The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 124 - Mesin Tempur



“Hehehe...jadi itu jawabanmu? Kalau begitu apa boleh buat? Mari kita lihat sampai kapan kau bisa menolaknya!”


SYU! SYU! SYU!!!


Tie Mu mulai mengayunkan tongkatnya secara terus menerus dengan kecepatan yang kian bertambah, meski jarak mereka jauh ada serangan tak kasat mata memaksa Long Yawen menghindar sehingga nampak tengah menari.


Jika diperhatikan lebih seksama beberapa penonton mampu melihat Qi elemen angin besar menyelimuti Hell Stick dan mengakibatkan jangkauannya bertambah berkali – kali lipat. Yawen mencoba membelokan arahnya saat punya kesempatan namun lebih banyak menghindar, daya hancurnya cukup besar jadi perlahan tribun sekitar sana bisa rusak terkena sabetan.


Untungnya Long Guanting beserta bawahan – bawahan Black Dragon King lain gesit mengambil tindakkan untuk menciptakan lapisan pelindung, seiring berjalannya waktu Yawen terlihat semakin terpojok tetapi gadis tersebut masih tetap tenang bahkan bisa tersenyum.


“Ayo teruslah menari! Hahahahaha....mana mulut besarmu sebelumnya perempuan? Terima ini!? Ini! dan Ini!” Tie Mu mengeluarkan suara serak bergema seperti ratusan pria bicara serempak.


Bukannya terpancing provokasi lawannya, Long Yawen malah menjulurkan lidah sebagai bentuk ejekan balik. Banyak sekali orang berpendapat kalau dirinya adalah anak ceroboh yang cuma mengandalkan otot, itu salah besar. Yawen merupakan sosok cerdas bahkan sekarang otaknya berputar cepat mencari jalan keluar.


Kalau dia tidak terampil, mana mungkin ayah juga kakeknya pernah mengizinkannya memimpin pasukan kerajaan untuk berperang saat masih berusia sepuluh tahun. Analisisnya terhadap kemampuan maupun taktik musuh sangat dapat diharapkan para prajurit Black Dragon Empire sehingga membuat mereka sendiri tak malu dikomandoi olehnya.


‘Gaya permainan tongkatnya berubah drastis, sedikit lagi....celahnya pasti ada....ketemu!’


Dalam sepersekian detik Yawen melesat begitu menyaksikan jeda antara ayunan Tie Mu cukup jauh, si pemuda malah tertawa senang mangsanya masuk ke dalam perangkap. Sebelum Long Yawen mencapai posisi ideal menyerang, Tie Mu mengehtakkan kakinya sehingga muncul Daoist Magic angin kuat menahan laju Yawen.


“Kena kau!”


“Jangan senang dulu” kata Yawen menyeringai.


BANGG!!!


Tanpa diduga Yawen segera menepukan keras tangannya sekali demi membuat gelombang kejut yang melenyapkan seluruh teknik milik Tie Mu seperti daun terbawa badai, hati Yawen mencelos sewaktu menyadari sosok pria tersebut menghilang. Ternyata Tie Mu sudah memutar rendah mengincar kaki Long Yawen dengan Hell Stick usai jurus antisipasi barusan.


Yawen kehilangan keseimbangan lalu jatuh terjerembab, Tie Mu segera mengambil posisi di atas bersiap menyentuh badan sang Black Dragon Princess tapi begitu jaraknya hanya terpisah beberapa senti. Bunyi keras memaksa Tie Mu menutup telinganya.


ROAAARRR!!!



“Ck!? Dragon Scream kah?! Kepalaku rasanya mau pecah....sial!?”


BUAKH!!!


Yawen kembali berdiri setelah melakukan gerakan akrobatik yang sekaligus menendang Tie Mu agar menjauh, tidak ingin rugi Tie Mu ikut mendaratkan sapuan tongkatnya ke arah perut Long Yawen dan menyebabkan keduanya sama – sama terpental menuju masing – masing sisi arena.


“Enak saja mau pegang – pegang, kau kira sayuran di pasar hah? cuih!” Yawen bergumam terus meludahkan darah dari mulutnya.


“Fufufu...instingmu boleh juga gadis kecil...”


><


“Senior Long? Apa anda yakin tidak mau menghentikan duelnya? Ini sangat berbahaya, kalau Senior Tie mulai kehilangan kontrol atas Hell Stick. Saudari Long dalam bahaya” Feng Ai bicara kepada pria di dekatnya.


“Kau nampaknya belum terlalu mengenal Yaya, lihatlah Nona Feng”


Long Guanting menunjuk tempat di mana Tie Mu dan Long Yawen saling menyerang secara membabi buta, keduanya telah bertarung lepas tanpa memperdulikan taktik untuk menang lagi. Tujuan mereka hanya menghancurkan lawan sampai menjadi bubur.


