The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 208 - Kehilangan Lagi



Saat semua anggota Black Graveyard Sect meninggalkan tenda, Gui Dong masih melanjutkan kegiatannya mengamati sekaligus memeriksa kondisi Undead Monarch miliknya. Dia adalah tipe orang yang sangat memperhatikan koleksi – koleksi kesayangannya, Corpse Emperor memperbaiki bagian – bagian daging membusuk serta mengelap cairan hitam pada sekitar perban.


Selagi melaksanakan kegiatan melepas kain putih itu Gui Dong menyadari suatu hal janggal, badan mayat hidup di hadapannya nampak tidak bisa berhenti bergidik. Ini membuatnya berpikir sejenak terus berjalan mengelilinginya untuk mencari jawaban. “Apa gerangan penyebab dirimu ketakutan Hui’er? Kau menemui apa sebenarnya sewaktu mendatangi Frozen Swan River tadi?”.


><


“Ayah!? Ayah sudah pulang? Hahaha....”


Bing Lian segera disambut pelukan hangat Bing Hui ketika memasuki kediamannya, kurang lebih dua tahun sejak pertemuan pertama mereka dan sekarang ia makin terbuka bahkan tergolong sangat banyak bicara atau cerewet seperti saudari – saudari seperguruan Lian.



“Ah...bagaimana harimu Hui’er? Kau bersenang – senang?”


“Humm....aku dibawa oleh Bibi—eh....Kak Liyi belajar bersama anggota sektenya”


“Kau memanggil Saudari Yue kakak?”


“Ya soalnya kalau tidak mereka berlima bakal membunuhku...” balas Hui tertawa lemah.


“Hahaha...aku mengerti perasaanmu....”


Biasanya setiap Bing Lian mempunyai urusan di luar Bing Hui akan dititipkan kepada anggota Empeors Alliance Sect lainnya, tapi kebanyakan para Empress selalu berebutan hak asuh tersebut soalnya jika Bing Hui ada pada salah satu dari kelimanya Lian pasti datang ke sana buat menjemputnya.


Namun tak menutup kemungkian Tie Jin, Kun Lei, Gui Dong, maupun Yu Gang dengan senang hati menerima kujungan Bing Hui karena bocah ini dikenal pintar juga mudah diatur. Dia suka membantu tanpa perlu diminta sehingga membuat semua orang menyukainya.


“Ayah?”


“Hmm?” Lian menyahut santai sambil matanya terpaku terhadap salah satu surat.


“Kapan....aku boleh memulai praktik?”


Gekaran tangan Bing Lian berubah kaku mendengar pertanyaan itu, Bing Hui nampaknya menyadari perubahan sikap Lian kemudian memasang ekspresi bersalah. Ice Emperor duduk bertopang dagu berpikir, Bing Lian tau cepat atau lambat pertanyaan barusan akan diajukan oleh Bing Hui. Berinteraksi sekaligus dikelilingi Cultivator hampir sepanjang waktu tentu mempengaruhinya ikut ingin menjadi seperti mereka.


Dari momen pertama Lian memberitahu tentang kebenaran nasib desanya, ia langsung menjelaskan idenitas dirinya sebagai pendekar yang menjalani jalan keabadian demi menyelamatkan umat Manusia dari invasi bangsa Demon. Bing Hui termasuk anak cerdas sehingga meski masih begitu belia mampu memahami garis besarnya lalu kemudian hari menanyakan beberapa pertanyaan supaya segalanya jelas. Apalagi Bing Hui sekarang berusia tujuh tahun, umur paling pas membentuk pondasi praktiknya.


“Kau benar, kupikir sekarang kau siap”


“Sungguh?!” kata Bing Hui bersemangat.


“Ya, kebetulan sekali datang surat dari Senior Long. Aku bakal bertanya kapan kau bisa berangkat menuju Black Dragon Empire”


“Ayah....aku tak mau dilatih Paman Long....”


“Apa maksudmu?”


“Aku berniat cuma bersedia memperoleh ilmu serta arahanmu....”


“Hui’er aku pernah berkata sebelumnya bukan? Kau mempunyai fisik khusus yang berbakat dalam Body Refining, pilihan terbaik adalah mendapat didikan Black Dragon King yaitu pengguna Dragon Fang terhebat saat ini. Lagi pula kemampuan kami tidak jauh berbeda....” Bing Lian menghela napas sudah menebak Bing Hui pasti menolak usulannya.


“Tapi Ayahkan juga bisa menggunakannya, kau keberatan mengajariku? Aku berjanji akan rajin serta tak merepotkanmu....”


“Bukan itu masalahnya Hui’er, kau tau sendiri aku belum pernah punya pengalaman melatih seseorang. Aku hanya menginginkan yang terbaik untukmu....”


