The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 198 - Slaughter



Kedatangan Bing Lian langsung mencuri perhatian seluruh orang yang berada di Seed Repository Village terutama para Cultivator pengintai kiriman Black Graveyard Sect, semua menatapnya dengan tanda tanya besar mengisi kepala masing – masing. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama akibat suara tawa salah satu anggota.


“Pffft?! Siapa cecunguk sok keren ini? Beri dia pelajaran anak – anak”


‘Delapan belas, sembilan belas, dua puluh.....’ Lian menghitung jumlah mereka dalam diam untuk mencari cara paling efektif menangani situasi terlebih terdapat sandera pada pihak musuh.


Cukup dari ucapannya sebelumnya Bing Lian dapat menyimpulkan jika sosok barusan adalah pimpinan kelompok, nampaknya dia dan bawahannya diminta mengamati pertahanan terluar Frozen Swan River. Seakan mengiyakan dugaan Lian, setiap anggota mulai membentuk mantra tangan cepat.


“Corpse Dominance Art – Rise of Death!”


SRRR....!!! RAAAA!!!


“WOAAAAA!!?”


Jeritan penduduk segera memenuhi udara akibat kemunculan banyak sekali makhluk mengerikan memanjat keluar permukaan tanah bersalju tersebut, kelihatannya masing – masing orang mengeluarkan satu Undead General disertai empat Undead Warrior. Mengingat jumlah pengendalinya berarti sekarang ada kurang lebih seratus mayat hidup penuh nafsu membunuh mengelilingi Bing Lian.


Bukannya panik menyaksikan kejadian tadi Lian malah masih mampu melangkah santai sembari merogoh sesuatu yang tersimpan pada lengan jubahnya, tentu para Cultivator Black Graveyard Sect terheran – heran memandangi sikapnya. Manusia paling berani sekalipun pasti minimal ciut jika berada dalam kondisi demikian.


Mendeteksi pergerakan dari denyut nadi juga pancaran Qi, gerombolan Undead dengan cepat menerjang ke arahnya. Saat beberapa hampir berhasil menyentuhnya Bing Lian berhasil mengeluarkan sebuah kertas berwarna keemasan kemudian melemparkannya berbekal ayunan tangan luwes sambil mengirim telepati bagi penghuni Seed Repository Village, ‘Tutup mata kalian sampai aku menyuruh membukanya lagi atau terimalah konsekuensinya’.


“Itu jangan – jangan!? Semuanya lindungi—“


“Golden Tallisman Art – Star Fragment”


BAMMMM!!!


Meski menyadarinya cukup cepat, belum sempat si pemimpin pasukan menyampaikan peringatannya tallisman milik Lian meledak kemudian memancarkan cahaya terang menuju segala penjuru. Walau durasinya cuma sekejap namun dampaknya sangat besar, Undead panggilan Cultivator Black Graveyard Sect terbakar habis dan lenyap tanpa sisa.


Tidak berhenti sampai disitu, mata sebagian pemanggil ikut mengalami cedera serius bahkan mengeluarkan darah usai menatap langsung teknik elemen cahaya tersebut. Sementara kekacauan pecah, anggota – anggota pengintai masih mampu melihat mencari keberadaan sosok bertopeng misterius itu.


Mereka penasaran siapa gerangan dirinya tapi ketika sibuk berpikir korban pertama akhirnya tumbang, satu per satu dijatuhkan dalam hitungan detik. Lian melesat bagaikan kilat menebas leher Cultivator Black Graveyard Sect, dengan lincah dia berpindah tempat memberikan sentuhan – sentuhan kecil menggunakan bilah tajam pedangnya terhadap orang – orang yang meratapi kehilangan indera pentingnya.


“Akkhhh!? Mata—hoek!?”


SRAT! SRET! SROT!


“Berkumpul! Formasi jaring laba – laba!!!”


Bing Lian melanjutkan pekerjaan cuek memilih mengabaikan makna perintah barusan, setelah para Undead menghilang sebenarnya kekuatan Corpse Cultivator berkurang drastis. Tinggal menekan balik dan memberi serangan balasan supaya menyebabkan kepanikan beruntun, kali ini pembantaian Lian bisa dibilang tanpa hambatan berarti.


Kian terpojok ketua pasukan pengintai mulai merasakan ajalnya mendekat, apalagi sekarang anggotanya tersisa setengah. Sepuluh lagi terkapar memegangi leher serta bermandikan darah segar, tetapi karena mengira musuhnya sendirian harga dirinya menolak untuk mundur.


Akhirnya saat Bing Lian hampir tiba di hadapannya, mereka berpencar terus mengeluarkan pisau serempak buat menerkamnya bersamaan. Ia tertawa puas mangsanya masuk ke dalam jebakan, walaupun Lian sempat memotong lengan tiga anak buah pada bagian depan formasi. Si pemimpin cukup yakin dapat menumbangkannya sebab merangsek melalui titik buta.


“SEKARANG MATILAH KAU BRENG—“


GRAP!


