The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 295 - New Owner



Bing Lian memperhatikan semua hadirin disitu dan sesuai perkiraanya tidak ada tanda – tanda seorangpun hendak mengajukan diri sebagai pengganti Medusa memiliki Petrified Gaze, hal wajar mengingat betapa buruk kenangan mereka terhadap mata tersebut.


Sebenarnya salah satu alasan Lian menghampiri Rajanaga Xiangliu adalah untuk membahas tentang keberlangsungan nasib Gift Bizzare Eyes ini, namun karena dia kelihatan mengerti Bing Lian membiarkannya kemudian malah membicarakan Poison Empress.


Rajanaga kembali melanjutkan penjelasan lebih lanjut, keduanya sejak awal memang tak terlalu berharap bakal ada bersedia menerimanya sebab Petrified Gaze merupakan hasil perjanjian ilmu terlarang antara Medusa dengan seorang ras Demon pada zaman Benua Huawai masih dihantui para bangsa pimpinan Demon King.



Entah bagaimana masing – masing bisa bertemu, pokoknya inti kisah barusan seputar fakta bahwa Petrified Gaze dipelajari Medusa dari Demon demi dijadikan senjata utama sekaligus bentuk pembangkangan terbesar terhadap Rajanaga selaku leluhur Dao Beast berwujud reptil beracun sehingga akhirnya mengusirnya.


Bing Lian maupun Rajanga Xiangliu paham betul mustahil membiarkan Petrified Gaze jatuh ke tangan yang salah untuk kali kedua, Rajanaga hendak menyegelnya menggunakan otoritas penuhnya namun Lian menolak ide tadi soalnya memberikan kesempatan teknik Demon bersemayam di Dao Realm amat riskan.


Siapa tau kelak muncul sosok lain mengetahuinya terus membentuk siasat buat merebutnya dari Rajanaga Xiangliu, lagi pula usia Rajanaga sudah terlalu tua. Tidak ada jaminan kalau beberapa tahun lagi potensi hadir generasi – generasi muda berbahaya seperti para pembawa bencana dulu persentasenya mencapai nol persen.


Rajanaga Xiangliu sedikit tersinggung atas pemikiran ini karena seolah Lian meremehkannya, tetapi sayangnya ia benar. Terlebih Rajanaga enggan mengambil risiko mengulangi kesalahan sama layaknya era kekacauan akibat lima Divine Beast terkutuk itu. Makanya ketimbang memaksakan harus menyembunyikannya, Lian lebih setuju Petrified Gaze dipegang oleh individu kompeten dan dapat dipercaya.


Selesai mendengar penjelasan kian mendalam, justru menyebabkan semua mantan pengikut Medusa makin yakin menolak hak kepemilikan utuh Gift Bizzare Eyes tersebut. Bing Lian berusaha mengerti kegelisahan mereka kemudian melangkah maju.


“Baiklah, kalau tak ada yang ingin nampaknya kita tidak punya pilihan lain. Biar a—“


“Aku....” potong Yao Sheyan tiba – tiba mengangkat tangan ketika Lian baru saja mau mengajukan diri sampai si pemuda berambut putih melongo dengan mulut terbuka serta mengerjapkan mata berkali – kali.


“Eh?”


><


“Nona....Yao? Kau yakin kepalamu tidak terbentur sesuatu?”


“Tentu saja, berhenti menanyakan hal konyol”


“Maksudku....kau ingat bukan tujuan kita datang kemari buat apa? Aku hanya memastikan siapa tau kau melupakannya” Bing Lian bergumam pelan.


Lian masih berusaha mencerna keputusan Yao Sheyan, bukankah alasan utama mereka berdua berangkat menuju Dao Realm adalah mencabut kutukan Medusa. Terus sekarang mengapa ia malah secara suka rela bersedia menerima Petrified Gaze kembali sebagai pemilik tunggal, itu agak kontradiktif bagi Bing Lian serta kebanyakan orang termasuk para mantan pengikut Medusa.


Jika demikian tangisan haru ketika akhirnya dirinya bebas maupun kedatangan keduanya ke sini terkesan sia – sia, Mingwang pun ikut penasaran soalnya sudah mendengar kisah – kisah pilu Sheyan akibat salah satu Gift Bizzare Eyes tersebut. Rajanaga Xiangliu memperhatikan dengan seksama si gadis sembari menunggu jawabannya bersama yang lain.


“Untuk melepaskan Petrified Gaze dari tubuhku”


“Benar, lalu kenapa menginginkannya lagi?”


“A...ak...aku....mau menebus segala dosa – dosaku atas kekacauan pernah kubuat selama memilikinya” kata Yao Sheyan usai terdiam cukup lama.


