The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 186 - Terlalu Santai



“Eh?”


“Jangan dengarkan Xue Yi, dia memang suka mengigau di siang bolong. Kalaupun benar, siapa yang cukup bodoh memilih pihak lebih lemah dalam perang begitu?” Jin Chyou berkata ketus sedikit terkesan mencemooh sembari bertopang dagu.


“Hihihi....”


Bing Lian hanya terkekeh geli sebelum buru – buru menghabiskan makanannya dan bangkit berdiri hendak mengeluarkan Spirit Stone buat membayar pesanannya, namun Xue Yi segera menghentikannya terus mengatakan akan mentraktirnya jadi tidak usah khawatir.


Lian tentu menolak sebab merasa kurang enak hati, sayangnya Xue Yi memaksa kemudian malah mengancam tak bakal bicara bersama dirinya lagi semisal Bing Lian tetap bersikeras sehingga meski agak terpaksa si pemuda akhirnya mengalah. Chyou melihat peluang tersebut untuk menambah beberapa piring baru menuju mejanya, menyaksikan tindakan barusan Xue Yi meliriknya sambil mengangkat sebelah alis heran, “Apa maksudnya ini Saudari Jin?”.


“Hmm? Kau bilang semua tagihan ditimpakan padamu bukan?”


“Kau tuli ya? Enak saja! Mana sudi aku! Aku cuma mengurus milik Senior Bing!”


“Hah!? Sikap pilih kasih macam apa itu!? Akukan juga tamu sialan!”


“Kaukan cucu Cultivator paling kaya di benua Huawai” sahut Xue Yi tersenyum sinis disertai pipi berkedut kesal.


“Kau tidak tau saja kekayaan Bing Lian seperti apa!”


“Grrrr.....!”


“Eeee....baiklah nona – nona maaf tapi aku harus terlebih dahulu mengurus persiapan misi perdamaian”



Bing Lian memutuskan meninggalkan lokasi ketimbang terseret makin jauh ke adu mulut dua gadis yang menggeram dengan dahi saling beradu tersebut, hebatnya ucapan sederhananya tadi langsung membuat mereka melupakan satu sama lain sekaligus menoleh kepadanya. Masing – masing bertanya serentak kapan dirinya berangkat.


“Besok pagi” Lian membalas santai sebelum berbalik hendak mengunjungi para Fairy Snow buat mengkonfirmasi rencananya kemarin pada Taeral.


><


Keesokan harinya saat masih pagi – pagi buta, ketiga Matriach telah menunggu Lian keluar dari kediamannya. Menyaksikan sambutan itu Bing Lian cuma tersenyum tipis sekalian mengucapkan selamat pagi untuk mereka, keempatnya pun berangkat bersama – mana menuju pintu keluar Frozen Swan River.


Jika ada seseorang melihat pemandangan seorang pria dikawal tiga Matriach begini pasti kebanyakan akan berpikiran kalau ia adalah penjahat kelas kakap. Untungnya jalan sekte masih cukup sepi, bahkan Jin Chyou tidak tau menahu soal waktu kepergian Lian.


Namun Bing Lian meremehkan intuisi perempuan, tepat ketika menembus pembatas air terjun beku ternyata Chyou serta Xue Yi sudah menanti kedatangan mereka. Lian melebarkan mata cukup terkejut baru menghela napas panjang, dia menyesal terlambat meminta Sun Bingbing mengeluarkan larangan kepada keduanya terlebih usai melihat tatapan khawatir gadis – gadis tersebut.


Di luar Taeral juga pasukannya telah berbaris rapi, sang Jenderal berdiri paling depan sebagai bentuk superioritas dalam kelompok itu. Bing Lian menyapanya ramah terus dibalas olehnya menggunakan anggukan kecil, prajurit – prajurit Fairy Snow menatapnya dengan penuh kecurigaan.


Wajar saja menurut Lian, mustahil bisa membuat seluruhnya percaya jika Manusia yang mengacaukan rencana maupun mengalahkan mereka sendirian beberapa waktu lalu bakal suka rela berperan layaknya tahanan demi mendamaikan dua pihak berseteru. Pengawasan ketat Sun Bingbing, Wang Yue, dan Dian Wenji cukup menandakan kalau orang ini memanglah penting sekaligus mengakibatkan gerombolan Spirit Beast itu harus berpikir ulang jika hendak berbuat macam – macam.


Bing Lian maju kemudian menjulurkan lengannya supaya dapat diikat, akan janggal serta menimbulkan tanda tanya besar kalau dia dibawa dalam keadaan bebas sentosa. Taeral mengeluarkan sulur panjang misterius dari kantung sekitar pinggangnya, baru saja menyentuh kulit Lian benda tadi langsung bergerak sendiri seperti hidup.


