The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 145 - Unexpected Meeting



'Kami sudah berada di posisi masing – masing Tuan Muda’


‘Bagus....bersiap ke langkah berikutnya’


Bing Lian membalas telepati Xuan Ru ketika sedang berjalan di tengah kota bersama Jin Chyou dan Baixian, ketiganya menyatu dengan para warga yang berlalu lalang hendak mencari makan malam karena hari mulai gelap.


Sesuai instruksi Lian, kelima anggota Noble Treasure Shed berpraktik Foundation Realm termasuk Xuan Ru telah menempatkan diri menuju empat penjuru mata angin ditambah satu orang lagi menduduki pusat kota. Sementara sisanya diperintahkan memastikan agar tidak ada warga keluar dari tembok pembatas sehingga diharapkan saat kutukan tercabut semuanya terkumpul pada lokasi sama.


Seperti kata – kata Baixian sebelumnya, meski Afterlife Transformation Sealed merupakan formasi sihir rumit. Sebenarnya teknik ini sangatlah rapuh sampai Cultivator Forging Qi sekalipun bisa membatalkannya, namun syaratnya titik kelemahannya harus ditemukan terlebih dahulu.


Itulah yang tengah diusahakan oleh Lian sekarang, biasanya tempat tersebut terletak di mana si pemasang jurus berdiri merapalkan mantranya. Makanya Bing Lian sengaja menyebar Xuan Ru serta keempat rekannya ke daerah strategis agar segala sudut Xintong dapat terpantau tanpa terlewat seincipun.


‘Kalian dengar sendiri, ayo lakukan berbarengan....’ Xuan Ru memberi arahan.



Begitu menyamakan tempo, Xuan Ru membuka kertas persegi kecil seukuran telapak tangan pemberian Lian. Warnanya hitam bertuliskan huruf kuno dengan tinta emas yang dia tak mampu baca, setelah menempelkannya kepada jidat masing – masing mereka berlima mengalirkan Qi secara serempak.


Perlahan tulisan di permukaan lembaran tadi mulai bergerak membentuk pola layaknya bola mata, Bing Lian menghentikan langkahnya sambil memegangi Chyou supaya tidak terpisah. Dia menutup sebelah pandangannya lalu berbisik pelan.


“Activated”


Dalam hitungan detik gambaran tiap sudut kota memasuki kepalanya, inilah kemampuan Spirit Tools bernama Intel Ornament Eye tersebut. Memang sejak dahulu barang itu digunakan sebagai alat pelacakan atau penyadapan saat berperang, tetapi kebanyakan dimanfaatkan para Cultivator tingkat rendah juga misi – misi rahasia. Sewaktu mencapai praktik tertentu orang – orang condong memilih memakai Divine Sense sebab dianggap lebih efektif.


Sayangnya Lian sekarang belum mampu mengaktifkan Divine Sense, jika bisa seharusnya tidak perlu repot – repot begini. Xuan Ru dan teman – temannya mungkin punya posibilitas memindai Xintong dengan kecepatan tinggi ketimbang Bing Lian namun mereka tak memiliki keahlian terpenting sekaligus utama kegiatannya yaitu mencari titik kelemahan teknik Afterlife Transformation Sealed.


‘Ketemu....Senior Xuan? Berikan aku jalur paling cepat menuju air mancur utama di sana’


‘Dimengerti, pergi ke arah barat daya dari posisi anda terus belok kanan melewati jalan dipenuhi barisan kios – kios pedagang asongan. Saya bakal membimbing kalian melalui tempat ini’


“Oke, ayo berangkat”


“Sudah berhasil kau temukan?” celetuk Jin Chyou penasaran.


“Eeeh....lebih cepat dibanding dugaanku”


Baixian menimpali sembari mengekor keduanya yang berlari mengikuti petunjuk Xuan Ru, malam itu penuh sesak oleh penduduk. Selain diadakan pameran dan obral besar – besaran nampaknya tindakan penghalauan anggota – anggota Noble Treasure Shed lain teramat sukses sampai masyarakat Xintong enggan meninggalkan kampung halaman mereka.


“Lian!? Pelan – pelan....”


“Tinggal sedikit, di depan sana persimpangan terakhirnya. Aku duluan ya” Bing Lian meliuk – liuk cekatan di antara sekian banyak orang sedangkan Chyou terseret mundur lalu menarik ekor Baixian hingga dia terpaksa menemaninya.


><


“Uhuk! Uhuk!”


“Ibu? Akukan sudah bilang biar aku saja yang belanja, ibu sebaiknya istirahat karena kurang sehat”


“Ahh....tenanglah, aku fit kok. Apa kau tak melihatnya? Terlebih kau yakin bisa membawa semua itu? Seharusnya kita memang mengajak Fang’er”


“Tentu! Ibu pikir aku—“


“Akhirnya belokan tera—“


BUAK!!!


