The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 126 - Oathbreaker Machete



“Salah satunya memang itu, tapi aku sungguh – sungguh ingin menguji kemampuan dengan bertarung melawanmu”


“Eh?”


“Ai kau bicara apa? Cepat mundur, kau mempermalukan nama sekte saja. Tuan Putri pasti kelelah—“


“Tidak, aku sama sekali tak keberatan. Bagaimana menurut kalian Ayah? Kakek?” Yawen memotong kata – kata Feng Jia kemudian melirik ke arah kedua pria tersebut.


“Yaya....”


“Huahahaha....bagus cucuku! Masa muda memang dijalani seperti ini! Kau seharusnya belajar darinya Guan”


“Ayah....tolong, jika terus dibiarkan dia nantinya malah terbiasa menantang semua orang yang ditemui bertarung”


“Kau menyetujuinya bukan Jinjin?” tanya Long Heiyan mengabaikan perkataan putranya.


“Eh? Selagi Tuan Putri dan Ai’er sepakat, kupikir semua baik – baik saja. Aku tidak punya hak untuk berkomentar apapun”


Tie Jin menjawab tenang sambil menggaruk – garuk kepala, setelah Hell Stick berhasil dijinakkan kembali serta duel Tie Mu selesai kecemasannya jujur telah hilang. Karena mengetahui cukup baik kemampuan gadis tersebut sebenarnya Patriach Tough Hammer Altar ini jauh lebih mengkhawatirkan Tie Mu ketimbang Feng Ai, terlepas dari status keluarga mereka.


“Baiklah sudah diputuskan!”


“Aduh putriku sayangku cintaku....” Teng Xinyi memijat – mijat keningnya lelah saat Long Yawen tersenyum lebar sembari memukul telapak tangannya sendiri penuh semangat.


“Oi Bo?!”


“I..iy...iya Tuan Putri!? Saya di sini siap melayani anda!”


“Bawakan aku benda biasa kemari”


“Eh? Tapikan itu hanya boleh dipakai—“


“Berisiknya....lakukan saja, jangan membuatku mengulangi perkataanku” seru Yawen melirik marah.


Tanpa mampu membantah pemuda berbadan gempal tadi segera memberi hormat sebelum pergi entah kemana dengan tergopoh – gopoh, sepeninggal Bo masing – masing anak perempuan calon petarung melakukan peregangan.


Feng Ai menatap Long Yawen yang kelihatan masih teramat bugar seolah duel menghadapi Tie Mu tak pernah terjadi, ia juga bertanya – tanya tentang permintaan Long Yawen kepada salah satu pembantunya barusan.


“Saudari Long? Apa kau membutuhkan istirahat? Kita bisa menundanya beberapa menit kalau kau mau”


“Hmm? Kau bertanya kepadaku? Hahahah....tenang saja Saudari Feng, aku masih kuat sembilan belas ronde lagi. Bukankah di awal aku mengatakan kalian berdua maju bersamaan pun tidak masalah buatku?”


“Jadi begitu ya....” Feng Ai menyipitkan mata, jelas agak tersinggung atas komentar sang Black Dragon Princess.


“Oh iya Ayah? Apa kau tak berniat membawanya berobat ke tabib?”


“Kau menyuruh Ayahmu membersihkan korbanmu atau apa?” geram Long Guanting lalu melepaskan jitakan secepat kilat.


CTAK!


“Aduh...mooo sakit tau!?”


“Rasakan....selepas semua ini kita harus bicara Nona Muda”


“Mohon bantuannya Senior Long”


Feng Ai memberi hormat kepada Guanting saat pria tersebut mulai membopong Tie Mu untuk dipulihkan, dia hanya tersenyum menyesal kenapa anak gadisnya bisa bersikap demikian terus melambaikan tangan sebagai tanda tidak usah sungkan.


“Tuan Putri!? Bo melapor! Saya telah melakukannya sesuai perintah”


“Ahh bagus – bagus, lemparkan kemari” Long Yawen menoleh kegirangan dan buru – buru menjulurkan tangannya.


Para pekerja saling bertukar pandang sebelum menelan ludah berat, mereka mulai membuka barang itu. Terdapat ukiran emas berbentuk naga panjang menghiasi tiap sisi persegi tersebut, mata anggota Tough Hammer Altar sekalian melebar begitu mengetahui isinya.


Penampakan golok raksasa mengerikan terpampang jelas saat tutupnya dibuka, sambil menyamakan aba – aba Bo semua orang akhirnya berhasil menyeretnya menuju tepian lalu melemparkannya tinggi. Senjata abnormal tadi berputar – putar mencuri perhatian sampai akhirnya mendarat dengan tertancap tepat di sebelah Long Yawen.



