The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 137 - Yinghua



Arata lalu bercerita mengenai betapa indahnya negeri tersebut, di mana mereka bisa menemukan bunga sakura bermekaran kemanapun arah mata memandang ketika musim semi. Karena inilah tempat itu dinamai juga dengan Cherry Blossom Land, ada dua jenis pendekar menguasai tanahnya yaitu para Ronin dan Kunoichi.



Namun teknik Ronin lebih berfokus kepada ilmu pedang sedangkan Kunoichi condong pada pengendalian Qi, walau mungkin tak mampu mengimbangi Cultivator tingkat tinggi Benua Huawai kemampuan mereka patut diwaspadai. Ada cerita rakyat yang mengatakan kalau kedua leluhur pertama Ronin maupun Kunoichi mendapat ajaran langsung dari sang dewa Hyōren kemudian pengetahuannya diturunkan generasi ke generasi sampai sekarang.


“Yinghua terdiri atas barisan pulau tetapi tidak sebanyak juga seluas Southern Thousand Island”


“Begitu...apa kau merindukannya dan ingin kembali ke sana?” tanya Yawen meliriknya.


“Huumm....sangat, tapi saat aku cukup pantas menapaki tanah tersebut dengan kepala mengangkat tinggi. Membawa serta memuliakan ibuku”


“Kuharap kau berhasil mewujudkannya”


“Oh iya benar! Kenapa kau tak ikut saja Putri Yawen? Aku jamin kau pasti menyukainya....” Arata menatapnya antusias.


“Nanti aku pikirkan....lagi pula perjalananmu masih panjang, jangan terlalu cepat memikirkan hasil akhirnya”


Ucap Long Yawen meremehkan sembari mengangkat kedua bahunya, sebulan berselang dia mendatangi rumah Arata terus menyerahkan sebuah selebaran yang berisi pengumuman mengenai perekrutan Dragon Warrior muda. Arata sangat bersamangat mendapatkan kabar tadi sampai tidak kuasa menghentikan getaran tubuhnya ketika mengabari ibunya.


Dua momen barusan adalah penyesalan terbesar Yawen selama hidupnya, pertama ia belum sempat menyanggupi ajakan pergi Arata menuju negeri Yinghua, dan berikutnya memberikan jalan awal perpisahan paling menyakitkan dengan bocah laki – laki itu. Seorang sahabat terbaik sekaligus terdekat bagi sang Black Dragon Princess.


><


“Tuan Putri!? Berhenti!!!”


“Enak saja suruh – suruh! Bweee!?” balas Yawen menoleh sebelum menjulurkan lidah.


Ia memegangi kuat tudung jubahnya lalu menerobos kerumunan orang, mengakibatkan para prajurit pengejarnya kewalahan sebab tinggi rata – rata di sana melebihi tubuh gadis tersebut. Long Yawen menyelinap cepat melewati celah – celah bangunan hingga akhirnya berhasil lolos, dia terkekeh geli sambil memperlihatkan wajahnya kembali.


“Nampaknya sekarang anda hampir menguasai seluruh jalan tikus kota Mianqiu ya? Tuan Putri....”


“Eh? Ahh....Bibi?”


Yawen tersentak mendengar komentar tadi, begitu mengedarkan pandangan barulah ia menemukan seorang wanita cantik tengah menenteng belanjaan yang baru dibelinya dari pasar. Buru – buru Long Yawen mendekat terus membantunya membawa semuanya meskipun sudah ditolak berkali – kali.


Sebab menyadari membujuk anak ini sulit sekali, akhirnya Hiwa menyerah dan berjalan bersama Yawen pulang ke rumah. Dia menawari mengajarkan gadis itu cara membuat Nikuman kesukaannya sehingga Yawen segera menyetujuinya tanpa curiga sedikitpun, memang penasaran kenapa rasa bakpao milik ibu Arata berbeda dibandingkan buatan – buatan orang lain di sana.


“Begini?”


“Iya tepat sekali....anda cepat belajar ya, anjutkan menguleni adonannya sepuluh menit sampai tidak lengket lagi” Hiwa memberikan arahan.


“Hehehe kalau cuma ini sih mudah, dasar Arata. Dia selalu bilang kalau bibi mempunyai resep rahasia sewaktu membuat—Bibi? Ada apa?”


“Eh? Maaf....saya sedikit melamun Tuan Putri”


Long Yawen langsung menghentikan kegiatannya kemudian mengawasi tajam perempuan di sampingnya, sekali lihat dia tau ada hal tidak beres. Nampak jelas jika Hiwa sedang dipenuhi beban pikiran, menyadari perubahan ekspresi Yawen ia pun tertawa lemah sebelum mengakuinya.


