The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 195 - Kabar Angin



Bersamaan dengan kematian orang itu, koneksi antara fisik Huang Mei yang tercipta olehnya ikut terputus. Secara perlahan akhirnya aura hitam sekitar tubuhnya mulai menghilang, Aincrad berhenti melipat tangan setelah menyaksikan muncul sebuah sosok transparan dari dalam gadis tersebut.


“Terima kasih.....” ucap arwah atau sisa energi Huang Mei tulus kepada Bing Lian.


“Sama – sama, beristiratlah dengan tenang”


“Bolehkah aku mengajukan permintaan terakhir?”


“Silahkan, akan aku penuhi jika masih dalam kemampuanku” Lian memberikan anggukan setuju.


“Tolong....sampaikan ke Junor Lei kalau ini semua bukan salahnya dan beritahu Saudari Yu jika aku mendoakan yang terbaik untuknya”


“Baiklah, aku mengerti”


“Hehehe....sekali lagi terima kasih, selamat tinggal....”


Dia kemudian terbawa menuju angkasa seolah ditarik kekuatan tak kasat mata, meski demikian Huang Mei tetap tersenyum bahagia sebagai bentuk syukur Bing Lian melepaskan belenggu kendali terhadap badannya. Lian menggigit bibir bawahnya sendiri ketir karena mengingat kejadian – kejadian serupa ratusan tahun lalu.


Beberapa kali ia harus menonton hal seperti itu ketika Gui Dong menjalankan aksinya secara brutal nan semena – mena di penjuru Benua Huawai. Ada banyak sekali anak berpisah dari orang tuanya, saudara, kekasih, suami istri, bahkan Partriach maupun Matriach akibat tindakan Corpse Emperor.


Melihat betapa tulus juga baik hatinya Huang Mei makin membuatnya yakin ancamanya untuk Gui Dong dulu sudah benar, kali ini mereka kelewatan mencari masalah. Kalau punya kesempatan membalas, Bing Lian berjanji memberikan pukulan telak ke pihak Black Graveyard Sect hingga meninggalkan trauma mendalam.


Lian mengeluarkan sebilah pidang kemudian membebaskan ikatan Huang Mei, dia menggendong perempuan tersebut dengan hati – hati. Setelah kontrolnya terlepas makin jelaslah kondisi parah fisik Huang Mei, kulitnya mengelupas dan dagingnya mulai membusuk serta dipenuhi belatung.


Berbekal Ruler Clock Zone Bing Lian mengembalikan keadaan tubuhnya agar jauh lebih baik, terakhir untuk penutup Lian membuatkan sebuah meti indah dari es menggunakan pengendalian Qi teramat terampil terus menyimpannya di dalam Galaxy Ring supaya waktunya berhenti berjalan.


“Kuharap kau tidak keberatan aku merebut tahananmu, ada orang – orang yang ingin melihatnya tuk terakhir kali. Namun jika kau memang enggan mengizinkan, cobalah merebutnya dariku”


“Saya mengerti” Aincrad menjawab pelan sembari menelan ludah berat menyadari perubahan nada bicara Bing Lian.


“Bagus, karena aku tau kalian pasti melakukan hal sama. Apa lagi semisal putrimu berada pada posisinya, sesudah melihatnya menggunakan mata kepalamu sendiri. Apa itu semua cukup sebagai pembuktian bagimu Yang Mulia?”


“Saya—“


“Aku telah memberi pelakunya balasan....” gumam Bing Lian berbalik menatapnya.


Matanya mengeluarkan cahaya terang kemudian detik berikutnya Aincrad tersentak kaget mendapat penampakan seorang Manusia dengan isi kepala berceceran memenuhi benaknya, momen barusan adalah kali pertama dia merasakan pikirannya disodori oleh ingatan orang lain.


Biasanya kemampuan fisik serta mental Spirit Beast melebihi Manusia, hal tersebut menyebabkan serangan mereka membutuhkan lebih banyak usaha agar berdampak kepada para Beast. Inilah salah satu alasan utama mengapa kemarin Eva mampu melukai Lian meskipun dirinya sudah mempelajari Tortoise Shell, Body Refining tipe bertahan terhebat walau belum secara sempurna.


Harusnya sama saja dengan menyerang alam bawah sadar, makanya teknik ilusi tak efektif terhadap Spirit Beast terlebih tingkat tinggi layaknya Fairy Snow. Namun Memorable Gaze milik Bing Lian berbeda, tanpa kesulitan dia menembus pertahanan Aincrad lalu menanamkan memorinya sebab sebenarnya jiwa Lian terdiri atas Culitvator Deva Realm berusia ratusan tahun yang terjebak di tubuh remaja belia.


><


“Hah....hah....hah....” napas Aincrad memburu akibat efek kejut teknik Bing Lian, sang Raja bahkan sampai harus berpegangan supaya tidak terjungkal jatuh kehilangan keseimbangannya.


“Merekalah musuh maupun dalang penyerangan terhadap putrimu, terserah kau mau percaya atau tidak. Urusanku di sini telah selesai”


“Majestic Tamer?!”


“Hmm?” Lian menyahut malas sambil terus melangkah hendak pergi.


