The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 291 - Serangan Balik



Bing Lian mengumpat dalam hati sembari berbalik hendak mengejarnya, namun gerakan Medusa terlampau cepat akibat raganya sudah tidak terikat lagi oleh gravitasi. Setibanya ia langsung menjulurkan lengan ingin menggapai Sheyan, rencananya adalah mau menggunakan gadis itu sebagai sandera agar Ice Emperor membiarkannya melarikan diri.


Yao Sheyan yang baru melumpuhkan seorang jenderal Medusa terlambat menyadari kemunculan wanita berambut ular di belakangnya, Kirka berusaha melindunginya namun harus rela terpental kena sapuan ekor Medusa hingga jatuh pingsan. Bukan cuma memegangi, Medusa kelihatan tidak perduli meski nanti membuat cacat anak perempuan tersebut kemudian mengayunkan pedang terakhirnya.


“Celaka! Aku harus—“


Sebelum Lian sempat berbuat sesuatu, matanya menemukan kejanggalan saat senjata Medusa hampir menebas Sheyan dan menyebabkannya buntung. Maka sekali lagi Bing Lian berhenti menunggu momen tepat, benar saja tiba – tiba uluran Medusa tertahan mirip patung.


Dia terkejut lalu menoleh penasaran mencari penjelasan mengapa tubuhnya menolak perintah, ternyata ada sesosok makhluk bersayap layaknya burung tapi mempunyai empat kaki mencengkram sekaligus menggigitnya kuat. Binatang barusan tak bergeming walau Medusa menarik sekuat tenaga anggota badannya, Sheyan mendongak dengan pandangan melebar saking tingginya kedua monster dekat tempatnya berdiri.


Ia makin kagum terhadap Lian mampu menghadapi Dao Beast mengerikan ini, fokusnya hanya bertahan sebentar sebab setelah memperhatikan sejenak Yao Sheyan mengenali ciri – ciri penyelamatnya. Sheyan memiringkan kepalanya sedikit terus berbisik, “Bubu? Kaukah itu?”.



“KYAAAKKK!!!”


WUSH! WUSH! WUSH!


Burung besar tersebut memekik sambil mengepak – epakan sayapnya sebagai cara menjawab pertanyaan Yao Sheyan, dia makin menarik Medusa menjauhi majikannya. Bubu lah yang dilihat Lian sebelumnya makanya berhenti, yaitu tepat saat dia berubah hampir menyamai ukuran musuhnya. Bing Lian tau Bubu akan melindungi Sheyan makanya memilih diam dahulu.


Yao Sheyan kebingungan bagaimana peliharaan lucunya mendadak bertranformasi menjadi Demonic Beast dewasa dalam sepersekian detik, sementara Lian menduga semua kejadian tadi punya kaitan dengan energi pada Dao Realm. Terlalu lama berada di sana kemungkinan mempengaruhi fisik Demonic Beast seperti Bubu.


Hingga mengakibatkan tubuhnya bermutasi terus tumbuh jauh lebih cepat dari seharusnya, Medusa sendiri tentu tidak pernah menduga hal ini. Terlebih kondisinya sedang terdesak diambang kematian, ia menjerit gusar dan mengubah targetnya menuju Bubu. Terdengar suara pilu kesakitan begitu Medusa berhasil terlepas usai mendaratkan sayatan panjang.


“ENYAH KAU UNGGAS HINA!”


“BUBU!?” seru Sheyan khawatir buru – buru menghampirinya tanpa memerdulikan sekitar.


Nampak luka garis berlumuran darah menghiasi mata kiri Bubu, meski sekilas penampilannya sudah dewasa. Mental Bubu tetaplah seekor Demonic Beast masih amat hijau, merasakan sakit menyebabkan ia segera meringkuk ketakutan. Ditambah lagi cederanya mempengaruhi indera penglihatannya.


“Kau pikir mau kemana hah!?” Medusa gesit melilit Yao Sheyan memakai ekor miliknya.


Sheyan tersedak hampir kehabisan napas saking ketatnya kekangan Medusa, ketika hendak menoleh mencari keberadaan Ice Emperor untuk membiarkannya kabur. Medusa berteriak mundur sampai menabrak dinding karena hawa panas membakar menyelimuti sekujur bagian bawah tubuhnya.


Yao Sheyan yang hampir terjatuh sukses ditangkap oleh Bing Lian, saat membuka matanya perlahan betapa terkejutnya Sheyan menemukan tiap inci dirinya dilapisi api berwarna putih. Waktu ingin meminta tolong diselamatkan dia melongo sebentar, bukannya melukainya White Flame malah memulihkan energi serta luka – luka bekas pertarungannya dengan kecepatan luar biasa.


Efeknya sangat berbanding terbalik kepada Medusa, bahkan Yao Sheyan tak merasa terbakar atau apapun dan cenderung sejuk. Lian menyerap kembali api barusan menuju telapak tanganya berbekal gerakan elegan, sementara Medusa meringis kewalahan menanggulangi dampak White Flame yang mengakibatkan kulitnya melepuh parah.


