
Rajanaga Xiangliu memperhatikan kepala yang sedang ditenteng oleh Lian seksama, tidak salah lagi itu merupakan Medusa. Sepertinya perasaan tentang adanya tali terputus dalam benaknya bukan sekedar halusinasi semata, Bing Lian masih bersikap santai tanpa terintimidasi oleh makhluk raksasa tersebut.
Meski lawan bicaranya termasuk petinggi Dao Realm sekalipun Lian kelihatan cuek, faktor utamanya karena ini adalah pertemuan kesekian kalinya mereka sehingga keterkejutan miliknya tak dapat dibandingkan dengan rekan – rekannya dibawah.
Bahkan momen barusan bagi kebanyakan anak buah Medusa termasuk kesempatan pertama menyaksikan keagungan sang Rajanaga, sekarang masing – masing mulai mengerti mengapa Medusa begitu takut terhadapnya. Kekuatan dari segi Qi maupun fisik jauh melampauinya atau bisa dibilang mustahil untuk ditandingi.
Hal – hal hebat yang pernah setiap orang saksikan saat tinggal di Dao Realm terasa cuma sebatas kerikil usai memandang langsung sosok pemimpin Dao Beast berwujud reptil berbisa tadi, Xiangliu memiringkan kepalanya bingung. Ia mencoba mengamati Lian melalui berbagai sudut sekitar lima menit lamanya.
Xiangliu tau terdapat sebuah kejanggalan namun gagal megemukakannya, Bing Lian tertawa lemah lalu sengaja berpura – pura mundur seolah enggan tertubruk. Soalnya dengan ukuran Rajanaga, sekali tarikan napasnya mampu menghisap Lian serta Mingwang menuju lubang hidungnya. Lidahnya saja cukup buat lokasi Mingwang mendarat.
“Eeee....kau membutuhkan sesuatu?”
“Hmm....sshhh....kau terlihat.....berbeda”
“Apa maksudmu Rajanaga? Menurutmu aku sebodoh itu tidak mengenali majikanku?” Mingwang menyeletuk menggunakan nada tersinggung.
“Bukan....shhh.....aku tak sedang meragukan penilaianmu....Mingwang”
“Lalu?”
“Sssshhhh.....cuma ada bau pekat dan hawa jahat Demon terpancar dari dalam tubuh Bing Lian” tutup Xiangliu menyipitkan matanya.
“Paling disebabkan terlampau sering bertarung melawan mereka, benarkan Lian?”
“Ahhh....kau benar Mingwang” Bing Lian membalasnya sembari tersenyum lebar.
“Ssshhhh....sudahlah lupakan”
Akhirnya Rajanaga Xiangliu menyerah sehingga Lian menutupi bibirnya agar tidak terlihat jelas menahan tawa, ia sempat menduga Rajanaga bakal menyadari penampilannya yang jauh lebih muda ditambah jantung Mao Peng dalam raganya. Untungnya berkat kekesalan Mingwang, Bing Lian tak perlu repot – repot menciptakan alasan.
“Mau sampai kapan kau membuatku mendongak Rajanaga?”
“Hmm.....kau benar – benar anak didik Lanzui. Shhh....sikap kurang ajarmu memang menurun darinya”
Lian terkekeh pelan mendengar komentar barusan, Lanzui merupakan nama Dao Beast pertama Bing Lian sebelum dia menaklukan Kelima Hewan Suci miliknya. Tapi sayangnya Lanzui tewas akibat melindunginya pada pertarungan sengit, jadi dia telah tiada bahkan sewaktu Lian belum memperoleh gelar Ice Emperor.
Secara perlahan seluruh tubuh Rajanaga tertarik menuju satu titik mirip dihisap oleh lubang hitam, tentu pemadangan ini menyebabkan rombongan Sheyan panik terlebih getaran pijakan masing – masing sungguh memberi kesan mencekam.
Begitu sosok Rajanaga Xiangliu tidak terlihat lagi, muncul seorang pria tanpa busana melayang di angkasa. Dia memiliki tato berbentuk pola sisik ular menghiasi kulitnya, laki – laki tersebut mendekat kemudian mendarat sekitar kepala Mingwang lalu melangkah menghampiri Bing Lian.
“Bisakah kau mengenakan pakaian? Menurutku jauh lebih mudah menghindari Petrified Gaze Medusa ketimbang bicara denganmu sekarang” kata Lian menunjukan telapaknya sebagai tanda supaya individu tadi berhenti.
“Kalian manusia terlalu mempermasalahkan hal sepele, merepotkan sekali shhh....”
CTAKKK!!!
Dia menjentikan jarinya dan entah bagaimana muncul jubah hitam membungkus seluruh raganya, meski dalam wujudnya saat ini Rajanaga Xiangliu tetap tidak dapat menghilangkan kebiasaan menjulurkan lidahnya. Bagi Bing Lian itu merupakan penampakan sangat lucu sampai – sampai air matanya keluar lelah menahan tawa.
“Oi!?” Xiangliu menegurnya kesal.
“Maaf – maaf....hihihihi....”
“Ceritanya akan lumayan panjang, jadi bagaimana kalau kita sekalian turun ke bawah Mingwang?” sahut Lian menepuk lembut ikan pari tersebut.
