
“Sekarang baru kau nampak kehilangan ketenanganmu eh? Serang....” celetuk Lian menyeringai usai melihat pemimpin pasukan Fairy Snow menelan ludah berat, ia mengayunkan tangan seakan memberi aba – aba lalu ratusan pedang es itu menerjang bagaikan badai.
WUSH....!!! SRING! SRING!
Bunyi deru angin serta denting layaknya besi membuat beberapa gadis Frozen Swan River memekik ketakutan, untung setiap bilah tajam tersebut dikendalikan dengan sangat baik sehingga tak satupun mengenai mereka.
Pimpinan Fairy Snow segera mengeluarkan teriakan perang kemudian menciptakan perisai juga tombak bening berbekal kemampuannya, dia menghancurkan satu demi satu serangan Lian. Meski akibat perbedaan tingkat praktik terlampau jauh kerusakan yang dihasilkan belum berpotensi membahayakan nyawa, jumlah material kiriman Bing Lian mampu mendorong mundur sang Fairy Snow puluhan meter jauhnya saat mencoba menanan tubrukan jurus barusan.
Pedang es ini diproduksi terus menerus tanpa henti seolah tidak ada habisnya, sampai orang – orang mulai bertanya seberapa besar sebenarnya kapasitas Qi milik Lian. Setiap sebuah pergi mencari mangsa. Kurang dari sedetik, sepuluh lainnya sudah terbentuk siap menggantikannya dan menyusul.
‘Jadi begini rupanya penampakan ketika Ice Emperor bertarung di lokasi ternyaman baginya? Aku mulai mengerti mengapa ia menjadi rival abadi Black Dragon King....’ Jin Chyou membatin sekaligus memperhatikan sekelilingnya cermat – cermat.
“Heh....”
“Jangan terlalu cepat puas, perhatikan sekitarmu....” Bing Lian memperingatinya sembari menunjuk ke arah belakang.
Ekspresi meremehkan ketua pasukan Spirit Beast itu usai mengira sukses menggagalkan teknik pamungkas Lian tanpa kesulitan berarti menghilang seketika, ia buru – buru menoleh ingin melihat kondisi para pasukannya karena baru tersadar kalau tak semua pedang barusan mengincar dirinya melainkan anak – anak buah di balik punggungnya.
Dia menghela napas lega sebab bawahannya masih utuh walau mengalami cedera, itupun tak terlalu parah. Urat pelipisnya berkedut kesal sementara otaknya berpikir mencari cara bagaimana membalas perbuatan pemuda bertopeng tersebut, tapi tiba – tiba bisikan lembut membuat bulu kuduknya berdiri tegak.
“Kau pimpinan yang baik nan bertanggung jawab rupanya....sangat pantas tuk diteladani....”
WES! JLEBBB!!!
Si Fairy Snow berbalik cepat menghunuskan tombaknya, sensasi pada gagang ditambah suara sesuatu tertembus sempat menyebabkan senyum tipis menghiasi wajahnya. Begitu menemukan Bing Lian yang dadanya telah tertusuk masih bersikap santai ia mulai merasakan ada hal janggal, terutama dikarenakan tubuh pemuda itu tidak mengeluarkan darah.
“Sayang sekali....hehehe”
Dalam sekejap mata kulit Lian luntur kemudian barulah pimpinan Spirit Beast berwujud peri es barusan mengertakan gigi murka soalnya ujung senjatanya cuma menembus sebuah boneka salju, ia mengeluarkan pekikan keras supaya kawan – kawannya waspada sekaligus mencari keberadaan orang tadi.
Semua anggota pasukan Fairy Snow yang tengah melayang mengedarkan pandangan menuju segala penjuru demi mendeteksi di mana Bing Lian berada, tak lama salah seorang berteriak lalu menunjuk ke satu titik dekat Great Albino Whale terkunci jurus mereka. Lian berdiri di sana sambil mengusap lembut sisi tubuh sang paus.
“Anda harusnya istirahat dahulu apalagi setelah mengkonsumsi Sharp Azure Pineapple Senior, kondisimu belum stabil jadi tolong jangan memaksakan diri....”
“Tuan Muda!? Posisimu ketahuan oleh musuh!?” seru Great Albino Whale panik melihat sekeliling melesat hendak meringkus Lian.
“Hmm? Sungguh? Padahal mereka butuh waktu cukup lama menyadari pedang – pedang es sebelumnya hanya untuk melepaskan ikatan terhadap anda lho, Senior? Ini mungkin akan sedikit membuat mual makanya kusarankan kau menutup mata dan menahan napas oke?”
“Maksudnya?”
“Anda percaya kepadaku bukan? Sekarang....” Bing Lian langsung menyela tak membiarkan Great Albino Whale bertanya lebih jauh.
Secara mengejutkan Spirit Beast berukuran luar biasa tadi lenyap bak tertelan bumi sampai menyebabkan semua penonton terkesiap, satu – satunya yang masih bergerak mengincar Lian cuma sang pemimpin pasukan. Baginya persetan kemana perginya makhluk tersebut, keinginan terbesarnya sekarang adalah memancung si laki – laki brengsek bertopeng.
