sempat terbersit pada benak Gao Xuegang sang ahli ilmu Alchemist sekalipun, proses bimbingan Bing Lian sebelum tes barusan juga merupakan faktor utama mengapa nama Yao Quon melejit pada masa mendatang terlepas dari kejeniusan maupun keuletannya.
Rasa pesimisnya dapat memenuhi ekspektasi Lian serta mengejutkan Gao Xuegang saat awal latihan dimulai sirna seiring berjalannya waktu, dia mengerahkan seluruh kemampuan otaknya mengingat bahan dasar ditambah proses pemasakan dua ratus jenis pil berbeda sampai mengurangi jatah tidurnya. Yao Quon melakukan semua itu demi membalas kepercayaan Bing Lian terhadapnya.
Tujuh hari berselang Gao Xuegang kembali lagi untuk memutuskan perkara janjinya dengan Bing Lian, ada pemandangan unik dia sadari sewaktu sampai. Yao Quon menyambutnya penuh percaya diri sementara Lian duduk bersandar di atas salah satu pohon seolah berlepas tangan apapun hasilnya nanti.
Ujian pun dimulai, Gao Xuegang mengajukan sepuluh macam pil dasar namun tingkat kesulitanya bermacam – macam. Lima mudah, empat sedang, dan satu terakhir sangat sulit sebab biasanya digunakan oleh para guru Alchemist demi mengetes murid – muridnya saat mereka hendak naik menuju tingkat Master Alchemist.
Gao Xuegang cukup terkesan Yao Quon menyanggupi semuanya tanpa protes sekalipun, senyuman Lian kian melebar usai mendengar nama – nama pil tadi mengakibatkan Gao Xuegang berkeringat dingin. Hatinya mencelos menyaksikan cara kerja Yao Quon, seorang manusia biasa yang mampu membuat pesanan – pesanannya.
“Bing Lian!? Ini.....”
“Ada masalah Tetua Gao? Hehehe....”
“Tikus kecil kau mempermainkanku....!?” geram Gao Xuegang dengan wajah memerah malu.
“Tidak sama sekali, aku melakukannya secara adil. Anda sendiri yang berkata bakal mengakui Sarjana Yao kalau dia dapat menciptakan pil. Terlepas ‘bagaimanapun’ caranya, terlambat menarik kata – katamu sekarang pak tua”
Bing Lian sengaja menekankan kalimatnya lalu menambahkan ejekan untuk memancing emosi Gao Xuegang, meski kesal dia mengelus – elus janggutnya berusaha menenangkan diri. Walau berhasil menuntaskan tugasnya belum tentu kualitas ciptaan Yao Quon sesuai standar pikir Gao Xuegang.
Ketika selesai, lidah Gao Xuegang benar – benar kelu sampai sulit berbicara. Ia memakan masing – masing karya Yao Quon padahal cukup dari baunya saja seharusnya Gao Xuegang sadar seluruhnya adalah Top-Grade termasuk yang paling susah, Bing Lian melompat turun menghampiri Yao Quon sambil menjulurkan tangan sebelum Gao Xuegang sempat mengumumkan hasilnya.
“Selamat datang ke jalan keabadian ya Sarjana Yao! Hehehe....” Lian mengedipkan sebelah matanya gembira.
><
Tiga hari berselang Bing Lian segera berpamitan kepada keduanya karena harus kembali menuju Seoris Kingdom, sudah terlalu lama dia pergi ujarnya. Gao Xuegang memberinya Spatial Ring berisi pesanan Mask Sage lalu menitip salam, itu merupakan momen terakhir kali Yao Quon menemui Lian muda akibat reuni berikutnya membutuhkan penantian cukup lama.
Sebelum proses pengangkatannya sebagai murid, Gao Xuegang menceritakannya kisah panjang yang intinya umurnya tinggal sebentar. Menyadari Benua Huawai masih membutuhkan sosok Alchemist hebat akibat perang menghadapi bangsa Demon akhirnya dia memutuskan mencari penerus, maka Gao Xuegang pun menanyakan soal kesanggupan Yao Quon.
Si pemuda menyanggupinya sepenuh hati meski ditakuti – takuti dengan latihan berat dan nanti bakal merasa lebih memilih mati saja ketimbang melanjutkannya. Sesudah mengetahui tekad Yao Quon akhirnya Gao Xuegang tidak mempunyai alasan lagi menolak calon anak didik potensial tersebut, bimbingan Gao Xuegang berlangsung selama lima tahun sebelum akhirnya ia menutup usia meninggalkan seorang laki – laki hebat yang kelak diberi gelar Medicine Pillar oleh para Cultivator Benua Huawai.
Ch.257 (350)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 93 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).