The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 259 - Yao Quon Origin VI



Ketika mendatangi lokasi, ternyata Yao Quon menemukan sedang terjadi pertempuran hebat antara pasukan Manusia melawan bangsa Demon. Cakupanya cukup besar hingga menyeret nama – nama tersohor seperti Ten Guardian Lantern, penyebab utamanya adalah akibat keberadaan anggota Five Sovereign Generals ikut meramaikan kekacauan akbar tersebut.


Pemicu utama kejadian ini yaitu kabar meninggalnya Hao Ren sang Mask Sage, kehilangan sosok penting layaknya dia tentu menyebabkan ketimpangan luar biasa mengingat pihak musuh masih memilik Demon King. Maka dari itu para anak buahnya langsung bergerak memanfaatkan situasi sulit ras Manusia sekarang.


Meski tiba tergolong cepat, Yao Quon memilih mengamati dahulu keadaan baru ikut serta menolong sesuai wasiat gurunya. Selain demi menyimpan tenaga ia hendak menganalisis ketahanan Demon pada perang tadi, momen paling istimewa bagi Yao Quon terjadi saat akhirnya dia melihat Bing Lian kembali setelah sekian tahun lamanya dan menjadi kali pertama untuknya melihat si pemuda berambut putih bertarung di barisan terdepan.



Matanya melebar takjub menyaksikan kehebatan pahlawannya tersebut, walau masih seorang Core Formation. Lian cukup berani bahkan tergolong gila sebagai ujung tombak pasukan mengobrak – abrik maupun menahan gempuran Demon – Demon tingkat tinggi, kehadirannya cukup mencolok bukan hanya karena penampilan tapi juga praktiknya yang terendah dikelilingi pendekar – pendekar Nascent Soul berbagai sekte mencuri perhatian lawan maupun kawan.


Tanpa bermaksud buruk Yao Quon secara tak langsung membandingkan dirinya dengan Bing Lian terus segera tertampar realita bahwa ia cuma Cultivator Heaven Foundation Peak-Stage, mengejarnya sama seperti punuk merindukan rembulan. Apa lagi banyak sekali anak – anak berbakat lain menunjukan kemampuannya, Yao Quon tersadar ia merupakan rumput kering pada lapangan hijau nan luas.


Bergaul terlalu lama bersama manusia biasa membuatnya sedikit besar kepala kemudian pemandangan di hadapannya sekarang seolah teguran dari langit kalau dia bukanlah apa – apa. Mulai saat itu Yao Quon berjanji akan makin giat menempa kekuatan supaya setidaknya dapat membanggakan serta mengharumkan nama Gao Xuegang.


Kelamaan berpikir Yao Quon tersentak merasakan bahaya melalui Divine Sense miliknya, menurut pengamatannya tenaga kedua belah pihak sudah terkuras dan hampir mencapai batas. Terutama penanggung jawab medis dari pasukan Manusia yaitu seorang perempuan yang duduk dinaungi bunga merah muda raksasa.


Dia bermandikan keringat dingin sebab telah bekerja tanpa henti hampir sebulan sejak pertempuran dimulai, jumlah rekan – rekan terluka kian membeludak seiring berjalannya waktu. Ditambah rasa stres meningkat karena belum ada tanda – tanda perang bakal segera berakhir, faktor ini menyebabkannya kurang fokus mengamankan area sekitar posnya.


Yao Quon dari awal kedatangan mengetahui posisinya berkat melacak aliran Qi penuh energi kehidupan demi berjaga – jaga kalau ada kejadian tidak terduga, pemikirannya terbukti benar karena sekarang ada sekitar lima Demon mengendap – endap hendak menyergapnya. Sadar betapa berbahaya serta mendesaknya situasi Yao Quon pun menuju ke sana mengalahkan mereka semua.


Kemunculannya menarik perhatian perempuan barusan, dengan tatapan mengancam ia berbalik membentuk mantra tangan siap menyerang. Untungnya bekas jasad – jasad Demon sekelilingnya mampu membantu Yao Quon menjelaskan juga membela diri.


“Jangan serang, aku di pihak kalian”


“Siapa kau?”


“Hanya seorang tabib keliling, makanlah pil ini supaya kondisimu cepat pulih. Beristirahatlah sebentar sementara aku yang mengambi alih” jawab Yao Quon serius.


Awalnya ia ragu, tetapi usai memastikan Yao Quon adalah manusia dan bukan Demon menyamar wanita tadi menurut. Memaksa buat terus bekerja dalam kondisi kurang fit nantinya malah merugikan teman – temannya, sewaktu mengkonsumsi pemberian Yao Quon matanya melebar merasakan kualitas maupun khasit obat itu sangat luar biasa.