“Yosh....”


“Dia pemakai....Oathbreaker Machete?” ujar Tie Jin terkejut.


“Kenapa heran? Kau sendiri memberikan cucumu Hell Stick? Jinjin harusnya akulah yang kaget pusaka Jendral ras Demon malah kau serahkan kepadanya”


><


Oathbreaker Machete adalah salah satu pusaka paling tua Benua Huawai, Spirit Tools bertipe senjata ini dikenal memiliki daya hancur luar biasa. Konon awal mula pemberian namanya didasari oleh kizah zaman dahulu saat era permulaan di kala Manusia belum memonopoli seluruh jengkal Dataran Tengah, Adamantine Peak, Endless Savana, Southern Thousand Island, dan Bloody Swamp.


Masa jaya para Demonic Beast serta Spirit Beast, bahkan bangsa Demon sendiri masih tidak menampakkan batang hidungnya. Ketika itu hidup seekor Demonic King Beast berwujud naga kuat, saking hebatnya dia tak mampu dilukai siapapun dan mulai sesumbar satu – satunya yang bisa mengalahkannya hanya dirinya sendiri.



Sikap arogan juga semena – menanya membuat banyak sekali individu geram lalu memusuhinya, entah Beast ataupun Manusia. Akhirnya suatu waktu terbentuk semacam koalisi untuk meruntuhkan kekuasaan sang naga, kedua ras pun bersatu mencari jalan keluar.


Karena bertarung secara frontal merupakan keputusan konyol, salah satu kemudian memberikan usulan cemerlang supaya mereka menipu makhluk itu saja. Setelah melewati diskusi panjang dikirimlah seorang pria manusia dan Spirit Beast tingkat tinggi menyerupai wanita menghadap si naga.


Masing – masing menyampaikan adanya konflik di antara mereka kepada Demonic King Beast ini lalu memintanya memberi cara untuk menyelesaikannya. Awalnya ia bersikap cuek, tidak ada untungnya membantu mereka menurutnya. Namun sebab agak bosan diapun mulai memperhatikan pertikain itu lebih lanjut.


Hampir sebulan tanpa menemui kata damai, pasangan suami istri bohongan tadi memutuskan bercerai. Akibat tertarik terhadap Spirit Beast wanita tinggkat tinggi tersebut sang naga sangat senang keduanya bakal berpisah, tetapi ternyata pria Manusia yang merupakan Cultivator meminta ganti rugi atas perceraiannya.


Usai mendapat rayuan akhirnya naga tanpa pikir panjang menanggalkan salah satu taringya demi memuaskan keinginan si laki – laki terus memintanya berjanji untuk tidak kembali mengganggu dirinya serta istri barunya.


Tetapi satu tahun kemudian pria tersebut kembali bersama sebuah parang pusaka yang ditempa berbekal gabungan ilmu Cultivator serta Beast dan dengan perkasa memengal sang naga. Sejak kejadian barusan Spirit Tools ini disebut orang – orang sebagai Oathbreaker Machete.


><


Long Yawen mendekati Oathbreaker Machete sambl memasang wajah sumeringah seakan bertemu kawan lama, ia meludahi telapak tangannya sendiri bersiap menarik keluar gagangnya. Beberapa sempat mengira Yawen membutuhkan waktu lama tetapi dalam sekejap benda tersebut tercabut dari tanah.


Aura senjatanya merembes di udara apalagi setelah dipegang oleh Long Yawen, nampaknya ia pun ikut senang bisa digunakan kembali oleh si Black Dragon Princess. Yawen mulai mengayunkannya kesana kemari dan menciptakan hembusan angin sehingga dia terlihat seperti seorang putri yang memainkan kipas raksasa berbentuk mengerikan.


Puas menyesuaikan diri Long Yawen menggangguk – angguk dan memikul Oathbreaker Machete pada pundak kanannya. Dia berjalan santai menghampiri Feng Ai dengan membawa parang besar sehingga kesulitan para pembantu menyeretnya menuju arena seolah bukan apa – apa. Bilah tajam sepanjang lima meter ditambah dua meter panjang gagangnya menyebabkan siapapun lawan pasti mendongak ngeri.


“Kulihat kau juga pemakai senjata berukuran tidak wajar makanya kuputuskan mengeluarkannya, ayo bertukar ilmu hingga kehabisan tenaga Saudari Feng. Hihihi....”


Ch.126(140)


Kalau mau baca lebih cepat kalian tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).