
Selagi Sun Bingbing menuturkan rencana sebenarnya, dia bersama dua Matriach lain duduk patuh nan sopan layaknya anak kecil yang sedang dimarahi oleh ayah mereka. Sementara Bing Lian bersandar santai serta menaikan kakinya ke atas meja, ekspresi kesal terlihat jelas menghiasi wajahnya.
Semuanya sekarang telah keluar dari dimensi tempat Agate Wood berada dan bicara di kediaman Sun Bingbing, itu adalah kali pertama para Matriach Frozen Swan River melihat Lian marah. Bahkan ketika menghadapi Fairy Snow sekalipun ia masih kelihatan riang, namun kali ini Bing Lian tersenyum pun tidak.
Kalau mau ditinjau seksama, Lian sejujurnya orang pemilik kepribadian simpel atau sederhana. Dia membenci individu – individu yang tak mampu menjaga omongannya serta berbohong menggunakan beragam alasan demi pembenaran diri, menurutnya tindakan tersebut bagaikan mendengarkan gongongan anjing semata sehingga hanya membuang – buang waktu berharganya.
“Begitulah kejadiannya Tuan Muda....” tutup Sun Bingbing bicara pelan dan terdengar lebih mirip cicit tikus, pemandangan janggal jika mengingat dirinya sebagai ketua sekte Frozen Swan River sekaligus Nascent Soul Great Circle – Stage bersikap demikian di hadapan seorang bocah Forging Qi.
“Jadi intinya adalah kalian enggan merelakan aku berlatih di sana karena ingin memberikan kesempatan untuk Xue Yi mencapai Heaven Foundation? Supaya dia dapat menjadi versi kedua Matriach pertama Frozen Swan River?”
“Benar Tuan Muda, sejak didirikan ini merupakan kali pertama pohon tersebut bercahaya kembali. Mengingat bakat Xue Yi dan Dantian satu elemennya kami pikir akan mubazir jika kesempatan luar biasa begini disia – siakan. Terlebih seolah langit memang sudah menunjukan jalannya dengan memberikan murid hebat juga cara memaksimalkan potensinya pada waktu bersamaan”
“Hmm? Jadi sejak pendiri Frozen Swan River, belum pernah ada Heaven Foundation lain kalian hasilkan? Apa kalian telah memberitahunya?” Bing Lian akhirnya bertanya seperti biasa sembari menurunkan kakinya.
Menyadari sikap Lian kembali normal, ketiga Matriach saling bertukar pandang ceria akibat merasa kesalahan mereka telah dimaafkan. Lian membiarkan wanita – wanita itu berpikir begitu, lagi pula bersikap sok penguasa layaknya barusan bukanlah keahliannya.
Masing – masing lalu saling bergiliran mengabarkan kalau hingga detik ini belum menyampaikan keinginan mereka kepada Xue Yi akibat keberadaan dimensi Agate Wood merupakan rahasia tiga Matriach saja. Wang Yue kemudian menceritakan ramalan mimpinya kalau penerus kepemimpinan berikutnya adalah sosok paling tepat membawa Frozen Swan River mencapai masa kejayaanya lagi terus membuat mereka disegani seperti dulu.
Sementara Dian Wenji menjelaskan karena kemunculan jenius – jenius muda di era sekarang, posisi Frozen Swan River makin tersisihkan. Meski mempunyai salah satu Twelve Cosmos Princess akan sulit bagi mereka bersaing semisal Xue Yi gagal membentuk Heaven Foundation, mengingat hampir setiap putri mempunyai latar belakang cukup mumpuni untuk memberikan sumber daya agar mampu mencapai tingkatan tertinggi Foundation Realm tersebut.
Sayangnya begitulah isi pikiran ketiga Matriach Frozen Swan River serta kebanyakan Cultivator benua Huawai, yang mengetahui keberadaan Forging Qi diatas tingkat 15 dan Immortal Foundation mungkin cuma Bing Lian seorang. Itupun andil dari Mao Peng serta Hao Ren sangatlah besar dalam keberhasilan Lian melakukannya.
Tanpa keduanya agaknya mustahil bagi orang seberbakat Bing Lian sekalipun membentuk Immortal Foundation, Lian pernah bertanya apakah dirinya sebaiknya menyebarkan informasi ini kepada khalayak ramai agar banyak terlahir Cultivator sesungguhnya ke depannya. Tetapi uniknya guru maupun ayah angkatnya sama – sama tidak memberikan respon seolah menolak ide barusan. Ketika menanyakan lebih jauh mengenai alasan mereka memutuskan diam, masing – masing berkata kalau Bing Lian akan mengerti sendiri kalau saatnya tiba. Benar saja usai bertemu sekaligus bermain catur dengan Heavenseal ia menyampaikan hal serupa kemudian memperoleh jawabannya.
