The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 106 - Berat Sebelah



“Di mana ini? Kau membawaku kemana bocah? Trik ilusi lainnya darimu hah?” tanya Han Zan dingin menyaksikan sekitarnya berubah dan menghilangnya penginapan tempat Jin Chyou seharusnya berada.


“Kurang tepat, kita sedang berada dalam dimensi buatan Spirit Tools bernama Earth Gods Teapot”


Mata Han Zan bergerak melihat sekitar, terdapat pegunungan, padang rumput, hutan, dan deretan bentang alam lainnya. Bahkan ia berani bersumpah mendengar deru ombak di kejauhan, tanpa membuang waktu Han Zan pun melesat meninggalkan Bing Lian.


Dia terbang secepat kilat menembus udara, ingin segera menemukan ujung atau batas dimensi tersebut sekaligus membuktikan perkataan Lian. Han Zan masih tidak percaya dirinya diseret memasuki sebuah Spirit Tools tanpa ia sadari, setelah kurang lebih satu jam terbang Han Zan berhenti.


“Apa – apaan tempat ini?! Di mana ujungnya!? Dan mengapa Qi milikku terkuras lebih cepat dari yang seharusnya!?”


“Puas? Membutuhkan kurang lebih ratusan tahun bagimu untuk mencapai pembatas dimensi jika kau berencana menghancurkannya secara paksa tau, biar aku jawab pertanyaanmu barusan....” Lian berkata sambil memasang segel tangan untuk membawa Han Zan kembali ke hadapannya.


“KAU!!? BAGAIMANA!?”


Han Zan menatapnya gusar, mulai nampak ekspresi waswas menghiasi wajah pria paruh baya itu. Ucapan Bing Lian bukanlah mengada – ada, awalnya Earth Gods Teapot hanya seukuran gubuk kecil belaka. Namun seiring perjalanan Lian menjadi Ice Emperor dimensi di dalamya terus bertambah luas akibat menyerap banyak nutrisi dari sumber daya miliknya.


Pada era puncaknya teko ini begitu ditakuti dan diberi sebutan sebagai makam para iblis, karena Bing Lian memenjarakan banyak sekali Demon ke sana sebelum menghabisinya. Spirit Tools tersebut juga menjadi tempat di mana dia menyimpan Spirit Herb serta Spirt Plant berharga maupun Demonic Beast yang loyal kepadanya, sayangnya ia mengeluarkan seluruh penghuninya tepat sebelum bertarung melawan Mao Peng supaya mereka mempunyai kesempatan melanjutkan hidup.


“Semua hal pada dimensi ini berada dalam kendaliku sepenuhnya sebagai pengguna”


“Begitu rupanya, kalau aku tidak mampu menghancurkannya yang perlu kulakukan adalah menghabisimu agar bisa keluar dari tempat ini” geram Han Zan kehabisan kesabaran.


“Secara teori....kau benar”


“Baiklah, bersiaplah bocah. Akan terjadi pembantaian satu pihak di sini....”


“Menurut Senior demikian? Maaf atas ketidaksopananku sampai sekarang, aku suka kepercayaan diri anda” Bing Lian mengangguk santai lalu memasang kuda – kuda siap tempur.


><


BUAKHH!!!


Suara memekakan telinga serta menggetarkan udara menandai mulainya pertarungan antara keduanya di saat masing – masing pukulan bertemu, Han Zan yang memang sudah jengkel kepada lawannya langsung menyerang secara membabi buta.


Di lain sisi Bing Lian lebih bertahan ataupun membelokan arah pukulan maupun tendangan pria paruh baya tersebut. Dua Cultivator ini berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain di dalam Earth Gods Teapot dengan kecepatan tinggi, menyebabkan hanya terdengar suara anggota tubuh yang saling beradu.


BAK! BEK! BUK! JDASH!


‘Bocah ini mampu mengikut gerakanku yang baru memasuki Nascent Soul!? Di mana dia berlatih ilmu meringankan tubuh sebaik itu hingga saat Forging Qi saja sudah dapat mengimbangiku? Dan juga kulitnya....lumayan keras’ Han Zan membatin tanpa mengurangi intensitas serangannya.


Namun Han Zan menyadari sesuatu, kalau tiap hantaman darinya memberikan luka kepada Lian. Sebab anak berambut putih tersebut secara terus menerus mengkonsumsi pil pemulihan seiring berjalannya duel, sekarang Han Zan dapat tersenyum lebar dan lanjut menyerbu karena berpikir cepat atau lambat Bing Lian pasti kehabisan persediaan.


KRAK!!!


