
“Gerakanmu kok makin melamban? Kena!”
“Sial! Cela—akh!?”
GRAB! BUAKH!!! JGERR!!!
Memanfaatkan berkurangnya daya tempur Tie Mu karena terus menerus saling menyerang, dengan cerdik Long Yawen mengunci Hell Stick menggunakan injakan kakinya sehingga tongkat tersebut menempel pada tanah meskipun masih dipegang oleh Tie Mu.
Sembari menahan pergerakan tangan Tie Mu yang satunya Yawen melepaskan tendangan telak menuju perut pemuda itu. Kekuatanya begitu besar dan menyebabkan Tie Mu terdorong hampir keluar arena di sisi seberang padahal terkenanya sekitar pinggiran dari arah sebaliknya.
“Oek!? Uhuk! Uhuk!” Tie Mu meringis menahan sakit, ia memegangi perut yang terasa isinya bisa keluar kapan saja. Melindungi anggota tubuhnya menggunakan Qi seolah sia – sia ketika menerima hantaman Black Dragon Princess.
“Hihihihihi....ayo bangkit. Kita belum selesai lho....mana semangatmu barusan Tie Mu! Hahahahaha jika kau diam terus biar aku yang maju!”
Yawen tertawa lepas sembari melompat – lompat energik dengan kaki berjinjit, baru selesai bicara dia langsung melesat sekali lagi. Meninggalkan tiupan angin kencang di belakangnya, jantung Tie Mu mencelos saat tiba – tiba kaki Long Yawen sudah cuma terpisah beberapa senti saja dari mukanya.
JDUAK!!! BRRR...!!!
“Aduh! Shhh....”
“Ehhh...? Lumayan hebat juga kau mampu menahannya, tetapi....sebaiknya dirimu tak punya trauma akan tempat tinggi sebab bagian serunya baru dimulai sekarang!”
‘Bocah? Menjauh sebelum terlambat’ peringat Hell Stick dalam benak Tie Mu.
“Eh? Oaaaaa!?”
“Black Dragon Empire Street Martial Arts – Pry Bar!!! Ter....bang....lah....!”
PSYUU!!!
Walau melapisi kulitnya dengan Daoist Magic elemen besi nyatanya tendangan Yawen tetap berhasil menghembaskan Tie Mu ke udara usai gadis itu berpegangan pada lantai dan mengayun sekuat tenaga. Dalam sepersekian detik pemandangan sekitar Tie Mu berubah dari tribun arena menjadi kumpulan awan – awan putih bersih.
Ia ingin sekali berteriak namun masih belum pulih akibat terkejut mendapat masukan Hell Stick beberapa waktu lalu, ketika Tie Mu tengah melayang di udara seperti daun tak berdaya tertiup angin. Long Yawen menciptakan lingkaran mengelilingi tempatnya berdiri menggunakan telapak kaki sambil memasang kuda – kuda rendah.
“Itukan....?”
“Hahahaha nampaknya cucuku bersenang – senang” Long Heiyan mengangguk – angguk puas.
“Aduh....gadis ini benar – benar....Yaya? Jangan berlebihan!?”
“Dragon Fang Tenth Style – Sun Eater!”
Tanpa memperdulikan teriakan kedua orang tuanya Long Yawen tersenyum kemudian melanjutkan apapun rencanannya. Tubuh anak perempuan tersebut dilapisi Qi hitam tepat sebelum dirinya melompat, Yawen bergerak zig – zag seolah mampu berpijak di udara kosong.
Terus melesat tinggi mengejar ke arah Tie Mu berada, lebih memukaunya lagi daerah yang dilewatinya membentuk pola naga sedang terbang seakan hendak menelan sang surya. Persis sama saat ia pertama kali mengarahkan lututnya kepada Tie Mu ketika awal duel.
><
‘Mataku tidak salah, Long Yawen....dia berhasil menguasai Dragon Fang sebaik tadi. Salah satu bagian Four Form of Guardian Deities yaitu Body Refining terbaik Benua Huawai pada usia semuda ini serta masih berada pada tingkat Forging Qi, bagaimana jadinya kalau nantinya Tuan Putri Black Dragon Empire itu mencapai Heaven Foundation dan seterusnya?’ ujar Tie Jin berdecak kagum dalam hati.
“Jinjin? Kau yakin cucumu bakal baik – baik saja?”
“Hmm? Tenanglah Senior Long, Mu’er tak selemah kelihatannya....”
“Sungguh? Baguslah karena sepertinya Yaya tidak menunjukan gelagat menahan diri sama sekali”
Komentar Long Heiyan bukan hanya omong kosong belaka, sekarang di langit arena posisi kedua remaja tersebut sudah hampir sejajar. Sesampainya Yawen mengumpulkan Qi nya menuju kepalan tangan siap memberikan serangan pamungkas, sementara lawannya sedang mencoba mengatur postur agar dapat mengantisipasi apapun rencana Long Yawen terhadapnya.