Namun saat telapaknya bersentuhan dengan kain lembut jubah sekitar pundak Bing Lian, tepat sebelum menombak kepalanya hingga putus sekaligus mengeluarkan teriakan kemenangan. Lian menoleh memperlihatkan setengah muka dibalik topengnya sambil bicara dingin.
“Tetot...sayang sekali...nampakya kali ini kaupun masih kurang beruntung....hehehe”
Lian berubah menjadi sekumpulan gagak berwarna putih yang terbang ke sana kemari meninggalkan lokasi, Fairy Snow itu terpaku beberapa saat seolah tak mempercayai seluruh inderanya lalu meraung penuh frustrasi sampai menggetarkan udara sekitar.
><
Tanpa peringatan fisik Great Albino Whale telah berada dekat air terjun beku yaitu pintu masuk ke dalam Frozen Swan River, Bing Lian sendiri muncul dari kumpulan rintik salju menyatu seolah badannya tercipta atas material tersebut. Jin Chyou dan Xue Yi hampir mengumpat akibat kedatangan penuh kejutan tadi.
“Woaa!? Bangs—! B...ba...bagaimana!?—“
“Hehehe....salah satu kelebihan teknik ilusi adalah sejauh apapun perbedaan tingkat kultivasi dengan lawanmu bahkan misal menghadapi Nascent Soul sekalipun jika sudah terkena, kau dapat mempermainkannya sepuas hati terlepas pada fakta kemungkinan menangmu tetap nol soalnya tidak mempunyai cara menghabisinya” ujar Lian terkekeh geli sementara orang – orang menatapnya heran.
‘APA – APAAN BARUSAN ITU!? SPIRIT TOOLS PENGENDALI RUANGKAH!?’
Masing – masing masih mencoba mencari penjelasan mengenai tindakan Bing Lian sebelumnya, tentu memindahkan Great Albino Whale dari kerumunan Fairy Snow menuju lokasi aman bukanlah perkara mudah. Sebenarnya Lian cuma melakukan trik sederhana yang hanya Chyou mengetahui kebenarannya karena pernah melihatnya melaksanakan hal serupa.
Bing Lian dengan cukup nekat saat masih berada di tengah – tengah musuh, menggunakan Earth Gods Teapot untuk memindahkan sementara Great Albino Whale ke dalamnya terus kembali usai mengelabui para Fairy Snow sekaligus mengeluarkan kembali sang Spirit Beast.
Hanya saja ia melakukannya begitu cepat, seluruh kejadian panjang barusan terjadi kurang lebih satu menit atau beberapa detik saja sehingga kelihatan seperti Bing Lian tiba – tiba menghilang kemudian muncul lagi bersama Great Albino Whale tanpa orang – orang sempat mencerna dia ngapain dalam sekejap mata.
Cultivator – culitavor berpengalaman layaknya Song My dapat mengikuti pergerakanya serta memperkirakan bagaimana Lian bekerja, tapi mereka juga menyadari perlengkapan yang dibutuhkan sangatlah bernilai tinggi. Spirit Tools berkemampuan pengendalian sihir ruang dan waktu mempunyai harga selangit.
Bahkan di sekte perdagangan terbesar asalnya Jin Chyou, yaitu Noble Treasure Shed memperjual belikan barang begini cuma dilakukan beberapa tahun sekali saja juga kepada sosok – sosok tertentu. Inilah mengapa para pemiliknya bisa dipastikan memiliki latar belakang luar biasa, sekarang bagi tetua – tetua Frozen Swan River identitas asli Bing Lian makin misterius.
“Bagaimana keadaanmu Senior Whale?”
“Aku baik – baik saja Tuan Muda, terima kasih atas bantuanmu” dia membalas hangat.
“Bagus, karena mereka telah tak memiliki sandera waktunya kita memberi pukulan ba—“
PSYUU....!!!
Lian gagal menyelesaikan kalimatnya sebab sang pimpinan pasukan Fairy Snow melemparkan tombaknya dengan kekuatan penuh menuju tempatnya berdiri, serangan tersebut membelah udara saking kencang lajunya. Lian berusaha membentuk mantra tangan untuk setidaknya menjauhkan individu – individu sekitarnya supaya tidak terkena dampak bahaya yang bakal segera sampai.
Song My pun cukup sigap menyadari datangnya gempuran berikutnya, sayang kondisinya masih belum fit sehingga terlambat bereaksi. Ketika masing – masing berpikir sudah terlambat, Sun Bingbing tiba tepat waktu melayang di depan murid – muridnya dan menyentil senjata tadi hingga hancur berkeping – keping.
“Pilih lawan seimbang denganmu dasar makhluk rendahan....” desisnya diiringi sorakan heboh anggota sektenya menyambut kedatangan sang Matriach.
Ch.174 (222)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 48 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho, Ciao!).