The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 240 - Funny Coincidence



“Jadi menurutmu apa alasanku selain yang barusan bisa terjatuh terus pingsan begitu saja di hadapanmu tadi pagi....”


“Kau dilemparkan oleh gurumu karena kurang ajar? Sikap menyebalkanmu nampaknya tidak menutup kemungkinan itu bagiku”


“Hadeh....terserah sih kau mau percaya atau menganggapnya hanya lelucon” Lian mengangkat kedua bahunya cuek.


Meski berusaha terlihat acuh tak acuh sebenarnya Yao Sheyan mendengarkan baik – baik cerita bagaimana Bing Lian melakukan perjalanan dari Frozen Swan River, wilayah Kerajaan Fairy Snow, sampai Adamantine Peak. Sebab mengetahui lokasi – lokasi yang disebutkannya Sheyan tau kalau pemuda ini bukan tengah membual, rutenya memang sungguh ada.


Dia lalu cuma dapat menggeleng – geleng heran ketika Lian menjelaskan dirinya kehilangan pengetahuan mengenai waktu sesudah kurang lebih sebulan mendaki, terus entah berapa lama terlunta – lunta hingga menemui seekor Demonic Beast elang bersayap empat kemarin kemudian menumpang gratis terbang hingga berakhir dengan pertemuan mereka berdua.


Bing Lian berhenti sebentar lalu memperhatikan Bubu sedang bermain – main menumpuk biji buah bekas makan siangnya, matanya perlahan menyipit pertanda mencurigai sesuatu. Sheyan menyadarinya terus buru – buru hendak menyapa tapi Lian lebih dulu menyeletuk, “Bubu?”.


“Bu?”


“Apakah kau punya sejenis keluarga, saudara, sepupu, atau semacamnya yang berukuran besar?”


“Kau ini bicara apa sih hahaha! Ada – ada saja! Bubu itu sahabatku, aku memeliharanya sejak kecil” kata Yao Sheyan tertawa canggung setelah menepuk pundak Lian keras sambil memasang senyum terpaksa.


PLAK!


“Awww....tak perlu memukul juga dong”


“Memangnya kenapa kau bertanya demikian?”


“Bukan suatu hal istimewa, aku ingin membalas dendam karena diserang sebelumnya. Lihat saja dikesempatan berikutnya, seandainya aku bisa menggunakan Qi kemarin bakal kujadikan sate unggas sialan tersebut”


“Bubu!”


“Hiyy!?”


Sheyan gagal menghentikan suara kagetnya usai mendengar kalimat tadi, meski terdengar sebatas omongan besar seorang Forging Qi. Yao Sheyan mampu merasakan jika Lian serius serta benar – benar mempunyai kapabilitas merealisasikan kata – katanya, ia berbalik ke arah Bubu terus memberikan gestur gerakan memotong leher tanda supaya menutup mulut. Makhluk berbulu cokelat itu mengangguk cepat tanda memahami maksud tuannya.


“Hahaha...ha....ha....dasar mana mungkin Cultivator tingkat rendah sepertimu mau melawan Demonic King Beast”


“Kalau bisa kau berani membayar apa?”


“Kau sungguh mengajak bertaruh orang yang telah menyelamatkan hidupmu?” Sheyan mengernyit kesal.


“Maaf....sekarang setelah aku memberitahumu semuanya, berkenankah Nona Yao menjelaskan kepadaku di mana sebenarnya kita sekarang?”


“Nona Yao? Huum humm aku suka mendengar panggilan ini, oke kuizinkan kau menyebutku begitu”


“Atau kau lebih senang dipanggil Dokter dan Tabib?” ujar Bing Lian menopang dagunya sendiri santai sesudah berhasil mengetahui tipe orang macam apa Yao Sheyan.


“Tidak....Nona cukup untukku, kau sedang berada di Pos Kedua Granite Convert Sanctuary”


Sembari mengangkat hidungnya tinggi – tinggi Sheyan menuturkan tempat yang Bing Lian baru pertama kali dengar namanya itu, ternyata Granite Convert Sanctuary merupakan ciptaan Yao Quon sang Alchemist Bachelor. Yao Sheyan kemudian mengajak Lian pergi ke lokasi lebih tinggi yaitu salah satu pohon dekat mereka.



Lian mengikuti Sheyan maupun Bubu menaiki tanaman barusan tanpa berkomentar apapun, sesampainya pada puncak mata Bing Lian melebar takjub melihat area teramat luas nan hijau subur ditumbuhi liar berbagai macam Magic Plant juga Spirit Herb, terlepas dari perkebunan khusus milik Yao Sheyan.


Sheyan menepuk pundaknya seolah berkata belum saatnya terkesan, gadis tersebut menunjuk sebuah pilar tipis dikejauhan. Awalnya Lian kurang paham apa istimewanya sampai dia mendongak menemukan kemana benda tadi terhubung, barulah Bing Lian tersadar letak posisinya sekarang.


Langit – langit mirip batuan hijau ketika dirinya masih berada sekitar kaki gunung Adamantine Peak berkilau indah menaunginya, Lian segera mengerti bahkan sebelum Sheyan menjelaskan lebih. Granite Convert Sanctuary ini adalah Adamantine Peak itu sendiri namun sisi – sisinya telah terkikis habis sehingga meninggalkan ruang terbuka lebar di mana binatang dan tumbuhan dapat hidup.


