The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 209 - Dosa



Bing Lian terbang terus menerus tanpa arah tujuan menembus hujan, badai, salju ataupun angin puyuh kurang lebih selama setahun, dirinya menghilang bak ditelan bumi dari dunia Culitvator untuk menyendiri. Beberapa kali murid – murid Hao Ren lain mendatanginya buat memintanya kembali namun mereka pulang dengan tangan kosong.


Bertepatan satu tahun peringatan hari kematian Bing Hui, Lian tiba pada tepi tebing tinggi yang menghadap laut lepas. Dia duduk diam menatap kosong menuju cakrawala meratapi kehilangannya sampai secara mengejutkan seekor Demonic Beast berbentuk ular raksasa muncul menunjukan taringnya.



Liurnya menetes menemukan santapan luar biasa tersebut seolah memang sengaja ingin menyerahkan diri buat dimangsa, sebelum ia sempat menelan pria berambut putih itu ke dalam mulutnya. Ice Emperor membentuk garis horizontal menggunakan jari telunjuknya, alhasil kepala si Demonic Beast terpenggal bagaikan kertas tipis kemudian memuncratkan darah segar.


Cipratannya membasahi segala penjuru termasuk Bing Lian sendiri, saking berlimpahnya mengingat ukuran badannya air laut juga ikut berubah warna menjadi merah hingga saat ini. Banyak binatang ikut mati karena kandungan Qi bercampur racun pada cairan tubuhnya sangatlah tinggi, Lian masih diam berjam – jam di sana mengabaikan kondisi kotornya sampai tiba – tiba sebuah tepukan pelan terasa mengenai pundaknya.


Sewaktu menoleh dia menemukan seorang pria tampan berpakaian mewah memakai payung hitam berhiaskan naga emas demi melindungi diri dari hujan darah tiada henti. Long Heiyan menjulurkan tangannya sembari tersenyum lalu berkata, “Kau puas? Mari kita pulang, semua mengkhawatirkanmu....”.


Lian sudah lupa alasan mengapa ia setuju mengikuti permitaan Black Dragon King ketika kejadian tersebut, intinya Ice Emperor kembali memimpin Emperors Alliance Sect sekaligus perjuangan melawan bangsa Demon terus melakukan duel dengan Mao Peng sekitar lima puluh tahun berselang.


Sebelum tewas Bing Lian menyadari salah satu tujuannya mungkin sangat ingin mengangkat Bing Hui sebagai anak adalah balas budi kepada Demon King, setidaknya sekali saja Lian punya hasrat merasakan perasaan ayah angkatnya itu.


Namun hasilnya malah bisa dibilang mengecewakan nan menyakitkan, mulai sejak momen ini Ice Emperor tak pernah memiliki murid atau melatih orang lain dalam hal kultivasi karena trauma mendalam. Serta muncul suatu daerah terkenal di Black Dragon Empire akibat keunikannya juga merupakan tempat kunjungan favorit Black Dragon King, di mana terdapat lautan kemerahan berhiaskan kerangka makhluk melata raksasa. Penduduk sekitar menamainya Grief Red Sea.


><


Setelah Bing Lian pergi melayang disusul beberapa saudara seperguruannya, Gui Dong sendiri memilih tinggal sambil fokus mengamati jasad Bing Hui. Perasannya bergejolak didorong keinginan mengotak – atik fisik spesial bocah tersebut, sayangnya tak perlu buat dirinya menjadi pintar supaya tau konsekuesinya semisal ketahuan kakak pertamanya.


Corpse Emperor sudah lama punya hasrat bereksperimen dengan tubuh khusus, sangat sulit merealisasikannya sebab biasanya orang demikian pasti pendekar – pendekar hebat. Kalaupun berhasil menemukan dan membunuhnya Gui Dong mengalami masalah saat mengubahnya menjadi Undead.


Cultivator Nascent Soul Great – Circle Stage hampir semuanya memasang proteksi pada jasadnya terhadap kejadian – kejadian semacam ini agar mayat mereka tidak disalahgunakan terutama oleh sosok – sosok seperti Gui Dong. Akan begitu ironi semisal kelak salah satu dimanfaatkan menghancurkan sektenya sendiri berbekal mayat miliknya.


Kasus Bing Hui agak berbeda, dirinya meninggal saat masih berpraktik rendah bahkan belum mencapai Foundation Realm. Tentunya itu bakal mempermudah Gui Dong menjalankan ide – ide gilanya, saat kepalanya dipenuhi kebimbangan bisikan pendorong terakhir menghampiri telinganya.


“Tidakkah ini merupakan kesempatan emas bagimu?”


“Kau membicarakan apa?” Gui Dong balik bertanya tanpa perlu menoleh ke Yu Gang. Jade Emperor memunggunginya sembari menatap kepergian Lian dengan senyum tipis.


