
“Kau....tau Saudari Qiu...perpustakaan ha.ha.ha” Bing Lian menjawab sambil tertawa canggung.
“Kau pikir aku bodoh!? Mana mungkin informasi rahasia sekte begitu ada di sana juga tersebar luas untuk umum! Kalaupun misalkan benar anak ingusan sepertimu mustahil diizinkan membacanya!”
Qiu Na menatapnya dengan pipi menggembung disertai mata berair, Lian bingung harus merespon bagaimana. Seharusnya dia memang tidak mengatakan hal barusan, seni pengendalian bayangan merupakan salah satu aset paling berharga milik Hundred Nights Tower bahkan cenderung rahasia bagi anggotanya sendiri.
Cuma para petinggi dan anak – anak paling berbakat saja yang diajari teknik tersebut, Shadow Art membuat penggunanya dapat mengontrol juga memanipulasi bayangan contohnya seperti Qiu Na. Dia memindahkan lokasi pertarungannya melawan Bing Lian dari Xintong menuju hutan letak gadis itu pernah meninggalkan jejak jurusnya.
“Tapi Saudari Qiu....aku seorang Legacy Disciple Grand Elder sekteku, seharusnya wajarkan bisa tau?”
“Ugh....sudahlah! Waktu kita terbatas! Jika kau mau menyembunyikannya terserah! Aku tak perduli!” ujar Qiu Na kesal akhirnya melepaskan kerah jubah Lian.
Qiu Na mendorongnya sampai mundur beberapa langkah sebelum melenggang pergi, Bing Lian menggaruk – garuk kepala terus merapikan pakaian kemudian menyusul. Lian tidak mungkin memberitahunya kalau pernah menghadapi jagoan – jagoan Hundred Nights Tower sewaktu kehidupan pertamanya, inilah alasan mengapa diapun mampu membaca ilmu meringankan tubuh kebanggaan mereka yaitu Invicible Shadow Step saat sempat menghadapi Gu Yinying dahulu.
Sesudah berjalan cukup lama keduanya sampai pada sebuah gua, Qiu Na masuk dan menyimpan barang – barangnya terutama senjata. Lian cukup kaget menengok bagian dalamnya sebab lebih terlihat seperti tempat tinggal darurat prajurit kala perang.
‘Kelihatannya lumayan nyaman’
“Ini adalah peninggalan salah satu Seniorku....” Qiu Na berkata seolah dapat membaca pikiran Bing Lian.
“Oah....sungguh? Dia orang yang rapi”
“Benar, hentikan basa – basimu kau pernah bertemu dengannya”
“Ahh...maaf” sahut Lian segera mengerti.
Sebenarnya sejak di Hoerju Lian telah memperkirakan kalau Qiu Na bersama Gu Yinying mempunyai hubungan istimewa serta cukup dekat sampai gadis itu berniat sekali membalaskan dendam, melihat betapa perdulinya pria tersebut kepada Qiu Na membuat Bing Lian mulai merasa bersalah meski hanya sedikit.
“Kau termasuk sosok yang melihatnya di akhir hayat bukan? Mengapa kau mengganggu misi pembunuhan cucu Flower Empress?”
“Aku tak punya intensi apapun sejujurnya, cuma kebetulan sedang makan bersama saja. Tenang dan damai hingga anggota sekte kalian menyerang” Bing Lian menjawab serius.
“Dasar cecunguk – cecunguk lemah, memang seharusnya aku ikut serta”
“Oh iya satu lagi, seniormu merusak mainanku”
“Apa!? Alasan konyol macam apa itu!? Seandainya kau tidak mengulur waktu misinya pasti berhasil brengsek! Senior Gu masih akan berada di sini membakar beberapa ikan!” seru Qiu Na menoleh naik pitam mendengarnya.
“Ada apa? Kau merasa tersinggung? Seorang pembunuh sepertimu? Kau pikir pantas berkata demikian? Dunia ini tak berputar hanya di sekelilingmu lalu mengikuti segala kehendakmu, kau sungguh berharap mendapat belas kasihan dariku?”
“Beraninya—“
GRAB!
Bing Lian menangkap pergelangan Qiu Na saat dia melayangkan tamparan kemudian menariknya mendekat sehingga mata mereka terpisah hanya beberapa inci. Untuk pertama kalinya Qiu Na baru memperhatikan kalau tatapan Lian mirip sekali dengan salah satu targetnya dulu.
Sangat dalam serta sulit terbaca seakan sudah melewati asam garam kehidupan teramat banyak sehingga siap menghadapi kematian kapanpun dan di manapun. Qiu Na mengingat kalau pria paruh baya tersebut menyodorkan santai lehernya kepadanya.
“Kau belum berhak memiliki perasaan atau merasa kehilangan ketika masih mengambil nyawa korban – korbanmu tanpa memikirkan bagaimana hancurnya hati keluarga yang mereka tinggalkan” Lian berbisik dingin.
