The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 285 - Ketahuan



“Kau....”


“Bukankah dia pewaris Petrified Gaze saat ini?” terdengar diskusi pelan para jenderal.


Mereka saling berbisik usai melihat gadis berambut ungu tersebut, terlepas dari kemunculan spektakulernya dia memang terkenal dikalangan bawahan Medusa sebab digadang – gadang bakal menjadi rekan potensial ke depannya. Bukan mustahil puluhan tahun lagi Yao Sheyan bakal bergabung ketika Medusa berhasil mengontrol penuh dirinya.


Medusa sendiri terkejut atas kehadiran Yao Sheyan, pantas ia merasa koneksi masing – masing agak menipis juga sempat terputus sebentar. Ternyata Sheyan berpindah dimensi menuju Dao Realm, karena sempat lepas kontrol beberapa waktu lalu Medusa memutuskan memberinya napas sebentar terlebih adanya faktor pembaharuan segel oleh Yao Quon sang Alchemist Bachelor.


Dia tidak pernah menyangka dalam kurun masa teramat singkat, Yao Sheyan mendatangi markasnya ditemani orang paling tak pernah terbersit sekalipun dibenak milik Medusa. Sosok yang sudah dianggap mati entah olehnya maupun penghuni – penghuni dunia nyata, sejujurnya Medusa agak bingung merespon kedua tamu tidak terduga ini.


“Yao Sheyan?”


“IBLIS SIALAN! BERANINYA KAU MEMANGGIL NAMAKU!—“


“Jaga mulutmu gadis kecil!” anak buah Medusa langsung mengeluarkan senjata marah siap menyerang, tapi belum berani bertindak soalnya menanti aba – aba puan mereka. Sementara Medusa pun masih berusaha tenang karena mempertimbangkan keberadaan Bing Lian.


“Bu....”


“KEMARI KAU! BAKAL KUCABIK – CABIK DIRIMU DENGAN TANGANKU MESKI HARUS IKUT HANCUR!”


“Sheyan? Kendalikan emosimu” ujar Lian sigap menangkap tangannya.


“LEPASKAN! KAU TAU BETAPA MENDERITANYA AKU AKIBAT KUTUKAN PEMBERIANNYA!?”


“Oi....tenang, kau ingin mengacaukan segalanya? Ingat usaha kita kemari”


Bing Lian menariknya kemudian membisikan lembut kalimat tadi tepat disamping telinganya hingga sejenak Yao Sheyan berhenti berontak, dia menoleh menatap bergantian antara eskpresi sulit dibaca Lian dengan pandangan khawatir Bubu. Akhirnya ia hanya bisa menggigit bibir bawahnya menahan amarah sambil meneteskan air mata.



Lian mencoba mengerti perasaanya namun situasinya makin runyam misal dilanjutkan, negosiasi mengenai pencabutan Petrified Gaze kemungkinan besar gagal total kalau Sheyan mengamuk seperti barusan. Menurut Bing Lian masalah utamanya adalah sekarang keduanya sama sekali tak memiliki penawaran menggiurkan untuk diajukan pada Medusa.


Satu – satunya alasan ia terlihat menahan diri yaitu bentuk penghormatan atau dapat disebut takut terhadap Lian. Dugaan Bing Lian tidak meleset, Medusa memang tengah menganalisis kondisi juga memetakan kekuatan Lian yang agak berbeda ketimbang ingatan terakhirnya dari segi kemampuan maupun penampilan.


“Sebelum lanjut membahas tujuan kami datang, aku hendak menanyakan sesuatu Medusa”


“Hmm? Mengenai?”


“Ini masih ada kaitannya dengan Nona Yao, bersediakah kau menceritakan tentang perjanjian antara dirimu dan orang tuanya” Bing Lian bicara lirih sembari melangkah maju supaya posisi Sheyan lebih aman sekitar belakang punggungnya.


Medusa menyipitkan mata curiga tapi memutuskan bercerita karena setelah dipikir – pikir tak ada ruginya memberitahu tamu – tamu tersebut mengingat informasinya kurang penting berdasarkan sudut pandangnya, ia cuma memperingatkan kisahnya bakal lumayan panjang serta memakan waktu.


Bing Lian menyanggupi santai tanpa keberatan sementara Yao Sheyan perasaanya makin tidak karuan soalnya hendak mendengar kebenaran tentang ayah juga ibunya. Medusa mengawalinya dengan menjelaskan ayah Yao Sheyan merupakan sosok kurang mampu dalam segi ekonomi, sehingga suatu hari ketika menghampiri kota secara tak sengaja bertemu antek – antek Medusa yang menawarkan banyak jasa.


Mengetahui mereka punya hasil kerja luar biasa membuatnya tertarik, maka singkat cerita dia pun melakukan riset hampir setahun untuk menemukan kediaman saudagar kaya daerah sana. Tempatnya begitu strategis, meski luas lokasinya cukup jauh dari pemukiman ramai apalagi jika berharap atas keberadaan tetangga.


