
“Duduklah duduklah” ujarnya sembari menunjuk sebatang kayu dekat dirinya berada.
Bing Lian mengikuti arahannya sambil terus mengamati Mao Peng dari ujung rambut hingga kaki, penampilannya masih sama seperti ingatan masa kecilnya. Seorang pemuda berpenampilan sederhana, tampan, dan cerdas sampai mustahil dianggap oleh orang lain ternyata adalah sang Raja Iblis.
“Kenapa Ayah bisa sampai kemari?”
“Menurutmu sekarang kita di mana?” Mao Peng bertanya balik tetap berusaha agar api unggunnya tidak padam.
Lian sekali lagi mengedarkan pandangan menuju sekeliling terutama ke pemandangan di luar air terjun, padang indah luas tersebut mengingatkanya terhadap sesuatu mengenai sebuah kata – kata bijak. Yaitu selesai kesulitan akan datang kemudahan, manusia kebanyakan selalu membenci hal yang tak sesuai keinginannya padahal itu terkadang sesungguhnya adalah pilihan terbaik.
“Alam bawah sadarku bukan?”
“Wah.....kau menyadarinya lumayan cepat....”
“Sebab kalau memang Dunia Bawah, pasti ada beberapa malaikat maut namun aku hanya merasakan hawa keberadaan milikmu saja. Terlebih seharusnya kalau kembali ke sana wujudku juga berubah” gumam Bing Lian memperhatikan pantulanya pada air nampak bukanlah Ice Emperor melainkan bocah berusia sekitar dua puluh tahunan layaknya saat ini.
“Tepat sekali, lagi pula aku pun—“
“Sisa Qi ya? Berarti ucapanmu soal berkunjung salah dong, berarti dasarnya Ayah memang hobi ikut campur. Bukannya aku yang suka mendatangimu terus – terusan hahahaha.....”
“Eh? Ada benarnya sih tapi lupakan, masalahnya adalah aku ditanamkan di sini atas permintaan tubuh utamaku” Mao Peng menyahut selesai berpikir sebentar.
“Apa pemicunya buat aktif?”
“Ketika nyawamu sedang diujung tanduk....”
“Begitu rupanya, jadi aku sekarang sekarat dan hampir mati lagi? Pasti akibat keteledoranku sampai menyebabkan Hawa Jahat tersebut berhasil merengsek masuk menuju Dantian” ujar Lian menghela napas cuek, sama sekali tak kelihatan panik atau menyesal. Mao Peng yang barusan menekan letak jantung Bing Lian menggunakan telunjuknya memiringkan kepala heran.
Perlahan menarik tanganya lalu menjentikan jari, seekor binatang telah dikuliti mirip unggas muncul dari udara kosong sudah tertusuk kayu runcing serta tanpa kepala. Mao Peng menempatkannya di atas kobaran api kemudian memutar – mutarnya santai.
“Kau ada beban pikiran ya?”
“Hmm? Kenapa Ayah bertanya demikian?”
“Perasaan mungkin, kau selalu memasang wajah begini saat bingung tentang pembahasan masalah dalam buku sewaktu kecil. Aku tidak mengerti kok bisa terbawa sampai sekarang? Jika kau mau aku siap mendengarkan selagi menyiapkan makan malam”
“Hehehe....terima kasih, Ayah....” Bing Lian tersenyum sebelum bicara panjang lebar dengan Demon King. Walaupun cuma sekedar Qi, namun Lian merasa nostalgia luar biasa seperti dulu setiap Mao Peng memasakan hasil buruan keduanya beratapkan langit hitam berbintang.
><
Kedatangan rombongan Black Graveyard Sect disambut langsung oleh Sun Binbing, sang Matriach Frozen Swan River. Sementara di sisi seberang ada Gui Fu memimpin pasukan sekte milik Corpse Emperor, Sun Bingbing terbang sendirian selagi para anak buah menunggu aba – aba darinya. Great Albino Whale setia menemaninya tanpa kelihatan raut takut atau gentar sedikitpun.
Nampaknya seluruh Frozen Swan River memang siap mati melindungi warisan leluhur mereka, Sun Binbing menarik napas panjang seiring mendekatnya musuh yang bergerak bagaikan awan hitam pertanda badai. Dia meminta kedua saudari seperguruannya yaitu Dian Wenji serta Wang Yue buat tetap bersembunyi sehingga semisal dirinya gugur, Frozen Swan River masih mampu didirikan lagi.
Walaupun awalnya masing – masing menolak idenya, namun Sun Bingbing bersikeras sebab itu merupakan tanggung jawabnya usai dipilih sebagai Matriach utama oleh guru ketiganya dulu. Sehingga dia memaksa dua Matriach lainnya tak kuasa menolak dan harus patus atas perintah tadi.
“Tentu Senior, sekarang atau tidak sama sekali!”
