The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 151 - Offering



Sekitar satu minggu sebelum kejadian, Qiu Na memang sedang pulang untuk berlibur serta melepas rindu dengan Qiu Fang dan ibunya. Meski telah mendapat peringatan mengenai pergerakan pasukan Sky Jewel Kingdom sekitar lokasi kampung halamannya tersebut Qiu Na tetap bersikeras kembali.


Padahal saat itu isu – isu keterlibatan Black Graveyard Sect maupun War Puppet Houses masih hangat – hangatnya, lalu suatu hari saat sibuk mengurus laporan tugasnya Qiu Na mengurung diri di rumah cukup lama kemudian membiarkan kedua anggota keluarganya pergi menuju Xintong demi mencari kebutuhan hidup.


Sepulang mereka ada perasaan aneh menghantui Qiu Na, begitu dia melapisi matanya menggunakan Qi jantungnya terasa jatuh menghantam dasar perut. Tulisan kematian sudah tertera menghiasi wajah Qiu Fang dan Nyonya Jiao, menandakan kalau masing – masing telah terjangkit efek jurus khas Black Graveyard Sect.


Sesama aliran hitam ditambah mempunyai spesialis sebagai penghasil pembunuh bayaran terampil, Hundred Nights Tower cenderung mempunyai banyak informasi penting sehingga jelas mengetahui tentang apa itu Afterlife Transformation Sealed. Semisal boleh diadu, jaringan bawah tanah sekte ini hanya kalah dari Noble Treasure Shed.


Tanpa menunda akhirnya Qiu Na pergi memeriksa langsung ke kota terus mengkonfirmasi segel beraura hitam pekat kematian tersebut sungguh terpasang di sana, Qiu Na berteriak frustrasi berguling – guling pada tanah sembari melukai dirinya sendiri akibat kecerobohannya membiarkan dua orang paling berharga dalam hidupnya harus menerima takdir memilukan berakhir sebagai Undead.


Namun Qiu Na tidak berputus asa, malam itu juga ia berpamitan kepada ibunya dan pulang menuju Hundred Nights Tower. Berharap mampu menemukan secercah harapan atau keajaiban demi menolong keluarganya, saking tertekannya dia memangkas waktu tempuh yang seharusnya tiga hari menjadi satu hari saja.


‘Cultivator bodoh macam apa yang akan membiarkan ibu serta adiknya mati konyol begitu!? Dasar idiot....!!! Seandainya kau ikut maka semuanya pasti aman terkendali!’ kata – kata ini memenuhi benak Qiu Na sepanjang perjalanan.


Sesampainya gadis tersebut dengan keadaan kepayahan serta linglung persis layaknya mayat hidup membuat rekan – rekannya segera membantu, walau sudah disuruh untuk beristirahat Qiu Na memaksa menghadap Matriach.


Awalnya beliau maupun para petinggi menyambutnya ramah sampai seluruhnya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Qiu Na menyampaikan permohonannya, Matriach menolak permintaan bantuan muridnya itu tanpa berkedip sedikitpun.



“Percuma....relakan saja, mustahil menolong mereka saat telah terjangkit. Cuma tinggal menunggu waktu hinggat saatnya tiba, kau tau sendiri bagaimana cara kerja kutukannya bukan? Lagi pula aku selalu bilang keduanya adalah penghalang latihanmu”


KRAK!


Hati Qiu Na hancur lebur mendengar jawaban barusan, terlebih menerimanya langsung dari salah satu sosok paling dihormatinya selama ini. Meski sadar betul persentasenya kecil, Qiu Na ingin setidaknya Hundred Nights Tower mencoba melakukan sesuatu.


Segala loyalitas maupun pekerjaan baiknya seolah tak ada harganya di mata mereka menurut Qiu Na usai mendengar kalimat tadi. Wajar makanya Qiu Na amat meragukan pengakuan Bing Lian nanti soal bisa membatalkan Afterlife Transformation Sealed sedangkan gurunya sendiri mengaku tidak dapat berbuat apapun.


Qiu Na langsung bersujud kepada Matriach sebanyak tiga kali sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum merobek lencana lambang sekte pada seragamnya terus melemparkannya menuju lantai depan wanita itu, sebuah tindakan kurang pantas karena seakan melecehkan Hundred Nights Tower tepat di hadapan sang pemimpin.


Petinggi – petinggi murka menyaksikan sikap kurang ajarnya terlebih Qiu Na meninggalkan ruangan tanpa mengucakan apa – apa seolah mengkonfirmasi tekadnya keluar dari perkumpulan tersebut. Namun sewaktu anggota – anggotanya hendak menyerang, Matriach memerintahkan agar semua membiarkan Qiu Na pergi tanpa satu goresan sedikitpun.