JLEB!!!
Tubuh Qiu Na langsung kaku usai menangkap pesan Bing Lian, intinya dia bersama pembunuh – pembunuh bayaran di luar sana tidak pantas protes mendapati kematian orang terdekat sewaktu masih melakukan pekerjaan kotor itu dengan cueknya.
Perkataan Lian sesuai tingkah laku Matriach Hundred Nights Tower, meski mempunyai tampang rupawan ia selalu menolak ajakan pernikahan. Ketika ditanya perihal masalah ini jawabanya agak membingungkan bagi para bawahannya.
“Kau bilang seandainya aku membiarkan Seniormu membunuh Hua Zhong dirimu pasti masih bahagia, congkak sekali pemikiranmu Saudari Qiu. Baiklah mari kita ubah posisinya kalau begitu, bagaimana semisal kau menjadi Hua Riyun saat misi tersebut sukses terlaksana? Nightmare Core....” ujar Bing Lian membentuk mantra tangan sambil mengeluarkan cahaya menghanyutkan melalui matanya.
“ARGGGGHHHHH....!!??”
><
Qiu Na terbangun dengan mata berair, napasnya memburu dan tenggorokannya sakit usai berteriak kencang entah berapa lama. Dia terduduk pada tempat tidurnya di dalam gua, dadanya terasa sesak serta kepalanya berdenyut menyakitkan.
Benaknya baru saja dijejalkan pemandangan ibu maupun adiknya yang dibunuh oleh seorang pria, yaitu seniornya sendiri Gu Yinying sementara Qiu Na tak bisa melakukan apapun untuk menghentikannya. Meski terus meyakinkan diri jika semua ini adalah ilusi, hangatnya jasad mereka menyebabkan Qiu Na benar – benar terpukul hingga ingin mencabut nyawanya sendiri.
“Apa – apaan barusan? Ugh....”
“Bagaimana rasanya menjadi korban? Kau masih berharap Seniormu mendapat belas kasihan dariku?” Lian nampak tengah besandar memunggunginya dekat mulut gua.
“Keparat....kau mengajak berkelahi atau apa hah!?”
“Bukan, aku mau mengajarimu apa itu simpati dan empati”
Geraman murka Qiu Na perlahan menghilang, satu per satu wajah ketakutan korbannya sebelum tewas melintas dalam pikirannya. Masa – masa ketika dia bersama Gu Yinying tertawa tanpa merasa berdosa selesai membantai sebuah keluarga bangsawan mulai terasa tidak benar, pola pikirnya sebagai aliran hitam runtuh secara perlahan tapi pasti.
Bing Lian mengangguk puas terus berjalan menjauh, membiarkan Qiu Na menenangkan batinnya yang terguncang. Dia mendongak menatap bulan indah malam hari tersebut lalu menghitung sudutnya demi memperkirakan waktu.
“Tiga jam lagi....”
“Berapa lama aku tak sadarkan diri?” celetuk Qiu Na pelan keluar dari peraduannya.
“Aku cuma mengaktifkan jurusku selama lima menit, namun kau pingsan hampir setengah jam”
“Ckk!? Jangan menatapku begitu! Kau pikir ini salah siapa!?”
Urat pelipis Qiu Na berkedut kesal kala Lian menoleh memandangnya layaknya orang telat bekerja, Bing Lian berusaha menutup mulutnya menahan tawa dan malah mengakibatkan Qiu Na makin naik pitam kemudian melemparkan pisau – pisau.
Sembari menghindar Bing Lian cukup kagum Qiu Na mampu mengontrol kembali emosinya setelah terkena Nightmare Core terlebih lagi bergerak luwes seolah tidak pernah terjadi apa – apa. Teknik tadi cukup jarang digunakan oleh para Cultivator ahli ilusi jika tanpa alasan kuat.
Karena Nightmare Core adalah kemampuan mengangkat mimpi buruk seseorang dari alam bawah sadarnya, ketakutan paling besar mereka. Makanya biasanya hanya dipakai sewaktu melakukan interogasi terhadap lawan – lawan yang tertangkap saat perang untuk mengorek informasi – informasi penting.
Jika target tak mempunyai mental baja, maka satu menit saja mengalami tekanan begitu bisa gila. Bing Lian sendiri sebenarnya belum tau pasti apa pengelihatan Qiu Na tetapi perkiraanya kurang lebih tepat sasaran.
“Ayo kemari!? Kau sungguh – sungguh berniat menyelamatkan Xintong tidak sih!?”
“Iya – iya”
“Ingat ya! Aku mengawasimu! Jika kau dan Jin Chyou hendak melakukan sesuatu bersiaplah menerima akibatnya!” Qiu Na mengancam setelah menarik Lian ke dekatnya lalu mengaktifkan seni kegelapan, sekali lagi keduanya menghilang ke dalam bayangan masing – masing.
Ch.147 (177)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 30 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).