The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 218 - Reinforcement



“Oi Lian? Kau serius? Bukankah kau sendiri bilang tidak akan ikut campur sebelumnya dan ingin menghindari kemungkinan dikenali?” Baixian menarik Tuannya mendekat lalu berbisik tajam ke telinganya.


“Umm....aku berubah pikiran, makanya menyarankan cara tadi. Lagi pula ini bisa jadi kesempatan untuk mengetes kekuatan tersebut”


“Dasar gila, kapan kau memikirkannya?”


“Baru saja” sahut Lian tersenyum sampai menyebabkan Baixian tak mampu menutup mulutnya yang menganga lebar.


Selagi keduanya saling berdiskusi, Dian Wenji serta Wang Yue melakukan hal serupa namun melalui telepati. Mereka menimang – nimang tingkat keberhasilan usulan Lian, tetapi mengingat rekam jejaknya selama beberapa waktu terakhir sejak pertama kali bertemu dia selalu berhasil memenuhi bahkan melebihi ekspektasi para Matriach.


Identitasnya sebagai penulis buku The Omniscient Ice Lotus Prince Book juga adalah sebuah kejutan besar bagi masing – masing sehingga pada akhirnya wanita – wanita barusan berpikir tidak ada salahnya mencoba. Terutama karena ketentuan – ketentuan Lian dapat dipenuhi oleh dua Matriach itu.


“Tuan Muda....kami percaya kepadamu”


“Bagus....tolong kabari Matriach Sun kemudian bersiaplah, bakal kuberi tanda saat hendak berangkat”


“Dimengerti....” jawab keduanya serempak.


Bing Lian menganggukan kepala puas sebelum undur diri meninggalkan lokasi, Baixian mengekor di belakangnya masih terus bertanya tentang keputusan dirinya. Lian hanya menguap dan lanjut berjalan makin dekat menuju pintu masuk sekte, ia berencana memulai aksinya dari posisi air terjun beku tersebut.


><


Bing Lian perlahan mengencangkan Night Raven Cloak pada daerah – daerah tertentu seperti tangan, kaki, ditambah sekitar leher agar makin rapat serta menutupi hampir tiap inci kulitnya. Baixian mengamati persiapannya dengan perhatian penuh sembari menanyakan asal – usul pakaian misterius ini sebab seingatnya dia belum pernah melihat Lian memakainya.


Bagi Baixian itu merupakan kali pertama dirinya mengetahui kalau Tuannya punya barang seistimewa begitu namun dirinya tidak tau sama sekali mengenainya. Bing Lian melanjutkan kegiatannya lalu menjawab acuh kalau jubah plus zirah hitam barusan adalah hadiah layaknya koleksi Lian kebanyakan.


Dan ucapannya memang benar adanya, cuma ia tak memberitahu si naga identitas pemberi Night Raven Cloak. Entah bagaimana respon Baixian semisal mendengar Lian menggunakan baju perang milik Demon King, saat masih asyik bersiap tiba – tiba keduanya tersentak kemudian menengok ke satu arah bersamaan.


“Masa sih....? Kau merasakanya?”


“Ahh....kita kedatangan bala bantuan. Hihihi aku tidak menyangka mereka akan menolong mengingat betapa keras sifat pemimpinnya” sahut Lian bangkit mengikat rambutnya.


“Pasti karena gadis itu....”


“Hehehe....kemungkinan besar”


Terakhir Bing Lian memakai tudung buat menutupi seluruh kepalanya terus memasang topeng berbahan dasar juga berfungsi mirip dengan Black Yaksha Mask, namun hanya bisa melapisi hidung serta mulutnya saja sehingga sekarang wajah Bing Lian cuma menunjukkan mata ditambah beberapa helai putih indah menghiasi sebagian besar jidatnya.



“Bagaimana? Sudah mirip penampilan orang – orang Yinghua?”


“Ya....walapun kau tau kebanyakan dari mereka yang berpakaian begitu perempuan bukan?” Baixian membalas lalu menggeleng – geleng heran.


“Aku selalu penasaran rasanya memakai pakaian serba tertutup begini....sekarang aku dapat beraksi sesuka hatiku”


“Tunggu sebentar, jangan terlalu cepat Tuan! Kau boleh aman tapi aku?”


“Maksudnya?”


“Aku harus melakukan apa?”


“Terserah....jika mau ikut perang ayo, kalau tidak ya tunggu di sini” ujar Bing Lian seolah tidak paham alasan mengapa Baixian bingung.


Baixian menarik napas panjang berusaha menenangkan diri kemudian perlahan memberitahunya sambil tersenyum lebar, semisal pergi pasti Gui Dong dapat mengenalinya cukup satu lirikan mata karena pernah bertemu wujud manusia dan naga putihnya. Jadi meski Corpse Emperor orang paling bodoh di Benua Huawai sekalipun ia pasti mampu berpikir sosok misterius yang bersamanya adalah Tuannya yaitu Bing Lian terus semua upaya memakai Night Raven Cloak demi melindungi identitasnya bakal sia – sia belaka.


“Jika kau sekhawatir itu silahkan duduk manis menanti hasil”


“Lalu sebenarnya kau maunya a—eh? Aku sepertinya tau solusinya”


“Mmm? Sungguh?”


