The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 201 - Brother Dispute



Sekitar lima puluh kilometer dari Frozen Swan River, telah terbentuk sebuah kamp penyerangan milik Black Graveyard Sect. Pada tengah – tengah area tersebut berdiri kokoh satu tenda besar berwarna hitam legam, beberapa orang beraura kuat dan mempunyai jabatan tinggi sedang membungkuk ke satu arah.


Yaitu kelambu yang menampakan siluet pria duduk santai menopang dagu sehingga siapapun tidak tau apakah dirinya tertidur atau masih terjaga, meski demikian setiap anak buahnya bersikap disiplin bahkan enggan bernapas keras melebihi batas normal.


Pemuda berpakaian mewah menarik perhatian setiap hadirin di sana sebab bersujud dalam – dalam sebagai bentuk penghormatan tertinggi, wajahnya dipenuhi penyesalan sampai membuatnya malu mengangkat kepalanya untuk menatap sosok itu akhir – akhir ini.


“Patriach....? Izinkan saya menjadi pembawa pesan kepada Frozen Swan River”


“Kau pasti bercanda, jangan konyol Ma....” suasana berubah drastis usai kata – kata kurang ajar tadi ditunjukan langsung terhadap cucu bungsu Corpse Emperor.


“Kak Fu....”



Gui Ma menggertakan gigi kesal saat melihat laki – laki tinggi dekat tempat istirahat Patriach. Dia adalah Gui Fu, seorang Cultivator Earth Foundation Peak – Stage sekaligus kakak tertua Gui Ma sendiri. Gui Fu menatapnya merendahkan sembari menyeringai lebar, terang – terangan memasang ekspresi jijik menyaksikan tingkah egois adik bungsunya.


“Sewaktu Ayah meminta agar kau fokus meningkatkan praktikmu yang masih berada di awal Foundation Realm kau menolak dengan alasan ingin berkontribusi lebih untuk sekte, kau bahkan secara keras kepala memohon ikut menyertai Patriach pergi menginvasi daerah Utara benua.


Tidak satupun melakukan protes karena Patriach mengizinkanmu, tapi apa hasilnya? Mana sepuluh ribu Undead warga Xintong sesuai janjimu? Mengapa aku bersama pasukanku harus kemari padahal sekarang seharusnya kami berada di perbatasan Weadalia Empire? Terus kalau aku tak salah dengar bahkan siasat adu dombamu juga sepertinya gagal akibat koneksi terhadap mayat anggota Frozen Swan River tersebut terputus....hehehe jadi katakan padaku kegunaanmu di sini sebenarnya apa?”


“Semua....disebabkan ketidakbecusan Meng Li....” bisik Gui Ma mengepalkan kuat tanganya menahan amarah.


Ia masih berupaya membela diri, setiap kegagalan barusan merupakan tanggung jawab Meng Li. Walau ide – ide cemerlang Gui Ma direncanakan sedemikian rupa tetap saja berdampak negatif, Meng Li dalam barisan bergidik pelan mengingat amukan Gui Ma beberapa kesempatan terakhir.


Untung dia berhasil bertahan hidup akibat mempunyai praktik Core Formation, semisal Gui Ma lebih tinggi atau setingkat dengannya munkin kisahnya bakal berbeda. Pembatalan AfterlifeTransformation Sealed Xintong berkat kecerobohannya memutuskan mundur sebelum proses selesai, bahkan sampai sekarang identitas si pelaku perusak segel masih menjadi misteri.


Lalu Undead penyerang Kerajaan Fairy Snow juga termasuk kesalahannya sebab menyerahkan kontrolnya kepada salah satu bawahannya soalnya tidak mau repot – repot. Pada akhirnya orang itu tewas dengan kepala pecah layaknya balon ulang tahun. Keadaan ini menyebabkan posisi Gui Ma kian memburuk hari demi hari.


“Pfft!? Huahahaha.....berlindung dibalik alasan konyol lainnya, kau tau cara kerja anak buah menggambarkan kinerja atasannya. Buat apa kau memerintahkannya kembali saat tau kalau dirinya selalu gagal?” Gui Fu terkekeh geli.


“Bisakah kau berhenti mengoceh?”


“Kau tau Ma....aku selalu berpikir, nampaknya aku dan Han tak membutuhkan adik penuh kemalangan sepertimu.....”


BRRR....!!!


Akhirnya kesabaran Gui Ma habis mendengar perkataanya, ia bangkit dari posisi bersujud dengan urat menegang tiga Undead General muncul mengacungkan senjata kepada kakak pertamanya. Senyum Gui Fu tambah melebar, pemuda tersebut menggerak – gerakannya jarinya sebagai bentuk provakasi.