“Jika Raja Naga Putih Gunung Jianghou bersama anda, apakah empat Divine Beast lainnya juga demikian?”


“Kenapa kau bertanya? Sebegitu inginkah kau menemui keempatnya?”


“Aku tidak tau menahu dan perduli”


“Kemunculan makhluk kuat yang diduga sebagai Ratu Kirin Biru Danau Leidian”



Akhirnya selesai mendengar kalimat Aincrad tadi gerakan Bing Lian terhenti, bola matanya melebar kemudian melirik sekilas Fairy Snow di belakangnya mencoba mencari tanda – tanda kebohongan namun gagal. Hanya terdapat satu nama dalam pikiranya ketika julukan tadi berkumandang, ‘Qinglong?’.


><


“Aku bisa mempertemukanmu sekarang, bagaimana kalau kau mengetesnya sendiri Yang Mulia?”


“Tak perlu Tuan....”


“Jika demikian aku permisi, terima kasih atas informasinya” Lian memberikan senyuman puas menyaksikan kepanikan pada wajah Aincrad lalu melenggang pergi tanpa menoleh.


Sang Raja Fairy Snow baru mampu bernapas lega sesudah Bing Lian tidak nampak lagi batang hidungnya, dia berangkat menuju ruang singgasananya dipenuhi pikiran. Semisal Ratu Kirin Biru Danau Leidian bersama Majestic Tamer, siapakah yang dimaksud oleh rekan – rekannya sebelumnya.



Beberapa bulan belakangan, salah satu anggota Fifteen Peak Catastropes faksi Ocean Heart yaitu Deep Inhabitant pernah membahas keberadaan sosok kuat sekitar perairan Benua Huwai. Dia membantai sekitar seribu bangsanya kemudian duduk santai di tengah – tengah mayat mereka sembari menghisap pipa cerutu.


Hal serupa dikonfirmasi oleh Fishman Prince sebab aroma darah bekas pembantainya telah tersebar kemana – mana, masalahnya saat hendak menuntut balas dirinya menghilang bak ditelan bumi. Jejaknya tidak bisa ditemukan sama sekali, karena terus berpindah – pindah mengakibatkan musuh sulit sekali dilacak.


Namun cuma terdapat satu kepastian, akan banyak sekali korban berjatuhan setiap kemunculannya. Entah Manusia atau Beast sekalipun, bahkan akibat kabar tadi Aincrad memberi arahan rakyatnya menjauhi perairan – perairan di luar wilayah kekuasaan Fairy Snow.


Walau menakutkan informasi itu menarik perhatian anggota – anggota lainnya, yang mempunyai tekad besar memulai Revolusi Beast pada Benua Huawai mulai mengajukan perekrutan terhadapnya. Tambahan bantuan darinya diperkirakan bakal mempermudah mereka mengalahkan para Cultivator, sayangnya menemuinya sama sulitnya dengan menghindarinya.


Sementara Aincrad termenung, Bing Lian sendiri disibukan oleh pemikiranya sendiri. Dia memang sengaja mengakibatkan kebingungan kepada Aincrad agar si Raja Fairy Snow tak mengetahui kondisi kekuatan aslinya, ini merupakan langkah pencegahan kakena jika sampai fakta mengenai Lian terpisah dari kelima Hewan Sucinya ada perasaan was – was menghantuinya.


Membuka kartunya terlalu awal bukanlah keputusan tepat menurut Bing Lian, mengingat sifat dan kemampuan Qinglong. Bisa jadi desas – desus yang didengar Aincrad benar adanya, Qinglong adalah satu – satunya wanita sekaligus individu paling berbahaya antara Divine Beast milik Lian.


Dia sangat brutal, angkuh, licik, juga sulit diatur hingga kebiasaan buruk judi Zhuque kelihatannya sebatas kenakalan kecil bila disandingkan dengan tindakan – tindakan Qinglong. Banyak berpendapat kekuatannya melebihi Baixian, inilah mengapa keduanya sering bersitegang satu sama lain.


Seingat Bing Lian, Qinglong cuma pernah menuruti tiga orang saja selama hidupnya. Pertama Hao Ren, kedua Mao Peng, serta terakhir Lian sendiri. Berdasarkan itu Bing Lian lebih memilih mengangkat Baixian sebagai ketua Lima Hewan Suci ketimbang Qinglong.


“Eeee....Baixian buruk, mustahil....cocok....memberi....ajar” tanpa terasa Bing Lian mencapai ruang perawatan kembali kemudian lamunannya pecah mendengar suara Eva.


“APA KATAMU!? KAU HARUSNYA BELAJAR BAHASA MANUSIA DARI BEAST YANG BISA MELAKUKANNYA, BUKAN PENUTUR ASLINYA TAU! JANGAN MEREMEHKANKU SIALAN!”


“Tidak! Tidak! Tidak! Tunggu Lian mending!”


“Pfft!? Kalian berdua hentikan....” ujar Bing Lian menahan tawa kemudian akhirnya masuk sekaligus memilih jangan memikirkan masalah barusan secara berlebihan.


-The Omniscient Ice Lotus Prince Book Arc Status Finished-


Ch.195 (257)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 62 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).