“Benar, bukankah ada satu bentuk baru dirimu yang belum pernah dilihat sama sekali oleh Saudara Gui?” celetuk Lian menyeringai lebar.


“Jangan bilang—kau berharap aku keluar bertempur dalam keadaan menyedihkan seperti seekor cacing kekurangan pigmen?!”


“Kau punya ide lebih bagus?”


“Ugh.....” Baixian menggertakan gigi sebelum melepaskan kasar cengkramannya terhadap kerah jubah Bing Lian.


><


Perang antara Frozen Swan River menghadapi Black Graveyard Sect benar – benar telah mencapai puncaknya, bermula dengan ditandai lenguhan kesakitan lemah Great Albino Whale usai dua tombak Qi hitam menancap pada masing – masing sisi tubuhnya. Paus tersebut mulai dikerubungi ratusan Undead kelaparan.



Petinggi – petinggi sekte juga mulai berjatuhan satu per satu, Song My sedang terdesak saat duel melawan Cultivator Nascent Soul Great Circle – Stage yang merupakan pengawal khusus cucu Gui Dong. Gui Fu walaupun cuma seorang Core Formation berhasil memberikan luka fatal kepada Yu Shu sekaligus menunjukan dirinya memang pantas dipilih memimpin meski banyak anggota lain berpraktik lebih tinggi darinya.


Sun Bingbing sendiri selaku Matriach Frozen Swan River kian melemah seiring terkurasnya stamina sedangkan Undead Monarch di hadapannya nampak masih bugar nan penuh tenaga, setiap mengalami luka fatal semuanya akan sembuh dalam hitungan detik berkat suplai Qi tanpa henti Tuannya yaitu Corpse Emperor.


Kondisi Xue Yi dan Jin Chyou tak lebih baik, sejak bertarung dengan Undead General tiga kepalanya Gui Ma. Ia mendominasi pertarungan melawan mereka, dihadapkan sosok setingkat Foundation Realm masih terlalu berat bagi Forging Qi layaknya Xue Yi maupun Chyou meski keduanya termasuk jajaran gadis muda berbakat berjuluk Twelve Cosmos Princess.


“Mana ucapan sombongmu sebelumnya wahai Noble Treasure Princess? Hehehe....” desis Gui Ma sinis sembari menginjak kepala Jin Chyou hingga anak perempuan itu berada dalam posisi bersujud ke arahnya.


Chyou menggertakan gigi menahan sakit akibat Gui Ma secara bertahap menambah daya buat mendorongnya, tapi mendadak secepat kilat memanfaatkan kelenturan fisiknya. Jin Chyou memegangi Gui Ma lalu hendak menjepit kepala pemuda tersebut berbekal kakinya.


Sayang gerakannya masih agak lamban dan mudah diantisipasi, ketika Gui Ma mengira semuanya berakhir. Chyou mengambil segenggam salju kemudian menghantam muka musuhya, beberapa detik berhasil menghalangi pengelihatan lawan cukup untuk Jin Chyou bangkit melayangkan pukulan cepat.


BURRRRNNNN!!!


Semburan api panas keluar dari kepalannya, namun ternyata hanya lewat tipis di sebelah pipi Gui Ma sebab dibelokan oleh gerakan tepisan sederhana sehingga jurus Chyou malah menerjang Undead General miliknya. Bukannya hancur, makhluk tadi malah mengeluarkan raungan kencang yang menyebabkan teknik serupa menghantam Xue Yi sampai terpental berselimutkan asap kehitaman.


“Xue Yi!? Sial—ugh...“


“Cukup sudah main – mainnya.....”


Gui Ma berkata malas sambil mencekik Jin Chyou hendak membuatnya kehilangan kesadaran terus membawanya pergi dari sana, tetapi secara mengejutkan sebuah hembusan angin disertai kabut tebal menghiasi medan perang.


Siluet raksasa seperti gunung nampak muncul di belakang pasukan Black Graveyard Sect seakan dinding penutup jalan keluar, suara sesuatu berjatuhan melalui udara mulai terdengar disusul erangan kesakitan anggota – anggota sektenya. Gui Ma menaikan alis penaran apa yang sebenarnya terjadi tapi ketika mencoba menghubungi rekannya memanfaatkan telepati datang bayangan cepat meluncur bagaikan atlet profesional menubruknya hingga terpental.


Dia mengumpat kesal kemudian mencoba mengendalikan Undead General miliknya namun mayat hidup itu ternyata telah membeku terbungkus bongkahan es besar, Chyou masih batuk – batuk usai diselamatkan. Xue Yi pun berada tepat di sampingnya sambil memegangi bagian badan nyeri, sewaktu hendak berterimakasih kepada sang penyelamat mendadak lidah keduanya seolah kelu.


Semua dikarenakan kabut perlahan menipis lalu memperlihatkan sosok tersebut, ia bukan seorang manusia melainkan gadis bertelinga panjang super cantik dengan kulit berwarna pucat. Sang Fairy Snow mengendus – endus rambut mereka seraya berkata, “Huh! Huh! Huh! Ada aroma Lian menempel pada kalian? Aku kemari ingin menemuinya...di mana dia?”.


Ch.218 (296)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 78 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).