
BRRR....!
“Chyou—“
“Huh!”
“Nona Jin lihatlah—“
“Huh!”
Lian akhirnya memutuskan menyerah mengajak Jin Chyou berbicara sehingga suara yang terdengar hanyalah bunyi roda kayu kereta kuda tengah berputar, gadis tersebut duduk berhadapan dengannya sembari membuang buka. Pipinya mengembung pertanda kesal.
Semua berawal sejak keberangkatan mereka meninggalkan kota Xintong, Chyou penuh semangat mengenakan pakaian musim dingin mewah karena memang tidak lama lagi bakal memasuki wilayah beriklim ekstrem. Theotopia Empire terkenal akan kerajaan tanpa musim semi, kerajaan paling utara Dataran Tengah ini selalu diselimuti salju setahun penuh.
Meski demikian tanahnya diberkahi kesuburan luar biasa dan terus menghasilkan Spirit Herb maupun Magic Plant berkualitas seolah tak habis – habis, banyak spekulasi mengatakan kebanyakan tertimbun es dalam waktu lama lalu menyebabkan tanaman – tanaman itu berumur hingga ratusan tahun.
Begitulah dunia berputar, di balik kekurangan pasti ada sebuah kelebihan. Sayangnya manusia adalah makhluk yang amat kurang bersyukur juga serakah, singkat cerita Bing Lian mengomentari penampilan Chyou tanpa berpikir panjang.
“Mmm? Nona Jin? Apa menurutmu tidak terlalu cepat mengenakannya? Perjalanan kita masih cukup jauh lho”
Ucapannya barusan berbuntut panjang karena Jin Chyou merajuk, Lian masih belum mengerti apa alasannya. Dia cuma mengatakan hal sebenarnya, Bing Lian ingin berkonsultasi kepada Baixian namun sudah cukup lama si naga tertidur pulas sampai keduanya berpikiran ia mati.
Jadi suasana di antara mereka sekarang sangat canggung sebab tak adanya Baixian, bahkan saat para pekerja Noble Treasure Shed memanggilkan seorang Cultivator yang bekerja sebagai pembawa tamu menuju Frozen Swan River. Chyou masih enggan menimpali Lian sesudah memulai petualangan baru tersebut hampir lima jam lamanya.
TOK! TOK! TOK!
“Tuan? Nona? Maaf atas ketidaknyamanannya, waktunya pindah”
“Hmm?” Bing Lian serta Jin Chyou membuka mata masing – masing usai mendengar ketukan dari luar.
Keduanya memilih meningkatkan praktik dalam diam saat saling tak menyapa, Lian merasakan perubahan cuaca di luar. Hembusan napasnya perlahan nampak bagaikan kabut dingin di pagi hari, Chyou sendiri makin merapatkan jubah berbulu miliknya. Begitu pintu terbuka, angin bersuhu rendah segera menghantam pipi mereka.
><
“Kau bilang hari ini cuacanya akan baik!?” teriak Jin Chyou protes ke kusir akibat suaranya teredam deru angin bercampur salju.
“Memang! Beginilah normalnya! Hahaha....anda tidak berpikir sedang melewati badai bukan?!”
“APA!?”
Pria itu hanya tertawa melihat ekspresi keheranan Chyou, situasi sekitar sangatlah mencekam akibat pandangan terhahalang butiran es dan cuma terdapat warna putih sejauh mata memandang. Masuk akal jika si kusir berkata kuda – kudanya bisa mati kalau memaksa menerobos terus akhirnya memutuskan mengganti kendaraan sambil memasukkan hewan – hewan barusan menuju bangunan dekat situ.
Lian cukup kagum terhadapnya, dia mampu melihat potensi bisnis dan berani mengambil risiko mendirikan kandang di lokasi perbatasan sebelum menerobos wilayah bercuaca ekstrem. Dengan demikian setiap ada tamu pertama kali ke sana kemudian ingin menikmati perjalanan menyenangkan pasti akan mencari dirinya.
Bing Lian menoleh karena menyadari tatapan penasaran Jin Chyou, tapi saat baru menggerakan kepala sedikit gadis itu langsung membuang muka. Lian tau dia penasaran bagaimana caranya Bing Lian mampu berjalan santai tanpa terpengaruh angin dingin di sekitarnya, Lian hanya bisa menggeleng – geleng bingung memikirkan supaya keduanya dapat berbaikan kembali sampai akhirnya Cultivator pengantar keluar menyeret dua makhluk besar yang menarik pedati khusus berseluncur pada lapisan es.
“Kemari anak – anak! Pelan....pelan....pintar”
MOOO...! HUH!!! HUH!!!
“Bull Kong?” Bing Lian memperhatikan binatang menakjubkan tersebut.