Bing Lian terenyuh mendengar ucapannya, menurutnya seseorang membutuhkan kebesaran hati luar biasa ditambah perasaan tanggung jawab tinggi baru mampu mempunyai pola pikir layaknya Sheyan. Apalagi kalau ditilik melalui segi usia, Yao Sheyan masih tergolong begitu muda sehingga menunjukkan bahwa kualitas pemikirannya diatas rata – rata. Beda kasusnya semisal sosok mengatakan hal demikian merupakan Culitvator senior berumur ratusan tahun.


Oleh kata lain menuntaskan semua urusan agar dapat tenang menajalani kehidupan ke depannya nanti juga sebagai bentuk penebusan dosa kedua orang tuanya terutama ayahnya karena telah membentuk kontrak bersama Medusa, makanya Sheyan akhirnya dengan penuh kesadaran rela mengambil alih kepemilikan Petrified Gaze.


Yao Sheyan berharap jika menanggung kutukan itu dia bakal berhenti dihantui korban – korban terkena sinar pembatunya, bahkan siapa tau mampu memanfaatkan kekuatannya untuk hal berguna bagi khalayak ramai kalau berhasil digabungkan bersama kemampuan medis ajaran Yao Quon sang Alchemist Bachelor.


Sheyan berkeringat dingin akibat cemas menunggu apakah proposalnya diterima, Rajanaga Xiangliu melirik Bing Lian seakan menanyakan pendapatnya. Selaku satu – satunya individu paling lama mengenal Yao Sheyan antara mereka, pandangan Lian dianggap kredibel menentukan pantaskah dirinya diserahi amanat memegang Gift Bizzare Eyes tipe Combatant berbahaya ini.


“Nona Yao? Biar kupastikan tuk terakhir kalinya, kau yakin?”


“Sangat....”


“Sejak awal kepemilikan sah Petrified Gaze selalu berada di tangan Dao Beast, kita tidak tau efek sampingnya ketika dikuasai penuh manusia. Aku tak bisa menjamin keselamatanmu” tambah Lian serius.


“Aku mengerti dan siap menerima setiap konsekuensinya”


Keduanya saling bertukar tatapan sampai akhirnya Bing Lian tersenyum tipis menyadari tidak terdapat keraguan sama sekali pada hati Yao Sheyan, dia pun melemparkan kepala Medusa ke Rajanaga terus berkata lirih, “Lakukan, aku akan bertanggung jawab atasnya kalau kelak terjadi sesuatu”.


Rajanaga Xiulong memberikan anggukan usai memperoleh jaminan Ice Emperor tadi, Mingwang bersama anak – anaknya menepukan sirip bahagia Sheyan berhasil mencapai tujuan barunya. Kirka menepuk pundak gadis tersebut kemudian memeluknya sambil mengucapkan selamat serta semoga semuanya berjalan lancar sementara para mantan pengikut Medusa lain dibuat takjub menyaksikan keteguhan sang Violet Alchemist Princess.


Selesai perayaan sejenak mereka, Rajanaga meminta Sheyan melangkah maju. Ia bertekuk lutut di hadapan salah satu petinggi Dao Realm itu dengan tubuh gemetar, bohong jika dia bilang tak merasa cemas memikirkan apa gerangan bakal menimpanya beberapa detik lagi.


Rajanaga Xiulong mengarahkan telapak tangannya menuju ubun – ubun Yao Sheyan, perlahan dirinya mulai membaca mantra dalam Archaic Word yang cuma mampu dimengerti Lian dan Mingwang. Sheyan mengernyit kesakitan ketika Qi padat nan panas mengalir masuk ke tubuhnya lalu bergerak juga menumpuk sekitar matanya sehingga memaksanya terpejam.


Selama proses transfer dilaksanakan oleh Rajanaga, semua hati – hati bernapas maupun membuat suara berisik takut menganggu konsentrasinya. Sepuluh menit berselang secara mengejutkan keluar ledakan pelan meniupkan angin lembut ke segala penjuru Dao Realm pertanda perpindahan sukses dilakukan.


Pandangan masing – masing terpaku pada Yao Sheyan, begitu dirinya menoleh sebuah pupil ungu indah balik memandangi sekelilingnya. Terdapat bentuk mirip bintang menghiasi bagian tengah pupil barunya, Sheyan mengerjap beberapa kali seperti orang tengah kelilipan. Bing Lian yang sedang bersandar menyeletuk santai.



“Bagaimana perasaanmu?”


“Luar biasa......” balasnya tersenyum manis.


Ch.295 (402)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 107 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).