‘Patah lagi? Tingkat Tortoise Shell milikku sekarang masih terlalu rendah. Walaupun kemampuan Body Refining serta Ligtning Gods Movement sangat membantu tetapi perbedaan antara Forging Qi dan Nascent Soul memang terlampau jauh ya....’


Lian berdecak pelan sambil melihat tangan kanannya yang lunglai sebelum berjungkir balik mundur terus memakan pil pemulihan berikutnya, dia mulai bergerak ke arah sungai diikuti Han Zan tak jauh di belakangnya. Keduanya berlari cepat seolah air itu merupakan permukaan kokoh.


JDASH! SYUU!!! BLARR!!!


Han Zan mulai menembakan bola – bola api kepada Bing Lian, rasa optimisnya kian meningkat berpikir kalau lawannya telah kehabisan persediaan makanya memilih kabur. Saat sampai pada lokasi air terjun setinggi dua puluh meter, perasaan dingin sekitar tengkuknya memaksa Lian menghilangkan Qi yang melapisi kakinya.


BYUR! SRAT!


Oleh respon gesit tadi ia terhindar dari ayunan tangan mematikan Han Zan, saat menarik napas ke permukaan lagi Bing Lian sudah ditunggu oleh lawannya. Lian dengan cepat membentuk mantra dan melepaskan Winter Breath tepat sebelum jari Han Zan menembus kepalanya.


Namun saat berhasil melewati hembusan napas dingin barusan ekspresinya berubah, di belakang Bing Lian telah terbentuk serigala, paus, elang, dan banyak binatang terbuat dari es yang tidak terhitung jumlahnya siap menerjang.



“Ice Magic - Glacial Welcome....”


BRRR...!!! DASH! DASH! DASH! BYURRR!!!


><


Lian berusaha mengatur pernapasan sembari memperhatikan padang es di hadapannya, usahanya memancing Han Zan kesana nampak sudah tepat karena berhasil membuatnya lolos dari maut. Jika bukan disebabkan oleh bantuan beberapa isi Galaxy Ring miliknya mungkin ia tewas lima menit duel ini dimulai.


BLARRR!!!


Api membara meledakan lapisan es tak jauh dari tempatnya berada, Han Zan muncul basah kuyup terendam dalam sungai akibat jurus Bing Lian barusan. Kesabarannya benar – benar habis, satu – satunya tujuan Han Zan sekarang adalah menghabisi bocah di hadapannya bagaimanapun caranya.


“Sial! Sial! Sial....!!! Awas kau bocah tengik! Akan kucabik – cabik tubuhmu hingga tak bersisa!”


‘Harusnya aku tau Glacial Welcome tidak akan mampu membuatnya kehilangan kesadaran, aku ini berharap apa?’ batin Lian buru – buru mengkonsumsi pil pengobatan juga segenggam Qi Gathering Pill.


‘Bagaimana caranya dia mempunyai persediaan sebanyak itu!? Lagi pula apa wajar mengkonsumsi pil dengan jumlah demikian? Racunnya bakal menutup sejumlah titik meridiannya bukan?’


“Ada apa senior? Kau melihatku dengan tatapan kepingin, mau aku bagi? Hihihi....”


“Berisik! Tertawalah sekali kau masih bisa karena selanjutnya kepalamu akan terlepas dari tempatnya sekarang!” Han Zan membentak dengan muka merah padam.


KRAUK! KRAUK! KRAUK!


“Nyam nyam nyam ih....seram”


Tingkah cuek Lian malah menyebabkan musuhnya makin geram, yang Han Zan tidak tau adalah meski merupakan pil sederhana. Semua milik Bing Lian berada pada tingkat Heaven Pill simpanan Galaxy Ring dari kehidupan sebelumnya, di mana semua khasiatnya dapat diserap tubuh dan tak memiliki efek samping apalagi kandungan racun.


“Brengsek...kau kira aku bercanda hah! Bersiaplah!”


“Hmm...?”



Lian memiringkan kepala ketika Han Zan mengeluarkan dua pisau melingkar berwarna terang melalui balik pinggangnya, dia tersenyum tipis melihat kesempatan menang itu kemudian mengeluarkan senjata serupa dari dalam Galaxy Ring.


“Akan kutunjukkan kepadamu senjata andalan White Crescent Galaxy!”


WUNG! WUNG WUNG!


“Kupikir sesudah diusir kau tidak memilikinya, Crescent Moon Blade ya? Kebetulan akupun lumayan ahli menggunakannya, bolehkah aku bertukar ilmu....Senior?” ujar Bing Lian memutar – mutar senjatanya terus memasang kuda – kuda.


DEG....!


‘Mustahil....apa – apaan anak keparat ini? Cara berdiri itu....Matriach?’


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K*ry*k*rs*\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).