The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 261 - Yao Quon Origin VIII



Yao Quon menggertakan gigi sebelum berbalik pergi, kerumunan para warga segera memberinya jalan untuk lewat. Dia berlari kencang hingga mencapai luar gerbang kota lalu terbang secepat kilat, mengerahkan seluruh tenaganya agar dapat tiba secepat mungkin menuju Seoris Kingdom.


Pikirannya kacau dan waswas usai mendengar kabar mengejutkan tadi, pokoknya sekarang ia harus ke sana buat memastikannya menggunakan mata kepala sendiri. Dia tau kalau beberapa tahun terakhir Bing Lian tengah melaksanakan latihan tertutup demi memasuki Nascent Soul, siapa sangka akan ada sosok – sosok memanfaatkan kesempatan itu.


Logikanya tidak mampu menerima mengapa bisa muncul pemikiran dari dalang dibalik rencana keji ini setelah berbagai jasa Seoris Kingdom terhadap umat Manusia dalam perjuangan melawan bangsa Demon. Terlebih nampaknya kejadiannya tepat saat sisa anggota Ten Guardian Lantern sedang tak menetap dekat ibukota.


Memang sejak tewasnya Hao Ren selaku guru mereka, masing – masing ditarik kembali sebagai pilar utama sektenya meski tetap menjankan tugas seperti dulu. Walaupun terluka sekalipun menurut Yao Quon mustahil saudara maupun saudari Bing Lian bakal diam menyaksikan kudeta kepada Seoris Kingdom, semuanya terlalu rapi kalau dibilang kebetulan semata.


Yao Quon marah sekali namun tidak tau harus melampiaskannya ke siapa, apa lagi hatinya kian terasa tersayat – sayat mengingat wajah tersenyum Putri Bai Wen setiap pertemuan keduanya. Tanpa dia sadari Yao Quon berhasil sampai keesokan harinya sesudah terbang dari ujung Endless Savana.


Yao Quon bergegas mendekati dinding terluar letak banyak sekali kerumunan tercipta. Orang – orang membeludak hendak meninggalkan kerajaan karena sadar jika peradaban luar biasa Seoris Kingdom telah tamat, berdiam sama saja menunggu kematian datang menghampiri cepat atau lambat.


Awalnya ia sempat dihentikan untuk masuk oleh penjaga sebab kacaunya situasi, tapi sebelum menghabisi pria itu. Mantan anggota Prime Holy Lantern yang mengenalinya langsung memerintahkannya dibiarkan lewat, Yao Quon melintas cuek tanpa mengucapkan terima kasih bahkan sepatah katapun.


Jalanan utama kelihatan sepi, banyak bangunan dan menara hancur juga kosong terbakar habis. Hanya terdapat beberapa penduduk meratapi bekas kediamannya serta kelompok – kelompok kecil bergosip seru, saat berjalan telinga Yao Quon tak sengaja mendengar isi pembicaraan kemudian segera berhenti.


“Kau mendengarnya?”


“Soal Bing Lian menghabisi dua puluh sekte pemberontak?”


“Iya mengerikan sekali, dia meratakan semuanya dalam semalam. Bersih total, tua, muda, perempuan, bahkan anak – anak tidak ada tersisa”


“Wajar sih, aku pun mungkin akan melakukan hal serupa kalau jadi dirinya. Beliau menyaksikan dengan matanya momen terakhir Yang Mulia Raja, Ratu, dan Tuan Putri. Aku malah takjub misal mentalnya tak tergoncang”


“Bukankah pencarian pengkhianat masih dilakukan?”


“Maksudmu pembantaian masal tersebut? Iya di arena Koloseum, aku mengetes datang kemarin terus berakhir bersumpah tidak akan pernah berkunjung lagi”


“Orang – orang menyebutnya Penghakiman sang Ice Emperor”


“Hah....entah bagaimana nasib kita sekarang?”


WUSHHH....!!!


Mereka tersentak kaget akibat tiupan angin kencang tiba – tiba, Yao Quon bergerak bagaikan badai menuju lokasi yang warga barusan sebutkan. Ternyata sesampainya ke podium, bukan dia seorang memenuhi tempat duduk. Hampir seluruh penghuni ibukota menonton penuh perasaan cemas ditambah muka seputih susu basi.


Pada arena berdiri Ten Guardian Lantern secara terpisah mengisi tiap sisi, mengelilingi sekitar selusin individu dengan tangan terantai. Ada pria berambut putih berjalan melewati masing – masing, berkat suasana sunyi nan mencekam langkahnya terdengar begitu horror. Untuk pertama kalinya Yao Quon menyaksikan ekspresi ketakutan sosok hebat seperti Yu Gang, Hua Zhenya, She Mye, dan lain – lain.


