The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 210 - Proses



“Chyou?” panggil Xue Yi menengok ke dalam kamar.


“Mmm....?”


Nampak Jin Chyou tengah mengikat sebuah tali tipis sekitar pergelangan tangan terus mengencangkannya dengan menariknya memakai gigi, penampilannya sekarang sudah lebih kelihatan seperti Cultivator kebanyakan bukannya malah seorang putri keluarga kaya raya layaknya hari – hari biasa. Puas akan hasil kerjanya ia menoleh kepada Holy Daughter Frozen Swan River barusan usai mengangguk kecil.


“Kenapa Xue Yi? Kau membutuhkan sesuatu?”


“Tidak....aku cuma ingin menanyakan satu hal”


“Katakan saja, aku tak suka basa – basi” Chyou membalas cuek.


“Kau serius mau ikut perang ini demi membantu kami?”


“Ahh...tapi sebaiknya jangan terlalu berharap banyak ya, kau tau sendiri kemampuan bertarungku payah sekalipun bagian Twelve Cosmos Princess. Itulah mengapa aku menyiapkan perlengkapan – perlengkapan terbaik.....”


Xue Yi harus akui pakaian yang Jin Chyou kenakan adalah Spirit Tools tingkat tinggi, berkatnya selagi musuh belum mencapai minimal puncak Foundation Realm mustahil menembus pertahanan benda tersebut. Namun masih banyak lagi benda – benda istimewa nan mahal menghiasi tubuhnya dan semisal ditotal harganya mencapai ratusan juta Spirit Stone.


Chyou bersiul santai tanpa menyadari tatapan lelah Xue Yi, dalam benaknya Xue Yi berpikir sejenak jika beginilah rupanya seseorang ketika menjadi bagian dari Noble Treasure Shed sang sekte terkaya di Benua Huawai. Terlebih Jin Chyou merupakan anggota keluarga langsung Patriach mereka.


Sesudah menyaksikan ini Xue Yi baru tersadar kemewahan dirinya dapatkan saat sukses diangkat sebagai Murid Suci Frozen Swan River, sebuah sekte bintang 9 bukan apa – apa dibandingkan Chyou. Noble Treasure Princess membersihkan telapaknya lalu menghentakan kaki pelan sehingga tombak pada lantai segera terpegang olehnya.


“Kok kau malah bengong sih? Halo?” sapa Jin Chyou menaikan sebelah alisnya heran.


“Ah....maaf, ayo kita berangkat bersama yang lain menuju barisan pasukan”


“Oke....apa kita punya semacam strategi khusus?”


“Selain bertahan? Kupikir tidak....” Xue Yi menjawab dongkol.


“Seandainya ia ikut kira – kira bagaimana jalan keluar dalam kepalanya ya....?”


“Kau membicaran Senior Bing?”


Jin Chyou memberikan anggukan kecil sebelum berhenti, menatap kediaman Matriach nun jauh di sana. Tempat Baixian menjaga pintu masuk Dimensional Realm lokasi Bing Lian melakukan latihan tertutup, selesai mendengar kisah Bing Hui perlahan Chyou bisa mengerti mengapa Lian bersikap demikian. Amarahnya atas perbuatan Corpse Emperor sangat wajar.


Ikut bertarung pun akan beresiko tinggi mengingat lawannya merupakan salah satu orang yang paling mengenalnya yaitu saudara seperguruannya sendiri, Xue Yi akhirnya menyadari Chyou berhenti terus memanggilnya supaya cepat bergerak.


Jin Chyou memintanya menunggu sebentar dan melanjutkan langkahnya, sewaktu keduanya berjalan sejajar karena mendengar komentar Chyou sebelumnya. Xue Yi menceritakan kisah Bing Lian mengarahkan sekumpulan Cultivator di Dimensional Realm kota Hoerju, Chyou mendengarkan baik – baik penasaran kemudian menganga lebar, “Kalian mengalahkan seekor Demonic King Beast!?”.



“Umm...padahal tidak ada satupun dari kita berpraktik Foundation Realm waktu itu, ya walau anggotanya juga tidak boleh diremehkan sih soalnya terdiri dari talenta – talenta hebat generasi muda”


“Meskipun begitu tetap saja luar biasa menurutku....” gerutu Chyou pelan.


“Hahaha....sungguh? Entah mengapa semua hal selalu berjalan lancar saat Senior Bing terlibat bukan?”


“Dia memang istimewa....kau tau Xue Yi? Salah satu alasanku mau ikut serta adalah firasat jika Lian akan membantu nantinya”


“Kebetulan aku pun berpikir demikian, orang penuh perhitungan sepertimu mana mungkin—“


Diskusi mereka terpaksa berhenti akibat suara nyaring terdengar menuju segala penjuru, Xue Yi memberitahu kalau yang barusan merupakan alarm saat sekte diserang. Masing – masing bergegas keluar bersama murid – murid Frozen Swan River lain.


Setibanya di luar, mata semua terpaku menuju langit gelap karena tertutup pasukan Undead berjumlah tak masuk akal. Rombongan Black Graveyard Sect ini terus mendekat seolah membawa malam lebih cepat kepada mereka.


