The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 102 - Terlalu Cepat Bicara



Dalam hitungan detik terdengar banyak bunyi kepala berjatuhan menghiasi lantai restoran disusul oleh tubuh terpenggal mereka tak lama berselang. Potongan itu dilakukan sangat cepat dan rapi sampai bahkan bekas tebasannya tidak meneteskan darah, Lian memang sengaja melakukannya karena mengingat lokasi pertarungan merupakan sebuah tempat makan sehingga berusaha agar sumber mata pencaharian sang pemilik masih tetap berjalan.


“UWAAA....IBLIS!“ teriak salah seorang gerombolan pengganggu tersebut.


Ia berusaha melarikan diri melalui setiap celah pada bangunan namun Bing Lian dengan sigap menutup seluruh jalur evakuasi menggunakan meja ataupun kursi. Sembari memasang ekspresi ngeri serta wajah pucat pasi akibat menyaksikan nasip rekan – rekannya pria putus asa itu mencari sudut ruangan, ingin menjauh sebisanya dari pemuda bertopeng menyeramkan yang tengah membawa pedang kayu berlumuran darah ke arahnya.


“Aku ingin menanyakan sedikit pertanyaan, anggap saja kau beruntung menjadi orang terakhir masih hidup dari rombongan ini. Cobalah berbohong maka kubuat jasadmu mustahil dikenali keluargamu sendiri....”


Lian mengangkat salah satu guci di atas meja berbekal ujung pedangnya lalu membelahnya hingga menjadi serpihan – serpihan kecil halus sebelum akhirnya menodongkan senjatanya lagi tepat menuju muka laki – laki barusan, belum sempat melanjutkan ancamannya lebih jauh Bing Lian mengurungkan niatnya sebab air berwarna kekuningan mulai membasahi celana lawan bicaranya.


‘Dasar jahat, beraninya menindas orang lemah. Kebiasaan burukmu masih ada rupanya....’ Baixian menyindirnya sambil terkekeh geli.


‘Merekalah yang mencari gara – gara tanpa mengetahui dengan siapa berurusan, lagi pula aku kan selalu diganggu lebih dahulu’


‘Itu karena kau menyembunyikan kemampuan aslimu terus tau....’


KRAAK...!!!


“Ahh....” ujar Bing Lian menatap bekas pedang kayu buatannya yang dia siapkan saat hendak pergi dari White Crow Sect dengan ekspresi lelah.


‘Kau mengharapkan apa? Mana ada rongsokan begitu mampu menahan beban penggunaan teknik pedang sehebat milik Tian Clan’


‘Aku tau naga cerewet, sudah kubilang aku melakukannya untuk mengembalikan kemampuan pengendalian Qi. Hanya saja....sedikit kebablasan’


‘Setidaknya pakai beberapa pedang pusaka simpananmu dalam cincin itu yang setingkat Heaven Mid-Tier’ Baixian mengusulkan.


‘Dan menghancurkannya?! Tidak akan! Kau ingin aku jatuh miskin atau apa?’


’Hah...!? Kenapa kau jadi perhitungan sekali! Dengan segala aset milikmu sekarang kau termasuk salah seorang Cultivator terkaya di Benua Huawai! Bahkan sekte bintang 10 pun belum tentu mempunyai kelebihan finansial layaknya dirimu!!!’


“Kau....mengenal Lightning Starling?”


Perdebatan batin Lian dan Baixian akhirnya dipaksa berhenti oleh celetukan Jin Chyou, gadis tersebut menatapnya sambil memasang ekspresi takut akibat semua kejadian tadi bercampur rasa penasaran besar. Sebelum menimpalinya Bing Lian menyerap semua mayat para Cultivator ke dalam Galaxy Ring miliknya agar diubah sebagi nutrisi bagi dimensi di dalamnya.


“Bisa dibilang demikian, Tian Mulan juga kekasihnya Ji Niu”


“Kekasih? Mungkin yang kau maksud adalah suaminya” kata Chyou menaikan sebelah alisnya.


“Ahh benar, aku lupa kalau keduanya sekarang telah menikah. Aku akan memberitahu detailnya nanti saat kita saling bertukar cerita, bagaimana? Kau punya pertanyaan aku pun sama”


Jin Chyou mengusap – usap dagunya sebentar baru mengangguk setuju, entah apa penyebab ia bisa percaya semudah itu dengan orang yang baru saja dirinya temui. Lian akhirnya memulai interogasi kepada penyerang mereka berdua, pria tersebut mengatakan dia adalah salah satu Legacy Disciple sekte bintang 3 bernama Skull Crown Mountain.


Mendengar informasi barusan Lian hanya menggeleng – gelengkan kepala, jika perkataanya benar berarti kemungkinan besar Patriach mereka hanya seorang Culitvator tingkat Core Formation Peak-Stage. Kenapa mereka bisa cukup gila menyerang cucu kesayangan Patriach Noble Treasure Sect yang merupakan sekte bintang 10 sekaligus paling terpandang karena perniagaanya saat ini.