Rasa penasarannya makin memuncak saat melihat ternyata Yao Quon bisa memanfaatkan teknik miliknya, Yao Quon menempati tempatnya bersila sebelumnya lalu secara natural bunga besar sebelumnya menempelkan sulur ke leher belakangnya. Detik berikutnya si tanaman mengeluarkan serbuk teramat banyak, di mana setiap mengenai pasukan manusia akan memulihkan semua cedera – cedera mereka.


“Siapa sebenarnya bocah ini?”


><


Akhir perang Yao Quon berdiri kaku akibat dikelilingi orang – orang hebat, dia tidak pernah menyangka bakal punya kesempatan berada di antara sosok – sosok tersebut bahkan salah satu menepuk pundaknya bangga. Anggota Ten Guardian Lantern yaitu jenius – jenius terbaik generasi muda sekarang berkumpul sekitar lokasi Yao Quon terdiam sambil berkeringat dingin.


Menyadari ada perubahan terhadap jurus milik Hua Zhenya, saudara – saudari perguruannya buru – buru menyusul ke tempatnya berjaga yang sekaligus merupakan kekuatan utama medis pasukan manusia begitu para Demon berhasil dipukul mundur karena mengira terjadi sesuatu kepada gadis itu. Namun ternyata masing – masing malah menemukan sesosok pemuda asing mengisi posisinya saat Zhenya kelihatan memulihkan diri.


Mereka pun berbincang – bincang saling bertukar sapa karena murid – murid Mask Sage cukup terkejut atas kemunculan individu hebat dalam pengobatan tetapi belum pernah terdengar namanya. Padahal usianya tak berbeda jauh, bukan hal buruk jika menjalin relasi dengannya. Melihatnya kurang nyaman di sana Tie Jin mencoba menenangkannya sembari merangkul bahunya.



“Kakak Pertama!?”


Yao Quon tertawa kecil hendak menyapa namun langsung mengurungkan niatnya sebab Lian tidak kelihatan seperti ingatannya dulu, pancaran ekspresi cerianya hampir menghilang seakan dipenuhi pikiran. Dia bahkan berjalan menunduk menatap tanah dan sesekali merespon celotehan saudari – saudari seperguruannya, sesudah medengar seluruh kisahnya Lian mendongak menatap Yao Quon.


Awalnya Yao Quon mengira dirinya dilupakan, kalau menilik betapa sentral pengaruh Bing Lian serta kemungkinannya bertemu orang – orang penting. Mengingat Yao Quon yang seorang pecundang agaknya sedikit mustahil, sewaktu Yao Quon membuka mulut ingin menyebutkan nama Lian malah tersenyum lalu menyeletuk, “Sarjana Yao? Lama tak jumpa? Bagaimana kabarmu?”.


DEG!


“Kalian saling mengenal?” tanya Yu Gang penasaran.


“Pahlawan Bing....”


Yao Quon hampir meneteskan air mata saking terharunya megetahui Bing Lian masih mengenalinya meski telah bertahun – tahun terlewati, ia membungkuk hormat mendekati sudut sembilan puluh derajat tanpa mampu berkata – kata. Apa lagi Lian nampak langsung menyembunyikan wajah murungnya demi memberinya sapaan sopan nan pantas, itu makin menyebabkan perasaan Yao Quon campur aduk.


Bing Lian memintanya berhenti kemudian menjabat tanganya, keduanya bicara sebentar diperhatikan oleh anggota Ten Guardian Lantern lain. Karena harus mengurus beberapa hal penting terkait perang tadi, akhirnya Lian menyuruh Yao Quon menunggunya di kediaman miliknya agar dapat bertukar cerita lebih lama sementara dia bersama saudara – saudarinya menghadap Raja.


Yao Quon mengiyakan dan berangkat menuju alamat pemberian Lian dengan perasaan bahagia, akhirnya ia merasa berguna bahkan dapat bersanding antara sosok – sosok hebat seperti mereka. Yao Quon cukup terkejut tempat tinggal Bing Lian ternyata cukup sederhana, rumahnya dulu pada ibukota Weadalia Empire jauh lebih bagus.


Bangunan tersebut mirip tempat tinggal pedagang pinggir kota tapi begitu bersih juga rapi, halamanya pun tertata baik. Sebab sudah mendapat izin Yao Quon membuka kuncinya untuk menunggu di dalam, merasa mustahil ada bahaya mengintai ia mengendurkan kewaspadaanya sampai tiba – tiba muncul seorang gadis berteriak muncul dari belakang pintu.


“Permi—“


“BAAAAAA!!!”


“Woaaa!?”


“HAHAHAHAHA KENA KA—eh? Kau....bukan Lian’gege?” dia memiringkan kepala sembari mengerjapkan mata canggung.


Ch.259 (352)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 93 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).