
Sekitar sepuluh meter dari kota Mianqiu terdapat perbukitan yang salah satunya dikhususkan menjadi sebuah pemakaman umum bagi warga setempat, senja itu Long Yawen berjalan sendirian melewati barisan batu nisan. Bergerak luwes seolah menghapal seluk beluknya.
Akhirnya dia berhenti pada depan suatu makam penuh bunga ziarah, Yawen segera berjongkok membersihkan pualam bertuliskan nama tempat peristirahatan terakhir orang tersebut. Usai menyimpan kembali sapu tangannya dia menyalakan dupa berbekal tiupan pelan kemudian berdoa.
“Yo? Selamat ulang tahun, aku membawakanmu makanan favorit sepertia biasa”
Long Yawen mulai bicara sendiri terus meletakan tiga buah bakpao sebagai persembahan, siapapun yang baru mengenalnya pasti kaget melihat anak perempuan setangguh Yawen mampu memasang ekspresi seperti sekarang.
“Kau tau, aku bertemu dua Centerist menarik. Benar, sesuai perkiraanmu aku mengajak keduanya berduel hahaha kebiasaan buruk. Sayangnya aku menang lagi, nampaknya memang cuma kau seorang satu – satunya yang berhasil mengalahkanku....Arata” ujar Yawen berusaha tersenyum tapi malah meneteskan air mata akibat kilas balik dalam benaknya.
><
“Nyonya!?”
“Ada apa teriak – teriak? Kalian tau aku sedang pusing mengurus banyak hal karena perang bukan?” Teng Xinyi menoleh sebab kedatangan beberapa pembantu menerobos panik kamarnya.
“Tuan Putri....menghilang dari ruangannya”
“Hah? Ckk!? Shh....lagi – lagi....gadis kecil itu butuh diberi pelajaran”
Sementara seisi istana heboh akibat ulahnya, Long Yawen putri mahkota Black Dragon Empire yang masih berumur sepuluh tahun saat ini berjalan santai mengelilingi kota sambil bersenandung pelan. Ia menyamar menggunakan jubah panjang menutupi sekujur tubuhnya dan berjingkrak – jingkrak riang tanpa beban tidak perduli kekacauan efek segala kenakalannya.
“Dudududu....dudududu....eh!?”
“Putri Yawen!??”
“Fyuh....hampir saja, kayaknya Mama telah dikabari soal kaburnya aku. Lebih baik berhati – hati, permisi aku numpang lewat” katanya menghela napas lega sebelum meneguhkan tudungnya terus lanjut berjalan menerobos kerumunan sekaligus menghindari prajurit – prajurit kerajaan.
“Woaaa...!? Ckk!? Anak zaman sekarang! Kau dengar? Tuan Putri nampaknya meninggalkan istana lagi”
“Hahahaha jelas sekali bukan? Anak perempuan sehebat dia mana bisa diam, kau sudah mendapat kabar dirinya menggantikan Tuan Guanting sebagai komandan dalam perang seminggu lalu?”
Yawen tersenyum mendengar diskusi para penduduk, inilah salah satu alasan mengapa ia suka kabur diam – diam untuk berkeliling kota. Long Yawen saat berusia sepuluh tahun adalah bocah narsis yang gila pujian, ia senang ketika mendengar orang – orang membicarakan hal positif mengenainya.
Meskipun tidak dipungkiri banyak juga sindiran terhadapnya dan dia akan langsung membalas dengan minimal pura – pura menyenggol siapapun individu tersebut jatuh ke laut. Long Yawen tak terlalu memperdulikannya sebab jumlah sanjungan jauh lebih banyak ketimbang cacian.
Namun sebenarnya setelah ia pikir – pikir lagi semua ucapan mereka tidak membuatnya puas jika dibandingkan mendapatkan pujian dari kakeknya. Long Heiyan diketahui memang memanjakan cucunya tersebut tapi termasuk jarang menyanjung seseorang, faktor ini juga yang menyebabkan Yawen selalu berjuang keras mendapat pengakuan Black Dragon King sampai memaksa ikut berperang pada umur sepuluh tahun.
KRUYUKKK...!!!
“Aduh....perutku, aku lupa sarapan. Harusnya aku meminta orang dapur membuatkan bekal, kalau sekarang kembali Mama bisa – bisa menyekapku. Tidak bawa uang lagi—Huh!? Eh? Aromanya enak sekali....”
Sewaktu terduduk mengelus perutnya, Yawen tersentak akibat bau harum menggugah selera melintasi hidungnya. Seketika ia bergegas menuju ke sana tanpa pikir panjang serta melupakan kondisi ekonominya karena kabur dari rumah.
“Nikuman!? Nikuman!? Silahkan beli Nikuman hangat di sini! Mmm....apa kau mau membeli?” seorang anak laki – laki kurus yang tengah memeluk boneka aneh bertanya saat melihat Long Yawen mendekat.
“Glek!? Bakpao....berikan aku satu”
Yawen langsung menjulurkan tangan, dia sudah tidak tahan lagi bahkan air liurnya hampir menetes akibat godaan daging berbalut adonan lembut itu. Si anak laki – laki tentu memasang wajah sumeringah mendapat pelanggan kemudian memberikan pesanan Yawen.