“Hehehe....benar sekali! Mata anda lumayan juga Tuan Muda, terbaik di lokasi ini. Perkenalkan mereka bernama Ong dan Chu”
Terlepas dari nama yang terkesan agak malas diberikan barusan, Bing Lian terkesan ternyata pria itu memelihara Bull Kong. Hebatnya lagi dua ekor padahal merawat satu saja sulitnya bukan main, meski herbivora mereka terkenal cuma mengkonsumsi Spirit Herb maupun Magic Plant berharga dalam jumlah luar biasa. Sehari mungkin sekitar lima puluh hingga seratus kilogram.
Tapi begitu mengingat sedang berada di mana Bing Lian tersadar, mencari keperluan barusan ketika tinggal sekitar Theotopia Empire bukanlah hal merepotkan mengingat potensi alamnya. Biasanya Bull Kong yang berkeliaran bebas mempunyai praktik antara Foundation Realm Early – Stage sampai Core Formation Mid – Stage.
Makhluk ini dikenal mempunyai kelebihan menyelinap sebelum menerkam lawan dan daya tahan tinggi terhadap suhu rendah, selalu menjadi momok menyeramkan bagi masyarakat desa – desa saat datangnya musim dingin.
><
Bing Lian sengaja membiarkan Chyou masuk dahulu kemudian menyusul, nyatanya pedati baru mereka jauh lebih luas nan nyaman ketimbang kereta kuda sebeumnya. Terus saat menyentuhnya Lian merasakan lapisan Qi sebagai pertanda kalau benda tersebut adalah Spirit Tools.
“Kalian siap!?”
“Yaaa....!” sahut Lian antusias.
“Hyaaa!!!”
Bersamaan dengan bunyi hentakan tali kekang, sepasang Bull Kong penarik kereta segera masuk menyelam menuju tumpukan salju. Tanpa perlu waktu lama akhirnya kendaraan mereka melesat menembus hujan beku itu, bentuk tangan Bull Kong memang memudahkannya untuk menyikap penghalang sementara kaki belakangnya difungsikan agar mampu berlari kencang.
“Hahaha....luar biasa”
“Ini....” Chyou secara tiba – tiba menjulurkan jubah biru kepadanya.
Lian terkejut lalu mengalihkan perhatiannya dari luar jendela menatap anak perempuan di kursi depannya, keduanya sekarang duduk bersebrangan. Meski memberikan pakaian Jin Chyou masih enggan menatap wajahnya dan memilih menunduk.
“Kau mau atau tidak!?”
“Aku bakal mengambilnya jika kau mau mengatakan mengapa bersikap demikian?”
“Apa!? Ya sudah! Jangan salahkan aku kalau nanti mati kedinginan!”
“Nona Jin?” kata Bing Lian menatapnya dalam – dalam.
“Ugh...baiklah! Dasar! Tapi kau harus janji tak bakal tertawa!”
“Tentu....”
Chyou menghela napas kemudian mulai bicara sembari memainkan jemarinya sendiri, sementara Jin Chyou menjelaskan segalanya Lian cuma menatapnya linglung seakan mencoba memasukan perkataan Chyou ke logikanya namun sedikit kesulitan.
“Kau ingin aku memujimu?”
“Umm....” Chyou mengangguk dengan wajah memerah karena malu.
“Ah....maaf, aku terlambat menyadarinya. Harusnya aku lebih cepat memahaminya kau mengenakan pakaian indah, berdandan cantik, bahkan menata rambutmu. Aku akui usahamu patut diacungi jempol, tetapi menurutku segi efektivitasnya dalam perjalanan ini agak—Mhhmmm!?“
“Cukup – cukup, lupakan! Sulit memang bicara kepada perjaka tua, apa yang aku harapkan coba?”
Gumam Jin Chyou kepada diri sendiri sambil melipat tangan lalu melihat keluar jendela usai melemparkan hadiah jubah khusus pilihannya tepat menuju muka Bing Lian sebelum pemuda tersebut menyelesaikan kalimatnya, Lian menggaruk – garuk kepala bagian belakangnya bingung kenapa Chyou malah marah lagi padahal masalahnya hampir tuntas.
Untungnya berkat insiden barusan keduanya kembali bisa berdiskusi normal, walaupun sebenarnya tidak merasa kedinginan sama sekali. Bing Lian tetap mengenakan pemberian Jin Chyou sebagai cara menunjukan rasa terima kasih serta menghargai gadis itu.
TOK! TOK! TOK!
“Tuan Muda?! Nona!?”
“Ada apa Senior?!”
“Lihatlah! Kita hampir sampai!” sang supir menunjuk sebuah air terjun beku rakasasa terletak di ujung sungai es yang sedang mereka telusuri.
Ch.157 (195)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 38 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).