“BENTUK FORMASI....!” Sun Bingbing memberi arahan sembari terbang ditemani Great Albino Whale, meregangkan lehernya siap menyambut kemungkinan terburuk.


Sementara itu Baixian masih duduk tenang mengamankan jalan menuju Sacred Tree Cave Pound, nampak tidak terganggu sama sekali mendengar kegaduhan dalam markas Frozen Swan River. Telinga sensitifnya menangkap satu per satu suara doa memohon keselamatan penduduk Seed Repository Village juga bunyi senjata – senjata diasah.


“Hampir dua puluh jam....pantatku mulai pegal Tuan sialan, cepatlah....” geramnya mengetukan kaki tak sabaran.


><


Seiring berjalannya waktu dan kenangannya telah menghilang secara bertahap, Lian berfokus kembali ke proses penembusan pembatas Forging Qi tingkat 15. Perlahan dia membuka mata kemudian menemukan hanya ada air yang mengelilinginya, beberapa dengan kepadatan Qi lebih tinggi membentuk semacam tentakel gurita memegangi kuat tangan maupun kakinya seolah enggan melepasnya keluar kolam.


Tanpa membutuhkan pengamatan lama, Bing Lian langsung menemukan sumber masalah terletak pada Agate Wood. Tanaman tersebut masih menyimpan Hawa Jahat dalam jumlah tertentu, kemungkinan sisa – sisa energi pemilik Dimensional Realm sebelumnya.


Mereka sekarang berusaha mengganggu proses kultivasi Lian demi dua hal, pertama mengkonsumsi kekuatan jiwanya karena bagi Agate Wood sosok Lian merupakan mangsa menggiurkan mengingat batinnya sudah berusia ratusan tahun. Lalu posibilitas berikutnya ia hendak mengambil alih kontrol atas badan Bing Lian.


Kalau bisa Lian ingin membuang jauh – jauh pikiran kedua sebab jika sampai benar maka dapat disimpulkan kalau tanaman ini mempunyai kesadaran kuat yang mampu membahayakan Benua Huawai semisal terbebas, mungkin ada pertanyaan mengapa kejadian serupa tidak menimpa Matriach pertama Frozen Swan River.


Jawabannya sederhana saja, wanita tersebut hanya semut di matanya sehingga menurutnya mengendalikannya cuma membuang – buang tenaga. Paham posisinya kurang menguntungkan Bing Lian perlahan mengendorkan pertahanannya, ternyata keputusannya sukses besar memancing Agate Wood buat merangsek masuk mengincar alam bawah sadarnya.


Tak menyia – nyiakan peluang barusan, mengerahkan seluruh kemampuan batinya Lian menyerang balik sehingga menyebabkan Hawa Jahat yang semula hendak menyusupinya malah terhisap tanpa mampu menyelamatkan diri. Bersamaan dengan itu Qi Sacred Tree Cave Pound ikut terserap secara terus menerus sampai tetes terakhir.


PRANKKKK!!!


Akhirnya Bing Lian merasakan pembatas praktiknya hancur sekaligus menandakan dia mencapai Forging Qi tingkat 16, sebuah langkah awal membentuk Immortal Foundation. Perlahan tubuhnya mengalami transformasi begitu mengeluarkan racun – racun paling terdalam juga sulit terdeteksi di sana.


Penampilan Lian bertambah dewasa sehingga sekarang makin mirip saat ia memperoleh gelar Ice Emperor namun kelihatan masih seorang pemuda berumur sekitar dua puluh tahunan, Dantian satu elemennya pun tak luput dari perubahan. Intinya pecah lalu mulai membentuk yang baru dan pastinya jauh lebih baik.


Tetapi nyatanya ada kejadian tidak terduga, begitu Bing Lian mencoba bangkit keluar Sacred Tree Cave Pound badannya menolak bergerak. Sepesekian detik Lian terdiam mencari apa masalahnya kemudian terkesiap menyadari Hawa Jahat sebelumnya masih bertahan terus mencoba menyerbu pembentukan ulang Dantian miliknya.


Bing Lian merasakan sakit luar biasa sekitar bagian antara dada serta perutnya, dia mau berteriak namun cairan di sekitarnya malah membuatnya tercekik. Lian meronta seperti orang kram sebelum berhenti bergerak, pikirannya kosong sampai suara gemercik mulai menyusupi telinganya.


Ia menengok perlahan ke arah datangnya bunyi barusan, nampaklah pemandangan belakang air terjun cukup besar. Lian sedikit bingung kenapa tiba – tiba berada di situ, kalau otaknya masih waras berarti sekarang dia tersembunyi pada gua berukuran sedang tertutup volume air yang tanpa henti bergerak menuju arah bawah tertarik gaya gravitasi.


“Lian’er? Kau ini kenapa suka sekali berkunjung kemari sih?”



“Eh? Ayah....?” Bing Lian terpaku usai menoleh menemukan pria berambut hitam panjang duduk dekat sebuah api unggun.


Ch.210 (282)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 72 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).