Menyembunyikan sesuatu dari Black Dragon Princess sepertinya memang mustahil, Saionji Hiwa mulai menjelaskan kekhawatirannya kepada putranya Arata yang hendak mengikuti ujian bergabung menjadi Dragon Warrior atau prajurit kerajaan.


Dengan demikian kalau dirinya lulus maka bisa dipastikan Arata akan menjadi Cultivator sekaligus anggota sekte berkedok salah satu empat negara besar Southern Thousand Island tersebut. Hal ini tentu menambah semangat Arata karena kalau berhasil dia bakal mendapat gaji terus ibunya tidak perlu repot – repot mencari uang lagi, derajat Hiwa juga akan naik di mata masyarakat Black Dragon Empire ketika memiliki seorang putra tergabung dalam pasukan Dragon Warrior.


“Dia masih terlalu muda, dia belum mengetahui betapa mengerikannya medan perang. Berbeda dengan anda Tuan Putri, anda diberkati banyak kelebihan. Apa lagi anda berasal dari garis keturunan Cultivator hebat di sini jadi aku tidak heran atas kecermelangan dirimu”


“Kau...takut kehilangannya?”


“Tidak ada seorangpun ibu di dunia ini akan menggeleng mendengar pertanyaan itu”


“Anda....bersedia? Demi orang luar seperti kami? Kenapa anda sangat bersikeras menolong?”


“Entahlah, anggap saja akibat bakpao buatan kalian terlalu enak”


“Hiks....terima kasih....terima kasih banyak Tuan Putri, aku mohon bantuannya. Tolong lindungi putraku....” Hiwa akhirnya terisak tidak kuasa menahan tangis.


“Ya....serahkan padaku”


><


“Jangan pernah menyanggupii janji yang tak mampu kau tepati....”


“Hmm? Kenapa kakek tiba – tiba berkata begitu?” celetuk Yawen menghentikan gerakan garpunya tepat sebelum memasuki mulut.


“Ah tidak. Aku cuma mengingat kata – kata sahabatku sewaktu—“


“Baiklah cukup, aku ingin istirahat karena besok berniat menonton seleksi akhir ujian penerimaan Dragon Warrior. Jadi aku permisi, aku sudah enek mendengar kisah – kisah dalam syair Kaisar Es dan Raja Naga Hitam. Dadah....”


“Yaya!? Mana sopan santun—“


Teng Xinyi memilih berhenti usai Long Heiyan mengangkat tangan menghentikannya, akhirnya mereka membiarkan Yawen balik menuju kamarnya. Heiyan menggoyang – goyangkan gelas pada genggamannya sehinga membuat isinya beputar secara perlahan.



“Sayang sekali, padahal ceritanya baru dimulai. Kupikir anak muda memang sedikit sulit mengambil hikmah dari sebuah cerita, mereka lebih cocok juga suka mendapat tamparan keras langsung pengalaman pribadi tepat menghantam pipinya”


><


“Black Dragon Empire Street Martial Arts – Lotus Webbing!”


Arata berhasil menumbangkan lawannya kemudian membuatnya menyerah, saat wasit mengumumkan hasilnya teman – teman Arata segera menuruni tribun untuk menyambutnya. Seleksi kali ini hanya menerima sekitar seratus hingga dua ratus orang saja, pencapaian Arata menyebabkan dirinya berhasil mendapatkan salah satu tempat tersebut dari ribuan pendaftar.


Memang tujuan diadakannya kegiatan itu adalah merekrut anak – anak berbakat sebagai amunisi perang sekaligus regerenasi pasukan, sebab pada dasarnya siapapun yang lulus bakal mendapatkan pelatihan Cultivator serta militer Black Dragon Empire.


Yawen bangkit berdiri meninggalkan kursinya usai pertarungan Arata berakhir, dia tau sejak awal kalau Arata pasti berhasil mengalahkan anak – anak lain. Sekilas Long Yawen menemukan sosok Hiwa di antara penonton, menatap bangga putranya sekaligus menyatukan tangan berdoa semoga dirinya kelak baik – baik saja.


“Harusnya ibu bersikap demikian huh! Mama malah asyik marah sambil menjitak kepalaku” gerutunya pelan.


“TUAN PUTRI!!!”


“Hmm?”


“LIHATLAH! AKU BERHASIL!!! HAHAHAHAHA!!! MOHON BANTUANNYA” Arata melambai semangat dengan seragam barunya menghiasi tangan, teman – temannya ikut melakukan hal sama kepada Yawen.


“Dasar....kalian memang tak pernah berubah, selalu berisik seperti biasanya”


Yawen berbalik hendak meninggalkan lokasi sambil menyembunyikan senyumnya, satu bulan setelah bergabungnya Arata. Pecah perang antara Black Dragon Empire melawan Red Phoenix Empire, datanglah sebuah hari di mana seorang gadis angkuh hebat bernama Long Yawen benar – benar merasa tidak berguna.


Ch.137 (160)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 23 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).