“Silahkan, harganya sepulun koin em—“
“ENAKK...!!! Nyamm....!? Aku baru pertama kali memakan bakpao seenak ini! Hei aku mau lag—tidak! Aku borong semuanya!!!”
“Hah? Eeee....baiklah terima kasih”
Ia menatap sedikit ngeri napsu makan gadis di hadapannya, Yawen menghabiskan seluruh dagangannya dalam hitungan detik padahal ibunya membuatkan kurang lebih lima puluh biji dan dia baru saja keluar berjualan. Walaupun demikian dia tetap tersenyum senang semuanya laris manis, tetapi ekspresinya tidak bertahan lama usai menagih bayaran.
“Woaahh....kenyangnya”
“Terima kasih atas pembeliannya, totalnya lima ratus koin emas”
“HAHHHH....!?”
><
“Dasar gadis gila!? Kalau tidak punya uang ya jangan makan! Kau belum pernah diajari tata krama oleh orang tuamu ya!?”
“Kan aku bilang sedang tidak bawa! Sabar sedikit kenapa sih?! Nanti aku kembali untuk menebus semuanya!”
“Enak saja! Kalau aku membiarkanmu pergi terus dirimu tak muncul lagi bagaimana!? Cepat bayar!!!”
Mereka berdua saling meriaki jelas sekali kesal kepada satu sama lain, Long Yawen jengkel akibat dianggap tidak dapat dipegang omangannya sementara anak itu merasa telah ditipu gadis di hadapannya sehinga tidak ada yang ingin mengalah. Keributan ini lalu membuat makin banyak orang sekitar berkumpul demi mencaritahu permasalahannya.
“Arata? Kau kenapa teriak – teriak begitu?”
“Mmm? Tidak ada teman – teman, kalian tak perlu ikut campur. Aku cuma menagih hutang kepada gadis rakus tapi miskin di sini” bocah bernama Arata tadi menunjuk tepat menuju hidung Yawen.
“Jaga mulutmu!? Kau tuli ya? Bersabar sedikit dan sebentar lagi kubayar semua bakpao daganganmu bocah udik!?”
“Hey!? Kau mau kemana!? Bayar dulu baru pergi”
Beberapa teman Arata buru – buru mengelilingi Long Yawen hendak meringkusnya ketika dia berbalik, namun dengan sangat mudah Yawen menghindar kemudian menghajar mereka sampai tersungkur ke tanah.
“Cih!?”
“Dia....seorang Cultivator. Arata lupakan saja ayo kita pulang” ajak anak perempuan lain menarik tangannya.
“Tidak! Aku membutuhkan uangnya untuk menebus diriku dan ibuku! Meski lawannya Cultivator sekalipun mana sudi kuikhlaskan!”
‘Menebus?’
Long Yawen mengangkat sebelah alis di balik tudung jubahnya mendengar kata barusan, setelah dia perhatikan ternyata memang anak – anak itu bicara menggunakan dialek yang sedikit unik dari orang kebanyakan. Akhirnya identitas Arata mulai tersingkap saat Yawen melihat kalung besi menghiasi lehernya.
“Budak?” gumamnya pelan sedikit kaget tapi terdengar sampai ke telinga Arata dan teman – temannya.
“Ugh!? Memangnya kenapa!? Kau pikir bisa berbuat seenaknya karena kami bukan individu merdeka hah!? Keparat....!!!”
“Arata....!? Sudahlah....”
Sebenarnya terdapat fakta kelam di balik kemasyhuran Southern Thousand Island, meski penduduk hidup aman sentosa keempat kerajaan besar melegalkan perbudakan. Makanya banyak sekali budak dari seluruh penjuru dunia bahkan luar Benua Huawai mudah ditemui pada kota – kota metropolitan Southern Thousand Island contohnya Mianqiu.
“Aku tidak—“
“Cukup! Tutup mulutmu! Aku muak! Sekarang di depan seluruh saksi ini aku menantangmu berduel!!!” Arata berseru dengan muka merah padam.
“HAH!? Arata kau gila ya? Bagaimana manusia biasa menang melawan Cultivator!?”
“Sebaiknya kau dengar saran teman – temanmu, kau cuma menantangku buat kalah”
“Heh!? Lihat saja nanti, seminggu lagi di tempat ini. Peraturan maupun apa perlombaanya akan kujelaskan waktu itu, jika aku menang kau harus membayar hutangmu seratus kali lipat!”
“Eeeeh....lalu kalau dirimu kalah?”
“Aku bakal melupakan semuanya seakan kita tak pernah bertemu”
“Baiklah, siapa takut? Terima kasih lho usulanmu membuat aku dapat melindungi tabunganku” ujar Long Yawen tertawa meremehkan.
Ch.128 (145)
Yang tanya Bing Lian mana dan keluarnya kapan sedikit bocoran dia bakal muncul lagi di chapter 140 sekaligus awal Arc cerita baru. Jadi kalau penasaran terus ingin membaca 16 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K**********\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).