
Xue Yi berseluncur cepat pada es lalu melepaskan cipratan air yang membeku seketika waktu hampir mengenai Gui Ma lalu memaksa pemuda itu mundur. Gui Ma sengaja menghindarinya agar membiarkan Xue Yi berhasil menyelamatkan Jin Chyou sekaligus membawanya menjauh sebab tau sang Noble Treasure Princees sudah mengalami cedera cukup parah, berikan dorongan sedikit lagi maka menangkapnya akan semudah membalikan telapak tangan.
“Chyou!?”
“Uhuk! Uhuk! Terima kasih Xue Yi, beri aku waktu sebentar....” Jin Chyou buru – buru mengeluarkan pil penyembunhan dari Spatial Ring miliknya.
Dia duduk bersila sembari menutup mata memproses penyerapan benda tersebut supaya khasiatnya maksimal sementara Gui Ma beserta para Undead General kian mendekat. Xue Yi langsung bergerak maju melindungi Chyou dengan berdiri di hadapannya.
“Aku ingin bertanya suatu hal....kenapa kalian berjuang keras untuk perang yang mustahil dimenangkan?”
“Kau tidak berhak menilai keputusan kami sampai semuanya selesai”
“Jadi maksudmu ada peluang buat membalikan keadaan bahkan menang? Bangunlah Xue Yi”
“Hehehe....satu juta Spirit Stone”
“Maaf? Kau bilang apa?” tanya Gui Ma mendengar tawa terkekeh Jin Chyou.
“Akan kubuat Black Graveyard Sect membayar segitu bagi setiap lecet pada tubuhku, camkan baik – baik!”
Chyou mendorong Xue Yi menepi sebelum meggebrak tanah menggunakan kakinya, dalam sekejap muncul tiga bongkahan batu besar melalui balik es hendak menghimpit Gui Ma. Bunyi gedebum keras terdengar usai masing – masing melekat, meski jurus Chyou berbahaya dan mengancam tapi Gui Ma kelihatan tetap santai saat mukanya barusan masih kelihatan.
Dengan sigap Xue Yi sekali lagi melaju di atas es layaknya peseluncur profesional terus menembakan Qi dingin kepada gunung ciptaan Jin Chyou, ia memutar tanpa henti hingga mengakibatkan semua lapisan terselimut salju.
“Fire Magic – Mini Volcano!” seru Chyou menyatukan kedua tanganya.
BLARRRRR.....!!!
Cangkang beku hasil siraman Xue Yi tiba – tiba meledak melemparkan pecahannya kemana – mana terganti oleh kobaran setinggi lima meter. Tanah itu perlahan menghitam serta dihiasi semburat merah seperti magma gunung berapi, sewaktu Chyou maupun Xue Yi bernapas terengah – engah atas kinerja mereka tadi.
Perlahan lingkaran besar semacam portal tercipta di tengah nyala api, tiga sosok Undead General keluar disusul Gui Ma di belakang sembari membersihkan bekas abu dari jubah sekitar bagian pundaknya. Mulus bersih tanpa tersentuh sedikitpun seolah upaya dua gadis itu cuma buang – buang tenaga saja.
“Puas? Hehehe....mainan sihir kelas Forging Qi begitu mana mampu melukaiku.....”
“Tidak ada salahnya mencoba bukan?”
Gui Ma cuma menggeleng – geleng heran medengar balasan santai Jin Chyou, kali ini gilirannya membentuk mantra tangan. Gui Ma mengaktifkan sebuah teknik khusus yang menciptakan lubang hitam kecil, benda tadi menarik ketiga Undead General ke dalamnya sampai memaksa Xue Yi dan Jin Chyou memasang sikap waspada.
“Aku beri kesempatan terakhir, menyerah lalu ikutlah bersamaku. Aku cukup mampu membagi cinta untuk gadis cantik seperti kalian”
“Pfft!? Huahahaha....kau lucu sekali Tuan Muda Ketiga, namun maaf kami harus menolak sebab sudah tertarik kepada orang lain” gelak mereka bersamaan usai saling bertukar tatap sekaligus mengakibatkan pelipis Gui Ma berdenyut kesal karena masing – masing seolah membuat dirinya baru saja mengatakan sebuah lelucon tingkat tinggi.
“Siapa? Taiyang Zi?”
“Eeeekk!? Pemuda pesolek begitu bukan tipeku, salah....lagi pula bepikirlah Tuan Muda Ketiga. Mana ada perempuan sudi menikahi pria hendak membunuhnya, yang perlu kau tau hanya si pencuri hati kami adalah sosok luar biasa”
“Heh!? Omong kosong....jadi kau bermaksud bilang dia lebih hebat ketimbang anggota Seven Young Lord terkuat? Baiklah kuterima alasan konyolmu. Semisal benar sekalipun cepat atau lambat ia pasti segera muncul menuju permuka—”
JDASHH!!!
