
“Ahh? Maaf....hahaha apa aku terlalu berlebihan?”
“Hah....!”
Akhirnya Tie Mu, Feng Ai, maupun anggota Tough Hammer Altar lainnya bisa bernapas normal saat Long Heiyan menarik aura penuh intimidasinya. Pria itu tertawa sembari menggaruk – garuk kepalanya, sekarang ia nampak seperti laki – laki biasa berpakaian mewah.
Meski Tie Jin tidak terkena dampak seberat para bawahannya, setidaknya dia dapat mengendurkan otot begitu Seniornya mulai menurunkan energi barusan. Teknik ini bernama Supreme Dominance, hanya Cultivator – Cultivator kuat sekelas Twenty Supreme Entities mampu menggunakannya.
Cara kerjanya sederhana, mereka akan menekan lawan hanya berbekal pancaran Qi. Bahkan pada tingkat tertentu jika digabungkan bersama Divine Sense, pemakainya dapat menghabisi ribuan orang dalam satu tarikan napas. Satu – satunya peluang menghadapi Supreme Dominance adalah melawannya menggunakan kemampuan serupa, itulah alasan Tie Jin tetap berdiri tenang.
“Bukankah mengarahkannya kepada kelompokku yang baru tiba di sini sedikit berbahaya Senior Long? Walau cuma bertujuan mengetes”
“Hahaha salahku salahku, aku ingin tau apa bakal ada seseorang kehilangan kesadaran ketika terkena tekanan sebesar 10%. Kan sulit melakukan diskusi nantinya seminal mental kalian selemah itu, kerja bagus. Terutama kalian berdua anak – anak....”
“T..te..terima kasih Yang Mulia” sahut Tie Mu dan Feng Ai bersama – sama lalu memberi hormat.
‘Sepuluh persen!? Dia hanya menggunakan sepuluh persen!? Kalau demikian bagaimana rasanya mendapat serangannya namun dengan kekuatan penuh?!’
Suasana semakin bertambah nyaman ketika Long Heiyan mulai bersenda gurau, Tie Jin cuma tersenyum tipis bersyukur ketegangan perlahan meninggalkan atmosfer ruang singgasana. Meski awalnya sangat menakutkan sifat mudah bergaul Black Dragon King masih sama seperti saat ia memegang gelar Black Dragon Warrior.
Karena merasa tidak enak dan berpikir para tamu juga malu menyampaikan, Long Guanting menegur sang ayah agar segera mengajak mereka menuju tempat perjamuan. Takutnya makanan yang dihidangkan malah sudah menjadi dingin, Long Heiyan menepuk jidatnya kemudian meminta maaf atas kecerebohannya itu terus segera memimpin semua ke ruang makan.
Wajah masing – masing dipenuhi senyuman bahagia sampai semua membuka pintu masuk, ekspresi mereka langsung berubah menjadi heran sewaktu menyadari kalau ternyata di sana sudah hadir lebih dulu seorang gadis muda cantik mengenakan gaun hitam yang begitu sempurna dirinya kenakan.
Tetapi kesan putri impian tersebut sirna sebab dia sedang memakan sesuatu mirip paha ayam berukuran sepuluh kali lebih besar ketimbang tubuh mungilnya, apalagi dengan santai anak perempuan ini menaikan kakinya di atas meja seperti bos menunggu para bawahannya.
“Nyamm...nyam...umm...ah? Maaf aku lebih dulu mulai, kalian lama sekali sih”
“YAYA??!!!” Long Guanting dan Teng Xinyi mendesis panik kemudian cepat – cepat menghampiri putri mereka.
“Hmm? Kenapa?”
“Di mana sopan santunmu?! Memakan hidangan untuk tamu? Kamu kehilangan akal ya!? Siapa juga yang mengajarimu bersikap begini hah!?”
PLAK!?
“Awww...tetapi aku lapar Ma!? Lagi pula Magma Peacock inikan hasil buruanku!?” protes Yawen meringis akibat menerima tepukan keras pada kakinya supaya turun.
‘Magma Peacock katanya?! Apa kami tidak salah dengar?’
><
Thousand Southern Island selain terkenal karena perselisihan empat kerajaan besar yang masing – masing memiliki satu bagian dari Manual Body Refining terbaik di seluruh Benua Huawai yaitu Four Form of Guardian Deities, wilayah paling selatan itu juga diketahui berbahaya karena merupakan habitat alami Demonic Beast dan Spirit Beast tingkat tinggi.
Bahkan banyak beredar saking tua serta hebat ilmunya beberapa mampu menjelma sebagai Manusia dan berinteraksi dengan mereka tanpa disadari, dahulu sempat ada kabar angin mengenai akan pecahnya peperangan antar Beast melawan Manusia demi mengambil alih Benua Huawai. Jika sampai benar terjadi maka situasi makin sulit karena ditambah gencarnya invasi para Demon.
