The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 294 - Janji Poison Empress



“Matriach? Matriach? Matriach?!”


“Hmm....? Ahh....kau mengatakan sesuatu?” ujar She Mye mengerjapkan mata beberapa kali.


“Maaf atas kurang ajarnya saya menaikan suara”


“Mye’er? Kau melamum lagi shh....pergilah Luo’er, Matriach sedang lelah dan banyak pikiran” seekor ular yang mengitari singgasananya bicara lirih.


“Saya mengerti Tuan Yanjing, kalau begitu saya permisi”


She Luo selaku murid langsung Poison Empress sekaligus ayahanda She Baoshi yaitu salah satu anggota Seven Young Lord memberi hormat terus segera meninggalkan lokasi dengan ekspresi agak kecewa, She Mye menghela napas panjang memperhatikan cairan kehijauan pada botol kaca kecil dalam genggamannya.



Dia punya persyaratan tinggi memilih penerus, menurutnya She Luo berbakat serta cocok mempelajari ilmu racun Green Poison Lake. Ditambah lagi pemuda tesebut dulunya memenuhi kriteria kekejaman aliran hitam maupun sifat tidak cepat puas khas Poison Cultivator sehingga selalu berinovasi menciptakan racun jenis baru.


Itulah mengapa She Mye mengangkatnya sebagai murid bahkan memberinya nama miliknya karena dia memang tak memiliki keturunan seperti keempat saudari seperguruanya, sayangnya sejak berkeluarga bagi She Mye keahlian She Luo cenderung agak menumpul.


Entah akibat mulai mengkhawatirkan anak – anaknya atau apapun masalahnya, karyanya sama sekali belum sesuai ekspektasi She Mye sampai – sampai membuatnya malas memeriksanya termasuk benda yang dipegangnya sekarang. Ia tanpa basa – basi meremukan bungkusnya dan membiarkannya membasahi kulitnya.


She Mye juga sengaja menghirup aromanya sembari memasang ekspresi datar, bukannya terkena efek samping. Racunnya malah berubah jadi air jernih terserap tubuh khusus She Mye, dia menggaruk – garuk kepalanya gusar kemudian mengumpat.


“Sial! Apa sebaiknya aku menurunkan penilaianku ya?”


“Mye’er? Mustahil orang lain menciptakan racun hebat shhh....jika tidak mengetesnya kepada makhluk hidup. Binatang saja harus mencobanya dahulu baru mengetahui potensinya demi menjalani kerasnya seleksi alam shhh.....” komentar Yanjing usai mengamati semuanya.


“Aku tau!”


“Lalu? Shhh....kenapa kau bersikeras memaksakan kehendak mempertahankan peraturan konyolmu?”


Green Poison Lake sebenarnya dalam keadaan darurat karena hampir disalip kompetitor – kompetitornya, walau enggan bersenggolan dengan mereka berkat keberadaan She Mye. Generasi – generasi muda Green Poison Lake perlahan makin tertinggal bahkan dari sekte – sekte Poison Cultivator bintang 9.


Alasanya sederhana, terdapat larangan ciptaan She Mye tentang pengetesan racun terhadap manusia. Ini membatasi pergerakan serta kreativitas para anggotanya sehingga sulit bersaing membuat racun mematikan berbagai rupa entah cair maupun gas.


Memang ada individu – individu luar biasa layaknya She Mye mampu memproduksi racun kuat tanpa memerlukan kelinci percobaan, masalahnya jumlah sosok demikian satu banding sejuta Poison Cultivator di luar sana.


“Kau tau penyebabnya....”


“Baiklah, shhh....cara lainnya adalah kau berani turun tangan langsung menciptakan racun baru bagi semua”


“Yanjing? Kau paling paham kapan terakhir kali aku meracik bukan?” She Mye menopang keningnya menggunakan tangan sambil memijitnya lembut.


“Sudahlah Mye’er....shhh....kupikir penantianmu hanya sia – sia, waktunya mengakui juga merelakan kalau—“


“Yanjing....jika kau berani melanjutkan ucapanmu....bersiaplah untuk mati....”


Ular itu berhenti lalu mengurungkan niatnya sebab She Mye telah meliriknya sembari memancarkan Qi tingkat tinggi pertanda betapa seriusnya kata – katanya tadi, pupil matanya memicing mirip hewan buas siap menerkam mangsa.


Hampir lima ratus tahun berselang sejak penelitian – penelitian She Mye terakhir disentuh, ia bertahan selama ini hanya berbekal karya – karya lamanya yang tak pernah diberitahukan ke halayak ramai makanya masih dikenal sebagai Poison Cultivator jenius pencipta seribu jenis racun.