“Kau mau berkelahi? Kemarilah aku bahkan tidak memerlukan Undead untuk memberikan sampah pelajaran”


“Tarik kata – katamu atau kubuat kau menyesali semuanya....”


“Mulutmu besar sekali adik kecil kekekeke.....”


“Tuan Muda!? Tolong sikap kalian—“


“Mau sampai mana pertikaian saudara ini berlangsung....Fu’er? Ma’er?” tanya suara berat tuk pertama kalinya.


Namun cukup beberapa kalimat saja, seluruh tenda segera senyap. Meng Li dan pendamping Gui Fu yang hendak melerai menelan ludah berat tidak berani beranjak dari posisi masing – masing, sementara dua cucu Partriach Black Graveyard Sect menghentikan perseteruan mereka bahkan Gui Ma gesit menarik kembali Undead panggilannya.


“Jika mau memancing keributan lakukan di lain tempat, bukan malah saat rapat untuk berperang. Bagaimana kalian mau dihormati bawahan kalau masih bersikap kekanak – kanakan begitu?”


“Kami mengerti....”


“Bagus, sekarang aku akan memberitahu keputusan finalku. Ma’er pergilah sampaikan pesan ke Frozen Swan River sekaligus tebus semua kesalahanmu”


“Hah....Siap kek—maksud saya Patriach!” Gui Ma menyahut antusias sementara kakaknya berdecak kurang puas.


“Cih!?”


“Fu’er, selanjutnya kau ku angkat sebagai pemimpin dalam peperangan. Bagaimana?”


Gui Fu menghela napas terus membungkuk hormat menerima peran besar itu walau masih kesal adiknya diberi kesempatan kesekian kalinya memperbaiki kebodohannya. Bagi Gui Fu ia terlalu dimanja termasuk oleh kakek mereka, tepat sebelum Gui Ma berangkat Patriach memanggilnya sekali lagi.


“Iya Patriach?” ujarnya sedikit cemas Corpse Emperor berubah pikiran.


“Bawa dia bersamamu dan berhati – hatilah terhadap formasi pelindung sekte, aku sarankan kau terbang melewatinya”


Semua terperanjat ketika secara perlahan keluar seorang bocah laki – laki pendek mungkin berumur sekitar dua belas hingga lima belas tahun paling tua, ia mengenakan jubah menutupi penampilannya tetapi pancaran Qi miliknya tak dapat terbendung. Tekanannya menyebabkan setiap Undead dekat tenda utama berhenti bergerak serta melarikan diri kocar – kacir mencari tempat aman.


><


Gui Ma tiba di Seed Repository Village ditemani beberapa Undead dalam kendalinya, dia menyebar semuanya buat memeriksa apakah masih ada orang tertinggal. Gui Ma melirik anak yang menyertainya sesuai intruksi kakeknya, perlahan bulu kuduknya berdiri merasakan sesuatu hal berbeda pada makhluk tersebut.


Tidak lama berselang satu per satu mulai kembali kemudian melaporkan penemuannya, Gui Ma berkeliling sebentar memastikan dengan mata kepalanya sendiri. Karena Patriach juga sempat memintanya mencari tau keberadaan tim pengintai, mereka dikirim dahulu memeriksa situasi namun malah kehilangan kontak secara misterius.


“Hmm?”


Gui Ma berjongkok ketika menemukan bercak darah, setelah meraihnya lalu mencium aromanya dia dapat menebak nasib orang – orang malang itu. Tetapi di lain sisi kagum atas pergerakan cepat Frozen Swan River mengatasinya, padahal seharusnya kelompok ini berisi anggota cukup kuat dan berpengalaman terlebih tak kelihatan kerusakan berarti pada bangunan desa menandakan kalau pertarungannya sempat berakhir berat sebelah.


“Ternyata mereka tidak boleh diremehkan, aku pun berarti harus melaporkan perihal gugurnya tim pengintai. Ayo waktunya berangkat.....”


ROARRRR.....!!!



Mengikuti perintah Gui Ma, Undead – Undead miliknya mengekor berjalan tepat menuju salah satu rumah letak seekor naga tulang – belulang bertengger pada atapnya sembari mengeluarkan raungan keras. Dia langsung turun kemudian menunduk membiarkan Gui Ma bersama rekan – rekannya naik, dengan satu kepakan kuat akhirnya mereka melesat terbang melewati Glacier Raging Formation berbekal kecepatan penuh meninggalkan aura kematian pekat di jalur yang dilalui.


Ch.201 (267)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 66 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).