
“Li....an...?”
“Ya benar, begitu cara membacanya” kata Bing Lian tersenyum sembari mengangguk puas.
“Hah....hehehe Lian! Lian! Lian! Nama!”
Eva dengan wajah sumeringah tak bisa menghentikan antusiasmenya sampai melompat – lompat dan membuat suara kayu pelapis kasur menjerit hampir patah, keduanya duduk saling berhadapan di atas tempat tidur terpisah oleh secarik kertas yang sudah Bing Lian tuliskan berbagai macam kata dalam bahasa manusia.
Lian cukup terkesan atas kemampuan belajar Eva, kecepatanya agak mengerikan. Hanya cukup satu malam dia telah mampu bicara meskipun belum terlalu lancar. Baixian duduk dekat lantai memperhatikan tingkah mereka lalu menguap heran kenapa masing – masing heboh sekali.
Karena Eva masih menolak mengobrol menggunakan Archaic Tongue, Lian memberinya solusi yaitu mengajarinya berkomunikasi memakai bahasa lain. Selama ini ia belum pernah berinteraksi langsung dengan manusia kecuali jika orang – orang menyebut rencana licik sergapan Black Graveyard Sect termasuk kategori interaksi.
Setidaknya berbekal ajaran Bing Lian sekarang Eva dapat berbicara bersama Baixian serta dirinya tanpa dimengerti kebanyakan Fairy Snow. Sebab pada dasarnya perasaan bersalah Eva usai melukai Lian merupakan alasan dia makin mempersempit daya geraknya dan membuatnya takut bertindak, cemas bisa – bisa melakukan hal serupa kepada warga kerajaanya.
Sebelumnya saat Eva tertidur, Taeral sempat berkunjung terus menceritakan kisah mengenai si Tuan Putri untuk Bing Lian juga Baixian. Ibu Eva atau Ratu tewas akibat bencana penyerangan puluhan Demonic King Beast sewaktu ia masih sangat belia, maka dari itu Aincrad sebagai Raja sekaligus Ayah berjuang keras melindunginya karena melihat sosok Eva merupakan pengganti istrinya.
Sejak kecil Eva diajari rasa belas kasih tinggi oleh ibunya demi masa depannya menjadi pemimpin maupun putri impian seluruh rakyat kerajaan Fairy Snow, bahkan dia sendiri cuma dibiarkan berlatih tempur menghadapi guru – gurunya saja kemudian sesekali melawan Demonic Beast kelas menengah ke bawah. Walau mengetahui makhluk bernama Manusia, Eva dilarang berdekatan apalagi berinteraksi bersama mereka. Ayahnya benar – benar menekankan ini untuk memproteksinya dari hal – hal kurang berkenan.
Rasa penasarannya perlahan berubah menjadi benci akibat pertemuan pertamanya dengan Manusia tercoreng berkat Cultivator Black Graveyard Sect, kondisinya diperparah saat Baixian menghabisi para pengawal istana dalam sekejap mata.
Namun Lian secara lembut datang menolongnya melepaskan Cursed Item di alam bawah sadar serta dunia nyata dan menyelamatkan nyawanya, akhirnya itu mengubah pandangannya terhadap ras berbahaya tersebut. Makanya Eva begitu terpukul tangannya berlumuran darah sang penyelamat ketika tersadar hingga enggan tuk berbicara lagi.
“Makan....! Lian makan! Sudah?” Eva berkata semangat menjulurkan sekeranjang buah – buahan.
“Ah...hahaha terima kasih Eva, tapi aku masih kenyang”
“Hmm? Lian? Eva....sesuatu.....tanya”
“Apa?”
“Lian pulang akan? Atau diam? Sampai kapan?”
“Eh? Aku belum ta—“
TOK! TOK! TOK!
Kalimat Bing Lian terhenti mendengar ketukan pintu ruang perawatan, ternyata Taeral datang hendak menjemput Lian buat menemui Raja. Eva nampak sedikit murung sadar utusan ayahnya ingin membawa Lian pergi, melihat hal itu Bing Lian mengelus pelan kepalannya terus bicara lirih, “Aku akan segera kembali, Baixian tolong gantikan aku mengajarinya”.
“HAH!?”
“Baixian! Baixian! Baixian!”
“Apa!? Kau tidak perlu memakainya terus – terusan jika Bing Lian pergi kau tau” Baixian menutup telinganya kesal.
“Lian.....pasangan? Menikah ada?”
“Ckkk yang jelas dong! Lupakan mari kita kembali ke hal – hal dasar, bagaimana kalau angka lalu hitungan?”
“Huuu....jawab! Aku ingin sangat penasaran!” balas Eva bersikeras.
“Ugh....gadis idiot kau mau apa sih?”
“Idiot? Maknanya itu?”
“Bodoh....”
“Lian....bilang kasar! Tak boleh! Baixian....nakal!”