Gui Ma gagal menyelesaikan kalimatnya akibat Xue Yi menyerang tanpa memberinya kesempatan dengan membentuk ratusan jarum es dari udara kosong untuk mengincar posisinya berdiri, walau tak berhasil melukainya bahkan menyentuh kulitnya. Memotong ketika dia sedang bicara merupakan penghinaan paling dibenci Gui Ma, ini terkait bagaimana pengaruh kecilnya selalu diremehkan sebab keberadaan dua kakak laki – lakinya.
“Bisakah kita mulai? Kau tau sekarang ada perang? Saudari – saudariku lebih membutuhkan bantuanku ketimbang aku harus mendengarkan ocehanmu”
“Grrr....dasar keparat....Corpse Dominance Art – Fusion Series!”
Selesai Gui Ma meyebutkan nama jurusnya, lubang hitam kecil ciptaanya langsung lenyap menembakan energi kegelapan menuju segala penjuru. Tapi belum berakhir sampai di sana, pada tempat benda tersebut terakhir terlihat sudah berdiri Undead General baru. Dia memiliki tiga kepala serta empat buah tangan dengan berbagai senjata, cukup sekali lihat Chyou maupun Xue Yi paham makhluk itu merupakan gabungan makhluk panggilan milik Gui Ma sebelumnya dan tentu jauh lebih kuat.
‘Praktiknya...tidak bisa dibaca....berarti....setingkat Core Formation!?’
“Mari lihat apa kalian masih mampu tertawa mengejek beberapa menit ke depan, hehehe....” Gui Ma melangkah maju hendak ikut menyerang.
><
Mao Peng meraih sesuatu dari dadanya terus mengeluarkannya secara perlahan, genggamanya langsung diselimuti Hawa Jahat hebat ditambah percikan listrik hitam. Lian menatapnya seksama sambil menelan ludah berat. Mao Peng balik melihatnya kemudian bertanya dengan senyum tipis menghiasi mukanya, “Kau siap Lian’er?”.
“Ayah....kau yakin aku sanggup mengatasinya?”
“Tentu! Kau putraku....” jawabnya santai dan akhirnya melemparkan benda yang dia pegang.
Bola mungil mirip rintik salju berwarna gelap melesat mulus menyusupi tubuh Bing Lian, detik berikutnya perasaan kurang mengenakan segera menghampirinya. Tiap detak jantungnya memaksa Lian menahan napasnya demi mengurangi rasa nyeri, perlahan ia mulai melayang rendah disusul hancurnya seluruh gua sekitar mereka.
Memperlihatkan kondisi alam bawah sadar Bing Lian yang begitu indah layaknya gambaran taman – taman surga dalam cerita, namun perlahan semuanya ikut lenyap digantikan area putih tanpa batas. Satu hal tersisa tinggal sosok Demon King, pria itu tetap diam menemani proses adaptasi anak angkatnya.
“Hah....hah....hah”
“Mungkin butuh kesabaran namun kau akan terbiasa seiring berjalannya waktu”
“Apa....jika begini aku sekarang termasuk ras Demon?”
“Hahahaha.....pertanyaanmu lucu sekali Lian’er! Kalau iya berarti kau adalah Demon termulia yang pernah aku kenal hehehe....terserah kau mau mengartikannya bagaimana. Ahh....”
Tawa Mao Peng menghilang ketika menyadari telapak tangannya kian memudar, menandakan Qi miliknya hampir meluap habis. Menyadari sudah tiba saatnya pergi ia melayang megusap rambut Bing Lian penuh sayang sembari berpesan, “Waktuku hampir habis, hiduplah sesuai keinginanmu....tunggu kami. Akan kusampaikan semuanya pada Ren, oh iya aku menitipkan hadiah lainnya lho....gunakanlah sebaik mungkin”.
Itu hal terakhir dalam ingatan Lian sebelum seluruh pemandangan barusan lenyap digantikan ruangan hitam, bunyi ledakan serta guyuran airlah yang membangunkannya. Ketika membuka mata ia mendapati kolam Sacred Tree Cave Pound telah hancur berantakan juga hanya menyisakan tanaman Agate Wood.
Bing Lian membuka tutup tangannya akibat luapan energi luar biasa lalu menemukan semacam kristal berbentuk persegi delapan kecil menempel menghiasi dadanya. Lian dapat merasakan hampir seluruh organ dalam badanya tersambung ke sana terutama jantung, sumber utama datangnya kekuatan tambahan ini.
DEG DEG! DEG DEG! DEG!
Setiap berdenyut aliran darahnya perlahan berganti, urat sarafnya ikut berubah mengikuti suara detak pada inti tubuhnya. Puncaknya, Lian menarik napas panjang sembari mendongak. Kemudian waktu matanya membuka selaput putihnya telah menjadi warna hitam bagaikan langit malam.
Ch.215 (291)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 74 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho, Ciao!).