“Tuan Jenderal? Aku hargai kemurahan hatimu tetapi jika begini aku masih punya peluang merusaknya secara paksa”


“Ckkk....kau benar – benar merepotkan” gerutu Taeral pusing harus bagaimana merespon sikap terlalu santai Bing Lian, diapun melambaikan tangannya dengan gesit.


Dalam sepersekian detik Lian merasakan jeratan pada pergelangannya mengencang beberapa kali lipat kemudian praktiknya perlahan turun secara bertahap dari Forging Qi tingkat 15 menuju titik awal. Sekarang kekuatan Bing Lian tak lebih layaknya manusia ahli bela diri semata.


“Semua aman Matriach, mundurlah”


“Ugh....tapi Tuan Muda”


“Percayakan sisanya kepadaku, ingat janji kalian oke?”


“Lian....?” Chyou memangil pelan.


“Hmm?”


“Kau harus kembali, jika tidak aku bakal menunggumu di sini meski membutuhkan ratusan tahun sekalipun. Rencana kita menagih hutang belum terlaksana”


“Ahahaha....kau tau dengan mengatakan itu kau malah menambah beban bagiku bukan Nona Jin?” balas Bing Lian tertawa lemah.


“Pokoknya jangan berharap aku pergi sebelum kau balik lagi! Mengerti!”


“Iya – iya, tak usah cemas begitu. Lagi pula aku tidak sendiri ingat? Sampai jumpa semuanya! Jaga diri baik – baik ya Matriach sekalian! Saudari Xue juga! Hehehe....”


Semua hanya bengong melihat kepergiannya karena menurut mereka harusnya kata – kata barusan lebih cocok disematkan padanya ketimbang orang – orang di Frozen Swan River, sementara yang lain nampak pucat Jin Chyou termenung memikirkan ucapan terakhir Lian sembari mengelus – elus dagunya. Xue Yi menyaksikan sikap janggalnya terus menyeletuk, “Kau kenapa? Sakit perut?”.


“Bukan bodoh, aku sedang berusaha mencerna informa—tunggu....benar juga! Dia tidak sendirian. Kan ada....”


><


Sebuah tandu rakitan khusus sudah disiapkan bagi Lian, di bawah benda itu telah ada kain besar yang pada setiap sudutnya terdapat Fairy Snow memegangi masing – masing ujungnya. Bing Lian mengikuti patuh arahan buat mendudukinya namun malah kelihatan lebih penasaran kepada sulur pengikat lengannya ketimbang keadaan gentingnya sekarang.


Ia memperhatikan borgol istimewa tadi seksama, para Spirit Beast terkadang mempunyai barang – barang istimewa seperti demikian. Kurang lebih mungkin hampir sama dengan Spirit Tools bagi Cultivator manusia, perbedaan mendasarnya adalah mereka kebanyakan memakai bahan – bahan alami untuk membuatnya contohnya penjerat pergelangan Lian ini.


Bing Lian sebenarnya mengenali tanaman yang menjadi material utama pembuatannya, namanya Blood Sage Tendril salah satu Magic Plant cukup berbahaya. Ciri – ciri tumbuhan tersebut antaranya bakal otomatis bereaksi menangkap ketika merasakan aliran darah dalam jangkauan dirinya sebagai cara berburu.



Biasanya korban diperas layaknya cucian hingga kering supaya darahnya lalu dapat diserap oleh mereka, Blood Sage Tendril memang termasuk jajaran Magic Plant karnivora. Namun Lian lebih penasaran bagaimana barang ajaib itu mampu menekan tingkat praktik orang lain, kalau punya kesempatan dia malah ingin sekali mengotak – atiknya agar bisa menguraikan sihir atau alasan penyebab hal barusan dapat terjadi.


Tapi baru saja ia hendak bertanya kepada Taeral apakah si Jenderal memiliki cadanganya, pasukan mulai terbang sampai mengakibatkannya buru – buru menjaga keseimbangan soalnya para pembawa matrasnya juga ikut melesat ke udara.


Bing Lian melihat sekelebat sosok Taeral melayang paling depan memimpin pasukannya, akhirnya Lian cuma menghela napas menelan kekecewaanya tidak berkesempatan membongkar perangkat tersebut. Lian memilih menikmati pemandangan indah matahari perlahan mengintip dunia seolah menyapanya pagi itu.


“Aku....penasaran siapa Raja Fairy Snow sekarang....kira – kira jika aku membuka identitas asliku....reaksi seperti apa yang akan ditunjukan olehnya ya?” gumamnya bicara kepada diri sendiri sebelum menguap, nampak sedikit terlalu santai buat seorang tawanan perang.


Ch.186 (242)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 56 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).