Sudah tau taergetnya, ia akhirnya membentuk kontrak bersama Medusa melalui perantara dengan ketentuan merebut harta sosok sebelumnya. Singkat cerita rencana berjalan mulus, dia berhasil menghabisi semuanya terus merebut seluruh kekayaan milik si korban kemudian kabur jauh memulai hidup baru indahnya.


Menciptakan keluarga sendiri sekaligus mengembangkan usahanya tanpa pernah mengingat darahnya dijadikan sebagai jaminan demi menggapai segala kemakmuran tersebut. Tahun – tahun berlalu sehingga ia mempunyai seorang bayi perempuan cantik, momen barusan awalnya nampak bahagia sampai anak buah Medusa datang menagih putrinya sambil mengingatkannya soal perjanjian terakhir kedua pihak.


><


“Ya....kemudian mendapatkan konsenkuensinya, kau harus siap menuai apa yang kau tanam bukan?. Kasihan....padahal istrinya tidak tau apa – apa”


“Kau mengirim bandit – bandit itu?”


“Buang – buang waktu, mengapa aku harus melakukannya kalau mampu menghancurkan dia dengan pengikut – pengikutku sendiri? Menurutku hal tersebut merupakan karma buruknya setelah banyak berbuat dosa serta bersekutu dengan Dao Beast, satu – satunya perbuatanku cuma menitipkan hadiah manis untuk gadis kecilnya” Medusa menutup lirih sembari menunjuk Yao Sheyan.


Lian melirik sekilas ke sebelahnya di mana sang Violet Alchemist Princess gemetar usai mengetahui kebenaran mengenai asal mula kutukannya diturunkan, sejak awal Sheyan memang tak menaruh harapan besar terhadap ayahnya sebab sempat memperkirakan kemungkinan serupa dalam benaknya. Ia bahkan sekalipun tidak memikirkan keberadaan maupun nasib jasad pria itu meski telah mendengar kalau dia menolak menyerahkan Yao Sheyan sewaktu bayi.


Baginya dia pantas mendapatkannya akibat kejahatan masa lalunya, namun penyebab Sheyan membisu adalah campuran perasaan marah juga sedih atas kematian ibundanya. Selama ini dugaanya benar, beliau menyanyanginya tulus sampai rela akhirnya terkena sinar Petrified Gaze milik anak perempuannya sendiri tanpa pernah tau soal dosa – dosa suaminya. Dia cuma orang kurang beruntung memilih pasangan kemudian berada di waktu serta tempat yang salah.


Sembari terpejam sesunggukkan menahan tangisannya, Bing Lian menepuk pundak Yao Sheyan pelan demi menenangkannya sekaligus menutupinya dari pandangan individu sekelilingnya. Menyaksikan perbuatan barusan makin mengakibatkan Medusa mencium adanya kejanggalan terus menyiapkan siasat licik.


“Jadi....kau ingin membicarakan apa? Bing Lian.....”


“Aku mau memintamu mencabut kutukan dari Yao—“


‘Kena kau!’ batin Medusa tersenyum penuh kemenangan.


PSYUU! JDAS! SRATTT....!!!


Medusa menggunakan salah satu tangannya mengapai pisau beracun dari belakang punggungnya lalu melemparkannya secepat kilat, Lian menyadari datangnya serangan dan bisa saja menghindarinya. Sayangnya posisi Bing Lian tepat dihadapan Sheyan sehingga jika menyingkir malah bakal mengenai gadis tersebut.



Maka dalam waktu sepersekian Lian menggeser beberapa inci tubuh mereka dengan menggerakan kakinya sedikit yang menyebabkan pijakan masing – masing berubah namun akibat terlalu mepet senjata tadi tetap berhasil mengenai pipi Bing Lian sekaligus meninggalkan luka panjang berdarah pada wajahnya.


Yao Sheyan terkejut akibat kejadian tiba – tiba itu kemudian terkesiap begitu sadar cairan merah menetes dari pria dihadapannya. Medusa bangkit berdiri dengan ekspresi mengerikan, secara cepat aura membunuhnya menyelimuti seluruh ruang tahta.


“Hehehehehe....sudah kuduga”


“BU....!!!”


“Apa maksudnya ini Yanqiu?” Lian bertanya dingin selagi Bubu menggeram murka.


“Hahahahaha....kau pikir trik sama akan bekerja lagi kepadaku dua kali? Jangan berpikir dapat menakutiku berbekal aktingmu bocah”


“Kau serius hendak mengambil risiko? Kuperingatkan ya konsekuensinya sangat berat”


“Ya, kalau aku menolak mencabut kutukanku kau ingin apa? Memaksaku melakukannya? Hahahaha lucu sekali, kau bukan Ice Emperor. Aku mungkin tidak mengetahui alasan mengapa kalian nampak begitu mirip tetapi aku yakin kau hanya seorang penipu kecil keparat, bunuh mereka” perintah Medusa menyeringai lebar sembari duduk bertopang dagu.


Ch.285 (391)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 106 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).