Terus batang mirip tusuk gigi yang ditunjukan Sheyan berfungsi sebagai penopang sekaligus sambungan keseluruhan gunung tempat keduanya berada sekarang, jika hancur bukan mustahil bagian teratas runtuh menimpa mereka bahkan mungkin hingga meratakan Adamantine Peak dengan tanah.


Bing Lian membuka mulutnya tidak sanggup berkata – kata, Sheyan berdeham puas menyaksikan respon pemuda tersebut. Lian buru – buru turun kemudian menggali tanah, Yao Sheyan bersama Bubu bertukar pandang heran sebelum menyusul. Dia mengabaikan panggilan Sheyan hingga galianya mencapai titik terdalam, Bing Lian sekali lagi menemukan batuan serupa tetapi ada satu hal pembeda dari pengetahuanya selama hidup ratusan tahun.


“Kenapa....sisi ini membagikan Qi sedangkan tepi luar menyerapnya? Bagaimana caranya kau mengikis salah satu material terkeras di Benua Huawai Sarjana Yao?” Bing Lian tersenyum lebar antusias tanpa dirinya sadari karena memperoleh ilmu baru.


><


“Oi....bocah putih aneh?! Kenapa kau tiba – tiba bercocok tanam tanpa aku suruh? Aku padahal belum meminta balasan apa – apa dari pertolonganku terhadapmu lho” panggil Yao Sheyan mengintip melalui lubang di permukaan.


“Uwaaa...!?”


“Maaf....biar kuperbaiki”


Lian melesat keluar menolong Sheyan kala gadis itu hampir terperosok jatuh akibat berdiri terlalu dekat dengan bekas galiannya, Bing Lian menumpuk kembali seluruh tanah barusan sampai rumput – rumput liarnya tertata rapi seperti semula. Ia menepuk – nepukan tangan demi membersihkannya kemudian menoleh ke Yao Sheyan dan Bubu, keduanya menatap takjub bergantian dirinya serta hasil kerja kilatnya tadi.


“Apa?”


“Nampaknya sungguh mustahil bagiku mengerti isi kepala anak laki – laki”


“Bukankah itu harusnya kata – kataku terhadap perempuan? Lagi pula kaukan tinggal bersama seorang pria?” Lian menggaruk – garuk pipi menggunakan satu jarinya enggan berdebat.


“Tidak juga, Kakek lebih sering menghabiskan waktunya sendiri di kediamanya”


“Oh iya, seperti yang kukatakan sebelumnya. Aku kemari ingin menemuinya, bisakah kau mengantarkanku menghadap Medicine Pillar? Nona Yao?”


“Rupanya keburuntunganmu benar – benar payah, kakek sedang pergi keluar melakukan riset....”


Sambil berkacak pinggang Sheyan menjelaskan kalau Yao Quon punya kebiasaan melakukan perjalanan beberapa waktu untuk mengumpulkan informasi mengenai penyakit maupun kabar terkini Benua Huawai, beliau juga menyamar agar identitasnya terjaga terus membagikan pengobatan gratis kepada masyarakat – masyarakat sekitar tempat dirinya singgah.


“Aduh....agak repot ya? Apa kau ada estimasi kapan ia pulang?”


“Umm ummm entahlah, biasanya kisaran sebulan hingga setahun paling lama” sahut Sheyan cuek duduk menggerakan – gerakan kakinya seperti anak kecil.


“Dan sekarang sudah berapa lama beliau pergi?”


“Hmm....dua bulan mungkin, jika tak salah”


“Ehhhh....”


“Makanya aku menyebutmu sial hahaha.....mengingat perjuanganmu datang kemari”


Bing Lian menghela napas panjang lalu ikut beristirahat dekatnya sembari memijat – mijat kepalanya yang pening, ketika diburu waktu malah begini kejadiannya pikirnya. Yao Sheyan memperhatikannya penasaran, Lian menyadari hal tersebut kemudian menoleh dengan alis terangkat.


“Kau butuh sesuatu?”


“Eeee....ngomong – ngomong kita telah bicara panjang lebar cukup lama tapi aku belum mengetahui namamu, kau benar – benar mau dipanggil pemuda putih aneh yang jatuh dari langit?”


“Ahh....maaf atas ketidaksopananku, Bing Lian. Salam kenal wahai Violet Alchemist Princess....”


“Bing Li—pfftt!? Huahahahaha.....”


Entah mengapa Yao Sheyan secara mengejutkan tertawa terbahak – bahak usai Lian memberitahukan namanya sampai membuat pelipisnya berdenyut kesal, namun begtiu mau ditanya alasannya Sheyan mengangkat tangan memintanya berhenti lalu mengeluarkan sebuah keranjang di bawah lokasi mereka duduk.


“Hihihihihi....lihatlah, kau tau tanaman apa ini?”



“Eh? Ice.....Lotus?”


“Benar sekali! Hahahaha aku tengah memanen Ice Lotus saat menemukanmu tadi pagi, mendengar jika orang yang kuselamatkan juga bernama serupa sungguh kebetulan sangat teramat konyol serta aneh menurutku. Pffttt!? Hahahahaha......” si gadis berambut ungu lanjut terpingkal – pingkal sementara Lian memeriksa bunga putih pada keranjang karena bingung melihat sikapnya.


Special Ramadhan Up (20/30)


Ch.240 (325)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 85 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).