Ia mengerahkan segala sumber daya juga upaya supaya bisa kembali, dini harinya sekali lagi Qiu Na melihat pintu kediaman sederhana mereka. Qiu Fang terkejut kakaknya datang di waktu demikian pagi namun tak bertanya lebih lanjut, Qiu Na mengelus kepala anak laki – laki itu lalu masuk menuju kamar menangis sambil membenamkan wajah ke bantal hingga akhirnya terlelap akibat rasa lelah.


Memutuskan menemani akhir hayat ibu dan adiknya sambil tersenyum, tanpa pernah menyangka bakal bertabrakan dengan seseorang yang merubah setiap kemungkinan terburuk sebelumnya menjadi hasil terbaik seperti dongeng pengantar tidur.


><


“T..te...tetapi Saudari Qiu....walau ceritanya begitu, bukankah kau dikenal sebagai Hundred Nights Princess? Bagaimana mungkin kau keluar dari sana?”


“B..be..berisik! Aku juga tau! Aku tidak sudi mengabdi pada mereka lagi terus nanti dibuang layaknya barang rusak saat kegunaanya habis!” balas Qiu Na ketus membuang muka sembari melipat tangan.


“Iya sih....hanya saja mencari musuh itu ada batasnya, kau tidak menjadikan kisah ayahmu untuk bahan pembelajaran? Kalau mereka menuntut balas kau siap?”


“Coba sini! Aku tak taku—“


“Aku bukannya mengkhawatirkan kesanggupanmu Saudari Qiu, tapi bibi dan Qiu Fang. Jika keduanya diincar kau yakin mampu mengatasinya?” Lian mengangkat sebelah alisnya menanti jawaban.


“I..it...itu....”


Semua ucapan Lian benar, dengan informasi Xintong berhasil selamat melewati krisis maka keluarganya dapat menjadi incaran utama sekte setelah perbuatan kurang ajarnya saat itu. Sewaktu masih berpikir keras suara batuk keras tiba – tiba mencuri perhatian Bing Lian maupun Qiu Na.


“Ehem! Ehem!”


“Mmm....Jin Chyou?”


“Sejak kapan kau menguping? Kupikir kau masih di dalam menemani bibi minum – minum” ujar Bing Lian santai pura – pura tidak mengetahui apa – apa.


“Oh...entah ya? Ketika kalian berpelukan mesra mungkin....”


Chyou berjalan agak sempoyongan mendekat, tanpa menyembunyikan sedikitpun nada tidak senang dari suaranya. Walau mengetahui keadaan mereka tak sesuai penuturan Jin Chyou, Lian memiringkan kepala bingung melihat Qiu Na kesulitan menjawab dengan muka memerah.


“A..ak...aku...kami—“


“Hentikan interogasimu, masuk sana. Orang mabuk dilarang berkeliaran, nanti bahaya”


“Huh!? Kau pikir sedang bicara menghadapai siapa? Aku mempunyai ketahanan tinggi terhadap minuman keras tau!? Hiks!” Jin Chyou bicara sambil mengangkat tinggi kepalanya sombong diselingi suara cegukan sesekali.


Mendengar ucapannya Bing Lian dan Qiu Na bertukar pandang keheranan, di atas dahan pohon tempat mereka berdiskusi Baixian menutup mulut lelah menahan tawa. Lian menyadari hal ini kemudian melepaskan satu sepakan keras sehingga tanaman tersebut berguncang hebat lalu hampir menyebabkan si naga terjatuh jika terlambat berpegangan.


“Kau yakin tak mabuk Chyou?”


“Tentu! Hiks! Ngomong – ngomong kenapa kulitmu keras sekali? Sudah kubilang jangan terlalu sering terkena sinar matahari langsung....”


“Eeee....kami di sini Nona Jin, halo....kau sedang bicara dengan tumpukan kayu bakar” panggil Lian menghela napas lelah.


“Eh? Ahh...kalian mau mempermainkanku ya? Hiks....hehehe....aku tau kok sebenarnya, jangan meremehkanku. Sejak kapan kau mengganti warna rambut?”


“Masih salah....Chyou....itu orang – orangan sawah....”


“Hah? Ugh....persetanlah! Hiks! Pokoknya aku sudah mendengar semuanya terus memiliki jawaban atas masalahmu Qiu Na” Chyou berkata menunjuk asal – asalan.


“Aku?"



“Ya! Hiks! Siapa lagi dasar lamban?! Karena sekarang kau bisa disebut Rogue Cultivator, bagaimana kalau bekerja padaku? Dengan kata lain....bergabung ke Noble Treasure Shed”


Ch.151 (185)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 34 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho, Ciao!).