Feng Ai mengikuti arah kemana Guanting menunjuk, tubuh Yawen perlahan mulai dipenuhi oleh luka – luka kecil goresan akibat terkena manipulasi Qi elemen angin milik Tie Mu yang melapisi tongkatnya. Mata Feng Ai melebar begitu menyaksikan bagaimana garis merah pada pipi Long Yawen lenyap layaknya air menguap.


“Bagaimana—“


“Mustahil....mana ada pertarungan intens berjalan selama itu? Pasti terdapat jeda, jika benar berarti....Saudari Long bisa dikatakan tak mungkin kalah perihal daya tahan bertarung”


“Kurang lebih begitu, makanya musuh – musuh Black Dragon Empire menjulukinya sebagai War Machine”


Guanting tentu bangga atas prestasi anaknya tapi terkadang ia cemas memikirkan mental Long Yawen, karena dari kecil selalu ikut serta. Kepalanya dipenuhi oleh medan perang bahkan condong tergila – gila kepadanya, sejujurnya Long Guanting dan Teng Xinyi paham alasan dibalik sikap Yawen.


Dia anak yang mempunyai bakat hebat sehingga sangat mudah bosan, apalagi kebanyakan teman – teman sebayanya memilih menjauh akibat status serta kabar soal kekuatan tidak wajar miliknya. Satu – satunya tempat dia merasa seperti orang pada umumnya adalah ketika bertempur.


Saat mereka berkonsultasi kepada Long Heiyan, pria tersebut cuma bilang kalau cucunya sedang berada pada masa transisi menuju kedewasaan jadi lebih baik dibiarkan saja. Nantinya paling ketika jatuh cinta ia berubah sendiri, namun kedua orang tuanya agak meragukan ucapan Black Dragon King sebab menurut mereka menemukan pemuda yang bisa merebut hati Yawen sama sulitnya dengan mencarikan Long Heiyan di era sekarang rival sehebat miliknya dahulu.


Apalagi usai meninggalnya seorang bocah laki – laki tujuh tahun lalu mengakibatkan banyak sekali perubahan terhadap sikap Long Yawen, muncul obsesi besar baginya buat mengalahkan calon pemegang tahta Red Phoenix Empire. Untungnya genjatan senjata antara empat kerajaan besar nampak sedikit mengurangi kebrutalan Yawen.


“Hey Nona Feng?”


“Eh iya Senior Long?” Feng Ai menoleh bingung tiba – tiba dipanggil.


“Katakan padaku, apa menurutmu di tempatmu berasal terdapat seseorang cukup hebat untuk menandingi putriku?”


“Kenapa anda bertanya demikian?”


“Karena saat ini Yaya seperti katak dalam tempurung, tidak pernah melihat dunia luar sekaligus menemukan sesosok bintang terang sebagai pembimbingnya” balas Long Guanting sendu.


Feng Ai terdiam cukup lama memikirkan jawaban pertanyaan barusan, ketika dirinya hendak menjawab ledakan energi gelap kurang mengenakkan mulai merembes keluar arena. Aura itu berasal dari Tie Mu, beberapa orang segera menutup hidung masing – masing menggunakan lengan baju.


Long Guanting menyipitkan mata serta mengirimkan telepati agar anak buahnya bergerak mengikis Hawa Jahat sebelum sempat menuju kota, meskipun Yawen terkenal mempunyai ketahanan tinggi terhadapnya akibat sering bermain bersama kumpulan hasil jarahan Black Dragon Empire atas bangsa Demon. Guanting ragu dia mampu menanganinya sebab baru pertama kali bersentuhan langsung dengannya selama ini.


“Ekh....!? Huh!? Senior Long?”


“Hmm? Maaf Nona Feng sebaiknya kau mundur sedikit, kondisinya agak kurang kondusif”


“Bukan....tenang saja, aku bisa bertahan kok. Hanya saja aku ingin menjawab pertanyaan Senior tadi” Feng Ai buru – buru memberitahu.


“Eh?”


“Aku....sebenarnya kurang tau, tetapi Senior Long banyak orang berpendapat sekarang di Benua Huawai sedang terbentuk sebuah generasi baru yang digadang – gadang dapat mengimbangi jagoan – jagoan satu generasi dengan ayah anda”



“Pfft!? Hehehe kuharap kau benar Nona Feng, karena menurutku mustahil untuk menemukkan pengganti sang Kaisar Es”


“Kaisar es?”


“Ahh? Maaf, aku hanya bicara sendiri. Jangan dipikirkan” ujar Long Guanting tersenyum sembari menggaruk – garuk kepalanya.


Ch.124(140)


Kalau kalian ingin baca 16 Chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).