><
“Terima kasih sudah membuatnya ceria lagi”
“Jangan sungkan....bagaimana cucumu?”
“Sehat, aku masih memikirkan nama untuknya. Apa kau punya saran?” Taeral tersenyum tipis.
“Mmm....jika dia mewarisi matamu Aquilan mungkin? Agar tatapanya tajam seperti elang”
“Menarik, biar kuberitahu orang tuanya. Silahkan....”
Taeral membukakan pintu untuk Bing Lian sebelum berpamitan pergi, meninggalkan si pemuda berambut putih cuma berdua bersama Raja di ruang singgasana. Melihat tamunya tiba Aincrad turun dari tempat duduknya kemudian menghampiri Lian sembari membungkuk hormat, “Majestic Tamer....”.
“Anda tidak perlu memanggilku begitu Pange—eh Yang Mulia maksudku, maafkan sikap kurang sopanku. Aku agak pegal tidur seharian jadi mari bicara sambil berjalan”
“Apa kondisi anda memungkinkan?”
“Tenang saja, meski kurus begini aku sering melatih fisikku lho” sahut Bing Lian menunjukan otot lengannya.
Akhirnya karena tak kuasa menolak ajakan Lian keduanya pun berjalan sekitar istana, Aincrad membawanya berkeliling menuju berbagai sudut gedung dan menara di sana. Ternyata banyak hal masih sama seperti ingatannya ketika mengunjungi Raja terdahulu atau ayah dari Aincrad, sambil mengenang masa lalu Lian menyempatkan diri menjelaskan keseluruhan situasi yang sebenarnya kepada Aincrad.
“Aku telah mendengar sebagian informasi melalui Taeral namun....”
“Kau terkejut tapi kelihatan masih belum percaya seratus persen”
“Itu....” Aincrad mengernyit karena berpikir keras
“Tindakanmu benar, minimal aku harus memberikan bukti nyata. Walaupun sesungguhnya menyelamatkan putrimu seharusnya lebih dari cukup bukan? Frozen Swan River tidak bertarung menggunakan peralatan demikian”
“Seragam si penyerang menunjukan identitas mereka”
“Seperti penjelasanku barusan, dia dikendalikan oleh dalang dibalik semua ini yang bernama Black Graveyard Sect. Bahkan sekarang anggota – anggota sektenya masih mencari perempuan tersebut”
“Aku memang pernah mendapati desas – desus tentang Manusia pengendali Undead sayangnya....”
Melihat diskusi nampak berjalan di tempat, Bing Lian mengajukan agar Aincrad membawanya menemui tahanan yang dituduh sebagai tersangka penyerangan terhadap Eva. Lian dan Aincrad kemudian berangkat menuju ruang bawah tanah lokasi banyak sekali sel terbuat dari es.
Para penjaga langsung memberikan jalan saat Aincrad mendekat meski setelah keduanya menjauh saling bertukar pandang heran mengapa sang Raja berjalan berdampingan bersama Manusia, bahkan kabarnya pernah dilihat banyak penduduk diseret Jenderal Taeral sebagai tahanan perang beberapa hari lalu.
Begitu tiba terus dibukakan pintu salah satu penjara Bing Lian akhirnya melihatnya untuk pertama kali, wanita yang seharusnya bernama Huang Mei. Senior penyelamat Lei Hong, pakaianya kelihatan compang – camping ditambah rambutnya kusut parah. Lian cuma dapat menghela napas membayangkan kemungkinan perbuatan anggota Black Graveyard Sect terhadapnya sebelum dijadikan boneka hidup.
Aincrad mengamati Bing Lian mendekati Hong Mei tanpa berkata apa – apa, supaya pemuda itu sadar sendiri kalau sosok di hadapannya memang merupakan murid Frozen Swan River. Ketika Lian masuk dalam jangkauan serangannya Hong Mei berusaha meraihnya terus mencabik – cabiknya sampai tidak bersisa, untungnya rantai pengikatnya cukup kuat serta membatasi pergerakannya.
Berbekal pembentukan mantra tangan gesit Lian menciptakan dua bongkahan es besar membungkus masing – masing tangan Hong Mei demi menghentikan dirinya berontak. Bing Lian memfokuskan matanya menggunakan Qi lalu melihat aura hitam panjang menyelimuti atas kepala Hong Mei.
Dia menyentuh dahinya terus menelusuri arah datangnya Qi barusan buat menemukan si pengontrol Undead, hitungan detik kesadaran Bing Lian berhasil mendapat gambaran seorang pria tengah berjongkok kepada atasan atau mungkin bosnya. Tanpa ampun Lian menyerang balik batin orang tadi, awalnya semua kelihatan normal tetapi tiba – tiba ia menutup telinganya kesakitan. Pemandangan berikutnya cukup ekstrem sebab otaknya telah berceceran kemana – mana dan menyebabkan individu dekatnya berteriak histeris.
Ch.194 (256)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 62 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho, Ciao!).