“Pernahkah kau berpikir mengapa Immortal Foundation begitu jarang para Manusia bisa capai? Lian’er? Bagaimana kalau langit memang berkehendak demikian atas dasar pengetahuan di luar nalar kita?”
“Manusia merupakan makhluk tempat asalnya dosa, membiarkan mereka mencapai tingkatan tertinggi sama saja meningkatkan peluang pecahnya kekacauan lebih besar. Selagi dapat menangani ancaman Demon sendirian, biarkan aku sendiri yang menanggung semua beban itu....” ujar Lian pelan tanpa sadar sambil memejamkan matanya.
><
“Kau mengatakan sesuatu Junior Bing?” Sun Bingbing menyeletuk usai mendengar bisikan samar – samar.
“Ah....tidak, maaf Matriach. Aku cuma asal bicara, yang lebih penting mari kita lanjutkan pembicaraan soal Dimension Realm tersebut. Aku mempunyai alasan tersendiri mengapa ingin menggunakanya dan sepertinya aku tak bisa membagikannya kepada kalian, jadi—“
“Tuan Muda kami—“
“Maksudnya?”
Lian berbekal gerakan luwes mengeluarkan tiga buah utuh Sharp Azure Pineapple kemudian meletakannya ke hadapan masing – masing Matriach. Pandangan mereka segera melebar, ketiganya memang pernah menyaksikan Bing Lian memberikannya dengan santai untuk Great Albino Whale. Melihat Magic Plant langka itu memakai mata kepala sendiri terasa sangat berbeda ketimbang ketika menggunakan Divine Sense.
Sun Bingbing, Wang Yue, maupun Dian Wenji menelan ludah berat. Ketiganya sama – sama membutuhkan buah tadi karena selama ratusan tahun terakhir belum berhasil mendapat kemajuan praktik usai mencapai Nascent Soul Great Circle – Stage, kesempatan emas macam ini tidak bakal datang dua kali.
“Kalian boleh menyimpannya secara pribadi, terserah buat apa. Tetapi masih ada lagi, aku akan membantu Xue Yi membentuk Heaven Foundation. Semuanya, entah kebutuhan sumber daya juga ujian pembentukannya siapku tanggung, ditambah aku bakal menyelesaikan kesalahpahaman kalian dan kerajaan Fairy Snow. Bagaimana? Bukan penawaran buruk bukan?”
“A..an..anda serius?” para Matriach bertanya terbata – bata.
“Tentu, cukup dengan satu syarat. Membiarkan aku berlatih se ari penuh di sana. Beri aku jawaban sekarang atau tidak sama sekali” sahut Bing Lian melipat kedua tangannya sembari bersandar santai, tersenyum ramah namun begitu mengintimidasi.
><
KIEEETTT....BRAK!
Sesudah menutup pintu terus menarik napas panjang akhirnya Lian berjalan meninggalkan kediaman Matriach, cukup puas akan hasil negosiasinya. Dia berjalan dalam diam memikirkan apakah keputusanya telah tepat, kalau seharusnya kesempatan hidup kedua ini diberikan kepadanya agar dia menikmatinya bukankah lebih baik melupakan Agate Wood barusan?.
“Dimension Realm, tiga cincin kembar, pohon khas tempat Demon berasal, nenek peramal bau tanah, mencari sarjana Yao, mengumpulkan lima hewan suci, menembus batasan Forging Qi tingkat 15, mengunjungi kerajaan Fairy Snow.....hadeh terlalu banyak pikiran dan urusan. Di mana kau Baixian saat aku memerlukanmu?”
Bing Lian menunduk dongkol sendiri mendengar isi benaknya, sejujurnya mengurus segalanya dalam waktu singkat membuatnya amat terburu – buru padahal tidak ada kejadian yang mengharuskannya bersikap demikian. Tapi anehnya ada perasaan janggal menghampirinya kemudian meyakinkan jika jalan pilihannya sekarang sudah benar.
Mungkin insting bertahan hidupnya memaksa Lian bergegas akibat kedatangan bahaya kelak tanpa ia sadari, dia tertawa hampa mengolok dirinya sendiri karena sempat berpikir usai kematiannya lima ratus tahun lalu benua ini berubah menuju arah lebih baik. Sayangnya menghilangnya bangsa Demon malah menimbulkan percikan perang antar makhluk – makhluk penghuninya, bukan hanya pergolakan antar manusia. Namun Demonic Beast juga Spirit Beast termasuk di dalamnya.
“Aku tau memaksa berlatih ke telaga itu mungkin kelihatan amat egois, tapi kalau memang dibutuhkan supaya dapat melindungi semua orang dari bahaya atau kekacauan pada masa mendatang aku tidak perduli. Bahkan jika harus perlu menjadi Raja Iblis berikutnya sekalipun....”
Ch.183 (237)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 54 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).