Setelah perdebatan tanpa henti dan Bing Lian merasa diskusi berjalan di tempat, akhirnya Lian menyetujui permintaan Bing Hui. Bocah tersebut melebarkan matanya seolah tak mempercayai telinganya sendiri terus memeluk ayah angkatnya erat – erat lalu berlari meninggalkan ruangan hendak memberitahu anggota Emperors Alliance Sect lainnya atas keberhasilannya membujuk Bing Lian.


Begitu rambut hitam Bing Hui menghilang dari balik pintu, muncul lima sosok misterius mengelilingi Lian. Kelima Hewan Suci berkumpul sekitarnya dalam wujud manusia masing – masing, empat pria menatapnya penasaran sementara seorang wanita merangkulnya melalui belakang seraya berbisik, “Nee? Kau serius mau melakukannya Tuanku?”.


“Qinglong....kau terlalu dekat”


“Hihihi....kenapa? Kau terlihat tidak membencinya.....”


“Benar katanya Lian, kau belum pernah membimbing orang menjadi Cultivator. Akibatnya bisa fatal” tegur Baixian menduduki meja.


“Aku tau....namun apa kalian punya ide lebih baik buat menolak permintaanya?”


Bing Lian balik bertanya sampai menyebabkan kelima Divine Beast barusan saling bertukar pandang sama – sama tak mempunyai jawaban atas pertanyaan Tuan mereka, sampai detik ini Lian selalu bertanya kepada dirinya sendiri mengapa menyetujui hal tersebut. Keputusan Lian waktu itu merupakan salah satu penyesalannya sepanjang masa, seandainya dia mengikuti saran Baixian dan Qinglong mungkin saja Bing Hui masih bersamanya hingga akhir hayat.


><


Bing Lian berdiri di hadapan sebuah peti mati, hatinya terasa seakan diremas – remas sewaktu melihat wajah pemuda berusia lima belas tahun dalam benda barusan. Ekspresinya nampak damai nan tenang, rambut hitamnya berkilau sama sekali tidak terlihat seperti orang yang sudah tiada. Ia lebih cocok dibilang sedang tertidur pulas.


Suara langkah mendekatinya makin menyebabkan Lian kurang nyaman, sembilan murid Mask Sage lain telah berdiri menunggunya dengan mengenakan pakaian serba hitam menunjukan bela sungkawa. Sesekali masih terdengar isak tangis dari perempuan – perempuan itu, meski pencayahaan remang – remang sekalipun bukan hal sulit menyadari mata bengkak mereka usai menangis tanpa henti.


“Kakak Pertama....kami juga merasa kehilangan atas kepergian Hui’er” Yu Gang menepuk lembut pundaknya.


“Terima kasih Saudara Yu, tapi sekarang tolong bisakah kalian tinggalkan aku sendiri....”


“Aku mengerti....”


“KAKAK PERTAMA! MAAFKAN AKU! MAAFKAN AKU! MAAFKAN AKU! AKU TELAH MEMBERI PELAJARAN KEPADA PELAKUNYA! AKU SIAP MENYERAHKAN DIRINYA UNTUKMU! ATAU JIKA HARUS AKU RELA MENUKAR NYAWAKU SEBAGAI GANTINYA”


“Yijun....”


“Saudari Fang hentikan, kita tak bisa mengelak akan takdir. Lagi pula semua ini bukan salah anggota sektemu melainkan aku sendiri” Lian menoleh kemudian membantu bangkit gadis yang bersimpuh dekat kakinya.



Perasaan bersalah Beast Empress malah bertambah parah usai menatap bola mata biru Bing Lian, tatapannya hampa hampir sekosong ketika malam hilangnya Seoris Kingdom. Dia menundukan kepalanya sebentar dan meminta Yu Gang mengambil alih tugas mengurus pemakaman Bing Hui sebelum melenggang pergi.


Bing Lian terbang tanpa arah mencoba mencari tempat di mana dirinya tidak mengingat atau terbersit ekspresi tersenyum bahagia putra angkatnya, Bing Hui mengalami cedera parah selesai melakukan pertarungan uji coba menghadapi salah satu murid Eternal Beast Pavillion.


Semua perkataanya sebelumnya ke Fang Yijun bukahlah sebuah ucapan hiburan atau ingin membuatnya merasa lebih baik, pada kenyataanya kematian Bing Hui disebabkan murni kesalahan Lian. Bing Lian merupakan seorang anak Manusia istimewa karena mempunyai tingkat ketahanan tinggi terhadap Hawa Jahat akibat dibesarkan oleh Raja Iblis beserta bawahan – bawahannya.


Sejak kecil Lian sudah terbiasa dikelilingi kekuatan bangsa Demon tersebut, bahkan perkembangan awal praktiknya memperoleh bimbingan langsung sang Demon King. Namun tentu ada perbedaan mendasar antara kedua ras dalam segi kultivasi, itulah alasan utama Lian diminta mencari guru lain ketika masih tergolong sangat hijau. Sekarang dapat dibayangkan jika hal serupa terjadi kepada seorang bocah yang belum pernah memiliki pengalaman bersinggungan dengan Hawa Jahat sama sekali.


Ch.208 (280)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 72 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).