“Kalau mau menyerang sembari mengendap – ngendap jangan banyak bicara” tegur Baixian muncul entah dari mana menahan tusukan.


“Hah? Siapa—“


KRAK!


“ARRGGGGGG!?”


Pria tersebut menjerit kesakitan ketika Baixian mematahkan tangannya layaknya lidi tipis, ia tertunduk berurai air mata menahan perih sekitar pergelangannya. Cairan hangat mulai membanjiri salju sekitar tempatnya berdiri, masih terengah – engah dia mendongak menemukan laki – laki bertanduk menatapnya rendah melalui balik tudung jubahnya.



“Siapa....kalian sebenarnya?”


“Hentikan, biarkan pemimpinnya hidup. Kita membutuhkan informasi” Lian berkata lirih masih meladeni seorang Cultivator Black Graveyard Sect.


“Heh, permintaanmu adalah perintah bagiku Tuan. Bagaimana yang lain?”


“Buat apa kau bertanya? Lakukan sesukamu....”


“Dimengerti” balas Baixian menoleh sambil tersenyum dingin memperlihatkan taring – taringnya, momen itulah sang ketua sadar harusnya ia memilih mundur selagi masih sempat.


><


“Kalian sudah boleh membuka mata....”


Mendengar suara pelan Bing Lian penduduk Seed Repository Village menelan ludah berat lalu mengikuti perintahnya, mereka menarik napas panjang terkejut hanya mendapati pria bertopeng sebelumnya sendirian dengan tanah berlapis salju merah. Sosok penyerang – penyerang desa telah hilang dari pandangan entah bagaimana caranya.


Namun cukup melalui pendengaran, masing – masing tau jika seluruhnya telah dihabisi tanpa kesulitan berarti kecuali sang pemimpin. Lian berjalan mendekati seorang nenek tua tengah bersama cucunya duduk saling berpelukan. Dia menatap pemuda tersebut sedikit ngeri tapi kewaspadaanya segera berkurang saat mengenali suaranya, “Anda....yang waktu itu?”.


“Benar, untunglah anda mengingatku jadi tidak perlu penjelasan panjang lebar. Kepala Desa? Bisakah kau menghubungi Frozen Swan River? Sampaikan situasinya darurat dan membutuhkan evakuasi. Katakan juga Bing Lian sudah kembali”


“Baiklah, saya mengerti. Ayo Xin’er” sahutnya buru – buru menggandeng anak perempuan di sampingnya menuju rumah.


“Sisanya silahkan mulai mengepak, lokasi ini tidak aman jadi bersiaplah buat pergi. Bawa barang – barang berharga kalian”


Semua segera bergegas menuruti arahan Lian, sekarang mereka sadar siapa dirinya usai menyaksikan respon terkejut Kepala Desa. Ia adalah pemuda yang cukup gila menerobos formasi sihir Frozen Swan River ditemani seorang gadis beberapa waktu lalu.


Bing Lian mengangguk puas sebelum berbalik hendak mendatangi Baixian, pemimpin pasukan pengintai Black Graveyard Sect diikat pada salah satu tiang besi di tengah kota oleh Baixian menggunakan benang Qi. Dia nampaknya kehilangan kesadaran akibat rasa sakit sekitar pergelangannya sesudah dipatahkan Baixian.


“Kau menjadikan mereka semua sebagai nutrisi Earth Gods Teapot? Sejauh mana kau mau tempat tersebut mengembang sebenarnya?” Baixian menyeletuk sambil melirik ke titik – titik salju berlumuran darah.


“Ahh....kupikir itu nasib lebih baik ketimbang diubah jadi mayat hidup, terserah lagi pula sekarang isinya kosong bukan?”


“Hadehh....terus bagaimana rencanamu mengorek informasi? Cara biasa?”


“Terlalu lama, situasi kita sedang tidak cocok membuang – buang waktu. Bangunkan dia” kata Lian lalu perlahan Galaxy Ring miliknya mulai menyala terang.


Baixian mengangkat kedua bahunya dan menjentikan jari, gentong dekat tempat mereka berada terbang dengan sendirinya kemudian menumpahkan air dingin ke pria terikat itu. Hampir bersamaan Lian pun selesai mengeluarkan sebuah cicin lain berhias permata kecokelatan mirip mata makhluk hidup.



“HOEK!? UHUK! UHUK! BRRRR....!!! ERGHH....”


“Waahhhh....nostalgia sekali ya, kau sungguh mau memakai Memory Exploitation Ring? Kapan terakhir kali aku melihatmu menggunakanya?” Baixian berkomentar terus bersiul pelan.


“Berisik, pergilah menunggu kedatangan Nona Jin serta bantuan Frozen Swan River selagi aku bekerja”


“Oke....”


“Siapa kalian sebenarnya!? Kalau kau laki – laki mustahil bagian dari sekte khusus perempuan itu!?”


“Diamlah....suasana hatiku lagi buruk atau nanti kuremukan kepalamu....” balas Bing Lian dingin memasang Memory Exploitation Ring ke jari kelingkingnya.


Ch.198 (262)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 64 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).