Saat kakak pertamanya menghilang, niatnya meracik pun ikut lenyap bersamanya. Dia secara keras kepala memaksa setiap anggota Green Poison Lake tak diizinkan memanfaatkan manusia termasuk tahanan perang sekalipun untuk dijadikan kelinci percobaan pembuatan racun, soalnya takut semisal suatu hari tiba – tiba pria tersebut muncul mendapati keadaan demikian ia bakal kecewa terhadapnya akibat melanggar peringatannya dulu.


‘Senior Bing?’


‘Hmm?’


‘Kenapa kau selalu bersikap baik kepadaku?’


‘Maksudku....aku ini seorang Poison Cultivator lho, seharusnya kau takut seperti kebanyakan orang’


‘Saudari She? Aku punya pikiran realistis, menurutku dunia terdiri atas dua sisi bertolak belakang mirip Yin dan Yang supaya terbentuk kestabilan. Sederhananya dari sudut pandangku racunmu termasuk sumber daya berharga sebab kalau dihapuskan maka mustahil tabib mampu membuat obat penawarnya. Kau beserta anggota sektemulah yang menjadi penggerak ilmu pengobatan agar berkembang’


“Hiks....aku tak ingin jadi satu – satunya gadis bodoh melanggar janjiku kepadanya” isaknya sendu.


Yanjing menghela napas panjang menyaksikan pemandangan memilukan di hadapannya lalu menggulung badan ke sekeliling singgasana terus memejamkan mata, perkataan Poison Empress memicu otaknya mengingat seorang laki – laki berambut putih.


‘Hei Yanjing?’


‘Iya shhh....Tuan Muda Bing?’


‘Tidak usah formal begitu, kita tak sedang berada di Dao Realm. Maukah dirimu membuat janji denganku?'


‘Shh....tentang?’


‘Bersumpahlah padaku atas nama Rajanaga kau akan selalu berada pada sisi Saudari She senang ataupun susah. Menemaninya....karena dia butuh tempat untuk bersandar’


‘Sebuah shhhh....kehormatan bagiku....’


><


Ketika akhirnya mendarat dan turun, seluruh pasang mata tertuju kepada Rajanaga Xiangliu. Yao Sheyan menelan ludah berat merasakan dari dekat serta langsung betapa mengintimidasinya pria tersebut walau sekarang telah mengambil wujud manusia. Semua tidak berani bernapas keras sewaktu dia mengedarkan pandangan.


Orang – orang dalam rombongan bergidik pelan menerima perlakuan tadi, terlebih kebanyakan individu di sana juga belum pernah melihat makhluk sebesar Mingwang sehingga bukan hanya tertekan oleh hawa kuat sang Rajanaga.


“Apa ini....shhh....sudah semuanya?”


“Ahh....sisanya aku pukul sedikit tapi anehnya tak bergerak lagi” Lian menyahut polos.


Seluruh anggota kelompok menatapnya kesal terutama Sheyan, menurut mereka bukan waktunya mengucapkan lelucon menyebalkan begitu terlebih situasinya sedang panas begini. Bing Lian cuma mengangkat kedua bahunya bingung mendapati tatapan dingin itu, seolah menurutnya mengumumkan pembantaian terhadap bangsa Rajanaga depan muka sosok terkait bukanlah masalah yang perlu dipikirkan berlarut – larut.


Rajanaga Xiangliu menggeleng – gelengkan kepala enggan berkomentar, ia berdeham lalu lanjut memberitahukan tujuannya datang. Akhirnya pecahlah keributan selesai mendengarnya bicara, Lian meminta semua tenang dengan menempelkan jari ke bibirnya.


“Sssttt....kalian dengar penawarannya, siapapun masih ingin tinggal silahkan ikuti beliau. Karena tanpa Tuan tempat mengabdi, bertahan di Dao Realm sama saja bunuh diri”


Kemudian terbagilah para mantan pengikut Medusa menjadi dua bagian, setengah mungkin karena kurang yakin mampu beradaptasi nanti saat pulang menuju dunia manusia memutuskan menyatakan kesetiaanya pada Rajanaga termasuk kedua jenderal Medusa sementara sisanya sekitar tiga puluh orang tetap bersama Bing Lian.


“Baiklah, shhh....selanjutnya mari membahas hal terkait perpindahan alam, kalian mustahil dapat hidup di seberang dalam kondisi demikian. Sshhh....sejujurnya ini bahkan diluar kekuasaanku untuk mengubah kalian kembali normal” Rajanaga Xiangliu bicara lirih.


“Maka salah satu harus mengambil alih Petrified Gaze sebagai pemilik sah....”



Begitu Lian mengucapkan kalimat penutup barusan semua segera bertukar pandangan, masing – masing memiliki sebuah kesamaan yaitu pernah diwarisi Gift Bizarre Eyes tersebut dan sejujurnya tak punya keinginan merasakan sensasi serupa apalagi harus mengemban beban menggantikan posisi Medusa.


Ch.294 (401)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 105 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).