Ketika berusaha melihat wajah Lian, Yao Quon gagal menahan isakan tangisnya mendapati ekpresi sahabatnya sangat dingin. Tatapanya kosong layaknya tanpa jiwa, sembari melintas nampak gumpalan cair mirip gelembung mengikutinya kemanapun pergi. Sebelum ia bertindak para tahanan sudah kesulitan bernapas terkena tekanan luar biasa Qi miliknya.



“Aku persetan kalian terlibat atau tidak, pertanyaanku cuma satu....apakah kalian mengetahui rencana ini? Pernah mendengarnya? Sempat diajak?”


“.......”


“Saya—“


Baru ada Cultivator terantai hendak bicara, Bing Lian mengayunkan anggun tangannya sehingga gumpalan mirip gelembung tadi bergerak seperti makhluk hidup merayap ke badan si laki – laki. Sedetik berselang usai memasuki tenggorokannya, darahnya membeku kemudian keluar dalam bentuk bongkahan es runcing yang mengoyak kulit – kulitnya.


Yao Quon hampir muntah melihat betapa brutalnya kejadian barusan, bahkan sewaktu sisa tahanan ingin menjerit mengetahui nasip salah satu dari mereka. Lian sudah menarik keluar cairan sebelumnya terus mengulangi proses serupa menuju korban – korban berikutnya, tanpa sedikitpun ekspresi menghiasi wajahnya.


><


Begitu jasad – jasad dibersihkan Bing Lian masih bersiaga, mungkin menurut pendapat orang asing perbuatannya sungguh kejam namun bagi kenalannya masing – masing paham betul kalau sikap Lian tengah menggambarkan kesedihan, kekecewaan, serta penyesalan dirinya datang terlambat menyelamatkan Seoris Kingdom.


Tak lama seekor singa putih besar datang menaiki arena membawa seorang pemuda dengan cara menggigit pakiannya seperti induk kucing membawa anak – anaknya, ia memberontak panik menatap ngeri menuju segala arah namun hanya bisa pasrah sebab pergelangannya terkunci segel Qi.


Usai diletakan oleh Doumao, Fang Yijun menghampirinya terus mencengkram pundak sosok tadi hingga tubuhnya berubah kaku. Gadis tersebut tidak kelihatan nyaman, Fang Yijun dikenal jahil maupun ceria terutama ketika bersama Lian. Tetapi kali ini tersenyum pun ia sulit karena mendapati perubahan saudara seperguruanya itu.


“Kakak pertama, aku menemukan satu lagi. Doumao mencium aroma anggota sekte pengkhianat pernah berinteraksi dengannya beberapa bulan lalu”


“Saudari Fang!? Kumohon!? Tuan Bing? Aku hanya seorang pandai besi....sudah tugasku memenuhi permintaan klien. Beri aku keringanan aku mohon huhuhu.....”


“Mengapa kau tak pernah melapor soal pergerakan janggal mereka?” tanya Bing Lian datar.


“A...ak...aku....aku tidak tau juga menyangka akan digunakan menyerbu Seoris Kingdom, kupikir cuma persenjataan melawan Demon seperti pesanan – pesanan sebelumnya”


“Aku tak ingin mendengar apapun pembelaan darimu”


Selesai berkata demikian Lian mengangkat sebelah tanganya, air yang mengelilingi lokasi tiba – tiba terangkat berkumpul ke arahnya membentuk pola panjang layaknya tombak. Ujungnya berputar – putar mirip bor sehingga dapat dipastikan sekali terkena targetnya pasti berlubang, si terdakwa panik menyadari ajalnya kian dekat.


Dia mencoba lari sayangnya aliran Qi milik Fang Yijun menyebabkan tubuhnya mustahil digerakan, perempuan tersebut mundur mengalihkan pandangan enggan menyaksikan eksekusinya. Semua penonton merasakan ketegangan hampir sama dengan sang pandai besi, napas mereka terengah – engah seolah lari sejauh puluhan kilo meter.


Bing Lian melepaskan jurusnya tanpa ragu – ragu, semua serentak menutup mata sebab mengetahui kurang lebih bagaimana akhirnya. Tetapi ternyata terdengar suara pecah menggema ke segala penjuru disusul tiupan angin dingin akibat kemunculan pria berpakaian hitam baru saja menghancurkan teknik Lian berbekal hantaman sikunya.



Bukannya lenyap, pecahan – pecahan es milik Lian bertranformasi sekali lagi jadi ratusan jarum yang siap menukik kapanpun dia memberi aba – aba. Orang tadi tersenyum santai menatap Bing Lian, tak merasa takut atau tertekan oleh tatapannya, Yao Quon bersama beberapa Cultivator langsung mengenalinya sebagai siapa.


“Senior Long? Mengapa kau ikut campur? Sebaiknya kau memberi alasan yang bagus....” Lian berbisik pelan tapi suaranya mampu mencapai gendang telinga setiap orang.


Ch.261 (356)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 95 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).