><
Keduanya mulai bertukar informasi dalam perjalanan kembali, Lian memberitahu Rajanaga Xiangliu mengenai semua inti permasalahan kedatangannya secara rapi dan berurutan. Yaitu menolong Yao Sheyan agar dapat terlepas dari kutukan pemberian Medusa sebab mengalami banyak sekali kesulitan akibat memilikinya.
Bing Lian juga menjelaskan rinci kejadian saat ia bersama Sheyan meminta baik – baik kepada Medusa sayangnya ditolak, makanya tak ada cara alternatif selain bertarung. Lagi pula itu lebih cocok disebut upaya pertahanan diri soalnya Medusa berniat menghabisi mereka di sana, selepas mendengar penuturannya Rajanaga Xiangliu mengamati gadis berambut ungu yang dimaksud.
Walau nampak pucat nan tegang, menurutnya Yao Sheyan mempunyai aura mirip seseorang kenalannya. Perempuan ini sangat berbakat, cerdas, serta pemberani. Perbedaan mendasar antara dua insan tersebut terletak pada aroma tubuh masing – masing, kalau Sheyan memancarkan wangi Spirit Herb atau Magic Plant maka individu satunya terkenal atas bau racun pekat menyelimutinya.
Rajanaga Xiangliu melirik pemuda di sampingnya cukup lama sebab dia pun memiliki hubungan dengan sosok barusan, Bing Lian berhenti sejenak membicarakan langkah berikutnya terus menaikan sebelas alis menyadari tatapan sang petinggi Dao Realm.
“Ada hal yang ingin kau tanyakan? Jika tidak mengerti silahkan—“
“Berisik, aku paham bahkan tanpa perlu kau jelaskan shhhh.....” Xiangliu mendesis marah.
“Jangan galak begitu dong, aku mana tau kalau kau diam saja. Terus masalahnya?”
“Apakah kau pernah menemui Mye’er beberapa waktu belakangan ini?”
“Saudari She? Belum....kenapa tiba – tiba kau membahasnya?” tanya Lian agak bingung akan perubahan topik mendadak terlebih tentang saudari seperguruannya.
Rajanaga diam sebentar seolah mencari kata – kata tepat kemudian akhirnya memberitahukan sebuah kejadian entah kapan, dia sendiri lupa pastinya tetapi seingatnya pada suatu kesempatan Yanjing sempat mendatanginya membawa She Mye untuk menghadap memanfaatkan posisinya sebagai keturunan langsung Rajanaga Xiangliu.
Harus digaris bawahi kalau petinggi – petinggi Dao Realm sangat sulit ditemui dan pastinya kecil sekali kemungkinan bersedia dilihat oleh manusia. Cuma orang – orang tertentu saja punya keistemewaan dipanggil atau didatangi mereka, contohnya ya Bing Lian.
She Mye bukan termasuk sosok sepenting itu sehingga tanpa membentuk kontrak dengan Yanjing, mustahil Rajanaga sudi berdialog bersamanya. Ternyata alasan keduanya datang adalah meminta pertolongan Rajanaga Xiangliu buat mencari keberadaan Ice Emperor yang dikabarkan menghilang.
Sayangnya Rajanaga tak mampu berbuat banyak akibat beberapa faktor, pertama Lian lenyap di dunia nyata. Beda kasusnya semisal dirinya terakhir kali terlihat mengunjungi Dao Realm mungkin Rajanaga Xiangliu dapat menggunakan pengaruh maupun kekuasaanya untuk mengetahui lokasi terkini Bing Lian.
Kedua, Lian tidak pernah menjalin hubungan kerja sama terhadap satupun Dao Beast dibawah kekuasaan Rajanaga Xiangliu jadi garis penguhubung keduanya benar – benar tipis bahkan bisa disebut putus.
Penyebab ketiga sekaligus terakhir yaitu kondisi unik Qi Bing Lian yang diapit lima kekuatan para pembawa bencana, soalnya berkat keberadaan Baxian, Qinglong, Zhuque, Xuanwu, serta Hubai melacak Lian bagi Dao Beast lain layaknya mencari jarum dalam tumpukan jerami. Hawa kehadiran kelima Divine Beast ini terlampau superior.
Jadi pada akhirnya Rajanaga Xiangliu hanya mampu memastikan jika hewan – hewan suci milik Ice Emperor masih hidup namun terpisah jauh jadi kurang tau dimana lokasi sebenarnya tuan mereka, meski Yanjing memohon sungguh – sungguh sampai bersujud ia tak punya kemampuan buat menolong.
“Gadis itu menangis hingga air matanya menolak keluar lagi, makanya pastikan untuk memberi salam kepadanya saat kau pulang nanti”
“Begitu ya? Aku mengerti, akan kuingat baik – baik pesanmu” Bing Lian mengangguk – angguk kecil sembari tersenyum.
Ch.293 (400)
Yeayy.....congrats to myself karena sudah menulis cerita ini hingga 400 chapter >_< silahkan mampir ke sebelah ya semisal pengen tau kelanjutannya. Soalnya Bing Lian sedang.....gk jd ah nanti spoiler lol ^_^
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 105 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).