“Entahlah, melakukan hal yang terbersit di benakmu mungkin?”


“Memangnya kau tau apa isi pikiranku?”


“Hehehe jangan konyol Saudara Gui, mana mungkin aku mengetahuinya. Pokoknya aku permisi dulu, kau dipersilahkan bertindak sesuka hatimu selama berada di sini. Aku berjanji menutup mulutku rapat – rapat, lagi pula kau dengar sendiri tadi. Kakak pertama memilihku sebagai penanggung jawab....” tutup Yu Gang melenggang pergi, hendak membayar upah kepada salah satu murid Eternal Beast Pavillion sesuai janjinya kalau dia berhasil menuntaskan tugasnya secara rapi.


Saat bunyi langkah Yu Gang perlahan makin mengecil, Gui Dong berjalan mengitari peti mati beberapa kali sebelum akhirnya berhenti. Ia membisikan mantra pelan terus memunculkan setangkai mawar hitam dalam genggamannya, benda tersebut jatuh perlahan menembus segala penghalang kemudian menyentuh kulit Bing Hui.



Bunga barusan kelihatan meleleh lalu berganti menjadi tato berbentuk serupa, menghiasi dada di balik jubah si pemuda. Gui Dong tidak mampu menahan tawa terkekehnya, walau ada kemungkinan mati dan belum sempat melaksanakan eksperimen setidaknya ia pernah berusaha. Namun jika diberi kesempatan untuk berumur panjang serta suatu hari nanti Ice Emperor gugur pada perang menyelamatkan Benua Huawai, Gui Dong bersumpah bakal menunjukkan mahakarya terhebatnya ke seluruh dunia.


“He...he...hehehe....”


“Sebaiknya kau punya alasan bagus untuk mendasari tindakanmu”


“Anda!?”


“S...sa...saya—“


“Tenanglah....mungkin aku akan berubah pikiran kalau jawabanmu bisa menghiburku....”


><


“Patriach? Patriach? Patriach?”


“Hah....!!!”


Corpse Emperor terkesiap kaget, napasnya memburu sesudah memimpikan kejadian yang lama sekali terjadi. Senyuman sinis ditambah ancaman Beast perempuan tersebut masih begitu membekas juga memberikan trauma tersendiri terhadapnya.


Usai menenangkan diri kemudian memperhatikan sekitarnya barulah Gui Dong teringat sekarang berada di mana dan asal panggilan barusan, siluet cucu pertamanya Gui Fu nampak menghiasi kelambu enggan bergerak karena menunggu jawaban darinya.


“Kau membutuhkan sesuatu Fu’er?”


“Anda baik – baik saja Patriach?”


“Iya, aku cuma melamun sedikit. Ada apa?”


“Saya hanya ingin melaporkan jika persiapan telah selesai, kami tinggal menunggu perintah untuk berangkat menyerbu Frozen Swan River” kata Gui Fu langsung mengabaikan tingkah janggal kakeknya.


“Sudah waktunya rupanya....apakah aku bisa menyerahkan semuanya kepadamu?”


“Saya akan melakukan yang terbaik!”


Gui Dong mengangguk dan memerintahkan salah satu Undead Monarch buat menyertai pasukannya, memang sejak awal ia tak berniat ikut turun tangan. Sebab kalau dirinya juga datang perangnya bisa – bisa berakhir dalam hitungan menit, meskipun tidak melihatnya semangat Gui Fu naik berkali – kali lipat berkat kehadiran koleksi kakeknya.


Dia memberi hormat lalu bergegas meninggalkan tenda, di luar menunggu lima ribu pasukan Undead bercampur dengan ratusan Cultivator pengendalinya. Bersiaga penuh siap tempur, Gui Fu nampak layaknya seorang yang membelah lautan mayat hidup saat berjalan menuju bagian depan terlebih ada Undead Monarch mengikutinya.


Gui Ma sendiri ikut menunggu sambil menunggangi naga tulang belulangnya, Gui Fu hendak melewatinya namun di hadang oleh sang adik. Pemuda itu menanyakan apa Patriach menitip pesan untuknya.


“Enyahlah, siapa yang cukup bodoh menempatkan anak bau kencur sepertimu di garda terdepan. Sana kembali mengisi batalion kedua”


“Apa kau bilang?!”


“Jangan banyak bertanya, aku adalah Jenderal dalam perang ini. Kalau keberatan silahkan duduk manis menunggu kemenangan sebagai penjaga kamp, kau paham?” Gui Fu meliriknya sinis.


Meski merasa kesal dan terhina, Gui Ma tidak punya pilihan selain menurut karena Gui Fu memang dipilih Patriach. Dia mundur seperti arahan kakak pertamanya, bersamaan dengan aba – aba Gui Fu invasi hari pertama Black Graveyard Sect atas Frozen Swan River resmi dimulai.


Ch.209 (281)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 72 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).