“Bergerak tubuh lemah....” Tie Mu berdesis pelan berjuang keras menstimulasi badannya agar mengikuti perintah.
‘Dasar payah....pantas mereka mau menyingkirkanmu, selesai sudah saatnya menyerah’
“Aku tak meminta pendapatmu iblis cerewet!? Water Magic – Bubble Protector!”
BLARRR!!! BLEGUMM!!! BRRR! DASH...!!! SYUU!!!
Pukulan Long Yawen awalnya terhadang akibat mengenai gelembung air ciptaan Tie Mu demi melapisi sekujur tubuhnya, bogem gadis tersebut berhenti tepat sebelum mengenai kulitnya. Namun begitu Tie Mu menghela napas lega, ia terkesiap merasakan getaran hebat pada kepalan tangan Yawen.
Suasana gelap karena posisi Long Yawen melayang menutupi matahari menambah kesan horror situasi ini, seringainya menunjukkan betapa sukanya ia terhadap pertarungan. Baru saja Tie Mu hendak menepikkan lengannya semua telah terlambat.
Energi berbentuk naga hitam raksasa menubruknya keras sampai menghempas lantai arena, dan sensasinya belum berhenti sampai situ. Tie Mu merasa seperti tengah diikat rantai besi di tengah lautan lalu menerima tabrakan ombak tsunami tanpa bisa menyelamatkan diri.
Sejujurnya Tie Mu yakin kalau dia bukanlah seorang Cultivator, dagingnya pasti terlepas dari tulang jika terkena telak serangan layaknya barusan. Begitu efeknya berakhir Tie Mu menarik napas buru – buru seperti orang baru tenggelam, saking tidak karuannya dia terbatuk sejadi – jadinya.
“UHUK! UHUK! OEK!?”
‘Ahhh sayang sekali, kupikir kau mati. Aku terlalu berharap banyak, padahal tadi aku sempat berdoa mendapat pemilik perempuan di kesempatan berikutnya’
“Ugh...!? Berisik! Dari pada mengoceh mengapa kau tidak membantuku sialan?” bisik Tie Mu lemah, kepalanya terasa berkunang – kunang. Meskipun pandangannya kabur sekilas dia menyadari kalau kondisi arena benar – benar kritis akibat serangan Yawen.
‘Awalnya kau sendiri bilang pinjamkan kekuatan, sudah kulakukan. Kau tidak meminta bantuan ingat? Jadi mana yang benar? Makanya bicara jangan plinplan bocah ingusan’
“Memangnya kau bersedia?”
‘Jahat sekali....begini – begini aku Demon berhati mulia sebelum dikurung dalam senjata, tapi kau harus bersiap menerima konsekuensinya ya?’ Hell Stick terkekeh geli.
“Apa maksudmu?”
‘Aku tidak menjamin akan mengembalikan kendali tubuhmu....hihihi. Bagaimana?’
“Kau....yakin mampu memenangkan duel ini?”
‘Entahlah, namun aku cukup percaya diri lebih baik melakukannya ketimbang kau. Mari bertukar tempat biar kau bisa menilai sendiri’
“Beritahu aku caranya....” jawab Tie Mu setelah diam cukup lama memikirkannya.
‘Sederhana....kau tinggal mengucapkan namaku. Figaro hehehe....’
><
KRETAK! KRUTUK! KRETEK!
“Hehhh....luar biasa, kau masih bisa berdiri rupanya” Yawen menyeletuk kagum saat menyaksikan Tie Mu berdiri mengembalikan posisi tulang – tulangnya.
Walaupun pemuda tersebut belum menoleh, Long Yawen dapat merasakan ada perubahan aura mengelilinginya. Dan secara otomatis menyebabkan insting hewan buas Yawen meningkat berkali – kali lipat, sewaktu Tie Mu mulai mengeluarkan tawa janggal Yawen segera menyipitkan mata.
WUSH! SPRATTT! JGERRR!!!
Benar saja sedetik berselang begitu menoleh Tie Mu mengayunkan tongkat dengan sangat cepat, gerakannya jauh berbeda dari sebelumnya. Padahal jarak antara dirinya dan Yawen terpisah sekitar sepuluh meter tetapi serangannya memaksa Black Dragon Princess menggeser kepalanya.
Itupun angin bekas ayunan senjatanya berhasil menorehkan luka gores pada pipi kanan Long Yawen, bahkan tribun penonton di belakang gadis itu ikut terbelah olehnya. Untung sekitar sana tak ada siapapun tengah duduk menyaksikan pertarungan.
“Hihihi....huahahaha! Refleks bagus nona, aku sebenarnya kurang suka meladenimu di area umum begini. Bagaimana kalau kita pergi ke tempat yang lebih sepi untuk bermain hanya berdua? Muehehehe....”
“Ah....maaf ya, sayangnya monster tua cabul sepertimu bukan tipeku” balas Yawen tersenyum usai mengusap darah yang melapisi wajahnya kemudian menjilatnya dengan santai.
Ch.123 (135)
Kalau kalian ingin baca 13 chap lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).