Ternyata Skull Crown Mountain mendapat penawaran menggiurkan dari klien tidak diketahui identitasnya untuk menangkap dan kalau bisa menghabisi Jin Chyou, mereka bahkan membayar sebesar delapan puluh persen harga penuh sebagai uang muka. Tentu ini membuat Patriach Skull Crown Mountain menjadi semangat terlebih mengingat kondisi parah ekonomi mereka.


“Terima kasih, beristirahatlah dengan tenang” Lian berkata tulus kemudian langsung menusuk jantung pria tadi. Dari ekspresinya terlihat jelas keterkejutan menghiasi tatapan matanya.


JLEB!!!


“Apa yang—dasar kejam! Kau membunuhnya begitu saja setelah dirimu menajanjikannya untuk selamat!?“


“Aku menjanjikannya agar tidak mati mengenaskan bukan kubiarkan tetap hidup....”


Entah mengapa dalam sepersekian detik Chyou merasa hampir kehilangan kesadaran akibat tekanan luar biasa tanpa asal usul yang jelas. Dia merasa seolah kepalanya dicengkram kuat oleh tangan super besar, untungnya perasaan tersebut hilang secepat kedatangannya.


‘Baixian? Sembunyikan kembali....taringmu’


‘Grrr....cih! Dasar anak bau kencur....dipikir ia bisa lahir di dunia kalau Raja Iblis masih hidup? Huh!!!’ geram Baixian terus memejamkan matanya kembali.


“Maaf kalau merusak ekspektasimu, namun bukankah apapun yang kulakukan julukan itu akan tetap disematkan padaku?”


Jin Chyou membuka tutup mulutnya beberapa kali mencoba menjawab tapi tidak ada kata yang keluar sampai akhirnya Lian lanjut melangkah menuju tempat pemilik restoran berada. Terlihat keraguan pada wajah Chyou atas keputusannya bicara kepada Bing Lian, baginya laki – laki itu terlalu berbahaya sayangnya rasa penasaran mengalahkan semua kecemasan tersebut.


“T...t...tuan tidak perlu membayar ganti rugi sungguh!?” si pemilik buru – buru menolak saat Lian menanyakan berapa total uang yang harus dia keluarkan.


“Mana bisa begitu, anda bisa kewalahan apalagi banyak pengunjung kabur tanpa membayar. Apa kalian menerima pembayaran menggunakan Spirit Stone?”


“Ahh...iya Tuan, kami sudah sering melayani Cultivator t…te..tetapi anda simpan saja. Melihat tidak ada orang – orangku menjadi korban jiwa serta restoran ini masih berdiri saja sangat cukup bagiku!”


“Jangan sungkan 100 Spirit Stone untuk semua makanan yang kami pesan serta kerusakan, ngomong – ngomong Tuan Pemilik. Dari mana mereka biasa datang?” celetuk Bing Lian meletakan seratus bongkahan batu biru indah di atas meja.



“Eh? Maksud anda....aku juga kurang tau namun kebanyakan melihat mereka datang melalui utara”


“Begitu ya.... sepertinya aku bakal mampir mengingat ke sana arah tujuanku. Jumlah orang yang telah menjadi korban?”


“Terakhir kudengar tiga puluh, tetapi karena jumlah permintaan pencarian orang hilang bertambah terus kemungkinan sudah lebih dari lima puluh orang....keamanan tidak bisa berbuat apapun. Jujur saja aku bahkan ingin segera pergi takut membayangkan reaksi mereka usai Tuan menghabisi anggota sektenya”


“Tenang saja, kalian am—“


BAAKK....!!!


Semua perhatian tertuju ke Jin Chyou yang baru saja menggebrak meja untuk meletakan sebuah kartu berwarna emas. Entah mengapa wajahnya merah padam karena malu bahkan ia tidak sanggup menatap ke arah Bing Lian.



“Aku....akan membayar semuanya, kau boleh mengambil berapapun dari Exclusive Member Pass milikku. Isinya tak terbatas....”


“Eeee....maaf Nona kami tidak tau cara menggunakannya”


“Eh?” Chyou menatap pemilik restoran tidak percaya.


“Pfft!? Aku tambahkan 200 Spirit Stone lagi. Terimalah Tuan, tolong dibagikan uangnya kepada walikota dan keluarga para korban. Minta mereka untuk membuat pemakaman yang layak karena kemungkinan besar sudah terlambat”


Lian segera pergi tanpa membiarkan si pemilik menghentikannya, dia berjalan menerobos air hujan dengan santai tak tersentuh sediktpun seperti basahnya area sekitar. Jin Chyou masih mengikutinya di belakang dengan salah tingkah.


“Bagaimana....caramu mengetahui kejahatan mereka?”


“Insting orang tua mungkin....” jawab Bing Lian enteng sebelum menoleh sembari membuka setengah topengnya.


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K*ry*k*rs*\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).