Sebelumnya makhluk – makhluk tersebut tidak berani mengambil tindakan akibat keberadaan Hao Ren sang Mask Sage, namun saat kabar kematian jagoan ini mulai sampai ke telinga pihaknya mereka mulai bertingkah. Akhirnya muncul satu pria misterius lain menghadap ke pemimpin mereka kemudian menawarkan ketimbang saling bertarung, lebih baik Manusia serta Beast bekerja sama melindungi tempat tinggal tercinta mereka.
Dia juga berjanji bakal menjadi penghubung sehingga kedua pihak tidak mengalami bentrok, tentu usulan tadi tak diterima apalagi mereka telah mengumpulkan pasukan. Harus ditaruh di mana muka mereka jika sampai membatalkan rencana setengah jalan?.
Awalnya kata – kata barusan terkesan sangat sombong nan arogan bagi para petinggi Beast, tetapi semuanya segera berkeringat dingin begitu menyaksikan kemunculan lima Dao Beast perkasa yang dianggap setingkat dewa oleh ras mereka mengelilingi si pemuda dengan hormat.
Karenanya mau tidak mau akhirnya Revolusi Beast gagal, beberapa tahun kemudian terdengar isu kalau orang itu juga telah tewas. Oknum – oknum tertentu langsung memberikan tekanan agar rencana dulu kembali dilanjutkan, sayangnya seluruh pimpinan menolak karena enggan mengambil resiko jika sampai ternyata pria tersebut belum mati sebab beritanya sulit dipercayai.
Mereka mulai mempertimbangkan kebenarannya sewaktu Raja Black Dragon Empire datang dan memberitahukan kalau tugas kawan lamanya bakal digantikan oleh dirinya sendiri sebagai penyambung lidah antara Beast dan Manusia, tetapi walaupun mempunyai peluang besar untuk memulai perang nyatanya kedamaian di Southern Thousand Island masih terjaga hingga sekarang.
><
Magma Peacock merupakah salah satu Demonic Beast yang paling dicari karena rasa daging serta khasiatnya bagi praktik pemakan, jenis unggas ini agak jarang ditemui di Dataran Tengah. Biasanya pada alam liar mereka ditemukan mempunyai kekuatan setingkat Cultivator berpraktik Foundation Realm Mid – Stage hingga Core Formation Late – Stage.
“Dia berhasil mendapatkan Magma Peacock? Bukankah seharusnya tingkat praktiknya masih Forging Qi? Bisa kau bayangnya hasil buruannya saat telah naik ke alam berikutnya!?”
“Senior?” panggil Feng Ai pelan mengabaikan bisikan anggota lain.
“Ahh...ialah Long Yawen. Glek....”
Tie Mu masih mengingat jelas seakan kejadiaanya baru kemarin, ketika Yawen meremukkan tangannya dengan mudah bahkan nampak tanpa usaha sedikitpun. Sekarang gadis itu berdiri di sana kelihatan tambah dewasa dan menarik penampilannya, namun jauh dalam hati Tie Mu memaksa diri agar tidak tertipu oleh cangkang luar menawan Long Yawen tersebut.
“Kenapa kalian tidak menghentikannya!?”
“Kami telah berusaha Nyonya, tapi Tuan Putri—“
“Sudahlah, tidak apa – apa. Pelayan tolong hidangkan santapan yang baru, jangan terlalu lama tamuku datang dari jauh” Long Heiyan akhirnya melambaikan tangan serta meminta semua untuk duduk.
“Tuhkan! Kakek saja tak keberatan, bwee—aduh!?”
“Ayah? Tolong berhenti memanjakannya” pinta Xinyi usai mendaratkan jitakan kilat ke tempurung putrinya.
“Iya – iya aku berjanji, kupikir kau tidak akan sudi untuk datang karena bosan cucuku?”
“Hiks...mana mungkin aku begitu kalau kakek memintaku secara langsung” Yawen membalas cemberut dengan mata berair menahan sakit.
Ketika semua mengambil posisi duduk kebetulan para generasi muda di tempat pada sudut meja yang sama, bertemulah pandangan Long Yawen dan Tie Mu. Dalam sekejap pemuda itu buru - buru bersembunyi di balik punggung Feng Ai.
“Yo? Senang bertemu dirimu lagi, bagaimana kabarmu?” kata Long Yawen ramah sembari menjulurkan tangan, nampak jelas sekali senyum jahil menghiasi wajahnya.
Author Note :
Buat yg nunggu Bing Lian sepertinya harus bersabar ya, lagi liburan dia. Arc ini lebih berfokus kepada latar belakang karakter Long Yawen jadi begitulah nikmati saja dulu, semua akan indah pada waktunya....lol
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K*ry*k*rs*, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho, Ciao!).