Lian gagal menyelesaikan kalimatnya akibat bertubrukan dengan seseorang cukup keras, ia langsung berusaha menyeimbangkan badan sembari meringis memegangi kepalanya. Melihat belanjaan orang yang ditabraknya berserakan Bing Lian cepat – cepat membantu mengumpulkannya.


“Kau baik – baik saja anak muda?”


“Ah!? Iya bibi, saya minta maaf soalnya sedang buru – buru. Nona anda—eh?”


“Kalian....saling kenal?” ibunya bertanya sebab kedua remaja itu menatap satu sama lain dalam diam disertai pipi berkedut.


Jelas sekali mereka tak menyangka bakal bertemu di sana apalagi pada situasi seperti sekarang, otak masing – masing berputar cepat berpikir bagaimana cara harus bersikap sampai tiba – tiba Chyou muncul memegangi dadanya dengan napas memburu.



“Oi Bing Lian!? Hah....hah....hah....dasar! Beraninya kau meninggalkanku! Jawab hey!? Kenapa malah du—Eh? Kamukan....Qiu Na?”


><


Qiu Na menatap silih berganti mereka kemudian menghela napas panjang, ia berbalik menghadap ibunya sebelum menyodorkan kantung – kantung belanjaan seraya menunjuk ke salah satu sudut kios.


“Ibu tolong bawa sebentar ya, sepertinya di warung sana ada lobak yang ibu cari”


“Sungguh!? Sebelah ma—“


SYUUU!!!


Dalam sekejap Qiu Na memasuki mode pembunuhnya dan mengincar Lian juga Jin Chyou, pergerakannya senyap namun sangat mematikan. Saking gesit Qiu Na sosoknya agak kabur seolah menghilang, untung Bing Lian tepat waktu menarik Chyou menuju balik punggungnya sehingga muka gadis tersebut tidak terkena terjangan brutal Qiu Na.


‘Baixian!?’


“Aku mengerti” sahut Baixian langsung mengambil posisi di hadapan Jin Chyou.


Selagi Dao Beast itu berbuat demikian mata Lian terfokus kepada tangan kanan Qiu Na yang telah memegang pisau kecil runcing, ujungnya terlihat meneteskan cairan keunguan. Bing Lian segera sadar senjata ini berbahaya akibat mengandung racun, terlebih satu tusukan saja dapat menembus tengkorak lawan tanpa kesulitan berarti.


Lian menggeleng – geleng heran bagaimana Qiu Na santai menyembunyikan barang seberbahaya barusan pada balik jubahnya ketika pergi berbelanja bersama sang ibu. Menyadari pandangan mencurigakan Bing Lian, Qiu Na naik pitam terus segera menggnti targetnya.


GRAB!


“Beraninya dirimu! Kupikir kau bukan orang sekeji ini sampai ingin membalas kejadian kemarin di kala situasi buruk begini! Ternyata aku salah menilaimu!”


“Tunggu sebentar Saudari Qiu! Aku tak tau kau membicarakan apa?!“ Bing Lian balas berbisik berusaha menjauhkan ujung pisau dari kulit lehernya.


“Kau kira aku akan sudi mempercayaimu apalagi kau kemari ditemani rubah betina di situ hah!? Shaodow Art – Abyssal Society!”


Lian cuma dapat menggertakan gigi karena kemunculan lengan – lengan hitam melalui bawah tanah kemudian menyeret keduanya menuju bayangan masing – masing, membuat pemandangan mengerikan seolah mereka ditelan oleh bumi.


“Lian!? Baixian bagaimana ini?! Apa yang harus kita lakukan?” tanya Jin Chyou panik usai gagal menggapai pemuda tersebut sebelum menghilang dari pandangan.


“Biarkan saja ia menyelesaikan urusannya, seingatku aku pernah melihat gadis tadi di kota Hoerju. Mungkin ada masalah di antara mereka”


“Kenapa kau bisa sesantai itu sih?!”


“Hah....aku lelah, entah sudah berapa banyak perempuan berupaya membunuhnya jadi lupakan. Lagi pula nantinya dia pasti pulang dengan selamat, ayo kita tunggu saja dekat air mancur utama paling Bing Lian muncul sendiri entah bagaimana caranya. Kau belum makan malam bukan?” Baixian melayang cuek tidak memperdulikan nasip tuannya.


“Hey!? Beneran nih!? Kau yakin!? Terus pembatalan formasi sihirnya?”


“Mana? Nana nampaknya matamu mulai bermasalah ibu tak meli—eh? Kemana perginya putriku?” ujar wanita paruh baya tersebut memiringkan kepala bingung baru tersadar pemuda – pemudi di hadapannya telah menghilang.


Ch.145 (175)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 30 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).