Secara serentak Sun Bingbing maupun Great Albino Whale mengerahkan Qi untuk mengubah Glacier Raging Formation ke bentuk pertahanan total, angin dingin yang berasal dari ayunan tangan Sun Bingbing juga ekor Great Albino Whale menggulung cepat lapisan es tersebut.
Dalam hitungan detik formasi itu aktif kemudian mengakibatkan rentetan tornado bercampur salju melesat tinggi mengincar penyusup di udara, perubahan ini membuat Glacier Raging Formation akan menyerang terus menerus meski musuh tidak menyentuh mereka, dengan kata lain meski terbang sekalipun.
Tentu saja hal tadi menimbulkan kepanikan dalam pasukan Black Graveyard Sect apalagi terjadinya begitu cepat dan tiba – tiba, terlebih sekarang posisi semuanya terjebak di tengah – tengah sehingga memilih maju atau mundur hasilnya sama buruknya. Untungnya Gui Fu pernah diperingatkan soal kemungkinan kejadian begini oleh kakeknya jadi masih bisa tetap tenang.
Ia memerintahkan agar masing – masing jangan merusak formasi lalu berjanji akan membuat siapapun yang melakukannya mendapat bayaran setimpal, mendengar ucapan Tuan Muda pertama mereka akhirnya tidak satupun berani bergerak seincipun. Alhasil tabrakan mustahil untuk dihindarkan.
BRRRR.....!!!
Tanpa ampun serta henti Glacier Raging Formation menghujani kelompok Black Graveyard Sect, kejadian tersebut jelas adalah angin segar bagi murid – murid Frozen Swan River termasuk Xue Yi. Sayangnya Jin Chyou di sebelahnya malah menambah kencang pegangan terhadap tombaknya seraya berbisik, “Fokus....perang sesungguhnya baru saja dimulai....”.
“Apa maksud—“
“Swans Elder!!!” teriak Sun Bingbing keras seolah menyetujui kata – kata Chyou.
Swans Elder merupakan sebutan bagi para tetua Frozen Swan River, Song My adalah anggota sekaligus ketua mereka. Kegirangan gadis – gadis barusan segera digantikan jeritan ngeri sewaktu lusinan panah seukuran kereta kuda melesat mengincar masing – masing, namun berkat respon cepat Sun Bingbing ditambah arahan telepati Jin Chyou semua berhasil dihalau.
“Pemilik Gift Bizzare Eyes benar – benar merepotkan, siapapun yang mendapatkan dia akan memperoleh bonus besar. Ingat harus hidup – hidup.....”
Gui Fu langsung menyadari biang masalah strateginya selesai Chyou berhasil membelokan jurus kiriman pasukannya tadi, rombongan Black Graveyard Sect melewati hujan tembakan Glacier Raging Formation tanpa kesulitan berarti. Memanfaatkan sekelompok Undead sebagai umpan serta tameng hidup membuat tindakan itu menjadi mungkin.
Walau hancur sekalipun, bukan suatu hal sulit bagi mereka menciptakan beberapa pengganti secara berkala. Sun Binbing berdecak kesal lapisan terluar Frozen Swan River berhasil ditembus dalam hitungan menit, Gui Fu terkekeh meremehkan meski Matriach tersebut berpraktik Nascent Soul Great Circle – Stage sementara dia cuma seorang yang berada di puncak Foundation Realm.
Satu per satu Cultivator Black Graveyard Sect menukik cepat ke tempat anggota Frozen Swan River sambil membentuk mantra tangan, pemandangan mengerikan hujan Undead berbagai tingkatan tentu menyebabkan nyali perempuan – perempuan di sana menciut sesaat. Tapi Sun Binbing dengan gesit melibas satu gelombang berbekal tiupan udara bersuhu rendah terus berteriak, “Jangan takut! Mati berjuang jauh lebih baik ketimbang tanpa perlawanan! Habisi mereka! Demi Frozen Swan River!”.
“WOAAAAA!!!”
Seruan sang Matriach mematik semangat juang seluruh pasukan dan memastikan kalau pertempuran sudah tak mungkin untuk dihindari, bunyi adu pedang ditambah daging terkoyak mulai memenuhi udara. Aroma darah serta jerit kesakitan memperburuk suasana, Sun Bingbing mengutuk dirinya mendorong bibit – bibit muda sektenya harus mengorbankan nyawanya di sini.
Menyadari demi mempersingkat perang ini harus menumbangkan pemimpinnya, Sun Bingbing langsung mengincar Gui Fu. Namun sergapannya gagal akibat kemunculan sosok bocah berjubah, Undead Monarch sebelumnya muncul lagi menahan pukulannya semudah membalikan telapak tangan.
“Anda tak berpikir kalau Patriach tidak kelihatan berarti dia menelantarkan kami bukan?” Gui Fu menoleh sembari mencemooh sinis.
Ch.211 (285)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 74 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).