“Lian?”


“Jangan banyak bicara, bisakah kau memberikan pengobatan pertama terhadap Bubu maupun rekan kita?”


“Tentu, baiklah aku mengerti”


“Bagus....” ujar Bing Lian mengangguk puas terus berjalan menghampiri Medusa.


Belum lima langkah berjalan menuruti perintah Lian, mendadak badan Sheyan menjadi kaku. Ia menutup matanya sembari sempoyongan, ada sensasi menusuk – menusuk sekitar situ memaksanya berhenti bergerak. Tanpa peringatan bisikan lirih penuh manipulasi mengisi kepalanya.


‘BUNUH! BUNUH! BUNUH!’


Yao Sheyan menoleh memandang punggung pemuda berambut putih di sana, muncul perasaan kuat mendorongnya memunggut sebuah tombak milik salah satu jenderal Medusa. Menyaksikan seluruh kejadian tersebut Medusa tersenyum licik akhirnya menemukan titik terang untuk bertahan hidup sekaligus peluang kemenanganya.


TRANG!!!


Bing Lian mampu bereaksi tepat waktu ketika ujung senjata tajam pada genggaman Sheyan hampir menembus jubahnya, ia mengahalaunya dengan bilah pedangnya sendiri sambil melirik ke belakang. Lian sengaja mengarahkan pandanganya kepada kaki gadis itu sebab instingnya memberitahu supaya menghindari saling bertatap muka.


“Jadi begini cara mainmu? Dasar pengecut....” Bing Lian menghela napas panjang.


Dia perlahan menutup lagi pengelihatannya sadar tengah diapit oleh dua Petrified Gaze, salah sedikit maka tubuhnya dapat berubah jadi batu. Tawa puas Medusa segera memenuhi ruang tahta, sesudah berhasil mengendalikan Yao Sheyan menurutnya arah pertarungan mereka sekarang berubah menguntungkannya.


“HAHAHAHAHA.....! MARI LIHAT BAGAIMANA KAU MENGATASINYA ICE EMPEROR!!!”


Tanpa basa – basi Sheyan menyerang Lian dengan sangat agresif, dia mengayunkan tombaknya penuh tenaga seolah tak menahan diri sama sekali. Bing Lian cuma bisa menghindari juga sesekali membelokan arah tusukannya soalnya kalau membalas takutnya membahayakan Yao Sheyan.


Medusa mengetahui masalah itu terus memanfaatkannya sebaik mungkin, mengambil alih Sheyan sama saja membatasi pergerakan Lian sehinga si bocah berambut putih dapat dikatakan menari – nari di atas telapak tangannya. Tinggal bagaimana memaksimalkan peluang tersebut.


TRANG! TRING! TRENG!


Hampir sepuluh menit berselang, belum ada tanda – tanda Bing Lian lelah atau setidaknya berniat membiarkan Yao Sheyan menghabisinya. Sebaliknya diapun nampak tak ada intensi membalas lalu melukai sang Violet Alchemist Princess, Medusa kehabisan kesabaran kemudian menarik mundur Sheyan.


“Kenapa? Kau bosan?”


“Silahkan bicara sesuka hatimu sebab sebentar lagi kau bakal mati!” balas Medusa pedas.


“Caranya? Kau ingin memanfaatkannya tapi kemampuanya tidak sanggup membunuhku, kau sendiri demikian juga. Aku sih senang – senang saja memperoleh teman latihan secara cuma – cuma”


“Sungguh? Jika begitu kita lihat bersama apakah kau tetap bisa tersenyum menghadapi yang satu ini?”


“Kau mau apa?” Bing Lian bertanya serius merasakan Yao Sheyan mengubah arah tombaknya walau tengah terpejam.


“Kau mesti memilih, menyelamatkan nyawamu atau anak perempuan ini? Sekarang bunuh dirilah dengan menggorok lehermu, dalam hitungan kesepuluh kau tak melakukannya.....si manis Sheyan akan menggantikanmu....hehehehe.....hahahahaha”


Lian menggeleng – geleng setelah memahami seluruh rencana Medusa, ketika Medusa mulai menghitung mundur Bing Lian perlahan mendekatkan pedang ke tenggorokannya. Dalam waktu teramat sempit tersebut ia terus secara bertahap mengirimkan telepati menuju benak Yao Sheyan.


‘Nona Yao? Aku tau kau lebih kuat darinya....sadarlah....kakekmu menunggu kepulangan kita....’


“Tiga....dua...satu....sayang sekali....”



Senyum Medusa hilang seketika sebab meskipun sudah memerintahkan Sheyan bunuh diri, dia tidak bergeming. Malahan tiba – tiba berbalik menatapnya, pikiran Medusa untuk pertama kalinya diserang balik oleh pewaris Gift Bizzare Eyes miliknya sampai memaksanya fokus dan melupakan bahaya utama yang sebenarnya.


Ch.291 (396)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 105 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).